
Hantu itu terus mendekat ke arah Dila sampai, sampai akhirnya Dila berhasil membuka pintu depan di rumahnya.
"Dila apa yang kamu lakukan?" Ujar Suho yang ternyata baru saja sampai di depan rumah Dila.
"Suho?" Ucap Dila lalu setelahnya memeluk Suho erat.
Suho saat itu sangat terkejut dan tidak percaya kalau Dila memeluk dirinya.
"Kau memelukku ,Dil? Aku tidak akan melepaskan kamu! Pelukan ini membuat aku merasakan kebahagiaan?!" Ujar Suho di dalam batinnya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Suho perlahan pada Dila yang terlihat sangat ketakutan di pelukannya.
"Suho it,,,itu ta,,tadi,,," belum selesai Dila memberi tahu Suho, dia sudah pingsan dan membuat Suho khawatir.
"Loh, Dil? Bangun sayang!" Ujar Suho dengan khawatir.
Suho lalu menggendong Dila dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Suho meletakkan Dila di kamarnya.
"Dila, apa yang terjadi padamu? Aku tidak peduli seberapa besar kau membenci diriku ataupun kau mau membuang ku,, tapi aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan kamu kembali Dil?!" Ujar Suho dalam batinnya yang duduk di dekat ranjang Dila sembari mencium tangan Dila.
Flashback,,,,,,,,
Jadi sebenarnya Suho aalah orang yang sudah di persiapkan oleh kedua orang tua Dila, untuk di jodohkan dengan DIla. Orang tua Dila menyuruh Suho untuk menjada dan juga melindungi Dila sebelum mereka bertunangan.
Suho menerima perjodohan ini karen dia memang lebih dulu menaruh hati kepada Dila bahkan sebelum adanya perjodohan.
Saat di cafe waktu itu, Dila hanya berbohong saja teng kebenaran mengenai hubungannya dengan Suho. Bahkan saat tangan Dila dipegang oleh Suho waktu itu tidaklah kasar, melainkan lembut, itu semua hanyalah akting Dila belaka. Suho bahkan tidak memiliki niat jahat kepada Dila sama sekali tapi justru sebaliknya.
Dila sendiri sebenarnya memiliki rasa kepada Suho, namun karena suatu kejadian di masalalu , itu membuat Dila muak pada Suho dan memilih untuk menyimpan perasaannya pada Suho.
Selang beberapa menit, Dila terbangun dari pingsannya,,,,
"Suho?' ujar Dila yang baru saja sadar dari pingsannya.
__ADS_1
"Dil, kamu sudah sadar? ini minumlah dulu!" ujar Suho sembari memberikan segelas air putih kepada Dila.
"Kamu nggak usah sok perhatian sama aku!" ujar Dila yang kesal melihat Suho yang berada di dekatnya.
"Dil, apa susahnya untuk membuka hatimu untukku?" Tanya Suho dengan nada perlahan pada Dila.
"Cih, apa yang kau katakan?aku tidak peduli lagi dengan kamu! dan kenapa kamu masih mau menerima perjodohan ini?" ujar Dila dengan penuh amarah di wajahnya namun tidak menatap ke arah Suho berada.
"Itu karena aku benar-benar mencintaimu, Dil?!" ujar
"Cih jangan membual ,apa yang kamu ucapkan itu hanyalah suatu kebohongan!" bantah Dila pada Suho.
Suho sampai tidak tahu lagi harus berkata apa pada Dila sampai akhirnya Suho pasrah dan berkata,,,,,,
"Dil, katakanlah padaku yang sebenarnya! aku tidak tahu apa yang menyebabkan kamu menjadi seperti ini! apa salahku?!" Tanya Suho dengan hati yang sedikit sakit akibat ucapan-ucapan Dila tadi. "Bahkan sebelumnya hubungan kita baik-baik saja, sampai tiba-tiba kmu menjadi berubah seperti ini, Dil?!" ujar Suho lagi yang membicarakan masalalu nya.
"Apa ini waktu yang tepat untuk menceritakannya pada Suho?" ujar Dila di dalam batinnya.
"Haish, sudahlah aku sedang tidak mood!" ujar Dila setelah beberapa detik dia berseteru dengan batinnya.
