
"Suho!" Panggil Chan.
"Iya, ada apa?" Tanya Suho yang dipanggil oleh Chan.
"Lo sebaiknya pulanglah bersama Dila!" Saran Chan pada Suho.
"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Suho.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri, kau pulang saja,, terima kasih banyak karena kau dan Dila sudah menemaniku sampai hari ini!! Tapi untuk kali ini biarkan aku sendiri dulu untuk sementara waktu!" Pinta Chan pada Suho.
"Baiklah kalau itu memang keinginanmu, tapi kalau kau membutuhkan apa-apa langsung saja hubungi aku dan Dila?!" Ujar Suho yang perduli pada Chan.
Dila pun datang dan juga ikut angkat bicara,,,,
"Iya, Chan! Kalau ada apa-apa kamu bilang aja ke kita, kita pasti akan dengan senang hati bantuin kamu!!" Kata Dila pada Chan.
"Terima kasih atas bantuan kalian?!" Ucap Chan yang berterima kasih kepada Dila dan Suho yang sudah menjaga dan menemaninya akhir-akhir ini.
Setelah itu Suho dan juga Dila berpamitan untuk pulang. Kini Chan hanya sendiri di kamarnya menunggu Velia kembali lagi ke dalam hidupnya.
Di rumah Dila, Suho dan juga Dia sempat membicarakan soal Chan sebelum mereka tidur.
"Sayang!" Panggil Dila pada Suho yang sedang sibuk menonton tv.
"Ada apa sayang?" Jawab Suho lembut pada kekasihnya itu.
"Apa kamu yakin meninggalkan Chan sendirian tidak akan membuatnya melakukan hal bodoh seperti kemarin?!" Tanya Dila.
"Sebenarnya aku juga merasa begitu, tapi nanti kita akan sering berkunjung ke sana untuk memastikan kalau dia tidak akan melakukan hal gila lagi?!" Ucap Suho sembari merangkul lengan Dila yang ikut duduk di sebelahnya.
Dila pun menyetujui saran dari Suho, lalu kemudian Dila memutuskan untuk beristirahat di kamarnya , sedangkan Suho sendiri memutuskan untuk mandi dan baru akan beristirahat.
Hari demi hari telah berlalu, Chan semakin terpukul karena Velia benar-benar pergi dan tidak lagi menemui Chan. Chan merasa sangat frustasi, dirinya tidak bisa menemukan keberadaan Velia di mana pun. Meskipun Dila dan Suho sering berkunjung ke rumahnya, namun tetap saja rasanya berbeda saat ada Velia di sisi Chan.
Chan bahkan sudah mulai bosan untuk hidup, dia tidak kuat lagi jika harus menerus menjalani hari-harinya yang kelam. Chan ditinggal orang-orang yang dia sayangi, pertama Riri dan kemudian Velia, orang yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Setiap hari Chan hanya bisa duduk di tepi ranjangnya sembari melamun dan merenungkan nasibnya yang malang itu. Dirinya bingung harus melakukan apa, semangatnya telah pupus bersama dengan hilangnya Velia dari kehidupannya.
Sampai suatu hari, Chan menghirup aroma mawar yang sangat menyengat. Dia terbangun dari tidurnya karena mencium aroma bunga mawar itu. Aroma itu berada di sekeliling rumah Chan.
"Aroma ini?" Ujar Chan yang mencoba membuka matanya perlahan lalu mendalami indra penciumannya. Setelah mengetahui kalau itu adalah aroma bunga mawar, hati Chan merasa senang lalu dengan segera dia bangun dari posisinya.
"Velia!!" Ujar Chan antusias.
"Velia!!" Panggil Chan yang masih berada di atas ranjangnya.
"Vel? Apa kamu sudah kembali?!" Tanya Chan namun tidak ada seorang pun yang menjawab ucapannya.
Chan pun beranjak dari ranjangnya dan mencari sumber aroma tersebut. Chan mencari ke seluruh ruangan yang ada di rumahnya, dirinya berharap kalau Velia akan kembali lagi padanya.
Namun hasilnya nihil, Chan tidak menemukan siapapun di rumahnya itu. Bahkan aroma bunga mawar itu masih terus ada.
Karena lelah mencari ke berbagai tempat di rumahnya, Chan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa miliknya.
"Aku sudah benar-benar tidak sanggup hidup seperti ini!! Aku sudah kehilangan semua orang yang sangat aku sayangi?!" Ujar Chan sembari melihat langit-langit rumahnya.
