Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kyungsoo tersenyum


__ADS_3

Flashback on saat Velia, Chan, Lisa dan Sehun pergi ke makam.


Pov Jenie


"Sayang" panggil Jenie pada Kai yang tengah duduk bersantai di halaman belakang seorang diri.


Kai yang merasa dirinya di panggil oleh kekasihnya langsung menoleh dengan tatapan sendunya.


"Ada apa dengan kamu? Kenapa kamu terlihat begitu sedih?" Tanya Jenie yang melihat Kai bersedih dengan wajah sendunya.


"Aku rindu sama kedua orang tuaku! Bahkan di saat aku akan melakukan acara pernikahan, mereka tidak ada bersama denganku!" Ucap Kai yang merasa sedih karena orang tuanya tidak mungkin hadir di acara pernikahan putra tunggalnya.


"Kau benar juga, sayang! Aku juga merindukan kedua orang tuaku, sejak aku kecil aku sudah ditinggalkan oleh mereka! Dan aku hanya hidup bersama dengan kak Chen saja!" Ucap Jenie yang tiba-tiba juga ikut sedih karena mengingat kedua orang tuanya.


"Kau beruntung masih memiliki seorang kakak, sayang! Tapi aku? Aku sekarang hanya seorang diri saja! Tidak ada siapapun!" Ucap Kai dengan mata berkaca-kaca hendak menangis.


"Hey, jangan berkata seperti itu! Kita semuanya yang ada di sini keluarga! Dan kau sendiri bahkan akan memiliki keluarga kecil kamu sendiri! Jadi jangan pernah memiliki pikiran seperti itu!" Ucap Jenie memberi tahu Kai dan juga menenangkannya.


"Adikku benar, Kai!" Ucap Chen yang baru saja mendekat ke arah mereka berada, bersama dengan Byun dan juga Kyungsoo.


"Kau tidak sendiri Kai! Kita semua selamanya akan tetap menjadi keluarga lo!" Ucap Byun setelahnya.


"Lo nggak boleh merasa sendiri! Ingatlah perjuangan kita selama ini! Dan masalalu biarlah menjadi masalalu! Semuanya sudah berakhir di masalalu bukan? Mereka hanya bisa kita kenang saja!" Kata Kyungsoo menimpali.


"Kyungsoo, kau benar!" Jawab Kai yang sudah mulai tenang dan tersenyum kembali.


"Kita pasti bisa menjalani kehidupan kita menjadi yang lebih baik lagi! Meskipun tanpa adanya kedua orang tua di sisi kita!" Ucap Chen pada Kai.


Kai tersenyum mengangguk, begitu juga dengan mereka yang ada di sana yang ikut tersenyum dengan ucapan dari Chen tadi.


"Hey, lo bisa senyum juga ternyata?" Ucap Byun yang baru kali pertama melihat Kyungsoo tersenyum.


"Apa menurut lo, gue ini batu?😒" Ujar Kyungsoo dengan mata malasnya.


"Kalau lo sih bukan batu lagi, tapi udah jadi gunung es!" Ucap Byun meledek Kyungsoo.


Kyungsoo langsung menatap tajam ke arah Byun, karena ucapannya tadi.


"Nah, kan? Baru aja tadi senyum! Sekarang udah dingin lagi!" Ucap Byun sembari menghela nafasnya. Dan dengan Kyungsoo yang langsung mengalihkan pandangannya dari Byun.


"Hey, kenapa kalian berdua ini suka sekali ribut?" Ucap Chen yang menengahi percakapan mereka.


Ucapan Chen kembali membuat Kai tersenyum, Jenie yang melihat kekasihnya tersenyum juga ikut tersenyum bahagia.


"Hey, ada apa ini? Kalian semua berkumpul di sini tanpa mengajak kita?" Tanya Suho yang baru saja datang, bersama dengan Dila, Dafa dan juga Yuna.

__ADS_1


"Ya, kalian sedang apa?" Kata Dafa menimpali ucapan Suho.


"Hanya bersantai saja!" Ucap Kai.


Setelah itu mereka duduk bersama di halaman belakang, sembari bersenda gurau.


Flashback off,,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari pernikahan


Para tamu yang datang, hanyalah kerabat dekat saja. Akan tetapi dengan begitu mereka cukup merasa bahagia.


Beberapa saat kemudian mereka pun mengucapkan janji suci pernikahan, dengan pasangan mereka masing-masing dan setelah itu mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.


Chen yang sangat terharu dengan pernikahan adiknya, merasa sangat bahagia, saat adiknya mengucapkan janji suci pernikahan dan kini sudah sah menjadi istri dari Kai.


