
Velia lalu mengalihkan pembicaraan dengan pergi ke dapur untuk memasak sarapan. Di tengah-tengah Velia memasak, dia melamun kan kejadian semalam.
"Hantu tadi malam kenapa sangat mirip denganku? Jangan-jangan hantu itu nyamar lagi? Haish, serem amat sih!! Eh hari ini pasti ada bunga lagi di depan, aku cek aja kali ya, nanti aja deh setelah aku menyelesaikan masakan ini." Kata Velia di dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, Velia sudah menyelesaikan masakannya dan menyuruh Chan untuk segera sarapan.
"Kamu masak banyak banget, Vel?" Tanya Chan.
"Iya Chan, ya itung-itung buat gantiin makanan yang nggak jadi aku antar ke rumah kamu?!" Ucap Velia.
Chan mengangkat satu alisnya karena merasa heran dengan Velia yang begitu saja mengucap seperti itu.
"Upsss,,,,,,!" Ujar Velia yang langsung menutup mulutnya karena menyadari kalau dia keceplosan.
"Haish, pakai keceplosan segala lagi!" Ujar Velia di dalam batinnya.
"Vel, katakan padaku yang sebenarnya! Kenapa waktu itu kamu tiba-tiba pergi gitu aja ?" Tanya Chan dengan nada serius.
"An,,,anu,,,i,,,itu,,,,,,ahh sebentar ,,aku mau ambil barang aku dulu di luar?!" Ujar Velia yang gelagapan karena di tanya seperti itu oleh Chan.
Velia pun berjalan menuju pintu depan untuk mengambil bunga mawar yang biasanya di taruh oleh seseorang di depan rumahnya, begitu juga dengan Chan yang mengikuti Velia untuk ke depan rumahnya.
Saat Velia mengambil bunga mawar itu,,,,,
"Bunga dari siapa?" Seorang di belakangnya bertanya, yaitu Chan.
"Chan? Kau mengikuti aku?!" Kata Velia yang melihat ke arah Chan.
"Aku cuma pengen tahu aja barang apa yang kamu maksud tadi! Jadi ini barangnya? Kamu punya pacar?" Ujar Chan yang tak henti-hentinya bertanya.
"Aa,,i,,ini ,,it,,itu dari siapa ya, aku juga nggak tau ini dari siapa?" Ujar Velia yang masih gelagapan ketika di tanya Chan.
"Kamu yakin?" Tanya Chan dengan melipat tangannya.
"Untuk apa aku berbohong padamu Chan? Eh, lagi pula memangnya kenapa kalau aku punya pacar? Apa kamu cemburu?" Kata Velia langsung merujuk pada hal itu.
Chan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Velia, hingga hanya berjarak beberapa cm saja.
"Chan, ka,,kamu mau ngapain?" Tanya Velia gugup.
"Bukankah kamu yang sudah lari dari rumah aku, karena aku bersama dengan wanita lain? Itu karena kamu cemburu bukan?" Ujar Chan hingga membuat Velia tak bisa berkata-kata lagi.
Velia langsung mendorong Chan dan bicara dengan sedikit gugup.
"Kamu ngomong apaan sih, Chan! Udah ayo kita makan! Nanti keburu makanannya dingin!" Kata Velia sembari masuk ke dalam rumah, dan membuang beberapa tangkai bunga mawar itu ke sembarang tempat.
__ADS_1
"Loh, kok bunganya di buang sih?" Tanya Chan yang bahkan tidak di gubris oleh Velia yang langsung masuk ke dalam rumah.
Di meja makan,,,,,,
"Haish, kok gini amat sih? Jantung aku rasanya kayak mau copot saking deg-degannya!" Ujar Velia di dalam hatinya.
Tak lama kemudian Chan datang ke meja makan untuk sarapan.
"Vel, kenapa bunganya kamu buang? Katanya kamu suka sama bunga mawar?" Tanya Chan.
"Ya aku memang suka dengan bunga mawar, tapi karena aku nggak tau sama siapa yang mengirimnya,,jadi aku buang aja deh?!" Ujar Velia yang berbicara tanpa menatap Chan.
"Kalau bunga itu dari aku?"
Deggg,,,,,
"Me,,,memangnya bunga itu dari kamu?" Tanya Velia gugup.
"Haish, ya nggak mungkin lah ,Vel! Kalau bunga itu dari aku, ngapain aku taruh di depan pintu,, ya langsung aku kasih aja ke kamu langsung!" Ujar Chan "Lagi pula kan tanaman mawar yang di belakang rumah kamu itu juga aku yang tanam!" Ucapnya lagi.
