
Chan yang geram pun langsung berjalan menuju ke arah mafioso itu, namun langkahnya terhenti saat mafioso itu bangkit lalu membuka masker yang dia kenakan.
Deg,,,
"Vel?!" Chan tampak terkejut setengah mati saat melihat siapa sebenarnya mafioso itu. Ya, dia adalah Velia! Istri Chan yang menyamar menjadi salah satu mafioso.
"Iya, ini aku sayang! Dia yang sudah membunuh calon anak kita bukan?!" Ucap Velia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa kau bisa ada di sini?!" Tanya Chan yang setelahnya menatap tajam ke arah Kai.
"Sorry Chan!" Jawab Kai merasa bersalah.
Flashback on
Saat para pria sibuk melihat penyiksaan Varga di depan ruang rawat Velia. Para wanita sedang berjaga di dalam ruang rawat Velia. Velia bangun dan ingin bertemu dengan Chan. Namun semua sahabatnya tampak bingung dan tak menjawab sampai akhirnya Velia memilih untuk melihat Chan, yang katanya sedang berada di depan ruang rawat bersama dengan yang lain juga.
Sampai akhirnya Velia melihat kalau mereka sedang melakukan video call dan menyadari kalau Kai akan pergi ke sana. Velia sengaja menyuruh semuanya untuk tidak memberi tahukan pada mereka yang ada di markas, dengan diam-diam pergi bersama dengan Kai. Kai yang awalnya tampak beralas , namun seketika luluh karena tatapan nanar dari Velia yang di tujukan padanya.
Sampai akhirnya dia sampai di markas dan sengaja menyamar menjadi salah satu mafioso di markasnya sendiri.
Flashback off
"To-long hentikan!" Ucap Varga terbata dan masih membuka matanya, karena Velia sengaja membuatnya tersiksa.
"Cih, gue justru akan bunuh lo manusia bi*d*b!!!" Ucap Velia yang langsung menusuk perut Varga yang membuat Varga langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Velia!" Saat Chan hendak mendekat dan menghalangi istrinya, Sehun langsung menghalangi langkah Chan.
"Biarkan Velia meluapkan semua emosinya pada Varga, gue yakin dia wanita yang kuat! Meskipun belum benar-benar pulih dari sakitnya!" Ucap Sehun.
Velia tampak membabi buta menyiksa Varga, bahkan semua sampai tak percaya kalau Velia bisa melakukan hal seperti itu.
Di rumah sakit, mereka yang melihat Velia ada di sana juga sama terkejutnya. Namun tidak dengan para wanita yang memang sudah tahu.
"Wah, Velia serem juga kalau lagi kayak gitu! Jangan-jangan istri kita juga kayak gitu lagi!" Ucap Byun yang tanpa di sadari Sindy sudah berkacak pinggang di dekatnya.
"Bilang apa tadi?!" Ucap Sindy yang membuat Byun menoleh ke arahnya.
"Hehe, sayang! Nggak apa-apa kok!" Ucap Byun. Namun seketika Sindy menjewer telinganya.
Tampak Dila menatap tajam Suho, "Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?! Kan yang bilang si Byun bukan aku!" Ucap Suho yang merasa istrinya marah padanya. Sontak Dila langsung memutar mata malasnya.
"Eh, kita ngapain di sini?! Velia aja ada di sana!!" Ucap Suho yang teringat akan apa tujuan mereka di rumah sakit, ya tentu saja untuk menjaga Velia. Akan tetapi yang di jaga kini malah tidak berada di sana.
"Iya lo benar! Lebih baik kita susul mereka ke markas!" Ucap Dafa yang langsung di angguki oleh semuanya.
Setelah itu mereka bergegas menuju ke markas milik king mafia. Akan tetapi saat mereka sudah sampai di markas, lebih tepatnya tempat penyekapan Varga.
"Di mana istri gue?!" Ucap Byun yang celingukan mencari keberadaan istrinya.
"Bukannya dia tadi sama lo?!" Tanya Dila yang memang tadi melihat Sindy ada bersama dengan Byun.
Dengan segera Byun berlari dan mencari keberadaan Sindy, Sehun tampak menyuruh beberapa mafioso nya untuk menyusul Byun. Membantu mencari keberadaan Sindy yang tiba-tiba hilang begitu saja. Bukan hanya mafioso nya saja. Sehun juga menyuruh Chen, Kai, Suho dan juga Kyungsoo untuk mengikuti Byun dan membantunya mencari Sindy.
"Kau beruntung karena aku tidak akan menyiksamu lebih jauh lagi, kalau saja Sindy tidak hilang!" Ucap Velia yang juga tahu kalau Sindy hilang entah ke mana.
"Ka-ka-lian! Ti-ti-dak ak-aka ba-ha!"
Srakkkk,,,,,
Velia langsung menyobek mulut Varga dengan samurai di tangannya, "Jangan sekali-sekali kau menyumpahi keluarga ku dengan mulut kotormu itu!!" Ucap Velia yang masih menatap gerak ke arah Varga.