Byun dan juga Kyungsoo juga ikut bahagia atas pernikahan dari teman-temannya itu.


Saat setelah sah menjadi pasangan suami istri. Mereka berfoto bersama untuk membuat kenang-kenangan saat acara pernikahan mereka.


Namun saat mereka hendak berpose,,,,,,


Dorr dorr dorr


Dorr dorr dorr dorr


"Papa, Mama!" Ucap Suho terkejut melihat kedua orang tuanya telah tiada akibat sebuah tembakan yang langsung mengenai jantung mereka.


"TIDAKKK!!!!" Teriak Dila yang juga tak kalah histeris saat melihat Ayah dan Bundanya tewas tertembak.


Yuna yang juga melihat kedua orang tuanya tewas saat itu dirinya langsung pingsan.


Dafa segera menggendong Yuna dan membawanya masuk ke dalam mansion.


"Astaga, ada apa ini?" Ucap Chan bingung karena banyak sekali tembakan yang di luncurkan pada para orang tua yang datang.


Suasana menjadi riuh dan kacau balau, saat itu kesedihan terjadi di sana.


"Chan, cepat bawa para wanita untuk masuk ke dalam mansion!! Gue akan mengurus ini!!" Ucap Sehun memerintah Chan untuk membawa seluruh wanita masuk ke dalam mansion ,supaya mereka mendapat perlindungan.


"Kita akan bantu lo!" Ucap Chen, Byun, Kyungsoo dan juga Kai secara bersamaan.


"Sayang, kau masuk saja! Jangan membahayakan diri kamu!" Ucap Lisa yang khawatir akan terjadi sesuatu pada suaminya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir sayang, aku akan kembali setelah berhasil menangkap pelakunya!" Ucap Sehun mencoba meyakinkan Lisa untuk tidak terlalu khawatir.


"Ta-tapi?!" Ucap Lisa terbata.


"Masuklah!" Ucap Sehun.


"Suho, cepat bawa mereka masuk ke dalam" Ucap Sehun meminta Suho untuk membawa Lisa masuk juga bersama Dila.


"Chan, ayo kita ke dalam!" Ajak Suho pada Chan.


"Tidak, gue harus bantuin yang lain juga!" Ucap Chan menolak ajakan Suho.


"Chan, ku mohon masuklah bersama denganku!" Pinta Velia pada Chan.


"Kamu masuk saja ya sayang!" Ucap Chan lalu mencium kening Velia.


Suasana di sana benar-benar sangat kacau. Ada sekelompok mafia yang sengaja ingin menghancurkan acara itu, dengan cara menembak seluruh orang yang ada di sana. Bahkan kedua orang tua Suho dan Dila juga ikut tewas. Begitu juga dengan orang tua Dafa dan Yuna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam mansion,,,


"Hiks,,,hikss kenapa ini terjadi pada kita? Ayah, Ibu!!!!" Ucap Dila sembari menangisi kedua orang tuanya yang telah tewas terbunuh.


Bahkan jasad mereka masih berada di luar mansion, tepatnya di halaman belakang tempat mereka mengadakan acara pernikahan.


Suho yang menenangkan Dila pun sebenarnya merasa sedih, karena mengetahui kalau kedua orang tuanya telah meninggal. Dia yang sedih mencoba terlihat tegar di depan Dila. Supaya Dila tidak terlalu berlarut dalam kesedihan atas meninggalnya kedua orang tua mereka.


Semua para wanita berada di dalam mansion, beserta Suho dan Dafa. Sedangkan para pria yang lain menyerang mafioso musuh di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat itu Sehun langsung menelpon mafioso miliknya untuk membantu menghabisi mafioso musuh yang tiba-tiba menyerang mereka. Karena mafioso musuh sangat banyak jumlahnya.


"Kalian semua hadapi mereka! Gue mau cari pemimpinnya!" Kata Sehun memberi tahu para temannya.


"Hati-hati!" Jawab Byun.


Chan saat itu berhasil membunuh beberapa mafioso musuh, dan kebetulan Byun melihatnya.


"Wow, kau sungguh ahli rupanya!" Ucap Byun yang tak menyangka kalau Chan bisa melawan banyak mafioso dan membunuhnya sekaligus.


"Entahlah, ini bukan saatnya untuk bicara! Kita habisi mereka saja dulu!" Kata Chan yang sedang fokus melawan beberapa mafioso musuh.


Namun tiba-tiba saja , beberapa mafioso milih musuh berhasil masuk ke dalam mansion. Dengan segera, Dafa dan Suho langsung menghadapi para mafioso yang berhasil masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


Dor,,,


__ADS_2