
"Haish, Vel!! Lihatlah! Dia menolak calon mertua kamu ini!" Ucap Alexandra yang malah merengek pada Velia.
"Chan!!" Panggil Velia sembari memberi kode Chan untuk menuruti apa yang dikatakan oleh Papa Chan.
"Haish😒" ucap Chan yang pasrah.
"Nah gitu dong!" Ucap Alexandra sembari tersenyum bangga, karena pada akhirnya Chan mau menuruti dirinya.
Setelah itu Chan dan juga Velia mengikuti langkah Alexandra yang berjalan menuju ke ruang kerjanya. Dam sesampainya di sana, Alexandra menjelaskan tentang semua perusahaan milik keluarga besar Alexandra dan bagaimana cara mengelolanya.
Karena Velia tidak begitu mengerti dengan masalah perusahaan, dirinya undur diri dan memutuskan untuk memasak di dapur untuk makan malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain tepatnya di mansion Velia. Seluruh teman-teman Chan dan juga Velia sedang berada di mansion. Para pria yang sedang menghabiskan waktu berenang di kolam renang sedangkan para wanita memilih memasak di dapur untuk makan malam mereka nanti.
"Kakak!" Panggil Jenie pada Chen yang sedang berada di tepi kolam renang.
"Ada apa?" Tanya Chen.
Bukannya menjawab ucapan dari kakaknya itu, pandangan Jenie justru langsung tertuju pada Kai, kekasihnya.
"Astaga, ABS pacar gue!!" Ucap Jenie di dalam hati sambil membelalakkan matanya karena terpesona dengan indahnya otot perut di tubuh Kai.
"Woy, malah ngelamun!!" Ucap Chen yang membuyarkan lamunan Jenie.
"Eh, maaf kak! Aku cuma mau bilang, kita nggak usah pulang untuk selama-lamanya ya!" Pinta Jenie yang membuat Chen merasa bingung.
"Loh, kenapa?" Tanya Chen bingung sambil menaikkan satu alisnya ke atas.
"Aku lebih suka di sini, di mansion inu cukup ramai orang, dan pasti akan sangat menyenangkan bisa tinggal bersama mereka semua di sini!" Ucap Jenie yang mengharapkan agar dirinya bisa tinggal di mansion Velia juga.
Jenie sendiri sudah tidak memiliki kedua orang tua, dirinya menjadi yatim piatu dan hanya tinggal bersama dengan Chen yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.
Chen adalah sosok kakak yang sangat perhatian pada adiknya, Chen sendiri tidak sanggup jika melihat adik kesayangannya itu tersakiti oleh siapapun.
"Oh kalau itu terserah kamu saja, kakak akan mengikutinya!" Ucap Chen yang dengan senang hati mengikuti apa yang dikatakan oleh Jenie padanya.
"Memangnya kakak nggak mau di sini?" Tanya Jenie pada kakaknya itu.
"Kakak sendiri sebenarnya juga nggak mau pulang dari sini! Berada dengan banyak teman di sini membuat kakak merasa sangat nyaman!" Ucap Chen memberi tahu adiknya itu.
"Ya tinggal aja di sini, gitu aja susah amat sih lo!" Ucap Byun yang mulai menepi dari saat dia berenang.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari Byun, Chen menghela nafasnya lalu berkata,,,,
"Ya, baiklah gue akan tetap tinggal di sinu bersama dengan yang lainnya, tapi nanti sebelum itu! Gue bakal ngomong dulu sama Velia!" Ucap Chen.
"Yeayy, Jenie sayang banget sama kakak!!" Ucap Jenie yang langsung memeluk dan mencium pipi kakaknya itu, lalu kemudian dirinya langsung berlari masuk ke dalam mansion.
"Loh, aku nggak nih?" Tanya Kai pada Jenie yang belum sampai memasuki mansion.
Jenie langsung berbalik badan melihat ke arah Kai dan menghampiri dirinya lalu kemudian langsung mencium pipinya sekilas.
"Jen, Lisa mana?" Ucap Sehun yang menanyakan keberadaan Lisa.
