Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Mencari mafia ke-3


__ADS_3

"Katakan, dan gue akan berbaik hati melepaskan lo dari sini!" Ucap Chan mencoba bernegosiasi dengan Mafioso musuh itu.


Dengan sedikit takut, mafioso itu memberanikan diri untuk menjawab, "Sebenarnya kita di suruh oleh-!"


"Diam kau!!!" Ucap mafioso yang satunya melarang dan memotong pembicaraan mereka berdua, "Apa kau akan mengkhianati tuan mu sendiri?!" Mafioso itu kembali membentaknya, sehingga hati teman mafioso itu bimbang dengan pendiriannya.


Chan tampak tersenyum menyungging dan berjongkok tepat di depan mafioso yang dari tadi hanya diam.


"Katakan saja! Gue bakal lepasin lo, asal lo kasih tahu siapa dia! Kau dalam perlindungan king mafia sekarang! Bukan begitu Sehun?" Chan mencoba membuat keraguan akan pendirian mafioso itu runtuh.


"Iya, tentu saja!" Sehun hanya menjawab sambil masih duduk santai di kursi yang ada di sana.


Deg,,,,


Namun ternyata hati mereka berdua terkejut mendengar kalau king mafia ada bersama pria itu. Mafioso musuh yang dari tadi hanya diam terlihat sangat ketakutan. Sedangkan yang satunya, dia memang sama terkejutnya, namun dia tetap tidak percaya kalau Sehun adalah king mafia. Baginya pemimpinnya saja yang tak akan terkalahkan.


"Pe-pemimpin ma-mafia nomor satu? Ki-king mafia?" Ucap salah satu mafioso musuh dengan sangat takut. Bahkan tubuhnya gemetar ketika tahu kalau Sehun adalah king mafia.


"Cih, dia pasti tidak lebih kuat dari tuan kita!" Jawab mafioso musuh yang satunya. Dia bahkan meremehkan keahlian Sehun. Namun sebenarnya di hatinya dia juga merasa takut pada king mafia itu.


"Benarkah begitu? Tapi sorot matamu mengatakan kalau kau takut setelah mengetahui ini?!" Chan mengarahkan pandangannya pada mafioso musuh itu, yang terlihat sombong akan sikapnya pada Chan.


"Cih, lebih baik aku mati! Dari pada harus berkhianat pada tuanku sendiri!" Mafioso musuh itu masih bersikeras untuk tidak mengatakannya.


Terlihat Chan berdiri dan menatap mafioso itu dengan datar.


"Gue akui kalau lo itu setia pada tuan lo! Tapi gue nggak suka kalau ada yang nolak ucapan gue!" Chan mulai tersulut emosi namun masih dia tahan, "Byun!" Panggil Chan.


"Iya?!" Jawab Byun lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Chan.


"Congkel saja mata kiri mafioso ini!" Ucap Chan dengan santai. Mendengar itu Byun tampak senang dan tersenyum smirk ke arah mafioso itu, "Dengan senang hati, Chan!" Ucap Byun.

__ADS_1


Tanpa aba-aba dan pikir panjang, Byun langsung mencongkel satu mata mafioso musuh itu. Dia tampak mengerang kesakitan saat satu matanya keluar dari tempatnya.


Ada kengerian yang terlihat di mata teman mafioso itu, dia tampak ketakutan melihat hal keji yang sudah di lakukan oleh Byun tadi pada temannya.


"Akhhhhh!" Rintihnya, darah segar terus keluar dari kelopak matanya yang kini sudah tidak ada matanya.


"Cepat katakan!" Tegas Chan.


"Ti-tidak akan!" Mafioso itu masih saja terus bersikeras ingin menutup semuanya. Supaya Chan dan semuanya tidak bisa tahu siapa yang menjadi pemimpin mereka.


Temannya yang kini terlihat sangat ketakutan, kalau-kalau nanti matanya juga akan di congkel pun. Akhirnya membuka suara.


"Tuan kita bernama Varga! Dia menyuruh kita untuk menghabisi kalian semua, terutama wanita hamil itu!" Katanya dengan bibir yang gemetar.


Semuanya menoleh ke arah mafioso musuh itu yang baru mengatakan kebenarannya tentang siapa pemimpinnya.


"Kenapa kau berdusta kepada tuan kita? Hah?!" Mafioso yang hanya memiliki satu mata itu kini memarahi temannya yang sudah memberi tahukan identitas tentang tuannya.


"Ini demi keselamatan kita!" Jawabnya peduli.


