
"Dil, sekarang katakan padaku! Kau pilih aku atau dia?!" Ujar Chan sembari menunjuk ke arah Suho.
"Chan i,,itu pilihan yang sulit?!" Ujar Dila dengan terbata-bata.
Mendengar ucapan Dila yang seperti itu, Suho merasakan getaran di dalam hatinya dan berkata dalam batinnya.
"Ini berarti kau masih mencintaiku, Di! Buktinya saja kau tidak bisa memilih diantara aku dan juga Chan." Ujar Suho di dalam hatinya.
"Dil, kenapa kau sekarang berubah pikiran? Apa karena kau sudah melakukan hubungan dengan Suho ,jadi kau membelanya?" Tanya Chan kenapa Dila.
"Chan, aku tidak membela siapapun!" Ujar Dila yang memang bingung harus memilih diantara mereka berdua.
"Dil, ku kira kau memang benar-benar mencintaiku, tapi nyatanya kau bahkan tidak bisa memilih antara aku dan Suho,, ini berarti kau masih menyimpan pada terhadapnya?!" Ujar Chan dengan tegar.
"Chan, dengarkan aku dulu?!" Ujar Dila yang hendak menjelaskan pada Chan.
"Sudah Dil, cukup!! Aku akan pergi, kalian bersenang-senanglah!!" Ujar Chan yang setelahnya pergi begitu saja meninggalkan Dila dan juga Suho di sana.
"Chan, tunggu!!" Ucap Dila yang hendak mengejar Chan namun di tahan oleh Suho.
"Tunggu Dil, untuk apa kau mengejarnya?!" Ujar Suho sembari menahan tangan Dila agar tidak mengejar Chan.
"Akh, sial !! Kenapa Chan harus datang ke sini!!" Ujar Dila di dalam hatinya.
Setelah itu, Dila langsung masuk ke dalam rumah, tanpa berbicara sepatah katapun pada Suho yang ada di sana.
Chan yang saat itu juga pulang ke rumahnya pun meringis kesakitan, anehnya hidungnya yang lebih merasakan sakit bukanlah hatinya. Seperti biasa saja melihat semuanya, hanya emosi sesaat yang dia luapkan tadi, tanpa dari hati sama sekali.
"Haish, kenapa rasanya sakit sekali?!" Ujar Chan yang masih memegang hidungnya yang berdarah.
Riri yang melihat itu, langsung muncul hingga membuat kakaknya terkejut,,,,
"Keterlaluan!!!!" Ujar Riri marah-marah pada keadaan.
"Kenapa dia memukul kakak? Kan yang salah dia!! Bukan kakak!!" Ujar Riri lagi yang meluapkan kekesalannya.
"Sudahlah Ri, lagi pula Dila juga ingin bersamanya, jadi kakak tidak membalas pukulannya?!" Ujar Chan memberi tahu Riri.
"Aku jadi penasaran dan tidak sabar ingin segera mengetahui, siapa kak Dila yang sebenarnya?!" Ujar Riri kesal.
Setelah itu Riri mengobati luka Chan, sembari dia menceritakan pada Chan tentang sepasang kekasih yang datang ke rumah Velia dengan membawa beberapa tangkai bunga mawar. Chan sempat menyangkal kalau itu adalah kerabat Velia, namun Riri bilang kalau itu sepasang kekasih yang masih muda. Chan lalu meyakinkan adiknya kalau itu mungkin hanya kerabat Velia yang sudah mengetahui kalau Velia sudah meninggal.
Malam itu juga , Chan mendengar suara minta tolong dan menyuruh Riri untuk mencari tahu sumber suara itu. Namun ternyata saat Riri mengeceknya ternyata tidak ada siapapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Keesokan harinya Suho memasak untuk Dila, saat itu Dila yang baru bangun langsung menuju ke meja makan.
"Kau memasak?!" Tanya Dila dengan mata yang masih sedikit tertutup.
"Pagi, Dil! Makanlah dulu! Aku sudah membuatkan kamu sarapan?!" Ujar Suho sembari menyiapkan makanan di meja makan.
"Apa?? Kau menyuruhku makan?" Ujar Dila dengan nada sedikit meremehkan Suho.
"Dil, makanlah dulu sedikit, anggap saja ini sebagai tanda kalau aku benar-benar masih menyayangimu?!" Ujar Suho meyakinkan Dila.
Dila berjalan lalu mendekatkan wajahnya pada Suho, Suho menjadi salah tingkah di buatnya, jantungnya pun seakan berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.
"Apa yang akan Dila lakukan? Apa Dila akan mencium ku?!" Ujar Suho di dalam hatinya.
Kini jarak antara wajah Suho dan juga Dila sangat dekat sampai mereka bisa merasakan deru nafas satu sama lain.
