
Isi surat
Apa lo mencari gue? Gue udah berhasil melukai istri lo! Dan jika lo mau ketemu sama gue, temui gue di alamat ***** , oh iya! Jangan lupa untuk mengajak teman-teman lo! Gue akan kasih kejutan buat lo dan satu teman salah satu teman lo nanti!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa? Apa Lisa benar terluka?" Tanya Sehun lirih.
Lalu setelahnya Sehun langsung meremas kertas itu dan berkata,,,,
"Apa maksud dari surat ini?" Kata Sehun dengan amarah yang membara.
Beberapa saat kemudian, para teman-teman Sehun berhasil mengalahkan seluruh mafioso musuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita
Ruang tamu,,
"Suho, bagaimana?" Tanya Kai pada Suho yang mencari kebearaan Velia.
"Gue nggak nemuin dia di mana pun!" Jawab Suho yang tidak menemukan Velia di mana pun.
"Arghhhh!!! Velia kau di mana?" Ucap Chan yang frustasi karena tak kunjung menemukan keberadaan Velia di mana.
Sehun pun masuk ke dalam mansion, begitu juga dengan Chen yang masuk ke dalam mansion dari arah yang berbeda.
"Di mana adik gue?" Tanya Chen yang tidak melihat adiknya di mana pun.
"Maafin gue Chen, Jenie terluka! Dia sekarang di bawa ke rumah sakit sama Dafa!" Ucap Kai menyesal karena tidak bisa menjaga Jenie.
"APA!!!" Ucap Chen terkejut mengetahui kalau Jenie teluka dan di bawa ke rumah sakit.
Kai langsung bersimpuh di depan kaki Chen.
"Maafin gue Chen! Gue sibuk bertarung dengan mafioso musuh tadi, dan gue pikir Jenie baik-baik saja di dalam! Tapi ternyata Jenie terkena tembakan pada bahunya!" Ucap Kai menyesal karena istrinya terluka.
Chen melihat Kai dengan wajah sendunya.
"Bangunlah!" Ucap Chen sembari menyuruh Kai untuk berdiri dari duduknya.
"Ini bukan salah lo! Ini terjadi karena sebuah kecelakaan di dalam mansion! Jenie pasti akan baik-baik saja!" Ucap Chen mencoba membuat Kai tidak terlalu menyesal.
"Tapi tetap saja gue nggak bisa jaga dia, Chen! Gue salah!" Ucap Kai yang masih menunduk menyesal.
"Sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi!" Ucap Chen.
"VELIA!!!!!" Teriak Chan yang mencari keberadaan Velia yang entah berada di mana.
__ADS_1
Semua mata langsung mengarah pada Chan yang berteriak tadi.
"Ada apa dengan Velia?" Tanya Chen yang belum mengerti kalau Velia hilang.
"Velia menghilang!" Ucap Byun memberi tahu dengan wajah sedihnya.
"Apa?!" Kata Chen tidak menyangka.
"Kenapa harus Velia?" Ucap Chan yang langsung jatuh bersimpuh dengan menitihkan air matanya.
Sehun menepuk pundak Chan dan berkata,,,
"Chan, bangunlah! Gue rasa, gue tahu di mana Velia berada sekarang!" Ucap Sehun yang mungkin tahu di mana keberadaan Velia saat ini.
Mendengar ucapan Sehun tadi, Chan terkejut dan langsung berdiri dari posisinya duduk.
"Apa lo sungguh mengetahui Velia ada di mana?" Tanya Chan pada Sehun.
"Pemimpin mafia musuh tadi mengirimkan secarik kertas sama gue! Dia meminta kita semua buat nemuin dia di alamat *****!" Ucap Sehun memberi tahu semuanya yang ada di mansion.
"Wah, gila tuh! Mafia dari mana sih emangnya, berani banget kayaknya lawan kita! Dia bahkan berani gangguin mafia nomor satu!" Ucap Byun dengan penuh emosi.
"Kalau begitu, ayo kita ke sana!" Ajak Chan yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Velia.
"Tunggu dulu, Chan!" Kata Sehun menghalangi langkah Chan.
Chan pun langsung menghentikan langkahnya karena dihalangi oleh Sehun.
