Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kejutan untuk Velia


__ADS_3

"Apa Velia menangis?" Tanya Chan sembari membenarkan posisinya. Lalu kemudian memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Velia, hal itu Chan lakukan untuk memastikan kalau Velia baik-baik saja.


"Vel, apakah kamu masih di dalam?" Tanya Chan dari luar pintu kamar Velia.


Mendengar suara Chan, Velia langsung menghapus air matanya dan menyuruh Chan untuk masuk ke dalam kamar.


"Iya, Chan! Aku ada di dalam! Masuklah!" Ujar Velia, lalu Chan membuka pintu dari luar kemudian dia masuk ke dalam kamar Velia.


"Vel!" Panggil Chan yang duduk di dekat Velia berada.


"Ada apa, Chan?" Tanya Velia.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan untuk menghilangkan kesedihan kamu ini?" Ujar Chan yang menyarankan Velia untuk ikut jalan-jalan bersama dengan Chan.


"Aku tidak akan bisa melupakan kejadian ini, Chan! Bahkan mereka adalah keluarga aku sendiri! Mereka yang selama ini aku cari-cari keberadaannya?!" Kata Velia.


Chan lalu memeluk hangat Velia karena dirinya tidak tega melihat Velia menangis lagi.


"Dengarkan aku, kau tidak perlu melupakan mereka, kau hanya perlu menjadikan ini kenangan, Vel!" Uajr Chan yang masih memeluk Velia.


"Kita sama-sama ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayangi, Vel!aku berusaha tegar dan ikhlas saat ditinggalkan oleh Riri! Kau pun juga harus begitu, Vel!! Walaupun kamu dan aku berbeda tapi kita harus bisa saling menguatkan satu sama lain, Vel?!" Ujar Chan.


"Kamu tidak sendiri, Vel!! Ada aku yang akan selalu menemani kamu?!" Ujar Chan lagi hingga membuat Velia membalas pelukan hangat yang Chan berikan.


"Terima kasih, Chan!! Hatiku jauh lebih baik sekarang?!" Ucap Gisella yang masih membalas pelukan hangat Chan.


"Apa kau ingat apa yang mereka katakan padamu?! Kau akan bertemu dengan mereka kembali nanti, mereka masih menunggu kamu, Vel?! Kau hanya harus menyelesaikan urusan kamu yang belum terselesaikan di dunia ini, Vel?!" Ucap Chan dengan berat hati namun berhasil membuat Velia tersenyum kembali setelah mendengarnya.


"Kau benar, Chan," Jawab Velia.


"Walau hatiku tidak akan pernah merelakan kamu pergi, tapi aku akan tetap berusaha, Vel?! Aku akan berusaha supaya kita bisa bersatu?!" Ujar batin Chan.


Beberapa hari kemudian, senyum di wajah Velia kini mulai terukir kembali. Itu semua berkat Chan yang selalu ada untuk Velia.


Saat di rumah Chan,,,,,,

__ADS_1


"Aku sudah tidak tahan lagi untuk menutupi ini semua dari Velia, aku benar-benar mencintainya?! Dan aku akan mengungkapkan perasaanku pada, Velia?! Bahkan aku rela kalau harus ikut mati dengannya, dan demi bisa bersama dengan Velia selamanya?!" kata Chan di dalam hatinya tanpa memikirkan urusan dunia.


"Velia?!" Panggil Chan.


Velia langsung muncul di hadapan Chan ketika Chan memanggil dirinya untuk datang.


"Ada apa, Chan?" Jawab Velia setelah muncul di hadapan Chan.


"Apa kamu mau ikut denganku?" Ujar Chan menawarkan sebuah tempat pada Velia.


"Ikut kemana?" Tanya Velia penasaran dengan tempat apa yang akan di yuju oleh Chan lagi.


"Kita ke puncak? Gimana?" Tanya Chan.


"Aku sih ngikut kamu aja!" Jawab Velia yang hanya bisa menurut pada Chan.


Setelah Velia setuju untuk jalan-jalan ke puncak, Chan langsung bersiap dan segera bergegas untuk masuk ke dalam mobilnya lalu menuju puncak bersama dengan Velia.


Di dalam mobil, Chan dan juga Velia saling bertanya.


