Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Bukannya bingung, Suho justru malah tertawa mendengar pernyataan itu.


"Kenapa kau tertawa!? Apa menurutmu ini lucu? Dan apa sakitnya hatiku kau anggap sebuah lelucon???" Ujar Dila yang bertambah kesal.


"Dil, jadi selama ini kamu berubah hanya karena itu?" Tanya Suho dengan mudahnya. Dan Dila menatap tajam ke arah Suho dengan ekspresi marah di wajahnya.


"Hey, apa kau pikir aku mau jadi istri nomor 2?" Ucap Dila yang membuat Suho menjelaskan semuanya.


"Baiklah, sekarang biarkan aku yang berbicara dan meluruskan semua masalah ini!" Ujar Suho yang membuat Dila memutar bola malasnya.


"Sebenarnya waktu itu aku sudah menunggu kamu, dan ingin memberi kamu sebuah kejutan, aku sudah mempersiapkannya untukmu!" Ujar Suho.


Deg,,,,,,


"Kau bercanda?" Ujar Dila dengan senyuman sinisn ya. "Aku melihat dengan mata kepala aku sendiri!! Kau melamarnya!!" Ujar Dila lagi dengan nada tinggi.


"Dila, kamu salah faham rupanya!"


"Salah faham katamu? Tidak usah membual!! Apa karena kau tidak sedang bersama dengan Nara lalu kau kembali padaku dan mengejar aku?" Ujar Dila lagi.


"Dila, dengarkan aku! Aku akan menjelaskan semuanya!" Ucap Suho.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi! Hatiku sudah mati dan kamu yang udah bikin hati aku mati!" Ketus Dila. "Sekarang kau sudah tahu kenapa aku begitu dingin padamu!" Ucap Dila lagi.


"Lantas kalau aku tidak boleh menjelaskannya! Bagaimana masalah ini akan selesai, Dil? Kau akan selalu memandang diriku sebagai seorang penghianat!" Ucap Suho.


Masih di posisi yang sama, Dila berdiri membelakangi Suho.


"Baiklah aku akan menjelaskannya meskipun kau tidak mau mendengarkan!" Kata Suho.


"Sebenarnya saat itu aku ingin memberi kamu sebuah kejutan tepat di hari anniversary kita, aku sedikit bingung harus memberikan kejutan apa padamu,, maka dari itu aku menyuruh Nara untuk membantuku!" Ucap Suho menjelaskan pada Dila. Dila sebenarnya mendengarkan namun masih membelakangi Suho.


"Kau pasti melihat saat aku mengucapkan lamaran padanya, tapi percayalah kalau itu semuanya hanyalah bohongan semata, saat itu aku gugup dan aku menyuruh Nara untuk berpura-pura menjadi kamu,, supaya nantinya saat di depan kamu aku tidak gugup lagi!" Jelas Suho lagi.


"Setelah itu aku menunggu kamu datang ,Dil! Namun ternyata kau tidak datang ke sana,, jujur aku sangat kecewa padamu waktu itu, Dil! Tapi aku masih penasaran kenapa kamu tidak datang waktu itu?!" Ucap Suho.


"Dan sekarang aku sudah tahu jawabannya, sekarang terserah kamu! Jika kamu masih bersikeras menginginkan aku untuk pergi, sekarang juga aku akan pergi dari kehidupan kamu Dil!" Kata Suho yang membuat Dila berpikir.


"Jadi selama ini aku hanya salah faham pada Suho? Kenapa aku begitu ceroboh dan langsung percaya pada apa yang aku lihat saat itu! Pantas saja selama ini Suho selalu baik padaku ternyata ini alasannya, dia benar-benar tidak tahu sebab apa aku berubah!" Batin Dila yang setelahnya menitihkan air matanya.

__ADS_1


Suho yang saat itu berada tepat di belakang Dila, dia tidak tahu kalau Dila menangis dan Suho pun berkata,,,,,


"Aku pergi, Dil!" Ucap Suho sembari berjalan masuk ke dalam Vila lalu bersiap untuk pergi.


Saat itu juga Dila membalikkan badannya dan melihat Suho yang sedang berjalan masuk ke arah Vila.


"Aku memang benar-benar sudah kelewatan pada Suho, aku tidak ingin kehilangan pria sebaik Suho!" Ucap Dila di dalam batinnya , dan setelahnya Dila berlari menyusul Suho.


