
"Maksud kamu apa Vel?!" Tanya Chan yang seolah tidak mengerti apa maksud dari Velia.
Perlahan Velia mendekatkan wajahnya pada wajah Chan. Hal itu membuat Chan bingung dengan perubahan Velia,,,,,
"Aku mencintaimu Chan." Kata Velia yang hendak mencium Chan.
Chan langsung berdiri dari posisinya duduk, dalam arti menolak apa yang akan di lakukan oleh Velia padanya.
"Siapa kamu?!" Tanya Chan heran.
Velia pun tersenyum pada Chan lalu berkata,,,
"Chan, apa yang kau katakan? Ini aku Velia?!" Kata Velia meyakinkan
Chan.
"Tidak! Kau tidak mungkin Velia! Velia yang aku kenal tidak seperti ini!" Ujar Chan sedikit kesal. Kemudian setelahnya Chan mencium aroma bunga tulip yang dia pikir itu aroma Riri.
"Riri" ujar Chan di dalam hatinya.
"Apa kau Riri? Dek jangan bercanda!" Ujar Chan yang memiliki pikiran bahwa itu adalah sosok Riri yang berubah wujud menjadi Velia.
"Chan, ini aku Velia!! Dan siapa Riri?" Ujar Velia yang perlahan berdiri dan berjalan ke arah Chan.
"Kau memang benar bukan Velia!! Jangan mendekat!!!" Ujar Chan marah.
Namun Velia masih terus saja berjalan mendekati Chan, sampai akhirnya Chan berjalan mundur dan membentur tembok rumahnya.
"Riri tolong kakak!!" Ujar Chan di dalam batinnya.
Seketika Riri datang dan langsung mengusir sosok yang menyamar menjadi Velia tadi.
"Pergi!!! atau ku hancurkan dirimu!!!" Ujar Riri yang mengancam sosok itu.
Setelah diancam oleh Riri, sosok itu berubah ke wujud aslinya yang sangat menyeramkan. Chan pun membelalakkan matanya melihat sosok mengerikan itu yang menatap Chan penuh dengan amarah.
"Pergi!!!!!" Ujar Riri lagi , lalu hantu itu seketika menghilang dari hadapan Chan dan juga Riri.
"Apa kakak baik-baik saja?" Tanya Riri pada Chan yang terlihat bingung.
"Untung kamu datang tepat waktu ,dek! Lagi pula kamu dari mana aja sih?" Tanya Chan pada adiknya itu.
"Aku habis dari rumah kekasihmu itu kak! Dan ada yang mau aku bicarakan sama kakak" ujar Riri memberi tahu kakaknya.
__ADS_1
"Ada apa dek?" Ujar Chan yang perlahan berjalan menuju sofa lalu duduk di sana.
"Aku seperti pernah mengenal kak Dila kak! Tapi aku lupa, apa kakak bisa membantuku untuk mengingatnya?" Ujar Riri memberi tahu Chan.
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Chan yang tidak mengerti.
"Jadi aku akan masuk ke dalam tubuh kakak, dan menjelajah waktu di mana kakak pertama kali mengenal kak Dila?!" Jelas Riri.
"Memangnya bisa kayak gitu?!" Tanya Chan yang tidak tahu.
"Yang memiliki hati baik pasti bisa kak?!" Ujar Riri.
"Ya silahkan aja dek?!" Ujar Chan yang pasrah dan mempersilahkan adiknya untuk merasuki tubuhnya untuk menjelajah waktu.
"Tapi kakak harus puasa 1 hari dulu!" ujar Riri.
"Yaelah susah amat sih dek, ribet deh?!" Ujar Chan dengan mata malasnya.
Riri pun terus membujuk kakaknya itu sampai akhirnya Chan mau meminjamkan raganya untuk menjelajah waktu.
Chan pun bertanya kepada Riri tentang hantu yang menyamar tadi , dan Riri mengatakan bahwa kemungkinan hantu itu menyamar karena dia menyukai Chan. Chan lalu bertanya tentang siapa wanita yang berlari tadi siang. Riri juga akhirnya menjelaskan kepada Chan tentang perempuan yang tidak lain adalah Velia. Velia memang sengaja datang untuk mengantarkan makanan sekaligus bertemu dengan Chan.
Dari cerita itu, Chan belum menyadari kalau sebenarnya Velia menyukainya, dan bertanya kepada Riri.
