Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kebenaran terungkap


__ADS_3

"Kau sendiri tahu kalau aku memiliki penglihatan khusus, aku bisa melihat yang orang lain tidak bisa lihat, yaitu makhluk tak kasat mata!"


Chan juga menceritakan kejadian saat Velia hendak bertemu dengan pacarnya dulu. Dan juga memberi tahu kalau sebenarnya pacarnya tidak berselingkuh, melainkan karena mengetahui kalau Velia sudah tiada. Jadi sudah sewajarnya kalau dia memiliki wanita lain.


"Aku sendiri sebenarnya tidak tega melihat kamu seperti ini, Vel!" Kata Chan.


Velia hanya bisa menitihkan air matanya karena mengetahui kalau dirinya sudah tiada lagi di dunia ini.


"Jadi aku sudah mati?" Tanya Velia dengan senyum paksa.


"Aku minta maaf, Vel! Maafkan aku!" Jawab Chan yang terus meminta maaf.


"Chan, kamu nggak salah, ini memang kebenarannya dan aku harus bisa menerima ini" Kata Velia.


Velia menyadari kalau memang dirinya sudah tiada.


"Pantas saja, Pipi sama Mami nggak pernah berkunjung ke rumah, dan juga hantu-hantu itu bukanlah menghantuiku! Tapi memang akunya saja yang belum bisa beradabtasi!" Ujar Velia sembari menangis.


Tiba-tiba saja kepala Velia terasa sakit dan teringat akan bayang-bayang dirinya sebelum bertemu dengan Chan.


Flashback,,,,,


"Tidak!! Stop!!! Hentikan mobilnya!!" Ujar Velia yang terus berlari karena di kejar menggunakan mobil.


Velia tidak begitu mengingat siapa pelaku yang ingin membunuhnya menggunakan mobil itu, karena yang muncul ingatannya hanyalah saat dia berlari dan berusaha menghindar dari mobil yang ingin menabraknya.


"Tolong"


"Pipi, Mami tolong Velia!!" Kata Velia lagi sembari berlari sekencang-kencangnya.


Mobil yang ingin menabrak Velia semakin melaju dengan kencang, dan tanpa Velia sadari dari arah yang berlawanan juga terdapat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan penuh sehingga Velia tertabrak dan terpental jauh dari 2 mobil itu. Sedangkan kondisi kedua mobil itu saling bertabrakan karena awalnya ingin menghindari Velia dan justru malah menabrak Velia dan juga mobil yang ingin membunuh Velia.


Tidak ada yang tahu tentang kelanjutan dari insiden kecelakaan itu.


Back to,,,,,,


"Aww" Ucap Velia dengan meringis kesakitan di kepalanya.


"Kepalaku!" Katanya lagi dengan memegangi kepalanya.


"Vel, apa kau baik-baik saja?" Tanya Chan yang khawatir dengan kondisi Velia.


Seketika Velia berubah wujud ke wujud asli layaknya hantu. Namun hanya terdapat luka lebam di dekat mulut dan hanya itu luka yang membekas pada wajahnya. Entah bagian lain seperti apa. Namun yang pasti wujud hantu Velia tidak jauh berbeda dengan wujudnya saat masih hidup.

__ADS_1


Velia sempat menutup matanya dan sama persis seperti orang yang sedang pingsan. Entah apa yang terjadi pada Velia. Namun Chan sangat khawatir dengan Velia dan akhirnya memutuskan untuk membawa Velia pulang ke rumah. Saat itu juga wujud Velia sudah berubah ke wujud saat dia masih hidup di dunia.


Sesampainya di rumah Velia,,,,,,,


"Kak Velia kenapa?" Tanya Riri.


Setelah Chan meletakkan Velia di sofa, Chan pun menjawab pertanyaan Riri dan menjelaskannya dengan detail.


"Astaga? Jadi kak Velia sudah tahu kalau dia sudah tiada? Dan apa dia mau menerima semuanya?" Tanya Riri.


"Kakak yakin kalau Velia pasti akan tetap menerima kenyataan ini!" Jawab Chan yakin.


"Vel, bangunlah! Meskipun kau berwujud hantu sekalipun kau tetap cantik di mataku! Karena cuma kamu yang ada di hatiku, Vel!" Ujar Chan di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, lebih tepatnya di sebuah Vila yang ada di puncak. Suho dan juga Dila menginap di Vila milik Suho yang berada di puncak.


