Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Terungkap


__ADS_3

Riri pun langsung menghilang begitu saja, karena dia takut di marahi oleh kakaknya.


"Haish, dasar punya adik satu gilanya minta ampun?!" Ujar Chan kesal karena Riri menghilang begitu saja.


Namun tiba-tiba saja Riri muncul dan mengagetkan Chan.


"Astaga Riri😤!! Bikin kakak jantungan aja tau nggak!!" Ujar Chan yang bertambah kesal sambil mengusap dadanya karena terkejut.


"Siapa suruh kakak ngatain aku gila😒!" Ujar Riri yang juga kesal dengan Chan.


"Riri😤😤😤😤" kesal Chan lagi dan Riri langsung menghilang lagi.


"Haish, dasar menyebalkan?!" Ujar Chan dengan kekesalannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 hari kemudian, di rumah Velia,,,,


"Sudah 2 hari semenjak kejadian itu, Chan tidak pernah lagi datang ke sini untuk menemui aku?!" Ujar Velia yang bersandar pada jendela kamarnya yang sengaja dia buka.


Tanpa di sadari oleh Velia, ada suara mobil yang berhenti dan turunlah pasangan yang membawa beberapa tangkai lagi bunga mawar dan meletakkannya di depan rumah Velia.


Velia yang tersadar langsung memastikan siapa yang sering mengantarkan bunga ke rumahnya ,padahal dia tidak pernah memesannya. Akan tetapi saat Velia melihat siapa yang mengantarnya, Velia tidak menemukan siapapun di depan rumahnya. Bahkan hanya beberapa tangkai bunga mawar yang berada di sana. hal itu membuat Velia semakin penasaran akan siapa yang diam-diam memberinya bunga.


Velia sempat berpikir kalau Chan lah yah diam-diam menaruh bunga itu di depan rumahnya, namun pikiran itu di buang jauh-jauh oleh Velia, karena Velia tidak ingin kecewa nantinya kalau sampai mengetahui itu bukan Chan.


Velia pun membuang bunga itu ke tempat sampah, dan memutuskan untuk joging.


Velia sebenarnya memiliki beberapa sahabat, namun mereka semua memilih untuk kuliah di luar negeri setelah lulus SMA. Kini Velia tidak memiliki siapapun yang bisa dia ajak bicara, dan memutuskan untuk berjoging di pagi yang cerah itu.


Saat berjoging, Velia melihat adanya mantan pacarnya, yaitu Dafa dan juga Yuna yang tak lain adalah kekasih baru Dafa.


Mereka berdua juga sedang berjoging, dan terlihat Dafa yang sedang membelikan Yuna ice cream, hal itu membuat Velia kesal dan bergumam di hatinya.


"Haish, sepertinya hari ini aku sial sekali?!" Ujar Velia di dalam batinnya.


Setelah itu mood Velia mendadak hilang dan dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, rumah Chan,,,,,


Chan hari itu sengaja menghubungi Dila untuk mengajaknya berbicara 4 mata dengan Chan.


"Kakak mau ke mana?" Tanya Dila pada Chan yang terlihat rapi.


"Kakak mau bertemu sama Dila, kamu nggak usah ikut, nanti kakak kasih tau!" Ujar Chan memperingatkan.


"Haish, iya-iya bawel deh?!" Ucap Dila sembari memutar mata malasnya. Setelahnya Chan berangkat ke cafe, di mana tempat dia berjanjian dengan Dila.


Di saat yang bersamaan, Dila yang tak datang sendiri, sengaja mengajak Suho untuk mengantarnya ke cafe. Namun Suho hanya boleh menunggunya di dalam mobil.


"Kamu mau ketemu sama siapa sih?!" Tanya Suho penasaran.


"Sudah, kamu di sini aja! Nggak usah banyak nanya,, berisik tahu nggak?!" Ucap Dila.


"Tapi,,,,,,,," Ujar Suho terpotong.


"Nurut ya sayang!" Ucap Dila sembari tersenyum paksa kepada Suho, akhirnya Suho pun luluh dengan ucapan Dila dan menuruti apa kata Dila.


"Sebenarnya aku tahu kalau kamu belum mencintaiku lagi, Dil! Tapi aku hanya butuh penjelasan kamu saja, setelah itu jika memang aku terbukti bersalah,, maka semuanya terserah padamu Dil! Jika kau inginkan aku pergi, aku siap jika harus angkat kaki dari kehidupan kamu?!" Ujar Suho yang menatap Dil berjalan masuk ke dalam cafe.