"Haish, ternyata kakakku ini sungguh bodoh ya😒?!" Ujar Riri menatap Chan dengan menggunakan mata malasnya.
"Apa?" Tanya Chan singkat.
"Kak Velia itu suka sama kakak!!" Ujar Riri yang membuat hati Chan merasa berbunga-bunga namun tetap terlihat cool di hadapan Riri.
"Ta,,tapi,,,,,," ucap Chan yang terpotong.
"Tapi dia hantu? Kak, sampai kapan kakak akan terus seperti ini? Kalau kakak memang mencintai kak Velia lebih baik kakak ungkapkan sekarang!! Sebelum kak Velia pergi untuk selama-lamanya!" Ujar Riri memberi tahu Chan.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih dek?!" Ujar Chan yang terlihat sedikit gelisah akibat ucapan Riri tadi.
"Kak, aku sebenarnya juga tahu kalau kamu juga mencintai kak Velia, untuk apa membuang waktu kak?" Ujar Riri.
"Jadi jangan menjadi seorang pengecut yang tak mampu mengungkapkan apa yang kakak rasakan, atau kakak akan menyesalinya nanti?!" Ujar Riri lagi yang membuat Chan bingung.
"Ri, kakak bingung harus bagaimana,,jujur kakak memang memiliki rasa pada Velia,,,tapi dia itu bukanlah manusia yang sama seperti kita Ri?!" Ujar Chan dengan kebingungan di hatinya.
"Kak, mau dia manusia atau bukan, jika kakak mencintainya, kakak harus mengejar dia,,,,bahkan sekarang banyak manusia berhati iblis?!" Ujar Riri pada Chan.
__ADS_1
Setelah itu Chan terdiam dan mencium aroma bunga tulip.
"Ri, kamu ke sini membawa bunga?" Tanya Chan.
Riri menggelengkan kepalanya, dan berkata,,,,,
"Aku memang memiliki aroma tulip kak, tapi bukan hanya aku saja, melainkan banyak hantu yang menyukainya termasuk hantu yang tadi bersama denganmu kak?!" Ujar Riri menjelaskan kepada Chan.
"Tapi kakak sempat mengira kalau itu kamu Ri?!" Ujar Chan.
Riri menggelengkan kepalanya lalu bicara,,,,
"Hantu tadi memiliki niat buruk kak, kakak tenang saja,, Riri akan selalu jaga kakak dari hantu yang jahat?!" Ujar Riri. "Kakak besok puasa ya!!" Ucap Riri yang kembali memohon pada kakaknya.
Chan hanya menaikkan satu alisnya ,karena merasa heran dengan Riri yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.
"Aku ingin secepatnya mengetahui siapa kak Dila sebenarnya,, bukankah lebih cepat lebih baik kak?!" Ucap Riri.
"Iya baiklah, kakak besok akan puasa?!" Ujar Chan yang membuat Riri senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jauh di sisi Dila , Dila tidak bisa tidur semenjak tadi di datangi oleh hantu. Hatinya sangat marah jika mengingatnya. Sampai tengah malam Dila belum juga bisa tidur dan mendengar kalau ada yang mengetuk pintu rumahnya. Sehingga mengharuskannya untuk membuka pintu rumahnya.
Namun saat dia hendak beranjak dari ranjangnya, dia mendengar ketukan lagi dan dia menyadari kalau ketukan itu bukan berasal dari pintu, melainkan dari jendela.
Dila pun melihat ke arah jendela kamarnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada sosok hantu yang berdiri tepat di luar jendela kamar milik Dila.
"Astaga ,siapa itu?!" Tanya Dila.
Perlahan sosok itu masuk ke dalam kamar Dila dan menembus dinding kamar itu.
"Siapa kamu? Pergi !!! Jangan mendekat!!!!" Ujar Dila yang merasa ketakutan.
Dila langsung berlari keluar kamarnya dan hendak menuju garasi mobilnya, namun saat Dila hendak keluar dari pintu depan miliknya , hantu itu dengan cepat melesat ke arah Dila. Hal itu sontak membuat Dila ketakutan bukan kepalang.
"Pergi kamu!! Jangan ganggu aku!!!
Hantu itu terus mendekat ke arah Dila sampai, sampai akhirnya Dila berhasil membuka pintu depan di rumahnya.
__ADS_1