"Dila" ucap Suho.


"Apa?" Jawab Dila dengan cuek.


"Makanlah sesuatu, aku sudah memasak untukmu!" Ajak Suho.


Suho yang biasanya bisa sabar dalam menghadapi Dila. Kali ini kesabarannya semakin hari semakin habis karena jengkel akan sikap Dila padanya. Suho yang sampai sekarang tidak mengetahui kesalahannya apa, namun Dila selalu bersikap dingin padanya.


"Dila!" Panggil Suho dengan tegas karena kesabarannya mulai habis.


Dila hanya menatap Suho lalu berkata "Apa?"


"Cukup sudah selama ini aku diam!! Aku diam karena aku benar-benar menghargai kamu sebagai calon tunangan aku! Kita sudah bersama sejak SMA, Dil! Dan aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku hingga kamu menjadi dingin seperti ini padaku!! Aku kurang sabar apa, Dil sama kamu?" Ujar Suho panjang lebar.


Dila menatap Suho dengan kesal lalu pergi begitu saja menuju balkon Vila.


"Dila!! Aku belum selesai bicara sama kamu!!"


"DILA!!" teriak Suho namun tidak di gubris oleh Dila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di balkon,,,,,


Dila menitihkan air matanya dan menatap ke arah luasnya halaman yang ada di sana.

__ADS_1


"Suho, kenapa kau membentak aku? Sebelumnya kau tidak pernah seperti ini padaku, aku memang mencintai kamu,,, tapi kejadian di masalalu membuatku terus menerus ingin membencimu!" Kata Dila di dalam hatinya.


Tanpa Dila sadari, Suho berada di belakangnya lalu menyentuh pundak Dila dan berkata,,,,


"Dila, maafkan aku,, aku tidak bermaksud untuk membentak kamu tadi" Kata Suho yang masih berada di belakang Dila.


Mengetahui kalau Suho ada di belakangnya, Dila langsung mengusap air matanya. Suho yang menyadari kalau Dila ternyata menangis akhirnya bertanya.


"Apa kau menangis?"


"Tidak!" Jawab Dila singkat.


"Dil, katakan yang sebenarnya padaku,,,katakan padaku apa yang membuat kamu dingin kepadaku?" Tanya Suho yang sangat berharap kalau Dila menceritakan apa penyebab dia berubah.


Namun Dila seakan bungkam dan enggan menjawab apa yang di katakan oleh Suho.


"Kenapa kau diam saja, Dil? Katakan padaku sebelum aku merasa tidak tahan dan menyelesaikan semua ini!" Ujar Suho.


"Selesaikan saja jika kau memang sudah muak denganku!!" Jawab Dila.


"Kenapa kau malah berkata seperti itu?" Tanya Suho heran.


"Aku hanya tidak ingin memiliki hubungan dengan seorang penghianat!!" Tegas Dila.


"Maksud kamu apa, Dil?" Tanya Suho yang tidak mengerti dengan maksud Dila.


Dila langsung menoleh ke arah Suho dan menatapnya.


"Kau mau tahu apa maksudku? Kau mau tahu?" Ujar Dila dengan mata yang berkaca-kaca. "Apa kau tidak ingat dengan pertemuan kita di cafe QQ?" Tanya Dila yang membuat Suho mencoba untuk mengingat.


"Kau sengaja pergi dan menghilang dariku, Dil! Aku bahkan tidak tahu apa kesalahan yang sudah aku lakukan padamu?" Jawab Suho yang masih tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Dila.


Dila pun tersenyum sinis dan berkata,,,"Rupanya kau sudah melupakan semuanya! Sudahlah!!" Kata Dila yang setelahnya beranjak pergi dari balkon.


Namun langkah Dila terhenti saat tangannya di tahan oleh Suho.


"Tunggu, Dil! Jangan pergi sebelum kau mengatakan apa yang membuatmu menjadi dingin padaku!" Pinta Suho


"Haruskah aku mengingatkanmu?" Ujar Dila dengan entengnya.


Suho merasa sangat kesal namun di tahan.


"Iya katakanlah, aku berjanji jika memang aku terbukti bersalah, aku tidak akan lagi memaksamu!" Kata Suho.

__ADS_1


"Suho, kata-kata kamu ini membuat hatiku merasa sakit dan terluka, apa kau akan benar-benar pergi setelah aku mengungkapkan kejadian itu padamu?" Tanya Dila di dalam hatinya.


__ADS_2