
Setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Suho, Dila langsung berlari.
"Wle😋😋"
"Hey, jangan lari ya!" Ucap Suho yang langsung berlari mengejar Dila.
"Awas aja kalau nanti kamu sampai ke tangkap, aku akan mencubit hidung kamu sampai merah!" Ucap Suho mengancam Dila yang berlari ke arah halaman.
"Coba saja kalau bisa!" Ucap Dila sembari terus berlari dari Suho.
Saat Suho mengejar Dila di halaman. Chan dan juga Velia melihatnya dari balkon.
"Chan, lihatlah mereka berdua!" Ucap Velia yang menyuruh Chan untuk melihat ke arah halaman.
"Kamu mau kayak gitu?" Tanya Chan.
"Nggak ah, Chan! Capek tahu!" Ucap Velia.
"Ya sudah kalau begitu duduk di sini saja bersama denganku!" Pinta Chan.
Velia lalu duduk di dekat Chan sembari melihat Suho yang sedang mengejar Dila.
"Mereka kelihatan bahagia banget ya!" Ucap Velia sembari melihat Dila dan Suho.
"Memangnya kamu nggak bahagia?" Tanya Chan heran.
"Hey, apa yang kamu katakan? Tentu saja aku sangat bahagia sayang!" Ucap Velia lalu setelahnya memeluk Chan.
"Kalau begitu biarkan saja Suho mengejar Dila sampai lelah, yang penting kamu jangan lelah! Aku nggak mau kalau sampai kamu kelelahan saat di hari pernikahan kita nanti!" Ucap Chan dengan nada serius, sambil menatap halaman.
"Eh, kamu benar juga sayang, aku harus memberi tahu Dila!" Ucap Velia yang ingat kalau Dila nanti juga akan melakukan pernikahan, jadi dia juga tidak boleh sampai kelelahan.
"DILA!!" Teriak Velia memanggil Dila dari balkon.
"Astaga, telinga gue😫" batin Chan yang berada tepat di dekat Velia, saat berteriak dari balkon.
"Eh, !" Ucap Dila yang mendengar teriakan Velia.
"Nah ketangkap kan sekarang!" Ucap Suho yang berhasil menangkap Dila.
"Suho diam dulu, dengerin tuh Velia manggil!" Ucap Dila yang mencari sumber suara Velia.
"Ada apa?" Tanya Suho pada Dila.
"Nggak tahu juga tuh!" Ucap Dila.
"ADA APA, VEL?" Teriak Dila dari halaman pada Velia yang ada di balkon bersama dengan Chan.
"Tuhan, gendang telinga gue bisa pecah nih!" Ucap Suho di dalam batinnya.
__ADS_1
"JANGAN TERLALU LELAH! INGATLAH BESOK KITA AKAN MELAKUKAN ACARA PERNIKAHAN, AKU NGGAK MAU KALAU SAMPAI KAMI TERLIHAT KELELAHAN!" teriak Velia dari atas balkon, dengan Chan yang menutup telinganya.
"IYA, VEL! SIAP!!" Teriak Dila balik dari arah halaman.
"Sudah?" Tanya Chan pada Velia.
"Iya sudah kok!" Ucap Velia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dila, gendang telinga aku sampai mau pecah tahu nggak!" Ucap Suho sambil memegangi telinganya yang sakit, akibat teriakan dari Dila tadi.
"Hehe, maaf ya sayang! Ya sudah kalau gitu ayo kita ke dalam!" Ajak Dila setelahnya.
"Nggak mau ah, aku mau di sini aja!" Ucap Suho yang setelahnya duduk di kursi yang ada di halaman.
"Iya baiklah , aku akan menemani kamu!" Ucap Dila yang lalu duduk di dekat Suho.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Lisa dan juga Sehun,
Lisa sedang menonton tv bersama dengan Sehun, Kyungsoo dan juga Byun.
Mereka mendengar suara teriakan Velia dan Dila tadi yang sampai di dengar oleh mereka yang sedang menonton tv.
"Kayaknya itu suara kakak kamu!" Ucap Sehun yang mengira kalau itu adalah suara Velia.
"Hah? Memangnya kakak kenapa? Apa yang terjadi padanya sampai dia teriak kayak gitu?" Tanya Lisa yang langsung khawatir dengan kakaknya.
"Haish, paling juga nggak penting!" Ucap Byun yang mencoba bodo amat dengan itu.
