
"CHAN!!!" Teriak Velia kesal.
Setelah itu Riri muncul karena mendengar teriakan Velia.
"Loh, kok kak Velia jatuh kayak gitu nggak di tolongin sih kak?" Tanya Riri pada kakaknya yang sedang asik tertawa.
"Dianya aja yang nggak mau di tolong sama kakak ,dek" ujar Chan.
"Chan, tuh yang nggak mau nolongin!" Ucap Velia yang masih berada di lantai.
"Sudah-sudah, kenapa kalian malah ribut begini sih?😒 Mendingan kalian bersih-bersih lalu pergi jalan-jalan!" Ujar Riri menyarankan agar Chan mengajak Velia jalan-jalan.
"Kemana?" Tanya Velia.
"Ya kemana kek" ujar Riri melirik kakaknya yang pura-pura mendengarkan ucapan Riri.
"Kak Chan!!!" Ujar Riri menatap kakaknya tajam.
"Ada apa?" Tanya Chan.
"Dasar laki-laki emang nggak pernah peka!" Ujar Riri.
Setelah mendengarkan ucapan Riri, Chan lalu menolong Velia untuk berdiri. Kemudian mereka pun mandi dan Chan berkata akan membawa Velia ke suatu tempat.
Selesai bersiap Chan segera menuju ke mobil.
Di sisi lain , Velia masih berada di kamarnya untuk mempersiapkan dirinya.
"Loh Ri, Chan mana? Tanya Velia.
"Aku di sini! Kamu lama banget sih !" Ujar Chan sembari membuka kaca mobil.
"Cuma 2 jam doang juga!" Ujar Velia tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Haish ya sudah ayo buruan!" Ucap Chan.
Chan mengajak Velia ke pantai di mana tempat pertama kali Chan mengajak Velia keluar untuk jalan-jalan setelah pertemuan mereka.
"Kamu ngapain ngajak aku ke sini?" Tanya Velia.
"Ya aku tahu kalau suasana hati kamu lagi nggak baik, jadi aku ajak kami ke sini biar kamu nggak galau terus!" Ucap Chan.
__ADS_1
"Haish, pasti Riri nih yang ngasih tahu ke, Chan!" Ucap Velia di dalam hatinya.
"Apa aku ungkapin sekarang aja ya sama Velia, kalau aku sebenarnya cinta sama dia? Haish, tidak-tidak kalau aku bilang pada Velia sekarang, ini pasti masih terlalu cepat menurutku?!" Ujar Chan yang memikirkan Velia di dalam batinnya.
"Vel, ada yang mau aku omongin sama kamu" Kata Chan dengan nada serius.
"Ehm, kita ke sana aja yuk , aku pengen main air" ujar Velia mengalihkan pembicaraan sembari menunjuk ombak pantai.
Belum sempat Chan mengatakan suatu hal pada Velia. Velia sudah lebih dulu berlari dan bermain air di pantai itu lalu meninggalkan Chan sendiri di sana.
"Haish, dasar hantu nggak peka! Main ninggalin gitu aja!" Ujar Chan kesal.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama dengan main air dan juga keseruan lainnya yang mereka lakukan bersama. Sampai mereka tidak sadar kalau hari sudah menjelang senja.
"Vel, lihatlah di sana!" Kata Chan sembari menunjuk indahnya sunset di pantai itu.
"Wow, ini sangat menakjubkan,, melihat sunset di sini memang sangat indah" ujar Velia yang takjub akan keindahan senja di sana.
"Indah sekali Chan" kata Velia yang tanpa sadar kalau dirinya memeluk Chan. Chan yang terkejut membelalakkan matanya lantaran di peluk oleh Velia. Chan memutuskan untuk membalas pelukan Velia ,sembari melihat ke arah sunset Chan berkata dalam hatinya,,,,,,,
"Kenapa semakin dekat dengan kamu, aku semakin ingin memiliki kamu, Vel"
Velia tersadar karena memeluk Chan, dan akhirnya melepaskan pelukannya.
"Nggak apa-apa Vel, santai saja" ucap Chan.
Setelah itu Chan mengantar Velia pulang dan memutuskan untuk mengajaknya lagi untuk pergi ke pekan raya.
