
"Baiklah, aku akan pikirkan dulu untuk membicarakannya!" Ujar Dila.
Suho menghela nafasnya dan berkata,,,,,
"Baiklah, malam ini akan aku tunggu jawaban kamu di taman Vila!" Ucap Suho.
Setelah itu, Dila pergi ke kamarnya, sedangkan Suho memilih untuk membuat kopi dan menonton tv di ruang tamu.
"Suho, aku sangat mencintaimu, tapi kenapa bayang-bayang kejadian itu masih saja terus menghantuiku, seakam aku tak mampu untuk mengungkapkannya padamu! Sungguh hatiku tidak ingin kau pergi, tapi kenapa kau dulu tega mengkhianati ku Suho!!" Ujar Dila yang tak dapat membendung air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Velia , masih belum membuka matanya, dan di sana masih di temani oleh Chan dan juga Riri.
Chan membelalakkan matanya saat melihat arwah Velia yang perlahan mulai menghilang.
"Riri lihatlah! Kenapa arwah Velia seperti akan menghilang? Apa yang terjadi? Apa Velia akan pergi ke alam selanjutnya dan meninggalkan aku?" Tanya Chan dengan khawatir.
"Kakak yang sabar ya, mungkin kak Velia memilih untuk melanjutkan ke alam berikutnya!" Ujar Riri.
"Tidak! Itu tidak boleh terjadi, Ri! Kenapa Velia meninggalkan aku secepat ini? Kamu bilang setelah dia mengetahui kebenarannya dia tidak akan langsung pergi , tapi kenapa sekarang jadi seperti ini?" Tanya Chan.
"Yang aku katakan memang benar adanya kak, arwah kak Velia memang masih bisa untuk berada di sini kak,,,akan tetapi jika dirinya memilih untuk pergi melanjutkan ke alam berikutnya, itu sudah di luar kendaliku kak!" ujar Riri memberi tahu kakaknya.
Di kondisi Velia yang kini menutup matanya, dia seakan sedang bermimpi. Di dalam mimpinya dia hanya melihat sekelilingnya yang hanya berwarna putih. Saat itu Velia teringat akan ucapan Chan kalau dirinya sudah tiada. Dan Velia berpikir bahwa yang di tempati nya sekarang adalah alam selanjutnya.
Di sana tidak ada siapapun, hanya ada Velia dan seluruh tempat yang berwarna putih. Velia bingung harus berjalan ke arah mana, sampai akhirnya dia mendengar suara samar yang dia yakini adalah suara Pipi dan juga Maminya.
"Pipi, Mami?" Ujar Velia yang melihat adanya Pipi dan Maminya, lalu setelahnya Velia memeluk mereka.
"Nak sadarlah, dunia sudah menunggu kamu!" Kata Mami Vebiola.
"Iya , nak kamu harus sadar!" Lanjut Pipi Kim.
"Tapi , Chan bilang kalau Velia sudah tiada! Apa yang terjadi pada Velia?" Ucap Velia penuh tanya.
__ADS_1
Pipi dan Mami Velia saling bertatapan lalu berkata,,,,
"Mami juga nggak tahu apa yang terjadi padamu nak, tapi yang pasti kamu harus membuka mata kamu dan segera cari tahu!" Ujar Mami Vebi.
"Tapi, Velia sudah tiada Mi, alam Velia bukan alam dunia lagi." Ujar Gisella yang setelahnya memeluk hangat Pipi dan juga Maminya.
Akan tetapi, beberapa detik kemudian kedua orang tua Gisella perlahan menghilang seperti lenyap begitu saja.
"Pipi, Mami, kalian di mana? Jangan tinggalkan Velia lagi!!" Kata Velia sembari menangis.
Velia pun terbangun dan membuka matanya. Meskipun dirinya kini sudah mengetahui kebenaran bahwa dia telah tiada. Namun saat dia memejamkan matanya atau bisa di bilang seperti layaknya orang pingsan. Velia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Vel!" ujar Chan yang bernafas lega melihat Velia terbangun.
Chan hendak memeluk Velia. Namun hal itu di larang oleh Velia.
"Chan! Jangan dekati aku!" Suruh Velia.
"Vel, ada apa?" Tanya Chan , Velia langsung menundukkan kepalanya dan berkata.
