
Hari pun berlalu, seberkas cahaya masuk melalui jendela yang sudah terbuka , namun Chan justru tampak enggan untuk bangkit dari tidurnya.
"Sayang, bangun! Ayo kita sarapan!" Suara istrinya yang memanggilnya untuk segera sarapan pun akhirnya mampu membuatnya bangkit dari rebahan santainya.
Di meja makan,
"Chan, lo yakin mau ke sana?" Tanya Kyungsoo memastikan kalau mereka benar-benar akan menuju ke tempat saat Chan menemukan arwah gentayangan kemarin.
"Nggak ada salahnya kalau kita ke sana buat doain dia supaya tenang! Bukankah begitu sayang?" Ucap Chan sambil menyendok sesuap nasi ke dalam mulutnya.
"Iya sayang! Pergilah, dan jangan lama-lama ya!" Ucap Velia.
Akhirnya Chan berserta Suho, Chen dan Kyungsoo pun menuju ke lokasi di mana arwah gentayangan yang di temukan oleh Chan kemarin. Mereka berempat mendoakan para arwah yang ternyata bukan hanya satu, dan ada banyak sekali yang berkeliaran di sana untuk mengganggu para pengemudi. Mereka pun langsung mendoakan di tempat itu, supaya para arwah bisa tenang dan tidak mengganggu para pengemudi lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terlihat Velia yang baru saja menuruni tangga yang ada di mansion nya lalu mencari keberadaan Byun.
"Byun!" Panggil Velia sambil mencari keberadaan Byun.
"Kemana sih dia!" Gerutu Velia yang tak kunjung menemukan keberadaan Byun.
Velia pun memutuskan untuk mencari Byun di ruang keluarga, dan alangkah terkejutnya dirinya saat melihat Byun dan Sindy tertidur di sofa yang ada di depan televisi.
"Wah-wah mereka berdua sungguh pasangan yang sangat serasi! Aku harap mereka akan segera menikah!" Ucap Velia sambil geleng-geleng kepala melihatnya.
Tiba-tiba saja Sindy terbangun dari tidurnya.
"Byun? Astaga gue ketiduran!" Ucapnya sambil membelalakkan matanya melihat Byun yang tidur di dekatnya.
Sindy pun hendak beranjak, namun tak sengaja matanya menoleh ke arah Velia yang tengah tersenyum menatap dirinya.
"Eh, Ve-Velia?" Sindy tampak gugup melihat Velia menatapnya dengan senyuman.
"Kalian berdua sungguh serasi!" Ucap Velia lagi.
Brukkk
Byun tiba-tiba saja jatuh dari sofa, membuatnya terbangun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Eh kamu nggak apa-apa?" Tanya Sindy pada Byun yang terlihat meringis kesakitan karena jatuh dari sofa tadi.
"Lah, sejak kapan kalian manggil aku kamu?" Tanya Velia penasaran.
Flashback on
Malam itu saat Byun dan Sindy tidak bisa tertidur karena meminum kopi, mereka bercerita tentang kehidupan mereka satu sama lain. Mereka juga memutuskan untuk mengganti panggilan mereka yang awalnya lo gue, jadi aku kamu.
Flashback off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Byun pun langsung berdiri sambil mengusap badannya yang sakit karena terjatuh.
"Gue mau ke kamar dulu!" Ucap Byun pada Velia dan Sindy. Lalu kemudian Byun berjalan menuju ke kamarnya. Sindy pun melihat Byun yang berjalan pergi menuju kamarnya.
"Hey, dia hanya akan ke kamarnya saja! Kenapa harus menatapnya seperti itu?" Ucap Velia yang membuyarkan lamunan Sindy saat menatap Byun pergi menuju kamarnya.
"Aa- it-itu!" Sindy gugup.
"Ada apa ini?" Tanya Chan yang baru pulang dari tempat yang dia datangi tadi.
"Sayang, kamu tahu nggak, tadi malam ternyata Sindy sama Byun tuh tidur di sofa" ucap Velia memberi tahu Chan dan menggoda Sindy yang masih berdiri dengan gugup.
"Aa, it- itu ng-nggak kok!" Ucap Sindy berusaha mengelak dari malunya.
"Tuh lihat, dia sampai gugup gitu!" Ejek Velia sambil terkekeh melihat Sindy yang malu dan gugup.
"Aku mau ke kamar dulu!" Sindy langsung pergi begitu saja dan menuju kamarnya, tak sengaja dia juga berpapasan dengan Kyungsoo.
"Tuh, Sindy kenapa kayaknya buru-buru gitu?" Tanya Kyungsoo yang berjalan mendekat ke arah Velia dan juga Chan.
"Tahu nggak?"
"Nggak" jawab Kyungsoo langsung.
"Ish, gue belum ngomong!!" Kesal Velia yang belum mengatakan apapun tapi sudah terlebih dahulu di jawab oleh Kyungsoo.
"Byun sama Sindy tadi malam tidur di sofa!" Kata Chan.
