
"Dil ,aku berjanji akan selalu menjaga kamu?!" Ujar Chan yang masih memeluk Dila.
"Terima kasih Chan!" Ujar Dila berterima kasih kepada Chan.
"Kalau begitu ,aku pulang dulu ya ?! Ujar Chan yang melepaskan pelukannya dengan Dila.
"Kok pulang sih Chan? Kalau nanti Suho datang ke sini gimana?" Tanya Dila yang seolah takut akan kedatangan Suho nanti.
"Dil, rumah kita kan dekat, bahkan hanya berjarak beberapa meter saja, kalau ada apa-apa kamu segera kasih tahu aku saja?!" Ucap Chan yang seakan menolak Dila.
"Baru kali ini aku di tolak mentah-mentah sama laki-laki, padahal aku sendiri yang menyuruhnya untuk menemaniku di sini?!" Ujar Dila di dalam hatinya.
"Ya sudah kalau begitu ,pulanglah!!" Ujar Dila kesal.
"Apa kau marah padaku?" Ujar Chan sembari menghela nafasnya dan berkata lagi " Baiklah , aku akan menemani kamu di sini, tapi nggak bisa sampai malam ya?!" Ujar Chan yang membuat Dila tersenyum.
"Iya sayang" Ucap Dila sembari memeluk Chan hangat.
"Baru kali ini , ada yang memanggil aku dengan sebutan sayang,, tapi kenapa rasanya sangat canggung begini? Padahal sekarang Dila sudah menjadi pacarku sendiri." Ujar Chan di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di saat yang bersamaan Velia dan Riri sudah mulai akrab dan saling bertukar pikiran.
Di rumah Velia, mereka sedang membahas masalah hantu yang sering mengganggu Velia. Riri memberi tahu Velia kalau hantu yang sering menghantui Velia itu sangat membenci Velia dan seperti ingin membalas dendam.
Velia bingung mengapa bisa hantu-hantu itu menghantuinya, sedangkan Velia tidak pernah mengganggu kehidupan hantu-hantu itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan, Ri? Supaya mereka pergi dan tidak lagi mengganggu aku?!" Tanya Velia pada Riri.
"Kalau kakak mau tau, ya kakak tinggal tanya aja sama hantu itu!" Ujar Riri menyuruh Velia.
"Haish, gimana ya Ri, ya nggak bisa Ri " ujar Velia bingung "Maksudnya gini ya, gimana mau tanya coba, kemarin aja aku tanya ke hantu itu maunya apa , eh dia malah mendekat dan mau mencekik leherku?!" Ujar Velia sembari membayangkan saat dia hendak di cekik oleh hantu yang kemarin dia temui di kamarnya.
"Mungkin karena nada bicara kakak yang tinggi?!" Ujar Riri.
"Ya gimana nggak tinggi Ri, orang namanya juga reflek!" Ujar Velia menjelaskan.
"Ya itu berarti kakak harus lebih berani lagi menghadapinya. Percaya deh sama Riri, niat baik dan hati yang baik akan membuat hantu itu pergi dengan sendirinya,, dan percayalah Riri akan selalu membantu kakak?!" Ujar Riri sembari tersenyum menatap Velia.
Velia sangat berterima kasih kepada Riri. Karena Riri sudah banyak membantu dan menemani Velia di saat Velia sedang terpuruk.
__ADS_1
Riri sendiri menjawab Velia dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pun sudah mulai senja, Chan pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dan berpamitan dengan Dila .
Saat Chan sedang berpamitan dengan Dila, Chan merasakan adanya kehadiran Riri yang sedang mengawasinya walaupun dari jauh.
Setelah pulang dari rumah Dila, Chan segera membersihkan tubuhnya dan merebahkan tubuhnya di sofa sambil menonton tv.
Saat itu juga ,Riri datang dan menemui Chan yang sedang sibuk menonton tv.
"Kak ?!" Ujar Riri yang baru saja muncul di dekat Chan.
"Riri?!" Ucap Chan yang mengalihkan pandangannya ke arah Riri berada "Kenapa kamu tadi ada di sana?!" Ucap Chan lagi.
"Memangnya nggak boleh ya kak?!" Tanya Riri pada Chan.
