Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Mirip Velia


__ADS_3

Kemudian Suho membawa Dila pergi dari cafe itu dan meninggalkan Chan sendirian di sana.


Chan yang kembali duduk pun berbicara perlahan "Riri maafkan kakak, karena kakak tidak bisa menemukan siapa pembunuh kami sebenarnya?!" Ujar Chan yang juga menghela nafasnya "Setidaknya aku sudah terlepas dari Dila!" Ucap Chan lagi.


Disisi lain ,Suho mengajak Dila keluar dari cafe itu dan membawanya masuk ke dalam mobil. Suho melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan Suho pun menanyakan tentang pertemuan Dila dengan Chan tadi.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Suho.


Dila memalingkan wajahnya dan berkata "Iya ku rasa begitu, kita jalan-jalan saja,, aku bosen di rumah terus?!" Ujar Dila yang membuat Suho merasa heran namun juga senang.


"Kenapa malah diam saja? Kalau nggak mau ya sudah, antar aku pulang?!" Ujar Dila kesal.


"Dengan senang hati aku akan mengantar kami kemana pun yang kamu inginkan! Bahkan ke bulan pun aku akan antar" Ujar Suho yang senang setengah mati karena akan jalan-jalan bersama dengan pujaan hatinya.


"Tidak usah membuat setir saja mobilnya dengan benar!" Ketus Dila.


"Gimana kalau kita ke puncak?!" Tanya Suho.


"Terserah kamu saja?!" Jawab Dila singkat.


Setelah itu mereka pun menuju puncak dan menghabiskan waktu di sana.


Malam harinya,,,,,,,


Velia sedang duduk di ranjang kamarnya , dia tidak tahu kalau di luar rumahnya sedang hujan.


"Pipi, mami kalian di mana? Kenapa tidak pernah mengunjungi Velia? Velia rindu sama kalian?!" Ujar Velia yang setelahnya mendengar ketukan di jendela kamarnya.


Velia sudah tahu kalau sebenarnya itu ulah makhluk tak kasat mata yang ingin mengganggunya, namun ketukan itu berpindah di pintu depan rumahnya.


Awalnya Velia tidak peduli, akan tetapi karena Velia juga memiliki rasa penasaran, akhirnya dia memutuskan untuk mengecek siapa yang sedari tadi mengetuk pintu rumahnya.


Saat Velia membuka pintu rumahnya, Velia baru sadar kalau ternyata di luar sedang hujan deras. Di depan pintu juga tidak ada siapapun, Velia mencari- cari keberadaan orang yang mengetuk pintu kamarnya, namun nihil dan masih sama di sana tidak ada siapapun.


Pandangan mata Velia tertuju di sebuah pohon besar yang ada di pinggir jalan, tepatnya dekat dengan rumah Velia. Di sana terdapat seorang wanita yang kelihatannya sedang berteduh.


"Haish, ternyata hujan?"ujar Velia yang baru saja menyadari kalau di luar sedang hujan.

__ADS_1


"Siapa itu? Apa dia tadi yang mengetuk pintu rumah? Kenapa dia hujan-hujanan begitu?" Ujar Velia yang setelahnya mengambil payung dan langsung mendekati wanita itu.



"Hey, kenapa kamu hujan-hujanan? Kamu nggak takut demam apa?" Tanya Velia dengan menatap wanita itu yang hanya tertunduk dan wajahnya tertutup oleh rambut.


Tiba-tiba sosok itu menoleh ke arah Velia berada, dan betapa terkejutnya Velia saat di tatap oleh hantu itu. Wajah hantu itu sama persis seperti wajah Velia.


"Ka,,,kau? Kenapa kau mirip sekali denganku??" Ujar Velia dengan terbata-bata karena masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Akan tetapi tiba-tiba saja wanita itu berubah wujud menjadi hantu yang sangat menyeramkan, wajahnya tampak marah hingga terlihat lebih mengerikan lagi dari sebelumnya.



Velia tiba-tiba saja pingsan karena ketakutan. Dan hantu itu ingin mendekati Velia yang pingsan di tengah-tengah derasnya hujan.


"Pergi kau hantu gila!!! Atau mau ku beri pelajaran!!!" Usir Riri yang tiba-tiba saja muncul di depan hantu itu berada.