Tok tok tok,,,,,,,
Suara ketukan pintu rumah Chan membuat Chan menatap ke arah pintu itu.
"Siapa?" Tanya Chan dari dalam rumah dan masih dengan posisi yang sama.
"Ini aku?!" Terdengar suara yang tidak asing menjawab ucapan Chan dari luar rumahnya. Ya, dia adalah Suho yang sangat sering datang ke rumah Chan untuk memastikan kalau Chan baik-baik saja.
Chan pun berjalan menuju pintu rumahnya dan membukakan pintu untuk Suho.
"Suho?! Ada apa?!" Ucap Chan yang bertanya pada Suho.
"Ikutlah denganku sekarang! Ada urusan yang sangat penting!!" Ucap Suho yang langsung menarik tangan Chan dan mengajaknya untuk pergi. Namun Chan penasaran dengan apa yang akan Suho perlihatkan padanya, Chn menghentikan langkahnya dan melepaskan tangannya yang di tarik oleh Suho.
"Lo mau bawa gue ke mana sih?" Tanya Chan sembari melepaskan tangannya yang di tarik oleh Suho.
__ADS_1
"Aku memiliki kejutan untukmu!" Ucap Suho yang menawarkan sebuah kejutan pada Chan.
"Apa itu? Semenjak kejadian saat itu, aku sudah tidak memiliki semangat hidup lagi!! Jadi sudah tidak ada pengaruhnya lagi kalau aku ikut denganmu?!" Ujar Chan dengan nada putus asanya.
"Udah lo tenang aja, pokoknya ini kejutan khusus buat lo!!" Ujar Suho yang sudah tak sabar dengan Chan yang terus mengucapkan kalimat-kalimat keputusasaan di hidupnya, Suho lalu kembali menarik tangan Chan dan mengajaknya ke suatu tempat.
Namun sebelum memasuki mobil Suho, Suho meminta Chan untuk mengganti pakaiannya agar terlihat lebih rapi lagi.
"Ngapain sih kok pakai ganti baju segala?" Tanya Chan dengan malas.
"Udah pokoknya lo nurut aja sama gue, gue jamin lo pasti bakal bahagia setelah ikut sama gue!" Ujar Suho dengan tingkat keyakinannya.
"Gue udah bilang sama lo kalau semangat hidup gue itu udah hilang, jadi kalau lo mau ngajak gue pergi jalan, itu nggak bakalan ngaruh buat gue!!" Jawab Chan dengan lesu sembari memutar mata malasnya.
Karena Chan tak kunjung beranjak untuk mengganti pakaiannya, Suho sendiri yang langsung bertindak dengan cara mendorong Chan untuk kembali masuk ke rumahnya dan bahkan mendorong Chan untuk masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan segera.
Suho menunggu Chan di depan pintu kamarnya, setelah Chan mengganti pakaiannya dia segera keluar dari kamar.
"Memangnya kita mau ke mana sih? Kok pakai acara ganti baju segala? Lagian gue lagi nggak mood buat ngapa-ngapain!!" Ujar Chan melipat lengan kemeja yang dia kenakan.
"Haish, kau ini cerewet sekali seperti perempuan!!" Ujar Suho yabg geram pada Chan karena banyak pertanyaan seperti wanita.
"Kita cuma berdua?" Tanya Chan lagi sebelum naik ke mobil Suho.
"Haish, kau ini!! Jangan banyak tanya kenapa sih?! cepatlah masuk ke dalam mobil dan aku akan segera mengajakmu ke suatu tempat!!" Kata Suho sembari menutup kaca mobil miliknya.
Karena tidak memiliki pilihan lain lagi, akhirnya Chan hanya bisa menuruti apa yang dikatakan oleh Suho padanya.
Di dalam mobil Chan masih sempat bertanya pada Suho tentang keberadaan Dila.
"Oh iya, Dila mana? Tumben nggak ikut sama lo?!" Tanya Chan pada Suho yang sedang fokus untuk menyetir.
"Dila ada kok!" Jawab Suho singkat.
"Mana?" Ujar Chan sembari menoleh ke jok belakang mobil untuk mencari keberadaan Dila.
__ADS_1
"Dia nggak di sini! Tapi nanti kau juga akan bertemu dengannya juga?!" Ujar Suho memberi tahu Chan tentang Dila.