"Vel, aku tidak peduli mau kamu manusia ataupun arwah!" Ujar Chan.
"Chan, mungkin pertemanan kita hanya bisa sampai di sini saja!" Ujar Velia yang membuat Chan bingung.
"Vel, kenapa kau berkata seperti itu? Kenapa kau melarang aku untuk mendekati kamu?"
"Aku bukan manusia, Chan! Aku bukan manusia!! Ujar Velia sembari menangis meratapi dirinya "Kau akan menyesal jika terus ada di dekatku!" Lanjut Velia.
"Alu tidak peduli, Vel! Aku akan selalu ada buat kamu, ku mohon jangan pergi!" Pinta Chan.
Velia pun mendekat ke arah Chan lalu menggenggam tangan Chan. Velia langsung menceritakan tentang mimpinya yang bertemu dengan kedua orang tuanya. Velia memohon pada Chan untuk membantu Velia mencari keberadaan kedua orang tuanya.
Chan pun berjanji pada Velia, kalau dirinya akan berusaha mencari kedua orang tua Velia dan juga mempertemukan Velia dengan kedua orang tuanya.
Di saat itu juga Riri muncul dan langsung memeluk Velia. Riri berkata bahwa dirinya akan membantu Velia untuk beradaptasi dengan dirinya yang sekarang.
__ADS_1
Chan bertanya kepada Riri bagaimana kelanjutan informasi mengenai Dila. Jawab Riri seakan yakin kalau Dila ikut andil dalam pembunuhan dirinya.
"Dek, kamu nggak boleh asal nuduh gitu, besok kakak akan puasa lagi untukmu!" Ujar Chan menyarankan.
Saat mengatakan tentang puasa, Velia tidak tahu apa yang Chan dan juga Riri maksud. Dan akhirnya Riri menjelaskan kepada Velia maksud dari ucapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di saat yang bersamaan, Suho menunggu di taman Vila sesuai dengan perjanjian yang dia buat bersama dengan Dila.
Tak menunggu waktu lama, akhirnya Dila datang dan duduk bersebelahan dengan Suho.
"Dila, sekarang katakan! Aku sudah benar-benar lelah dengan seluruh sifat dan perlakuan kamu ke aku! Bahkan aku tidak tahu kesalahan apa yang sudah aku buat sehingga kamu berubah menjadi seperti ini!" Jelas Suho.
Dila pun berdiri dari posisinya yang semula duduk di sebelah Suho, Dila berjalan 2 langkah ke depan dan berbicara tanpa menatap Suho.
"Kau ingin tahu kenapa aku jadi seperti ini?" Tanya Dila yang tak perlu di jawab oleh Suho.
"Kau tahu di saat akan merayakan hari jadian kita di cafe QQ?"
"Iya aku tahu, aku menunggumu di sana, tapi kamu sama sekali tidak datang ke sana!" Ujar Suho.
"Untuk apa aku datang menemui kamu kalau akhirnya aku akan kecewa?" Ujar Dila dengan santainya.
"Maksud kamu apa ,Dil?" Tanya Suho sedikit bingung. Karena yang Suho tahu, Dila tidak datang ke cafe QQ dan juga tidak menemui Suho di sana. Padahal Suho sudah menunggu dirinya.
"Aku sebenarnya datang ke sana untuk menemui kami saat itu! Tapi aku tidak menyangka dengan apa yang kamu lakukan di sana!" Ujar Dila yang membuat Suho semakin tidak mengerti dengan maksud Dila "Aku masih menyimpan dengan baik kenangan pahit itu!" Kata Dila lagi.
"Sebenarnya apa maksud kamu, Dil? Katakanlah yang sebenarnya!" Pinta Suho.
"Kenapa sampai ada orang ketiga di antara kita!!!!!" Ujar Dila kesal.
Suho yang awalnya tidak mengerti dengan maksud Dila. Akhirnya dia mencoba mengingat kejadian saat di cafe QQ itu. Sesaat kemudian Suho sudah mengingatnya.
"Maksud kamu ,Nara?" Tanya Suho tanpa rasa bersalahnya. Dila yang tengah kesal terhadap Suho pun langsung menatap tajam ke arah Suho. Setelahnya Dila memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Jangan kau sebut nama itu!!!" Ujar Dila.