"Ya kan takutnya dia ngelihat kamu dek!" Ujar Chan memberi tahu Riri.
"Biarin saja dia ngelihat Riri, lagi pula jika dia berhati baik dia akan melihat wujud aku saat masih hidup kak?!" Ujar Riri menjelaskan pada Chan.
"Seperti halnya kak Velia yang melihatku dengan wujud asli saat masih hidup, bahkan dia memuji kecantikan aku?!" Ujar Riri senang saat membayangkan saat di puji oleh Velia tadi.
Chan bingung dengan apa yang dikatakan oleh Riri, bagaimana bisa Velia melihat Riri dan mengetahui adanya Riri.
Hati Chan bertanya-tanya akan hal itu dan segera dia menanyakannya kepada Riri , apa yang sebenarnya sudah terjadi sampai Velia bisa melihat wujud Riri.
"Maksud ucapan kamu tadi apa dek?" Ujar Chan penasaran.
"Kak Velia sudah mengetahui diriku kak, dan bahkan kami tadi sudah berbincang mengenai banyak hal?!" Ujar Riri memberi tahu Chan yang masih tidak mengerti.
"APA?!" ucap Chan dengan nada tinggi setelah mendengar ucapan Riri.
"Bagaimana bisa dia mengetahui kamu? Dan bagaimana ceritanya sampai itu semua terjadi?" Ujar Chan yang sangat penasaran akan bagaimana ceritanya Velia mengetahui tentang Riri.
"Ciee kepo!!" Ujar Riri yang menggoda kakaknya.
"Oh iya kak, tadi itu pacar kakak?" Ujar Riri yang mengalihkan pembicaraan.
"Dek katakan atau kakak bakalan marah sama kamu!" Ujar Chan kesal.
__ADS_1
"Iya-iya maaf, oke Riri bakal kasih tau!" Ujar Riri.
Riri menceritakan tentang apa yang terjadi tadi , dan saat Riri memutuskan untuk menolong Velia dengan menunjukkan wujudnya di depan Velia karena tidak ada pilihan lain lagi.
Chan sempat heran saat mengetahui kalau Velia bisa melihat Riri dalam wujud cantiknya.
"kok bisa sih ,dek?!" Tanya Chan yang heran.
"Itu karena hati kaka Velia baik kak, jadi dia bisa melihat Riri dengan wujud cantik seperti ini?!" Ujar Riri dengan kepedean tingkat dewa nya.
"Haish ,iya-iya kamu cantik?!" Ujar Chan sembari memutar bola malasnya.
Oh iya kak, hantu yang tadi mau mencekik kak Velia itu kayaknya punya niat buruk sama kak Velia deh kak!" Ujar Riri memberi tahu Chan.
Chan merasa khawatir saat mendengar dari Riri kalau hantu yang berada di rumah Velia itu memiliki niat buruk terhadap Velia.
"Apa kakak khawatir sama kak Velia?!" Tanya Riri yang melihat wajah Chan dengan raut khawatir.
"Ti...tidak?!" Jawab Chan yang mengalihkan pandangannya karena gugup.
"Benarkah itu?" Tanya Riri yang masih saja menggoda kakaknya.
"Haish ,apaan sih dek? Lagi pula Velia itu kan hantu, kalau pun dia mau di cekik, dia nggak mungkin mati😒" ujar Chan yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Eh, iya juga ya, kok tadi aku nggak kepikiran sampai sana sih?!" Tanya Riri sembari berpikir.
"Untung kamu baik-baik saja ,Vel" Ujar Chan di dalam hatinya.
"Haish nggak apa-apa lah, lagian udah terlanjur juga, terus kak Velia juga suka sama aku" ujar Riri.
"Terserah kamu saja?😒!" Ujar Chan.
"Terus gimana ceritanya?!" Tanya Riri mengganti pembicaraan.
"Cerita apa?!" Tanya Chan balik karena bingung.
"Haish kakak ini gimana sih, ya gimana ceritanya kakak bisa jadian sama kak Dila?!" Jelas Riri.
"Kok kamu bisa tahu kalau namanya Dila?!" Tanya Chan pada Riri.
Riri pun terdiam.
__ADS_1