
Pov Byun dan Chen
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk berjoging berdua. Sesampainya mereka di suatu taman yang tidak jauh dari mansion.
"Lo haus nggak?" Tanya Byun pada Chen sambil meregangkan tangannya.
Chen menatap ke arah sebuah toko penjual minuman dingin, dan setelahnya menyuruh Byun untuk membeli minuman.
"Iya udah sana beliin gue minuman!" Suruh Chen dan langsung duduk di sebuah kursi yang ada di taman itu.
Byun pun langsung membeli minuman di toko yang ada di dekat taman itu. Chen menunggu dengan duduk santai di kursi taman, sampai akhirnya pandangannya tertuju pada seorang wanita, yang tengah duduk di kursi tang tak jauh dari tempat Chen berada. Wanita itu terlihat sedang duduk sembari menatap layar notebook miliknya.
Karena melihat ke wanita itu yang sedang duduk sendirian, Chen memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah wanita itu.
Dan betapa terkejutnya Chen saat dirinya sudah berada di dekat wanita itu, melihatnya dia langsung menyapa.
"Irene?" Sapa Chen hingga membuat wanita itu mendongak ke arah Chen berada.
Deg,,,
"Ma-maaf, anda siapa?" Tanya wanita itu yang terlihat sangat gugup ketika ditanya oleh Chen.
"Kau Irene kan?" tanya Chen lagi kepada wanita itu.
"Ma-maaf aku bukan Irene ! Mungkin kamu salah orang! Saya permisi!!" ucap wanita itu lalu menutup notebooknya dan hendak beranjak pergi dari hadapan Chen.
"Tunggu!" ucap Chen sembari memegang tangan wanita itu yang dia yakini adalah Irene.
"Maaf Tuan tolong lepaskan tangan saya!" pinta wanita itu supaya Chen melepaskan tangannya dari wanita itu.
"Tidak, kau Irene ku kan ! Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku lagi Irene !"
"Maaf tuan anda salah orang!" ucap wanita itu lagi menyangkal apa yang dikatakan oleh Chen.
"Tapi notebook mu mengatakan kalau kau adalah Irene kekasihku yang dulu pergi meninggalkanku begitu saja!"
Deg,,,
__ADS_1
Wanita itu tersentak kaget karena tidak dapat berbicara apa-apa lagi setelah Chen mengetahui semuanya.
Terlihat saat wanita tadi duduk dengan notebooknya, dirinya ternyata sedang memandangi foto-foto lamanya bersama dengan Chen.
Dan ternyata benar bahwa dia adalah Irene kekasih Chen yang dulu pernah meninggalkan Chen. Tangan Irene masih digenggam erat oleh Chen dan Irene saat itu tidak berani menatap kearah Chen berada. Matanya tidak bisa berbohong kalau dirinya hendak menangis.
"Irene katakan kenapa kau dulu meninggalkanku?" tanya Chen sembari memegang kedua pundak Irene. Dan dirinya menunggu jawaban dari Irene.
"A-Ak-aku!" Irene berbicara dengan gugup.
"Apa kau miliki pria lain?" Ucap Chen yang langsung membuat Irene terdiam.
"Irene jawab!" pinta Chen yang masih menunggu jawaban dari Irene.
Byun yang sedari tadi sudah kembali dari membeli minuman, langsung duduk santai di tempat duduk tadi sambil memandang mereka berdua yang sedang berbicara di kursi taman yang berbeda.
"Maaf Chen aku harus pergi!" Irene mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Chen. Namun genggaman Chen sangat kuat saat itu hingga Irene tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain harus menjawab pertanyaannya.
"Setidaknya katakan padaku apa yang menyebabkan kamu pergi meninggalkanku! kalau dari dulu aku tahu apa penyebab kamu meninggalkanku! aku pasti tidak akan pernah menutup hati untuk wanita lain!" Chen berbicara tulus dari dalam hatinya.