Di dalam kamar Suho, dia bersiap untuk kembali ke kota dan berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke luar negeri.


Dila yang melihat itu langsung masuk ke dalam kamar Suho.


"Suho" panggil Dila.


"Ada apa?" Tanya Suho tanpa menatap Dila.


"Kau mau ke mana?" Tanya Dila.


"Aku akan bicara pada orang tua kita untuk membatalkan pertunangan kita! Dan aku akan pergi ke luar negeri!" Ucap Suho yang berbicara tanpa menoleh ke arah Dila.


"Suho!" Panggil Dila lagi yang sudah berderai air mata. Namun Suho masih saja membelakangi Dila dengan berkemas untuk kembali.


Tiba-tiba Dila memeluk Suho dari belakang, hal itu sontak membuat Suho terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Dila padanya.


"Ku mohon maafkan aku, Suho! Aku kira selama ini kau benar-benar mengkhianati aku!" Ucap Dila sembari menangis. Namun di wajah Suho tersirat sebuah senyuman manis pertanda bahwa hatinya bahagia.


"Ternyata kau juga masih mencintaiku, Dil! Aku sangat senang mendengar ini dari kamu, meski kamu sudah menyakiti aku dan menyia-nyiakan aku!" Ujar Suho di dalam hatinya.


Suho pun membalikkan badannya dan membalas pelukan Dila.


"Kau beruntung, Dil! Karena aku belum membenci kamu! Hatiku rasanya sangat senang mendengar ucapan tadi dari kamu."


"Ku mohon jangan tinggalkan aku!" Pinta Dila yang masih terus menangis di pelukan Suho.


"Tapi maaf, Dil aku tidak bisa!"


Degggg,,,,,,,


Mendengar itu dari mulut Suho, Dila langsung melepas pelukannya dan merasa khawatir akan Suho yang pastinya akan pergi.

__ADS_1


"Kenapa Suho? Apa kau benar-benar ingin meninggalkan aku?" Ucap Dila yang menangis sembari merasakan kekhawatiran akan ditinggalkan Suho.


"Maksudnya, aku tidak bisa menolak permintaan kamu, Dil!" Ucap Suho yang setelahnya tersenyum ke arah Dila.


Hati Dila merasa sangat bahagia mendengar ucapan Suho dan langsung tersenyum.


"Hey, kenapa hanya tersenyum? Peluklah calon tunangan kamu ini, aku sangat merindukan pelukan kamu!" Ucap Suho sembari merentangkan kedua tangannya.


Akhirnya Dila pun memeluk Suho dengan perasaan bahagia dan berkata,,,,,


"Jangan tinggalkan aku!"


"Pasti, Dil." Jawab Suho.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah Velia,,,,,


Chan masih berada di rumah Velia dan bahkan menginap di sana. Sedangkan Riri dan juga Velia sedang asik berbincang.


Riri menjelaskan semuanya kepada Velia, dan perlahan Velia mulai paham dan menerima kondisinya yang sekarang.


"Kau beruntung, Ri! Memiliki seorang kakak yang bisa melihat kamu! Sedangkan aku? Entahlah apa gunanya diriku berada di sini?!" Ucap Velia.


"Rasanya aku tidak ingin di sini, tapi ikut dengan kedua orang tua ku pun juga sama saja, mereka tidak akan menyadari adanya aku di kondisi aku yang sekarang ini" curhat Velia pada Riri.


"Kakak yang sabar ya! oh iya kenapa kakak nggak nyari tahu aja siapa orang yang sudah nabrak kakak?!" Ujar Riri.


"Aku nggak tahu caranya, Ri?!" Kata Velia.


Chan pun tiba-tiba terbangun dan berkata,,,,


"Haish, kalian ini sungguh berisik sekali!" Ucap Chan yang setelahnya tertidur lagi.


"Biarin aja kenapa sih, syirik aja !"


"Astaga, secepat itu tidurnya?" Tanya Riri.


"Udah biarin aja, mungkin Chan sangat lelah hari ini, biarkan dia beristirahat!" Kata Velia.

__ADS_1


Keesokan harinya, Velia sengaja menunggu di balik pintu rumahnya untuk mengetahui siapa yang setiap hari memberikan dia beberapa tangkai bunga mawar yang diletakkan di teras rumahnya.


__ADS_2