"Ada tuh di dalam!" Jawab Jenie sembari berjalan masuk menuju mansion.
"Guys, bagaimana kalau kita semua tinggal di sini aja?" Tanya Chen pada semua pria yang kebetulan sedang berada di kolam renang juga.
"Gue sih yakin kalau Velia pasti bakal ngebolehin kita semua buat tinggal di sini, lagi pula mansion ini juga sangat luas dan juga ada banyak kamar!" Ucap Chen memberitahu yang lain.
"Gue sih setuju aja!" Ucap Kyungsoo dengan sikap datarnya.
"Gue juga" ucap Byun.
"Iya ,gue juga ikut lo !" Ujar Kai.
"Iya jelas lah, secara lo kan udah punya pacar!" Ucal Byun.
"Ya sudah biar kita sama, jadi gue nanti cariin pacar buat lo juga Byun!" Ucap Sehun dengan mudahnya.
"Nggak perlu! Gue bisa cari sendiri!😒" Jawab Byun dengan mata malasnya.
"Kalau lo gimana, Daf?" Tanya Chen pada Dafa yang masih berada di kolam renang.
"Kalau gue sih mau-mau aja, tapi gue nggak tau gimana dengan Yuna!" Ucap Dafa yang juga ingin tinggal di satu mansion yang sama dengan mereka.
"Pasti maulah! Di sini juga banyak ceweknya, Daf! Lo harus berusaha buat membujuk dia kalau sampai dia nggak mau!" Ucap Suho menyarankan.
"Semuanya! Buruan masuk!! Kita makan malam dulu!!" Ajak Dila yang menyuruh para pria untuk masuk dan makan malam bersama.
Singkat cerita, setelah makan malam.
Pov Dafa dan Yuna
"Yuna!" Panggil Dafa.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Yuna sembari menoleh ke arah Dafa berada.
"Apa kamu setuju kalau semisal kita tinggal di mansion ini bersama dengan mereka semua?!" Tanya Dafa yang sebenarnya ragu apakah Yuna mau tinggal di mansion itu.
"Aku sih setuju aja, soalnya di sini aku juga punya banyak teman!" Jelas Yuna.
Dafa tersenyum senang mendengar jawaban yang keluar dari mulut Yuna.
"Ok kalau begitu kita akan tinggal di sini!" Ucap Dafa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, di mansion besar Alexandra.
"Chan, ayo bangun! Aku udah masak tadi!!" Ucap Velia yang menyuruh Chan untuk segera bangun dari tidurnya.
"5 menit lagi, Vel!" Jawab Chan yang masih menutup matanya.
"Chan, ayolah! Papa kamu udah nunggu di meja makan!"
"Tapi aku masih ngantuk, Vel!" Ucap Chan dengan suara khas bangun tidur.
"Kalau begitu aku pulang saja!" Ancam Velia pada Chan yang tak kunjung bangun. Velia yang tadinya hendak beranjak pergi, tiba-tiba menghentikan langkahnya karena tangannya yang ditahan oleh Chan.
"Jangan pergi dong! Iya aku akan bangun!" Ucap Chan yang setelahnya langsung terbangun.
"Kamu mandi dulu sana, aku sama Papa kamu akan menunggu di meja makan!" Ucap Velia yang menyuruh Chan untuk segera mandi.
"Iya sayang!"
Setelah percakapan itu, Chan segera masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mandi. Sedangkan Velia, dirinya langsung menuju ke ruang makan.
Setelah Chan selesai mandi, dirinya langsung menuju ruang makan menyusul Velia dan juga papanya yang sudah lebih dulu berada di sana.
"Pagi, Pa!" Ucap Chan menyapa papanya.
"Pagi juga, Chan!" Ucap Papa Chan yang balik menyapa Chan.
"Loh, Velia ke mana?" Tanya Chan yang celingukan mencari keberadaan Velia.
"Oh, dia tadi pamit pulang!" Ucap Papa Chan.
"Hah?" Ucap Chan sembari membelalakkan matanya mendengar apa yang barusan di katakan oleh Papanya.
__ADS_1