"Chan, apa nanti kita akan menginap di sana?" Tanya Velia yang tak tahu apa yang akan dilakukan di puncak nanti.


Singkat cerita,,,,


Chan sampai di Vila miliknya yang ada di puncak. Dan ternyata Vila milik Chan itu berdekatan dengan Vila milik Suho dan juga Dila.


Chan yang mengetahui kalau ternyata itu Vila milik Suho, akhirnya dia memberi tahu Suho dan juga Dila untuk membantunya menyiapkan sebuah kejutan untuk Velia nanti. Suho dan Dila dengan senang hati membantu Chan.


Chan tidak mungkin melakukan semuanya sendiri karena nantinya Velia akan selalu ada di dekat Chan. Jadi Chan memutuskan untuk meminta bantuan dari Suho dan juga Dila.


"Chan, ini Vila kamu?" Tanya Velia setelah sampai di Vila puncak milik Chan.


"Sebenarnya ini Vila milik Papa, tapi sekarang sudah dipindah tangankan padaku!" Kata Chan menjelaskan pada Velia.


"Oh gitu?!" Jawab Velia singkat dengan melihat-lihat Vila itu dari tempat dia berdiri.

__ADS_1


"Ya sudah, yuk masuk?!" Ujar Chan mengajak Velia untuk masuk ke dalam Vila itu.


Chan dan Velia pun akhirnya masuk ke dalam Vila itu, namun di sisi lain. Ternyata Suho dan Dila saat ini mereka juga sudah lebih dulu sampai di Vila milik Suho.


"Sayang, aku mau tanya deh sama kamu?!" Ujar Dila yang penasaran.


"Ada apa sayang?" Jawab Suho dengan lembut.


"Kita tadi kan udah bantuin Chan buat bikin kejutan kayak gitu, tapi memangnya cewek Chan siapa?!" Tanya Dila penasaran dengan wanita yang Chan miliki saat ini.


"Memangnya kenapa? Apa kau cemburu?" Ujar Suho sedikit kesal.


"Haish, sayang bukan begitu maksud aku?! Aku kan cuma tanya aja sama kamu, memangnya salah?!" Ujar Dila lagi.


"Emmt, kamu benar juga sayang, aku sendiri juga nggak tahu siapa cewek yang lagi dekat dengan, Chan?! Gimana kalau kita lihat ke sana aja buat cari tahu?!" Usul Suho yang hendak mengajak Dila untuk mengintip siapa sebenarnya wanita yang akan diberikan sebuah kejutan oleh Chan itu.


"Oke sayang aku setuju?! Sekalian nanti aku bisa kenalan sama cewek Chan dan nanti aku juga bisa ajak dia buat jalan deh sama aku?!" Ucap Dila senang.


"Memangnya kamu nggak mau jalan sama aku?" Tanya Suho.


"Haish, bukan gitu sayang?!" Ujar Dila yang langsung memeluk Suho hangat.


Suho pun akhirnya langsung mengajak Dila untuk menuju ke Vila Chan untuk mengintip dengan siapa Chan berkencan malam itu.


Di sisi Velia dan juga Chan, mereka berdua sedang berada di ruang tamu.


"Vel, ikut aku bentar yuk!" Ajak Chan pada Velia yang tengah duduk santai di sofa ruang tamu.


"Mau ke mana?" Tanya Velia sambil menoleh ke arah Chan.


"Ada deh, tapi sebelum itu kamu harus tutup mata kamu dulu?!" Pinta Chan yang berjalan ke arah Velia dan mengikatkan sebuah pita pada mata Velia, supaya Velia tidak mengetahui apa yang akan di tunjukkan oleh Chan padanya.


Perlahan Chan menuntun Velia dan mengajaknya ke halaman belakang, di sana Chan sudah menyiapkan kejutan yang romantis untuk Velia.


__ADS_1


"Apa kita sudah sampai? Kenapa kita berhenti?" Tanya Velia karena langkahnya telah berhenti.


Perlahan Chan membuka penutup mata yang ada pada mata Velia. Setelah itu Velia membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya Velia akan keindahan yang ada di hadapan matanya. Velia tak pernah menyangka kalau Chan akan menyiapkan hal seindah dan seromantis seperti saat ini.


__ADS_2