Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Chan ngambek


__ADS_3

Velia mengintip dari balik jendela rumahnya dan menunggu, tiba-tiba saja Chan datang dan bertanya pada Velia.


"Vel, kamu ngapain?" Tanya Chan tiba-tiba.


"Haish, kamu ini ngagetin aja sih ,Chan! Aku tuh lagi nungguin orang yang biasanya menaruh bunga mawar di teras rumah!" Kata Velia.


"Nungguin sih nungguin, Vel! Tapi nggak ngintip-ngintip juga kali!"


"Udah deh diem!" Suruh Velia.


"Mendingan kita sarapan aja!" Ajak Chan.


"Kamu lupa aku ini siapa? Kalau pun aku nggak makan berpuluh-puluh tahun pun aku nggak bakal mati!" Kata Velia.


"Oh iya ya sampai lupa!" Kata Chan.


"Pantesan aja kemarin-kemarin aku makan nasi putih nggak ada rasanya😕" kata Velia.


"Haish, nasi putih kan emang nggak ada rasanya, Vel!" Ucap Chan dengan memutar bola malasnya.


"Ya maksud aku nggak gitu, pantesan aja kemarin-kemarin aku sering nggak makan tapi maag aku nggak kambuh,, biasanya aja kalau telat makan aja pasti udah kambuh ini maag" Kata Velia.


Chan pun hendak ke meja makan sedangkan Velia juga ingin ikut untuk menemani. Namun saat hendak berjalan Velia mendengar suara mobil dari luar rumahnya.


"Bentar, Chan kayaknya ada yang datang deh!" Kata Velia yang langsung mengintip keluar jendela.


"Astaga, Vel kalau pun kamu keluar mereka juga nggak akan ngelihat kamu!" Kata Chan.


"Oh iya ya lupa!" Kata Velia yang membuat Chan menepuk jidatnya.


Velia pun menyuruh Chan agar dia juga mengintip, karena Velia merasa tidak asing dengan mobil yang datang itu.


"Mending kita keluar aja, lagian mereka pasti ngiranya aku pemilik rumah baru ini, Vel!" saran Chan.


"Iya juga ya, kenapa sekarang aku jadi bego gini sih?"


"Dari dulu kali, Vel!" Kata Chan.


"Yee emangnya kamu tahu aku dulunya kayak apa?" Tanya Velia.


"Ya tahu lah, kan kayak bidadari yang turun dari pohon!" Kata Chan


"Kuntilanak dong😡" kesal Velia.


"Bukan aku yang bilang🙄"


"Haish,, CHAN!!!😤😤"


Dari mobil itu, keluarlah sepasang kekasih yang datang dengan membawa beberapa tangkai bunga mawar.

__ADS_1


"Eh tunggu itu bukannya?" Ujar Chan sembari menunjuk sepasang kekasih itu.


"Apa😒" kata Velia yang masih ngambek.


"Haish, lihatlah dulu! Baru boleh ngambek!" Ucap Chan.


Velia pun melihat ke luar jendela dan tak menyangka dengan apa yang dia lihat saat itu.


Velia melihat Dafa yang tak lain adalah kekasihnya semasa dia hidup. Dafa datang bersama dengan Yuna, pacar barunya.


"Dafa? Ngapain dia kesini sama wanita itu?" Ujar Velia yang heran pada apa yang dia lihat.


Di sisi lain, Dafa dan Yuna saling berbincang.


"Sayang, kamu berdoalah supaya Velia tenang di sana!" Pinta Yuna.


Dafa pun menghela nafas dan berkata,,,,,,


"Yuna, kamu nggak apa-apa kalau aku sering ke sini untuk memberikan bunga ini pada Velia?" Tanya Dafa.


Yuna tersenyum pada Dafa,,,,,


"Tidak apa-apa sayang, wajar kalau kamu ke sini buat ngasih bunga ke Velia,,, lagi pula bukankah saat dia sudah meninggal dia masih menjadi kekasih kamu? Jadi aku tidak akan melarang kamu kalau kamu mau ke sini!!" Kata Yuna.


"Makasih ya sayang, kalau saja aku tahu makam Velia ada di mana, aku pasti akan pergi ke makamnya!" Ujar Dafa.


"Ya sudah, sekarang taruh bunganya di sana dan berdoalah,, semoga saja jenazah Velia segera di temukan." Pungkas Yuna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di saat yang bersamaan di sisi Velia,,,,


"Wah-wah sang mantan🙃 lihatlah! Itu sungguh romantis bukan😆" ujar Chan seraya menggoda Velia.