Deg,,,
"Irene kumohon jawab pertanyaanku!" pinta Chen lagi sambil memohon kepada Irene.
"A-aku!" Ucap Irene yang gugup dan bibirnya terasa beku.
"Sayang, ada apa ini?" Ucap seorang pria yang tiba-tiba berjalan ke arah mereka berdua.
Deg,,,,
"Sayang? Jadi selama ini pria ini yang membawamu pergi meninggalkan aku?" Ucap Chen yang mengira kalau pria itu adalah kekasih Irene.
"Ti-,,,,,,!" Ucap Irene terpotong.
"Jangan pernah kasar kepada dia!" Ucap Pria itu yang terlihat tidak senang ketika tangan Irene di genggam erat oleh Chen.
"Siapa kau berani menyuruhku?" Chen masih menggenggam tangan Irene dan menatap pria itu dengan tajam.
__ADS_1
Di sisi Byun dirinya melihat pria itu yang datang mendekati mereka berdua Hanya berdiam diri dan memutuskan untuk memantau nya dari jauh.
"Aku kecewa sama kamu Irene ! Kemu bahkan sudah membuatku menderita!! Aku bahkan selalu memimpikan bisa bersama denganmu lagi!! tapi ternyata kau tidak lebih dari seorang ******!"
Plakkkkk,,,,,
Pria itu langsung menampar karena ucapannya. Irene membelalakkan matanya melihat Chen di tampar.
"Jaga ucapanmu!!!!" Pria itu kesal pada Chen yang mengatakan kalau Irene adalah seorang ******.
"Sekarang kau pilih aku atau dia?!" Ucap Chen memberi Irene pilihan.
Irene langsung melepaskan tangannya yang digenggam oleh Chen, "Maaf Chen, Aku harus pergi! nikmati kehidupan kamu yang sekarang! lupakan!" ucap Irene yang hendak pergi dari hadapan Chen.
"Cih, semudah itu kau mengatakannya?" ucap Chen yang merasakan sesak pada dada nya, namun mencoba untuk tersenyum.
Pria itu itu hendak memukul Chen, karena merasa kesal pada ucapannya. Namun saat hendak memukulnya tiba-tiba saja Byun datang dan menghalanginya.
"Santai saja!" kata Byun yang baru saja datang.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Irene pada pria itu kalung kemudian mereka berdua pergi meninggalkan Chen dan juga Byun disana.
Melihat Irene pergi dengan pria itu, hati Chen seperti teriris dan tidak terima kalau kekasih hatinya pergi dengan pria lain. Karena merasa kesal memutuskan untuk kembali ke mansion.
Sesampainya mereka berdua di mansion. Dan langsung menuju kamarnya saat melewati ruang tamu terlihat Chan dan juga velia sedang duduk santai di sana.
Melihat Chen yang melewati mereka begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka bingung dengan apa yang terjadi pada Chen. Karena sebelumnya mereka tidak pernah melihat dan bersifat seperti itu.
"Chen kenapa sayang?" Tanya Velia yang melihat Chen masuk ke dalam kamarnya.
"Aku juga nggak tahu sayang, mungkin gara-gara Byun!" Ucap Chan menebak apa yang terjadi.
"Bukan sama gue!" Byun datang dan langsung menyela ucapam Chan dan Velia.
Kedatangan Byun membuat Velia dan juga Chan langsung menoleh ke arahnya. Mereka menatap pun penasaran karena ingin tahu apa yang sedang terjadi pada Chen.
"Dia tadi ketemu sama kekasihnya di taman!" Kata Byun memberi tahu Velia dan juga Chan.
__ADS_1
"Apa? Kamu serius? tapi mana kekasihnya kok nggak diajak ke sini?" kata Velia sambil melihat ke belakang Byun karena mengira kalau Chen akan memperkenalkan kekasihnya pada mereka.
Byun pun menceritakan semuanya kepada Velia dan juga Chan tentang apa yang terjadi tadi.