Setelahnya karena rasa penasaran Suho, dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti Dila dan melihat dengan siapa Dila bertemu. Suho membelalakkan matanya melihat Dila yang bertemu dengan Chan di cafe itu.


"Kau bertemu dengannya lagi, Dil? Kali ini aku akan membiarkan kamu bertemu dengan pria lain, Dil! Tapi tidak untuk lain waktu!!" Ujar Suho di dalam batinnya.


Di sisi Chan dan juga Dila,,,


"Hay Chan?!" Sapa Dila pada Chan yang duduk di kursi yang sudah dia pesan.


"Hay juga, Dil?!" Jawab Chan.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan? Kenapa tidak melalui telepon saja?" Tanya Dila pada Chan.


"Dil, aku tidak mau bertele-tele, sekarang katakan padaku , apa kau masih mencintai Suho atau tidak?!" Tanya Chan.

__ADS_1


"Chan, apa yang kau katakan? Aku tidak mungkin kembali lagi padanya!" Jawab Dila dengan spontan.


Mendengar itu, Chan menghela nafasnya dan berkata,,,,


"Lalu kenapa kau lebih memilih untuk menolongnya daripada menolongku kemarin?!" Tanya Chan yang masih heran dengan kejadian waktu itu.


"I,,,itu karena aku di halangi olehnya?!" Ujar Dila yang mengelak dari kebenarannya.


"Dil, aku mau kamu jujur sama aku,, katakan yang sebenarnya kalau kamu tidak benar-benar mencintaiku! Kau hanya bermain-main saja denganku kan?" Tanya Chan yang sudah mengetahui kebenarannya.


"Chan, atas dasar apa kau berkata seperti itu?!" Ujar Dila kesal.


"Dil, aku sudah tahu tentang masalalu kamu!" Ujar Chan yang membuat Dila terkejut "Aku tahu kau hanya ingin membalas dendam padaku kan?" Ujar Chan lagi.


"Chan, a,,aku ,,ti,,tidak mengerti a,,apa maksud kamu?" Ujar Dila dengan gugup.


"Aku tahu kamu menggunakan aku untuk membalas dendam kamu pada adikku bukan?" Ucap Chan yang membuat Dila gemetar.


"Ad,,,adikmu? Chan,,a,,aku bahkan tidak tau si,,siapa adikmu?!" Ujar Dila yang masih saja berusaha mengelak dari kebenarannya.


"Aku tahu kau memiliki dendam padanya, kenapa kau sangat membencinya ,Dil? Apa salah dia?" Tanya Chan pada Dila. Belum sempat Dila menjawab, Chan menimpali ucapannya "Dia bernama Riri!" Ujar Chan memberi tahu akan sosok adiknya. Mendengar itu Dila langsung terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Chan, aku harus pergi,, dan aku mau kita putus?!" Ujar Dila yang setelahnya berdiri dari duduknya.


"Dil, kenapa harus terburu-buru, duduklah dulu! Jika kau memang ingin mengakhiri hubungan ini, ya terserah kau saja,, tapi aku ingin tahu kenapa kau sangat membenci Riri?!" Tanya Chan pada Dila, sampai-sampai Dila merasa takut.


Dila yang sudah tidak bisa berkata apa-apa pun hendak melanjutkan langkahnya, namun di halangi oleh Chan. Tangan Dila di pegang kuat oleh Chan.


"Chan, lepasin aku!" Pinta Dila.


"Katakan padaku, Dil!!" Ucap Chan yang masih memegang kuat tangan Dila hingga membuat Dila menjadi takut.


Suho yang melihat kejadian itu pun langsung mendekat ke arah mereka


"Jangan sentuh dia!" Ujar Suho sembari melepaskan genggaman tangan Chan yang memegang kuat tangan Dila.


Terjadi perdebatan antara Chan dan juga Suho di sana, bahkan Chan sampai mengepalkan kedua tangannya untuk memukul Suho.

__ADS_1


"Tidak Chan! Ini bukanlah dirimu yang sebenarnya! Jangan pukul dia sebelum dia memukulmu terlebih dahulu!" Ucap Chan di dalam batinnya.


__ADS_2