"Rasa sayang, tidak dapat di ukur dari makanan?!" Ujar Dila lalu menjauhkan wajahnya lagi.
Suho langsung terdiam membeku sejenak dan pergi begitu saja, sedangkan Dila justru duduk di kursi meja makan.
"Loh , mau kemana?" Tanya Dila yang melihat Suho pergi begitu saja.
"Aku mau nonton tv!" Ketus Suho yang masih melanjutkan langkahnya.
"Gimana sih! Katanya ngajakin sarapan!!" Ujar Dila kesal.
"Kau mau makan bersama denganku?" Tanya Suho pada Dila.
"Iya, tapi tidak untuk lain kali?!" Ujar Dila sembari menatap makanan yang sudah di buat oleh Suho.
Suho merasa senang karena bisa sarapan bersama dengan Dila, mereka lalu bersama menghabiskan sarapan yang sudah di buat oleh Suho.
Hari berlalu dengan cepat, dan tidak terasa puasa Chan sudah hampir selesai .
Malam harinya,,,,,
"Kak, puasa kakak sudah selesai, aku akan meminjam raga kakak untuk menjelajah waktu, tapi dengan satu syarat,,, kakak tidak boleh lengah atau nantinya raga kakak akan di masuki oleh arwah lain dan kakak tidak akan bisa kembali lagi ke dunia ini?!" Ujar Riri menjelaskan pada Chan.
Setelah Chan paham, Riri melanjutkan aktivitasnya untuk segera masuk ke masalalu.
Di masalalu, mereka di perlihatkan bayangan masalalu milik Chan.
"Haish , apa kakak seperti itu dulu? Kenapa terlihat menyedihkan sekali?!" Ujar Riri yang melihat gambaran kakaknya di masalalu.
"Haish, itukan dulu!" Ujar Chan.
__ADS_1
...⏳⏳Gambaran masalalu⏳⏳...
"Hey, kenapa kau memandangku seperti itu?" Ujar Dila di kala itu.
Chan tidak menjawabnya dan hanya diam membisu.
"Hey ,kenapa kau diam saja?" Tanya Dila.
"A,,aku,,,," jawab Chan dengan gugup dan juga terpotong oleh Suho yang tiba-tiba datang.
"Sayang, kamu di sini?" Ujar Suho yang langsung merangkul Dila.
"Oh hay sayang, ke kantin yuk?!" Setelah itu Dila mengajak Suho ke kantin dan meninggalkan Chan sendirian di kelasnya.
...⏳⏳Gambaran masalalu⏳⏳...
"Haish, ini sungguh masalalu yang menyedihkan sekali?!" Ujar Riri yang prihatin dengan kondisi kakaknya di masalalu.
"Kata kamu ,tadi mau mencari tahu masalalu kamu! Lalu kenapa malah gambaran masalalu kakak yang muncul?!😑😑" Ujar Chan kesal.
"Hehe, sabar ya kak,, mungkin semua berawal dari sini?!" Ujar Riri menjelaskan.
...⏳⏳Gambaran masalalu⏳⏳...
Di sebuah ruang foto model, Riri sedang melakukan pemotretan. Namun ternyata Dila juga sedang melakukan sesi pemotretan dengan waktu yang sama dengan Riri.
"Aku lihat, kamu dari tadi nggak berhenti memandangku?!" Ujar Dila sedikit sombong.
"Aku?" Tanya Riri bingung.
"Iya , kau! Lalu siapa lagi? Kenapa ? Kau ingin mengejekku?" Ujar Dila dengan nada ketusnya dan dengan badan yang condong ke depan, karena Riri sedang duduk.
"Aku tidak melakukan apapun?!" Ujar Riri bingung dengan apa yang di katakan oleh Dila padanya.
"Kau jangan sombong! Jangan mentang-mentang kau menggunakan beberapa gaun yang elegan, kau bisa seenaknya meremehkan aku!" Ujar Dila yang kembali memarahi Riri.
"A,,aku ti,,tidak melakukannya! Kapan aku melakukannya?" Ujar Riri gelagapan karena tidak tahu menahu soal apa yang di katakan oleh Dila.
"Wajahmu begitu polos, tapi aku tahu, hatimu itu busuk!!!" Ketus Dila.
Setelah itu, Dila di panggil untuk melakukan sesi pemotretan dan meninggalkan Riri yang sedang duduk di sana.
Setelah Dila selesai melakukan sesi pemotretan, Dila membereskan beberapa barang miliknya.
Akan tetapi ternyata Riri masih ada sesi pemotretan lagi, sehingga membuat Dila merasa iri dan marah pada Riri.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah selesai?" Tanya Suho pada Dila yang baru saja selesai pemotretan.
"Sudah?!" Jawab Dila sembari melirik tajam Riri.