"Hey, kau jangan bilang kalau kakak aku nggak penting ya!!" Ucap Lisa kesal pada Byun.
Melihat kekasihnya sedang kesal pada Byun, Sehun langsung menatap tajam ke arah Byun berada.
"Haish, paling juga lagi sama, Chan!" Ucap Byun yang langsung mengalihkan pandangannya.
"Sudah sayang, kita lanjut nonton filmnya aja ya!" Ucap Sehun pada Lisa supaya tidak perlu mengkhawatirkan Velia yang sedang bersama dengan Chan. Setelahnya Sehun memeluk hangat Lisa.
"Woy, lepasin nggak tuh tangan!" Ucap Byun yang melihat Sehun memeluk Lisa di depannya dan juga di depan Kyungsoo.
"Kenapa? Suka-suka gue dong! Orang gue calon suaminya!" Kata Sehun.
"Lo nggak lihat kalau kita lagi ada di sini? Lepasin tangan lo nggak? Kalau lo nggak mau, gue bakal nyuruh hantu buat godain lo!" Ucap Kyungsoo mengancam Sehun.
"Apa?" Ucap Lisa yang langsung menatap tajam ke arah Kyungsoo, setelah mendengar Kyungsoo mengancam Sehun tadi.
Glekkk
__ADS_1
Kyungsoo dan Juga Byun menelan ludah melihat tatapan tajam dari Lisa.
"Haish, nggak cowoknya nggak ceweknya sama aja! Sama-sama kalau ngasih tatapan sadis!!" Ucap Byun dengan memutar mata malasnya.
"Kyungsoo, mendingan kita renang aja yuk!" Ajak Byun pada Kyungsoo yang sedang asik menikmati menonton film.
"Gue nggak mau, gue mau di sini aja, mau lanjut nonton film!" Ucap Kyungsoo yang menolak ajakan dari Byun.
"Ish, baiklah gue akan menemani lo!" Ucap Byun.
"Pffffff hahaha!" Lisa tertawa dan membuat Sehun, Kyungsoo dan juga Byun menatap ke arahnya.
"Kenapa tertawa? Apa yang lucu?" Tanya Byun yang merasa kalau Lisa menertawakan ucapannya tadi.
"Nggak apa-apa kok!" Jawab Lisa.
"Iya kan Kyungsoo!" Kata Byun dengan senyum manis menatap Kyungsoo.
"Najis!!!! Jijik gue sama lo!" Ucap Kyungsoo yang terlihat jijik pada Byun saat di beri senyuman manis oleh Byun.
"Udah pergi sana lo!" Ucap Kyungsoo mengusir Byun.
"Kok gitu sih😟" ucap Byun dengan wajah memelas nya pada Kyungsoo.
"Ya tuhan, jijik gue lihat lo kayak gini!" Ucap Kyungsoo lagi.
"Kalau kelamaan jomblo ya gitu!" Sindir Sehun pada Byun.
"Sudah-sudah, kalian mau ngobrol apa nonton film sih?" Ucap Lisa yang mampu membuat mereka diam dan melanjutkan menonton film.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Jenie
Jenie saat itu dirinya sedang sibuk menyirami tanaman yang ada di mansion Velia. Dengan ditemani oleh Chen, kakaknya. Yang saat itu sedang duduk di kursi sembari membaca majalah.
Kai datang dan langsung memeluk Jenie dari belakang, tanpa melihat adanya Chen di sana. Chen langsung membelalakkan matanya saat melihat hal itu.
"Eh sayang!" Ucap Jenie yang terkejut karena tiba-tiba di peluk oleh Kai dari belakang.
"Woy, jangan pacaran di sini! Nggak lihat apa kalau di sini ada orang lain selain kalian!" Ucap Chen yang menegur mereka berdua.
"Eh, ada kakak ipar, sorry ya kak gue nggak lihat tadi!" Ucap Kai yang memang tak melihat adanya Chen yang duduk di sana.
"Apa tadi lo bilang? Nggak lihat? Orang segede gini nggak lihat!" Ujar Chen kesal karena Kai tidak melihat adanya dirinya di sana.
"Apaan sih kak, udah deh! Gitu aja masak mau ribut!" Ucap Jenie menengahi pembicaraan mereka berdua.
"Iya, tahu tuh!" Ucap Kai.
__ADS_1