"Baiklah!" Jawab Kai yang setuju dengan perintah Sehun.
"Kai, lo jaga Jenie baik-baik ya!" Pinta Chen yang saat itu sangat mengkhawatirkan kondisi adiknya yang tengah terluka.
"Siap, Chen!" Kata Kai pada kakak iparnya itu.
"Kalau begitu, kita harus segera menuju lokasi yang di berikan tadi! Gue nggak mau kalau Velia sampai kenapa-napa ,apalagi kalau sampai gue kehilangan dia!" Ucap Chan yang saat itu memang sangat mengkhawatirkan Velia yang hilang.
"Iya, tapi sebelum itu! Kita harus mengganti pakaian kita terlebih dahulu, dan untuk lo Kai! Urus semuanya nanti, kalau perlu lo bawa beberapa pakaian untuk mereka yang ada di sana nanti! Pastikan semuanya aman!" Ucap Sehun memerintah Kai lagi.
"Baiklah!" Jawab Kai yang sudah mengerti dengan maksud dari Sehun. Lalu Kai langsung segera menuju ke kamar mereka untuk membawakan beberapa pakaian untuk mereka ganti.
Saat itu bahkan mereka masih mengenakan jas pernikahan, karena memang mereka langsung melawan musuh, tanpa sempat berganti pakaian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa saat kemudian mereka telah selesai mengganti pakaian, dan segera berkumpul di ruang tamu. Mereka kini suap untuk menuju alamat *****.
Sedangkan Di sisi Kai, dirinya langsung menuju rumah sakit.
Di dalam mobil
__ADS_1
Sehun menelpon mafioso miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Halo bos?" Jawab salah seorang mafioso yang mengangkat telepon dari Sehun.
"Segera datang ke alamat yang udah gue kirim! Tapi jangan sampai kalian terlihat kalau kalian datang ke sana! Serang kalau gue udah kasih isyarat 2 kali tembakan!!" Perintah Sehun pada mafioso yang di teleponnya.
"Baik bos!" Jawab mafioso itu. Setelah itu Sehun langsung mematikan teleponnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lo bawa berapa mafioso?" Tanya Suho pada Sehun.
"Mafioso kita itu sangat banyak, bahkan tadi aja cuma ada 3 mafioso yang mati!" Ucap Byun memberi tahu Suho.
"Kalau begitu kekuatan mereka cukup bagus!" Ujar Suho kagum pada mafioso milik Sehun.
"Ya, yang penting kekuatan mereka nggak melebisi Sehun, kalau sampai mereka bisa melebihi Sehun, pasti mereka akan mati di tangan Sehun sendiri!" Kata Chen menimpali ucapan Byun.
"Ow begitu rupanya" ucap Suho sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Chan
Chan duduk di dekat kaca jendela mobil, sembari melamun menatap teluar jendela.
Tiba-tiba saja Chan melihat sosok yang mirip seperti Talia, saudara kembar dari Velia.
"TALIA?" Teriak Chan terkejut melihat sosok itu.
"Ada apa?" Tanya Kyungsoo yang duduk di sebelah Chan.
"Kau lihat hantu tadi?" Tanya Chan pada Kyungsoo.
"Ya gue lihat hantu tadi!"
"Wajah hantu itu sangat mirip dengan Talia, saat dirinya masih menjadi hantu yang penasaran!" Ucap Chan memberi tahu kalau sosok tadi mirip dengan Talia.
"Siapa Talia?" Tanya Byun bingung.
"Iya, siapa dia?" Ucap Chen yang juga tidak tahu siapa Talia.
"Talia adalah saudara kembar Velia!" Ucap Chan memberi tahu.
"Apa??!!" Ucap Byun dan Chen secara bersamaan.
__ADS_1
"Tidak semua hantu yang wajahnya mirip adalah hantu yang sama juga Chan! Mereka semua sebenarnya bisa merubah wujud menjadi yang mereka mau, bahkan mereka juga bisa berubah menjadi sosok yang cantik sekalioun!" Ucap Kyungsoo memberi tahu Chan tentang sosok yang dapat berubah wujud, menjadi siapa saja yang mereka mau.