Hantu itu langsung menghilang begitu saja, di sisi lain Chan datang ke rumah Velia dengan mengendarai mobilnya. Chan melihat Riri yang sedang bersama dengan Velia di tengah-tengah derasnya hujan itu. Tanpa pikir panjang Chan langsung turun dari mobilnya dan mendekati Velia dan juga Riri.


"Astaga Riri, ada apa ini?" Tanya Chan di bawah derasnya hujan itu.


Chan langsung menggendong Velia dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Chan meletakkan Velia di kamarnya dan menyuruh Riri untuk menggantikan pakaian Velia yang basah karena hujan tadi.


Setelah itu, Chan bertanya kepada Riri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Velia sampai dia pingsan seperti tadi.


"Tadi kak Velia melihat hantu yang menyamar menjadi dirinya kak, dia syok lalu pingsan?!" Ucap Riri.


"Sebenarnya siapa hantu itu? Apa itu hantu yang sama saat di rumah kita juga?!" Tanya Chan pada Riri.


"Aku rasa iya kak?!" Ucap Riri yakin.


"Sebenarnya ada apa dengan hantu ini? Kenapa dia sering sekali berubah wujud menjadi Velia? Apa jangan-jangan Velia sendiri?!" Tanya Chan yang tak ada hentinya.


"Itu tidak mungkin kak, aku melihat dengan mata kepala aku sendiri kalau kak Velia pingsan setelah melihat hantu itu berubah ke wujud aslinya?!" Ujar Riri apa adanya.

__ADS_1


Setelah itu Velia pun tersadar dari pingsannya.


"Vel, kamu sudah sadar?" Tanya Chan lega karena melihat Velia sadar dari pingsannya.


"Chan, kamu ke sini?" Tanya Velia yang masih setengah sadar itu.


"Iya Vel, aku di sini,, kamu istirahat aja,,, aku akan menjaga kamu?!" Ujar Chan yang menyuruh Velia untuk tidur.


Velia pun akhirnya beristirahat di kamarnya dan Chan pun keluar dari kamar Velia dan duduk di sofa.


"Kasihan sekali kamu Vel?!" Ucap Chan di dalam batinnya sembari melihat Velia yang tertidur lelap lalu menutup pintu kamar Velia.


"Sebaiknya kakak beri tahu kebenarannya pada kak Velia , kalau dia sebenarnya sudah tiada?!" Pinta Riri dan Chan hanya tertunduk. " Apa kakak nggak kasihan sama kak Velia, apa kakak sanggup melihat kak Velia yang terus seperti ini?!" Tanya Riri lagi.


"Aku akan memberi tahunya setelah dia membaik nanti?!" Ujar Chan yang setelahnya memutuskan untuk menonton tv.


Keesokan harinya,,,,,,


Velia sudah lebih dulu bangun di bandingkan dengan Chan yang masih tidur dengan posisi duduk di sofa.


"Astaga, jadi semalaman Chan menemani aku tidur di sini?" Tanya Velia dengan nada pelan.


"Iya kak?!" Jawab Riri yang tiba-tiba muncul di samping Velia.


"Haish Riri, kamu ngagetin aku aja sih!" Kata Velia sembari mengelus dadanya perlahan karena terkejut.


"Hehe maaf kak, kak Chan dari semalam memang di sini aku yang menyuruhnya!" Kata Riri.


"Ow, aku kira itu keinginannya sendiri" ucap Velia dengan nada kecewa. "Eh tapi, kalau dia di sini nanti pacarnya mikir macem-macem lagi?" Tanya Velia setelahnya.


"Tenang saja kak, kak Chan sudah putus kok!" Ujar Riri memberi tahu Velia.


"Putus? Kenapa bisa?" Tanya Velia penasaran.


Chan yang sudah bangun, diam-diam mendengarkan percakapan antara Riri dan juga Velia.


"Kalian membicarakan aku?" Tanya Chan tiba-tiba.

__ADS_1


"Eh, Chan kamu udah bangun?" Tanya Velia balik.


Velia lalu mengalihkan pembicaraan dengan pergi ke dapur untuk memasak sarapan. Di tengah-tengah Velia memasak, dia melamun kan kejadian semalam.


__ADS_2