Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Datang tiba-tiba


__ADS_3

Mereka berdua pun akhirnya menanam bunga mawar diantara bunga-bunga tulip yang ada di sana.


Kemudian setelah selesai, mereka beristirahat di gazebo yang ada di sana.


"Vel?!" Panggil Chan sembari tersenyum manis ke arah Velia.


"Astaga, senyum Chan manis sekali! Ini sih bisa bikin aku mati dua kali kau kayak gini?!" Ucap Velia di dalam hatinya.


"Dih, apaan sih kok senyum-senyum gitu sih, Chan?!" Kata Velia sembari memalingkan wajahnya supaya tidak di tatap oleh Chan.


"Kamu cantik, Vel!" Kata Chan yang membuat Velia salah tingkah sendiri karena merasa malu.


"Hahaha lihatlah pipi kamu memerah seperti buah tomat!" Ujar Chan yang mencubit pipi Velia pelan.


"Haish, tau deh!" Jawab Velia yang langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju rumahnya.


"Kamu mau kemana?"


"BIKIN MINUM!" Teriak Velia tanpa menatap Chan dan masih terus berjalan lurus ke depan.


"Biasa aja kali, Vel! Nggak usah teriak gitu, gendang telingaku bisa pecah tau nggak!" Ucap Chan yang masih bisa di dengar oleh Velia.


"BIARIN!!!" Teriak Velia lagi.


"😵😵😵"


"Kamu sangat cantik, Vel! Kamu juga pengertian, bahkan kamu mau menemaniku kemana pun aku pergi! Ingin rasanya aku memiliki dirimu, Vel! Tapi bagaimana caranya? Apa aku harus mengungkapkan perasaanku padamu?" Kata Chan di dalam batinnya sembari menatap tanaman mawar yang bergerak karena angin.


Selang beberapa menit Velia datang dengan membawa minum untuk Chan.


"Loh, kok cepat banget?" Tanya Chan heran.


"Iya dong!" Jawab Velia.


"Kenapa ada aroma bunga tulip? Haish mungkin saja ini karena banyaknya bunga tulip di sini!" Ucap Chan di dalam batinnya.


Velia tiba-tiba saja duduk di samping Chan dan memeluk lengan Chan.


"Astaga, kamu kenapa, Vel?" Tanya Chan yang merasa heran dengan tingkah Velia.


"Aku ingin memeluk kamu, Chan!" Jawab Velia.


"Sepertinya ada yang aneh dengan ,Velia!" Kata Chan di dalam batinnya, lalu selang beberapa detik Chan membelalakkan matanya karena menyadari kalau itu pasti bukan Velia, "Astaga, ini pasti bukan, Velia! Tapi sosok hantu yang sering di bicarakan sama Velia itu!" Kata Chan di dalam batinnya lagi.


"Eh, Vel! Bentar ya aku mau ke kamar mandi dulu," Ucap Chan sembari perlahan melepaskan pelukan Velia.


"Baiklah" jawab Velia singkat.

__ADS_1


Chan pun berjalan menuju ke dalam rumah Velia, dan mendapati kalau Velia masih ada di dapur.


"Woy, jalan lihat-lihat dong!!" Ucap Velia sedikit berteriak karena Chan jalan tanpa melihat ke depan.


"Vel, kamu di sini?" Tanya Chan yang langsung melihat Velia yang ada di depannya.


"Ya iya lah kan aku tadi udah bilang kalau aku mau ke dalam buat bikin minum! Kamu gimana sih masak gitu aja lupa!" Kata Velia yang tiba-tiba menjadi cerewet pada Chan.


"Berarti benar"


"Benar apanya?" Tanya Velia sembari mengangkat satu alisnya.


"Yang tadi di halaman belakang itu bukan kamu!" Ucap Chan yang membuat Velia semakin penasaran.


"Maksud kamu gimana sih, Chan? Aku nggak ngerti?!" Tanya Velia lagi.


"Aku tadi bertemu hantu yang kamu bicarakan itu, dan dia menyamar menjadi kamu!" Kata Chan menjelaskan pada Velia.


Sontak Velia langsung menaruh minuman yang tadi dia pegang dan langsung membolak-balikkan tubuh Chan, Velia mengecek apakah Chan baik-baik saja atau tidak.


"Kamu nggak di apa-apain kan sama hantu itu?" Tanya Velia khawatir.


"Kamu kenapa? Cemburu?" Tanya Chan menggoda Velia.