Jlebb,,,,
__ADS_1
Velia langsung menusuk Varga tepat pada bagian jantungnya. Hingga Varga langsung tewas seketika. Roh Varga bahkan langsung di sambut oleh 2 algojo yang langsung membawanya ke neraka, bahkan tanpa bantuan Kyungsoo. Hanya Velia dan Chan yang bisa melihat kejadian tak kasat mata itu.
Brukkk,,,,
Velia langsung pingsan dan membuat semua orang khawatir tentang dirinya. Chan yang melihatnya langsung menggendong Chan dan kembali membawanya ke rumah sakit. Semuanya juga mengikuti Chan menuju ke rumah sakit, kecuali yang tadi di perintahkan Sehun untuk membantu Byun mencari Sindy. Tak lupa Sehun menyuruh mafioso nya untuk menguburkan jasat Varga dengan layak.
Sampai di rumah sakit, Sehun langsung di telepon oleh mafioso nya.
"Halo, ada apa?!" Jawab Sehun di seberang telepon.
Mafioso itu memberi tahu kalau Sindy di culik oleh seseorang yang menggunakan topeng. Mereka tahu dari cctv yang terpasang di sekitar markas. Bahkan mafioso juga sudah melacak keberadaan Sindy , mobil penculiknya yang menjadi tumpuan keberadaannya. Ya, di sebuah gedung tua tepatnya. Sehun juga yang menyuruh mafioso untuk segera menemukan Sindy.
"Cari dia sampai dapat!!" Ucap Sehun lalu mematikan teleponnya.
"Ada apa?" Tanya Dafa yang melihat Sehun berbicara di balik telepon.
"Lokasi Sindy di culik sudah di temukan, dan sekarang para mafioso sudah mengepung tempat itu!" Ucap Sehun memberi tahu.
"Apa lo sudah memberi tahu Byun?"
"Gue rasa Byun udah tahu!" Jawab Sehun.
"Nggak ada salahnya lo telepon dia, mereka pasti nggak satu mobil dengan Byun!" Dafa menyuruh Sehun untuk menelepon Byun.
Sehun pun langsung menelpon Byun untuk menanyakan sekaligus memberi tahu. Dan benar saja ternyata Byun sudah mengetahui lokasi istrinya di mana. Dan bahkan mereka langsung meluncur ke lokasi.
Pov Byun
"Gue nggak bakal mengampuni siapapun yang udah berani menculik istri gue!!!" Geram Byun yang terlihat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke lokasi.
"Iya, lo harus bunuh dia seperti Chan yang menyiksa Varga!" Ucap Kai yang juga merasakan kesal melihat saudaranya di culik.
"Bahkan gue bakal menyiksa lebih buruk dari itu!!" Ucap Byun dengan segala emosi yang dia miliki.
Sindy yang pingsan di bawa ke sebuah gedung tua yang di sana ternyata sudah di siapkan satu kamar untuk mereka. Seorang yang menculik Sindy itu tampak membaringkan Sindy di ranjang yang ada di kamar itu. Sosok bertopeng itu tampak membelai rambut Sindy yang masih pingsan itu. Seketika Sindy membuka matanya karena tersadar dari pingsannya. Sindy terkesiap dan langsung bangun.
"Siapa kamu?!" Ucap Sindy panik.
"Tenanglah sayang! Kita harus menghabiskan malam ini bersama!" Ucapnya sambil terus perlahan mendekati Sindy.
"Kau gila! Aku bahkan tidak mengenalmu!! Aku juga sudah memiliki suami! Dia akan membunuhmu kalau kau berani menyentuhku!" Ucap Sindy yang kini turun dari ranjang.
"Tenanglah sayang!"
Deg,,,,
"Tunggu, suara itu? Aku mengenalnya!" Lirih Sindy.
"Lucas?!" Ucap Sindy membelalakkan matanya.
"Sayang, kau mengenaliku dengan baik rupanya! Aku jadi terharu!" Ucapnya yang langsung melepas topengnya. Dan benar saja dia adalah Lucas, mantan kekasih Sindy.
"Bagaimana sayang? Kau mau kembali denganku bukan?!" Tanya Lucas dengan kepercayaan dirinya.
"Jangan bodoh Lucas!! Aku bahkan sudah memiliki suami, bagaimana bisa kau seenaknya menculik ku seperti ini?!" Ucap Sindy yang mulai ketakutan.
"Gugat saja dia dan kembali padaku sayang!" Ucap Lucas yang perlahan mendekat ke arah Sindy.
"Tidak!! Aku bahkan sangat mencintai suamiku! Jangan ganggu rumah tangga kami!" Ucap Sindy menegaskan.
"Cih, b*jing*n itu ternyata sudah menghasut mu!" Ucap Lucas berdecih.
"Siapa yang kau panggil b*jing*n itu? Bahkan panggilan itu sangat pantas untukmu!" Ucap Sindy yang membuat Lucas murka.