"Ish, apaan sih! Kalau nggak ikhlas ya cabutin aja sana tanamannya kalau nggak bawa pulang aja sana atau buang aja!" Kesal Velia.
"Kok kamu bilangnya gitu sih?"
"Lagian kamu kayak nggak ikhlas gitu ngomongnya!"
"Haish ,kamu ini gimana sih? Kan itu aku yang nyuruh kamu buat nanam! Bagaimana bisa kamu bilang kayak gitu? Itu punyaku!!" Kesal Velia lagi.
Chan hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan berkata "I,,iya iya itu punya kamu!".
Akhirnya setelah perdebatan itu mereka berdua pun sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, Velia pun mencuci piring. Namun dia masih saja melamun dan memikirkan tentang Chan.
"Kenapa kamu datang disaat aku sudah ingin melupakan kami Chan? Riri bilang kamu sudah putus sama pacar kamu! Tapi kenapa? Apa sebabnya?" Kata Velia di dalam hatinya "Apa kau sengaja datang hanya untuk mencari ketenangan saja? Dan menjadikanku pelampiasan setelah kamu putus sama pacar kamu? Kalau benar begitu, kau jahat sekali Chan?!" Batin Velia yang menduga-duga.
Chan yang sedari tadi melihat Velia mencuci piring sambil melamun akhirnya memutuskan untuk mendekati Velia.
"Vel?" Kata Chan yang membuyarkan lamunan Velia.
"Eh ,iya? Chan?" Gelagapan karena terkejut.
"Aku perhatiin dari tadi, kamu ngelamun terus,, apa yang sedang kamu pikirkan?"
"Nggak ada kok!" Jawab Velia.
__ADS_1
"Jangan bohong sama aku, pasti kamu menyembunyikan sesuatu! Kamu kalau ada masalah bilang aja ,Vel!" Ujar Chan yang menyuruh Velia untuk bicara tentang apa yang dia pikirkan.
"Haish, nyebelin!" Ujar Velia sembari menyemprotkan air pada Chan.
"Vel, jangan gitu dong, kan jadi basah!" Kesal Chan.
"Biarin lagi pula kamu juga belum mandi!" Kata Velia.
"Siapa bilang aku belum mandi? Kamu tadi pas masak aku mandi!" Ujar Chan.
"Bodo amat" Kata Velia yang menyemprotkan air pada Chan lagi.
Karena kesal, Chan pun juga ikut menyemprotkan air pada Velia. Mereka membuat seluruh lantai basah akibat ulah mereka.
Saat Velia hendak berjalan mundur, Velia tidak menyadari kalau lantainya begitu licin akibat air yang saling mereka semprotkan tadi.
Velia pun terpeleset dan di tangkap oleh Chan, kini mata mereka saling beradu dan menatap satu sama lain. Jantung mereka berpacu sangat cepat karena merasakan getaran di hati mereka.
"Ya Tuhan, kenapa hatiku rasanya ingin meledak seperti ini, tatapan mata Chan benar-benar membuatku terpanah." Ujar Velia di dalam batinnya.
"Benar kata Riri, aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri! Nyatanya sekarang aku merasakan getaran dahsyat di hatiku saat menatap mata Velia." Ujar batin Chan.
"Hey lepaskan aku!" Ucap Velia.
Chan pun spontan melepaskan Velia hingga jatuh ke lantai.
Brukkk,,,,,
"Aw, sakit Chan!" Ujar Velia yang kesakitan karena terjatuh.
"Tadi katanya suruh lepasin?" Kata Chan tanpa rasa bersalahnya.
"Ya nggak gitu juga kali Chan!" Kesal Velia.
"Iya sudah sini aku bantuin." Sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Velia berdiri.
"Nggak usah! aku bisa berdiri sendiri!" Kata Velia yang masih kesal dengan Chan.
Namun saat Velia hendak berdiri sendiri, dirinya justru malah terjatuh lagi. Dan Chan pun menertawakan Velia tanpa menolongnya.
"Ini nih, kalau di bilangin malah keras kepala! Ya gini jadinya!!" Ujar Chan sembari tertawa.
"Haish Chan! Bantuin kek!!" Ucap Velia.
"Tadi katanya nggak usah?"
__ADS_1
"CHAN!!!" Teriak Velia kesal.