"Jangan berdebat di depan gue!! Sekarang lebih baik katakan kenapa tuan kalian itu tiba-tiba menyerang kita?!" Tanya Chan dan sekaligus dirinya juga merasa kesal pada kedua mafioso musuh, yang baru saja berdebat di hadapannya.


"Kita tidak tahu apa alasannya, tapi yang jelas dia hanya memerintah kita untuk menyerang!" Jawab mafioso musuh itu jujur, karena dia takut kalau nasibnya akan sama dengan temannya.


Chan tampak menatap sengit ke arah mereka berdua, dirinya masih belum mengetahui siapa Varga sebenarnya.


Saat Chan hendak mendekat lagi ke arah mafioso musuh itu, Sehun memanggilnya dan membuat Chan menoleh ke arahnya.


"Gue tahu dia, Chan!" Ucap Sehun yang membuat Chan langsung menoleh ke arahnya, "Dia adalah pemimpin mafia ke 3, gue heran kenapa pemimpin mereka tiba-tiba menyerang tanpa sebab?! Padahal sebelumnya kita tidak pernah berselisih!" Tambah Sehun lagi.


"Cih, kalian semua memang bodoh!" Mafioso yang angkuh dan sombong itu berdecih dan mengatai kalau mereka semua bodoh.

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku tuan!" Mafioso yang satunya itu tampak menatap Chan dengan wajah memelas nya. Dia ingin segera lepas dari jeratan itu.


"Apa kalian pikir, setelah kalian mengatakan kebenarannya kepada kita, apakah kita akan melepaskan kalian begitu mudah?" Ujar Chan.


Deg,,,


2 mafioso itu tampak mengernyitkan kening. Terutama, mafioso yang sudah berbaik hati mengatakan kalau pemimpin mereka bernama Varga.


"Cihhhhh, sudah ku bilang bukan! Mereka pasti berdusta! Inilah yang hanya lo dapatkan!!!! Lo hanya akan mati aja!!" Kesal pria yang kini hanya memiliki satu mata untuk melihat saja.


"Ta-tapi,,,,"


Swaasst,,,


Chan langsung memenggal kepala mafioso musuh yang sudah memberi tahukan identitas bosnya. Satu temannya yang memiliki mata satu itu langsung membelalakkan matanya ,melihat aksi pemenggalan tepat di depan matanya. Darah temannya itu bahkan mengenai seluruh pakaian yang di kenakan nya. Mafioso itu langsung mati seketika.


Tangan Chan yang masih memegang sebuah pedang panjang itu , tampak bergetar. Perlahan mata Chan melihat ke arah mafioso yang tadi dia siksa, dan dengan keangkuhannya menolak memberi tahu siapa pemimpinnya.


"Lo lihat? Kematiannya gue permudah karena dia udah ngasih tahu siapa pemimpinnya! Tapi beda dengan lo! Dengan sikap angkuh lo yang terus menolak itu! Gue akan menyiksa lo, dan tubuh lo akan gue memberikan lo pada anjing penjaga untuk makanan mereka!!" Ucap Chan seraya mengancam mafioso itu.


Mafioso itu masih tetap bersikap angkuh, walaupun sebenarnya hatinya bergetar mendengar ancaman yang Chan berikan.


Chan lalu membuang pedang yang sudah berlumuran darah itu ke sembarang tempat. Setelahnya berjalan menjauh menuju kursi di mana tempat Sehun duduk tadi.


"Kai, Byun! Eksekusi dia!" Chan menyuruh Byun dan juga Kai untuk mengeksekusi mafioso itu.


Tampak di wajah Kai dan juga Byun tersenyum seringai, dan langsung berjalan menuju mafioso itu. Kai dan Byun langsung saja mengeksekusinya. Tubuh mafioso itu kini bahkan jadi bahan pelampiasan Kai dan Byun, mereka menyiksa tanpa ampun. Tubuhnya sudah bak daging cincang yang sudah siap untuk di berikan kepada anjing penjaga. Kemudian dengan perintah Chan juga, mafioso milik Sehun langsung memberikan daging itu sebagai makan malam anjing penjaga di markas.


"Mafioso!" Panggil Sehun.


"Iya bos?!" Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Cepat cari keberadaan mafioso ke 3 sekarang juga!" Perintah Sehun pada mafioso itu.


"Baik bos!" Jawab mafioso itu lalu segera undur diri dan mencari keberadaan pemimpin mafioso ketiga.


__ADS_2