"Chan😤 bisa diem nggak😤 dengerin itu dulu😤"


"Apanya yang harus di dengerin🙄?" Tanya Chan.


"Haish, Chan!!" Kata Velia sembari menjambak rambut Chan karena kesal.


Chan sedikit berteriak dan menyebabkan suara gaduh di dalam rumah Velia. Bahkan sampai di dengar oleh Dafa dan juga Yuna yang tengah berada di luar rumah.


Dafa dan juga Yuna bingung dengan suara yang berasal dari dalam rumah Velia. Karena setahu mereka ,rumah Velia selalu kosong setelah insiden kecelakaan itu.


Karena rasa penasaran mereka, akhirnya Yuna meminta Dafa untuk memastikan apakah di dalam rumah ada orang atau tidak.


"Haduh gimana nih, mana Dafa mau masuk ke dalam lagi!" Kata Velia yang terlihat kebingungan.


Chan menepuk jidatnya dan berkata,,,," Dafa nggak akan masuk ke dalam kalau kamu nggak bukain pintunya, Vel!"

__ADS_1


"Jadi aku harus bukain?" Tanya Velia yang terlihat bodoh.


"Yang ada kalau kamu yang bukain ,mereka akan lari ketakutan, Vel! Udah deh diam saja nanti juga mereka bakal pergi,,jadi nggak usah di bukain pintunya!" Ucap Chan.


"Tapi,,,,," terpotong.


"Tapi kenapa? Kamu masih cinta sama dia? Kejar aja sana!" Kata Chan dengan nada tidak suka.


Velia heran akan sikap Chan yang tiba-tiba saja seperti orang yang sedang cemburu.


"Hey, tuan Chan yang tampan ,,memangnya kenapa kalau aku masih cinta sama Dafa?" Ujar Velia menggoda Chan.


"Nggak mungkin lah, sudahlah bukan urusanku juga!" Ucap Chan cuek.


"Pfffff kamu cemburu?" Tanya Velia.


"Nggak lah, ngapain juga cemburu!" Ujar Chan sembari berjalan ke meja makan dan meninggalkan Velia sendirian di balik pintu rumahnya.


"Lah kok di tinggalin sih? Pasti ngambek ! Chan, tunggu!" Ucap Velia sembari mengikuti langkah Chan ke meja makan.


Saat sampai di meja makan terdengar suara ketukan pintu yang tak lain adalah Dafa.


"Tuh sana bukain!" Ucap Chan.


"Memangnya boleh?" Tanya Velia.


"Lagi pula siapa yang melarang kamu?" Tanya Chan balik.


"Lah katanya tadi nggak boleh?" Tanya Velia.


Chan pun menghela nafasnya dan berkata,,,


"Velia, lebih baik kamu ke sana bukain pintu dan temui dia!" Suruh Chan dengan senyum paksa mengucapkannya.


"Hey, mengapa harus seperti itu? Aku kan tadi niatnya cuma pengen lihat siapa yang menaruh bunga di sana, dan sekarang aku sudah tahu siapa yang menaruhnya jadi ya sudah!" Pungkas Velia.


"Apanya?" Tanya Chan.


"Haish😒"


"Kenapa?😒" Tanya Chan.


Karena berpikir di rumah itu tidak ada siapapun akhirnya Dafa dan Yuna pun pergi dari sana.


Sedangkan di dalam rumah tepatnya di meja makan , Chan sedang sarapan dan Velia membujuk Chan yang tadinya ngambek. Karena Chan tidak menggubris Velia, akhirnya Velia memutuskan untuk diam. Dan entah kenapa Velia teringat sesuatu dan langsung melamunkannya.


Chan yang tidak tega melihat Velia yang bersedih akhirnya mengalah dari ngambeknya tadi . Chan menghela nafasnya dan berkata,,,,,,


"Vel, kenapa kamu murung seperti itu?" Tanya Chan.

__ADS_1


"Aku cuma bingung dengan apa yang di katakan oleh Dafa dan juga pacarnya tadi, tadi Yuna bilang kalau jenazah aku belum ditemukan, itu berarti arwah aku gentayangan karena ragaku tidak di temukan Chan!" Ujar Velia sembari meneteskan air matanya.


"Benar kata, Velia! Yuna tadi sempat bilang kalau jenazah Velia belum ditemukan, kasihan sekali kamu, Vel! Pantas saja saat aku menemukan kamu, kamu terlihat sangat kebingungan!" Batin Chan.


__ADS_2