Tiba-tiba,,,,,
Cetiar,,,,,,,,
Terdengar suara entah gelas ataupun piring yang pecah akibat terjatuh.. Sontak membuat Dila terkejut dan langsung memeluk Suho.
"Hey, kenapa kau terlihat sangat ketakutan seperti itu?" ucap Suho yang membuat Dila tersadar kalau dirinya sedang memeluk Suho. Dila langsung melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya ke sembarang tempat, lalu dia berkata,,,,,,
"Temani aku malam itu?!!" ujar Dila yang membuat Suho heran sambil mengangkat satu alisnya.
"Kenapa? kau tidak mau? kalau kamu nggak mau ya udah pulang aja sana?!" ujar Dila, Suho langsung saja beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu untuk pergi.
"Suho?!!" rengek Dila pada Suho yang sudah berada di dekat pintu. Batin Suho tersenyum mendengar Dila yang merengek seperti itu padanya.
"Kenapa? bukankah kamu tadi sudah mengusirku?!" ujar Suho tanpa berbalik menatap Dila. Suho pun melanjutkan langkahnya dan hendak membuka pintu kamar Dila.
__ADS_1
"Suho ,aku takut! tadi ada hantu yang mau mendekatiku?!" ujar Dila yang terlihat sangat ketakutan.
"Apa kau bercanda?" ujar Suho yang membalikkan badannya menatap Dila dari jauh.
"Aku tidak berbohong, aku sangat takut?!" ujar ila tanpa melihat Suho dan langsung memeluk lututnya sendiri karema takut.
Suho yang melihat Dila ketakutan seperti itu seakan tidak tega dan langsung berjalan ke arah Dila dan memeluknya hangat.
"Tidurlah sayang!, aku akan menemanimu malam ini?!" ujar Suho dengan nada yang sangat halus sehingga Dila pun luluh padanya karena rasa takut dan juga rasa nyaman yang dia rasakan saat bersama dengan Suho.
Dila hanya mengangguk dan batinnya berbicara,,,,,,
"Sebenarnya aku sangat merindukan suasana seperti ini, entah kapan terakhir kali kau memelukku seperti ini Suho?! Sebenernya dari lubuk hatiku yang paling dalam ,,aku juga sangat mencintaimu Suho ,,,tapi yang aku lihat,,,,justru kau malah bersama wanita lain saat itu?!" ujar Dila di dalam batinnya , lalu dia tertidur di pelukan Suho.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Dil? kenapa kau membenciku tanpa suatu alasan yang jelas?!" ujar Suho di dalam batinnya sembari mengusap lembut rambut Dila yang perlahan terlelap dalam pelukannya.
Namun tanpa mereka berdua sadari , ternyata Riri berada di sana sembari melihat kejadian yang tidak mengenakan mata itu. Riri terlihat sangat marah melihat kejadian itu, dia tidak terima kalau kakak yang sangat dia sayangi ternyata hanya dijadikan pelampiasan saja oleh wanita licik seperti Dila itu.
"Dasar wanita tidak tahu diri, dia sungguh membuatku marah?!" ujar Riri dengan tatapan penuh dengan amarah.
Setelah melihat kejadian itu, Riri segera pulang ke rumahnya untuk memberi tahukan kejadian itu pada kakaknya.
Sesampainya di rumah Chan, ternyata Chan tertidur di kamarnya dan Riri pun memutuskan untuk pergi saja ke rumah Velia.
"Yah kok udah tidur sih,?!" Ujar Riri sembari menghela nafasnya. " Lagi pula ini sudah larut , besok kak Chan juga akan menjalani hari yang panjang dan juga sulit, lebih baik aku tidak mengganggunya?!" Ujar Riri yang setelahnya menghilang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, Chan terbangun dari tidurnya dan hendak membuat secangkir kopi, namun niat Chan digagalkan oleh kedatangan Riri yang tiba-tiba.
"Eitsss, kakak mau ngapain?!" Tanya Riri pada Chan.
"Ya mau buat kopi lah dek?!" Ujar Chan.
"Haish, kakak gimana sih, kan kakak hari ini harus puasa untukku!" Ujar Riri kesal.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu , kakak mau ke rumah Dila?!" Ujar Chan yang setelahnya bersiap untuk ke rumah Dila.