__ADS_1
"Kalau begitu kau harus menjadi milik sepenuhnya dengan caraku sendiri!" Ujar Lucas yang langsung menarik Sindy dan seketika Sindy pun langsung jatuh ke pelukan Lucas. Sindy berusaha berontak dari dekapan Lucas yang akan menodai dirinya.
Gubrakkkk,,,,
Dorr,,,,Dorrr,,,
Dorr,,,,
Suara pintu di dobrak dan tembakan yang tepat mengenai Lucas membuat Lucas mengerang kesakitan.
"Byun!" Ucap Sindy saat melihat Byun yang mendobrak pintu itu dan langsung berhambur ke pelukan Byun. Sindy juga langsung saat Sindy saat kejadian di mana dia juga pernah di tolong oleh Byun dari Lucas.
"Apa kau baik-baik saja?!" Tanya Byun yang membalas pelukan Sindy. Dan di angguki oleh Sindy.
"Kai jaga Sindy! Gue akan urus bedeb*h ini!" Ucap Byun sambil menatap tajam ke arah Lucas.
"Cih!" Lucas berdecih.
Byun mendekat ke arah Lucas. Namun Lucas hanya tersenyum menyeringai.
"Apa lo pikir gue mudah di bunuh?!" Ucap Lucas dengan percaya diri.
"Ck, siapa yang akan membunuh lo? Gue akan siksa lo lebih dulu dan jadikan daging lo untuk makanan anjing!!" Ucap Byun yang tampak tersenyum miring.
"Majulah jika kau ingin mati!" Ucap Lucas sambil mengacungkan pistol yang dia keluarkan dari sakunya.
Bukannya takut, Byun malah tersenyum smirk ke arah Lucas.
"Bagaimana bisa lo dengan percaya diri begitu, padahal pistol lo nggak ada pelurunya?!" Kata Byun
"Bagaimana dia bisa tahu?! Siapa dia sebenarnya?!" Batin Lucas.
Bukk,,,bukk,,bukkk
Lucas langsung menerima bogem mentah dari Byun, seluruh wajahnya bahkan sudah tak berupa lagi karena darah yang menutupi wajahnya. Kemarahan Byun tampak di ujung tanduk, apalagi saat dia tahu istrinya di pegang oleh pria lain. Bahkan Byun sendiri belum sempat melakukannya.
Dorr,,,dorr,,,dorrr
Dorr,,,dorrr,,,dorrr,,,dorr
Dorrr,,,dorr
Banyak peluru yang di lepaskan dari pistol yang di bawa oleh Byun, hingga Lucas tewas seketika. Bukan hanya itu saja, Byun dengan membabi buta menusuk bahkan mencincang tubuh Lucas hingga tak berbentuk lagi. Tentu saja untuk di jadikan makanan anjing penjaga.
Namun sebelum itu Byun memanggil mafioso nya untuk membawakan dia bensin. Lalu menyiram Lucas dengan bensin dan membakarnya.
Setelah itu mereka segera kembali ke rumah sakit. Di perjalanan.
"Sindy, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Byun sambil memeluk istrinya. Sindy yang ada di dekapan Byun hanya mengangguk menjawabnya.
Sesampainya di rumah sakit, mereka di sambut baik oleh para sahabat yang ada di sana menunggunya.
"Syukurlah kau baik-baik saja ,Sin!" Kata Sehun yang melihat Byun berjalan beriringan dengan Sindy.
"Tentu dia akan baik-baik saja selama ada gue!" Kata Byun sambil mencium kening Sindy sekilas.
Saat itu juga kebetulan Velia juga sadar dari pingsannya. Velia juga bersyukur karena Sindy baik-baik saja. Velia juga meminta Chan untuk mengatakan kalau lebih baik mereka semua kembali ke mansion untuk istirahat. Mereka juga menyetujui itu, sampai akhirnya mereka kembali ke mansion masing-masing.
Keesokan harinya Velia juga sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, karena kondisinya juga sudah mulai membaik. Bahkan kepulangan Velia di sambut oleh seluruh sahabat-sahabatnya yang sudah lebih dulu kembali ke mansion mereka masing-masing.
Setelah kejadian naas itu, mereka semakin meningkatkan penjagaan di mansion milik mereka. Dan ketahuilah mereka hidup dengan damai, dan bahkan hampir tidak pernah ada konflik di hubungan kekeluargaan mereka. Tentu saja itu karena mereka yang saling terbuka.
Tahun demi tahun mereka jalani bersama. 8 pasangan itu hidup dengan keharmonisan sebagai keluarga besar. Suka dan duka juga mereka rasakan bersama.
__ADS_1
4 tahun kemudian. Mereka memiliki putra dan putri kecil di keluarga mereka masing-masing. Dengan adanya keturunan dari masing-masing pasangan itu, ternyata menambah tali persaudaraan mereka menjadi semakin kokoh. Keluarga itu saling menyatu dan menjadi keluarga besar yang harmonis.