Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Hantu itu muncul lagi


__ADS_3

"Dek apa kamu yang menakut-nakuti Velia di danau tadi?!" tanya Chan untuk memastikan pada Riri. " Nggak kak" jawab Riri singkat ,"Kamu jangan bohong sama kakak, tadi kakak lihat kamu ada di sana juga kan?!" tanya Chan lebih tegas " Iya memang tadi Riri di sana kak, tapi Riri nggak ada kok nakut-nakutin kak Velia" jelas Riri pada Chan.


Chan yang bingung akhirnya berpikir .....


"Apa jangan-jangan dia melihat wajahnya sendiri dari pantulan air itu?!" tanya Chan pada Riri, "Bisa jadi kak" jawab Riri singkat."Eh bentar kak, kayaknya ada yang datang" ucap Riri pada Chan yang setelahnya menghilang.


2 menit kemudian.......


"Aaaaaaaaaakhhh" teriak Velia yang terdengar dari kamar tamu.


Sontak Chan berlari ke kamar Velia " Vel, kamu baik-baik saja?!" tanya Chan dari depan pintu kamar Velia yang dikunci dari dalam.


"Pergi kamu dari sini!!!!apa yang kamu mau dariku?!!" ucap Velia yang berada di dalam kamarnya.


Karena panik, Chan mendobrak pintunya, dan terlihatlah Velia yang duduk di lantai dengan ketakutan.


"Velia?!' ucap Chan yang membuat Velia melihat ke arahnya. Saat tau kalau ada Chan, Velia langsung berlari memeluk Chan.


"Chan, aku takut?! dia selalu menghantuiku?!" ucap Velia yang kini menangis di dada Chan "Dia siapa?" tanya Chan yang penasaran akan siapa yang mengganggu Velia "Ada hantu yang berusaha mendekatiku Chan?!" Jawab Velia lagi.


"Apa ini ulah Riri?! tapi di mana dia sekarang?!" batin Chan "Sudah jangan takut, sekarang ada aku di sini?!" ucap Chan yang menenangkan Velia yang masih menangis.


Chan dan Velia akhirnya menonton tv bersama dengan Velia yang terus menempel pada Chan karena dia masih merasa takut.


"Chan, kira-kira kapan orang tuaku pulang?!" tanya Velia pada Chan.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa memberi tahu kamu tentang dirimu yang sekarang ini Vel?!" ucap Chan di dalam hatinya.


"Chan kenapa kau diam?!" bertanya kepada Chan karena Chan tidak menjawab pertanyaan Velia tadi "Emm, aku haus nih , aku ambil minum dulu ya?!' ucap Chan yang mengalihkan pembicaraan "Chan aku takut?!" ucap Velia dan menarik tangan Chan "Vel, aku cuma sebentar kok?!" bujuk Chan pada Velia.


Dan akhirnya Velia memperbolehkan Chan untuk mengambil minum di dapur.


Saat Chan berada di dapur, Chan melihat sosok yang berada di balik jendela , sosok itu sedang menatap Chan. Karena rasa penasarannya, Chan mendekati sosok hantu itu ,namun saat hendak mendekat , Riri tiba-tiba muncul dan mengusir hantu itu.


"Dek kamu dari mana aja? kenapa kamu mengusir hantu itu?!" tanya Chan pada Riri yang kini berada di dekatnya "Hantu tadi sepertinya memiliki niat jahat padamu kak!", "Apa tadi sosok hantu laki-laki?!" tanya Chan lagi "Iya kak dia laki-laki".


"Ada apa kak?! apa kakak takut kalau dia suka sama kak Velia ?!" goda Riri pada Chan. Chan yang merasa sedikit cemburu pun menjawab dengan mengalihkan pembicaraan.


"Haish , pasti tadi kamu kan yang bikin Velia teriak sampai nangis ketakutan?!" Ucap Chan yang menuduh Riri "Kak, bukan aku" ,"Kalau bukan kamu siapa lagi?!" tanya Chan tegas pada Riri ", "Untuk apa juga aku nakutin kak Velia ? kan kakak sendiri yang menyuruh aku buat jagain dia!" jawab Riri meyakinkan Chan.


Saat Chan sibuk berbincang dengan Riri di dapur, Velia memanggil Chan. Kemudian Riri menghilang dan begitu juga dengan Chan yang berjalan ke arah Velia yang ada di depan tv.


"Ada apa Vel?!" tanya Chan pada Velia "Kayaknya ada yang datang, tapi aku takut buat nemuin siapa yang datang, takutnya hantu lagi Chan!" ucap Velia.


"Kalau begitu kamu tunggu di sini, biar aku lihat dulu siapa yang datang?!" ucap Chan yang dijawab anggukan oleh Velia.


Chan pun berjalan menuju pintu utama .Namun Chan memutuskan untuk melihatnya dari jendela dulu untuk memastikan kalau yang mengetuk pintu itu manusia bukan hantu.


Saat Chan melihat ke luar jendela, Chan terkejut dengan apa yang dia lihat.


Ternyata yang dilihat Chan adalah Velia, yang berdiri tepat di depan pintu. Chan bingung dengan apa yang dia lihat, lalu berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kalau dia Velia, lalu siapa yang duduk di depan tv?!" ucap Chan lirih .Namun saat Chan kembali memastikan dari balik jendela ,sosok di depan pintu sudah tidak ada siapapun.


"Ke mana perginya?!" tanya Chan.


Saat mata Chan terus mencari dari balik jendela, ada yang menyentuh pundaknya dan sontak membuat Chan terkejut lalu menoleh ke belakang.


"Velia?!" ucap Chan saat menoleh ke belakang dan mendapati Velia yang berdiri di belakangnya.


"Chan, kamu kenapa? kok kayak kaget gitu sih lihat aku?! oh iya kamu ngapain ngintip kayak gitu? kenapa nggak langsung buka aja pintunya?!" tanya Velia pada Chan.


Belum sempat Chan menjawab, ada yang memanggil namanya dari arah ruang tv.


"Chan?!" panggilan itu sontak membuat Chan langsung menoleh ke arah yang hendak menuju ruang tv. Dan Chan tau kalau yang memanggilnya itu Velia.


Saat Chan menoleh lagi ke Velia yang ada di dekatnya, namun betapa terkejutnya Chan saat mendapati tidak ada siapa-siapa di dekatnya.


Karena merasa ada yang salah dengan kejadian itu, Chan langsung kembali menuju ruang tv dan menemui Velia.


"Vel ,kamu dari tadi di sini?!" tanya Chan pada Velia yang duduk di depan tv "Chan apanya g kamu tanyakan? dari tadi aku ada di sini, bukankah kamu yang menyuruhku untuk menunggu di sini?!", " iya juga sih" jawab Chan pelan namun terdengar oleh Velia , "Memangnya ada apa Chan?" tanya Velia.


"Kalau aku bilang yang sebenarnya sama Velia, nanti dia pasti akan ketakutan, lebih baik aku rahasiakan saja dari Velia" batin Chan ,"Nggak ada apa-apa Vel, tadi aku lihat di depan nggak ada apa-apa" jawab Chan gugup sampai-sampai dia hendak mengulang kalimat yang sama.


Setelah itu Chan pun kembali ke dapur untuk mengambil air minum yang tadi dia tinggalkan di meja dapur. Namun saat sampai di dapur , Chan kembali melihat hantu yang biasa dia lihat.


__ADS_1


__ADS_2