"Haish, ya nggak lah! Nih ambil minumnya!" Ucap Velia yang setelah ya memberikan jus pada Chan. Chan langsung menerima dan meminumnya.


"Ya jelas manis lah orang aku kasih gula!" Kata Velia sembari melihat Chan dengan mata malasnya.


"Kamu nya, Vel bukan jusnya!!" Kata Chan menggoda Velia lagi.


"Haish apaan sih, Chan!" Kata Velia yang langsung menghilang begitu saja dari hadapan Chan.


"Yah, dia malu!" Kata Chan sembari meminum jus milik Chan.


Di sisi Velia dia mengintip dari jendela dan berkata dalam hatinya


"Astaga, hatiku rasanya ingin meledak mendengar Chan bilang gitu!" Batin Velia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Velia menemani Chan sarapan di rumah Velia. Karena tanpa makan pun Velia tidak akan merasa sakit.


"Chan, menurut kamu apa yang harus aku lakuin sekarang?" Tanya Velia memulai pembicaraan diantara mereka berdua.


"Ya, kamu maunya gimana?" Tanya Chan balik sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Aku maunya ketemu sama orang tuaku, Chan! aku kangen banget sama mereka,, aku ingin bisa melihat mereka walaupun sudah berbeda alam dengan mereka!" Ucap Velia yang sedih mengingat dirinya yang tak lagi menjadi manusia.

__ADS_1


"Vel, kamu jangan sedih ya! Aku akan membantu kamu untuk mencari keberadaan orang tua kamu nanti!" Kata Chan yang berusaha membuat Velia tersenyum lagi.


"Makasih ya, Chan!" Ucap Velia dengan senyum manis yang tersirat di wajahnya.


Chan dan juga Velia pun akhirnya berusaha mencari keberadaan orang tua Velia, mereka mencari ke berbagai tempat bahkan mereka juga mencari ke rumah orang tua Velia yang dulu. Namun mereka tidak menemukan tanda-tanda dari keberadaan kedua orang tua Velia.


Di perjalanan saat mereka mencari keberadaan orang tua Velia,,,,,


"Vel, apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Tanya Chan pada Velia yang tengah menatap keluar jendela mobil.


"Entahlah, Chan! Aku juga tidak tahu!" Kata Velia tanpa menoleh ke arah Chan.


Di tengah perjalanan mereka di hadang oleh sosok hantu yang biasa Chan lihat.



"Astaga dia lagi?" Ucap Chan yang langsung menghentikan mobilnya begitu saja.


"Dia siapa Chan?" Tanya Velia yang melihat hantu itu menghadang mobil mereka.


"Aku pertama kali bertemu dengan hantu itu saat aku mengantar kamu pulang dulu, Vel! Riri yang sering membantuku untuk mengusirnya?!" Ucap Chan memberi tahu Velia.


"Tolong!!" Ucap sosok itu dari kejauhan namun terdengar sampai ke telinga Chan dan juga Velia.


"Chan, kayaknya dia minta tolong deh sama kita!"


"Dulu dia juga gitu, Vel! Tapi emang akunya aja yang nggak mau!" Ucap Chan.


"Bagaimana kalau aku saja yabg menolongnya?" Tawar Velia pada Chan.


"Vel, gimana caranya coba? Kamu aja nggak tahu mereka minta tolong apa?!" Tanya Chan pada Velia.


"Ya, mungkin aja ada urusan yang belum dia selesaikan!" Kata Velia tanpa melihat kalau dirinya juga memiliki urusan yang belum selesai.


"Vel, kamu ini gimana sih! Urusan kamu sendiri aja belum kelar-kelar! Lah ini malah mau bantuin hantu yang lain" kata Chan dalam hatinya.


Velia pun memutuskan untuk membantu hantu itu, namun saat Velia hendak mendekatinya, hantu itu tiba-tiba saja menghilang entah kemana. Dan akhirnya Velia memutuskan untuk kembali ke mobil.


"Haish, kenapa dia malah menghilang? Tadi aja minta tolong!" Gerutu Velia yang kesal dengan hantu itu.


"Kan aku udah bilang sama kamu kalau kamu nggak usah ikut campur urusan mereka!" Kata Chan.


"Iya deh iya!"


"Tapi kalau mereka minta tolong sama aku, aku pasti bakal bantuin mereka!" Kata Velia lagi.


"Haish, iya itu terserah kamu saja, Vel!" Kata Chan dengan menghela nafasnya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah Velia lagi.


__ADS_2