Saat berada di pekan raya Velia sangat bahagia sekali , Chan dan juga Velia sangat menikmati keindahan langit malam saat menaiki bianglala.
"Lihatlah pemandangannya sangat cantik, Chan" kata Velia sambil menatap langit malam.
"Iya cantik kayak kamu, Vel"
Deggg,,,,,
"Haish , Chan kamu apa-apaan sih! Bercandanya nggak lucu tau nggak!" Ucap Velia.
"Aku nggak bercanda, Vel! Aku serius!" Ujar Chan yang meyakinkan Velia.
"Eh sudah saatnya kita turun, yuk main yang lain!" Ajak Velia sembari berjalan meninggalkan Chan.
__ADS_1
"Haish, gadis ini sungguh membuatku gila!" Ujar Chan frustasi.
Velia dan juga Chan cukup bersenang-senang di pekan raya itu. Hingga mereka lelah dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Chan mengantarkan Velia pulang ke rumahnya dan berpamitan pada Velia untuk dirinya yang akan pulang juga.
"Aku pulang dulu ya, Vel"
"Emh, Chan! Terima kasih ya hari ini kamu sudah buat aku bahagia" kata Velia.
"Iya, Vel sama-sama" ujar Chan sembari tersenyum ke arah Velia dan di balas senyuman oleh Velia.
"Oh iya Chan, tolong bilang ke Riri ya dan suruh dia buat temani aku malam ini,, sepertinya ada hantu yang mengincar aku!" Pinta Velia pada Chan.
Deggg,,,,,,
"Maksud kamu apa, Vel?"
Velia pun menceritakan kejadian kemarin malam saat dirinya jatuh pingsan di tengah-tengah derasnya hujan.
"Kamu harus lebih berhati-hati lagi, Vel!" Kata Chan.
"Chan, sebenarnya aku bingung! Kenapa aku selalu melihat hal-hal mistis seperti itu? Padahal, sebelum kejadian saat pertama kali kita bertemu aku tidak pernah melihat mereka yang tidak kasat mata!" Jelas Velia.
"Apa kamu mengingat kejadian sebelum kita bertemu?" Tanya Chan.
"Itu dia Chan masalahnya! Aku tidak mengingatnya sama sekali, dan aku juga heran kenapa aku bisa ada di jalan itu sendirian,, Aku merasa ada sesuatu yang terjadi padaku,,tapi aku tidak tahu apa itu!! Yang aku ingat saat itu aku terbangun dan sidah berada di jalan itu tak ada siapapun di sana bahkan seperti jalan mati yang tak ada ujungnya, hanya ada satu jalan saja Chan! Sampai akhirnya aku bertemu denganmu!" Jelas Velia.
Chan hanya bisa memahami apa yang terjadi pada Velia, karena pada dasarnya Chan sudah tahu kalau Velia sudah tiada.
"Aku sungguh tidak paham dengan semua ini, Chan?!" Ujar Velia yang tiba-tiba menangis.
"Jangan menangis, Vel?!" Ucap Chan panik dan menenangkan Velia yang menangis.
"Tapi aku heran ,Chan! Kenapa bisa ada jalan bercabang dan itu hanya menuju rumahmu ! Padahal aku sudah berjalan berjam-jam lamanya tapi tidak menemukan satu rumah pun!! Apa aku sudah mati Chan?!" Kata Velia di akhir ucapannya.
Deg,,,,,
Hati Chan bak tersambar petir di siang bolong mendengar apa yang dikatakan oleh Velia barusan.
"Ve,,,Vel!!! " Ucap Chan yang gemetar dengan apa yang akan dia katakan. "Kamu tahu kenapa kamu bisa seperti itu?" Tanya Chan setelahnya.
"Aku tidak tahu ,Chan! Tolong bantu aku untuk mencari tahu penyebab semua ini, Chan!" Pinta Velia yang memohon pada Chan.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah tahu semuanya, Ve!! Tapi aku tidak tahu kapan aku harus mengatakannya padamu?!" Tanya Chan di dalam hatinya.
Velia sangat frustasi dengan kondisi yang dia alami sekarang ini.