"Apa? Mereka tidur bareng? Mereka aja bahkan belum menikah!" Ungkap Kyungsoo yang tiba-tiba terlihat panik.
"Lo tenang aja, mereka nggak mungkin ngapa-ngapain kok!" Ucap Chan menenangkan.
"Oh, syukurlah kalau begitu! Oh ya Chan gue minta tolong sama lo, buat kumpulin semua orang setelah sarapan nanti!" Ucap Kyungsoo meminta tolong.
"Buat apa?" Tanya Velia penasaran.
"Nanti kalian juga akan tahu!"
Setelah itu Velia meminta Kyungsoo untuk menemaninya memasak buat sarapan nanti.
Singkat cerita setelah semua orang sarapan di mansion mereka masing-masing. Mereka semua langsung datang ke mansion Velia karena permintaan dari Kyungsoo.
"Thank's kalian udah kumpul di sini! Ada yang mau gue omongin sama kalian!" Ucap Kyungsoo memulai pembicaraan.
"Ada apaan sih memangnya?" Tanya Suho penasaran.
Bukan hanya Suho, mereka semua juga menanyakan perihal apa yang akan di katakan oleh Kyungsoo sampai mengumpulkan mereka semua.
"Gue mau jemput seseorang, dan mungkin gue bakal balik 1 minggu lagi!" Ucap Kyungsoo memberi tahu.
"Woy, apaan coba? Masak jemput orang bisa sampai satu minggu?" Bantah Byun yang sebenarnya tak mau Kyungsoo melakukannya.
"Lo nggak lagi bercanda kan?" Tanya Chan memastikan.
__ADS_1
"Kalai gue sih, selagi itu hal yang positif, gue mah dukung aja!" Kata Dafa menimpali.
"Memangnya lo mau jemput siapa sih, kenapa sampai 1 mingguan?" Tanya Suho penasaran.
Saat itu para wanita hanya mendengarkan apa yang suami-suami mereka bicarakan.
"Gue juga minta tolong sama kalian, tolong siapin pesta kecil buat nyambut kepulangan gue nanti!" Pinta Kyungsoo tiba-tiba yang langsung membuat mereka heran.
"Loh, emangnya mau ada acara apaan?" Tanya Velia akhirnya ikut membuka suara.
"Kalian nantinya juga akan tahu, tapi gue minta tolong sama kalian buat kabulkan permintaan gue ini! Ucap Kyungsoo yang seakan sangat menginginkan itu. Dan membuat semua orang justru malah merasa bingung sekaligus khawatir.
"Ada yang nggak beres nih kayaknya!" Ucap Sehun yang mulai negatif thinking.
"Ada yang ulang tahun? Atau orang yang mau lo jemput itu mau ulang tahun?" Tanya Byun penasaran dan menerka-nerka.
"Kalian akan tahu nanti! Udah jangan banyak tanya lagi!" Kata Kyungsoo mulai datar.
"Lah, nyuruh kita, tapi kitanya nggak boleh tanya!" Ujar Chan sambil menghela nafasnya.
"Gue sih ngikut aja asal itu buat kebaikan lo!" Jawab Dafa yang memang paling tua di antara mereka semua.
"Thank's kalian udah mau bantuin gue!" Ujar Kyungsoo.
Mereka pun menikmati teh dan beberapa cemilan yang sudah di sajikan di atas meja pertemuan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, semua orang mengantar Kyungsoo pergi ke bandara, untuk keberangkatannya ke luar negeri.
"Gue sedih sebenarnya! kalau lo nggak ada nanti siapa yang bantuin gue masak lagi?" Ucap Velia yang sedih melihat Kyungsoo akan meninggalkan mereka pergi ke luar negeri.
"Hey, gue cuma mau pergi 1 minggu aja! Nggak akan lama! Lo jaga diri baik-baik dan jaga calon anak lo sampai gue pulang!" Ucap Kyungsoo yang berdiri tepat di depan Velia.
"Haish, ini sebenarnya yang suami Velia siapa sih?" Ucap Byun sambil memutar bola mata malasnya.
"Berisik lo! Orang Chan nya biasa aja!" Ucap Kyungsoo berdecak kesal.
"Chan!" Pandangan Byun menatap ke arah Chan.
"Apa? Semua yang di lakukan Velia gue nggak bakal ngelarang! Kecuali selingkuh! Lagi pula yang minta itu baby nya bukan dirinya sendiri!" Jawab Chan panjang lebar, padahal Byun belum menanyakan apapun.
Beberapa saat kemudian pesawat yang di tumpangi Kyungsoo pun lepas landas dan mereka yang mengantarnya ke bandara pun kembali ke mansion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Byun
Di halaman mansion Chan,
"Kok gue jadi penasaran ya, siapa yang bakal di jemput sama Kyungsoo di luar negeri? Apa saudaranya? Atau jangan-jangan pacarnya? Eh tapi itu nggak mungkin, dia aja nggak pernah deket sama cewek!" Pikiran Byun bertanya-tanya mengenai Kyungsoo yang pergi untuk menjemput siapa.
Sampai akhirnya,,
__ADS_1