Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Dorrr


__ADS_3

"Iya, gue nggak mau kalau sampai ada yang terluka lagi!! Lo di sini aja dan tetap bersama mereka!" Ucap Byun meminta Chen untuk tetap berada di sana.


"Baiklah, kalau begitu cepat bawa mereka ke rumah sakit segera! Berhati-hatilah!" Ucap Chen mengingatkan.


Setelah itu Byun bersama dengan beberapa mafioso melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, Sehun menatap Intan penuh dengan amarah.


"Lo udah sangat keterlaluan! Lo udah bunuh Riri dan sekarang lo menghancurkan keluarga Chan!! Apa sebenarnya tujuan lo?!" Kata Suho dengan amarah yang membara di matanya.


"Hhh, singkat saja! Gue benci sama dia!!" Ucap Intan sembari menunjuk ke arah Chan, "Dia udah berani ngehancurin rencana gue!! Dan dia juga yang udah bawa polisi buat tangkap gue!! Dan sampai kapan pun gue akan buat seluruh keluarga juga kerabat dekatnya merasa sengsara!" Ucap Intan dengan senyum seringai di wajahnya.


"Apa lo yakin sama ucapan lo barusan?" Tanya Sehun dengan nada santainya.


"Ya, tentu gue sangat yakin dengan itu!!" Intan menjawab penuh dengan keyakinan.


"Lo masih bisa bilang kayak gitu setelah lo sendiri tahu kalau lo sedang di kepung oleh sekumpulan mafioso! Apa lo sama sekali nggak mikir kalau lo yang bakal mati??" Ucap Sehun dengan nada santainya menanggapi Intan.


Intan menyadari itu dan kemudian berkata,,


"Gue nggak takut akan kematian!!!" Ucap Intan yang percaya kalau dirinya tidak mungkin mati, karena ada Kim Tae yang masih bisa menyelamatkannya.


"Dan lo!! Apa lo lupa sama gue?!" Ucap Sehun sembari menunjuk ke arah Kim Tae.


"Siapa lo sebenarnya?" Tanya Kim Tae penasaran dengan siapa pria di balik masker hitam itu, yang tak lain adalah Sehun.


"Tuan, cepat beri tahu mafioso mu untuk segera datang ke sini!" Pinta Intan pada Kim Tae untuk menelpon sisa mafioso nya yang ada di markas.


"Ya, gue akan telepon mereka!!" Ucap Kim Tae yang setelahnya mengambil ponsel di sakunya lalu menelpon mafioso miliknya, yang ada di markas untuk datang.


Namun tiba-tiba saja Sehun langsung mengambil ponsel itu dengan cepat, lalu membuangnya ke sembarang tempat.


"Hey!!! Kau!!!!" Umpat Kim Tae saat melihat ponselnya yang membentur dinding dan tak berupa ponsel lagi.


Di sini bukan masalah ponselnya hancur, melainkan karena mafioso miliknya yang tidak bisa dia telepon untuk membantu.


Kim Tae mengucap dengan menunjuk ke arah Sehun. Sehun yang saat itu dalam keadaan emosi, langsung menggenggam erat tangan Taehyung lalu dengan segera mengunci pergerakan Kim Tae.

__ADS_1


"Akh!" Rintih Kim Tae saat pergerakannya di kunci oleh Sehun.


"Lepasin gue!! Siapa lo sebenarnya?" Ucap Kim Tae yang sangat penasaran dengan pria itu.


"Tuan!" Panggil Intan saat melihat Kim Tae tidak bisa berkutik.


"Jangan hanya diam saja! Cepat bantu gue!!" Perintah Kim Tae pada Intan untuk segera membantu dirinya.


Intan yang saat itu hendak membantu Kim Tae pun langsung di hadang oleh Chen dan juga Kyungsoo.


"Jangan bergerak jika lo mau kepala lo aman!" Ucap Chen sembari menodongkan pisau tepat pada kepala Intan.


Intan yang geram pada ucapan Chen langsung mengambil belati miliknya dan hendak menusuk Chen.


Akan tetapi usaha Intan hanya sia-sia karena berhasil di gagalkam oleh Chan.


Dorr,,,


Semua mata langsung mengarah pada Chan yang menembak kaki Intan.


"Chan, lo?" Ucap Chen terkejut karena Chen merasa di selamatkan oleh Chan dari belati milik Intan.


"Akhh,,,Stttttt!" Rintih Intan kesakitan pada bagian kakinya yang tertembak.


Karena merasa ada peluang untuk Kyungsoo, dirinya langsung mengambil belati yang ada di tangan Intan.


"Apa lo semua pikir, gue akan menyerah gitu aja?" Ucap Intan yang masih sombong pada dirinya.


"Lepasin gue!!!" Berontak Kim Tae pada Sehun yang masih mengunci tangannya.


Sehun langsung mendorong Kim Tae hingga membentur tembok, bahkan kepalanya sampai mengeluarkan darah.


"Akh!!" Rintih Kim Kai sembari memegang kepalanya yang berdarah.


"Siapa kau! Sttttttt!" Ucap Kim Tae sambil memegang kepalanya dan merintih kesakitan.


Sehun yang sudah geram pun langsung membuka maskernya.


Deg,,,

__ADS_1


"Tu-tuan Sehun?" Ucap Kim Tae terkejut melihat kalau Sehun yang ada di balik masker hitam itu.


"Jadi ini balasan lo, atas semua kebaikan yang udah gue kasih ke lo?" Ucap Sehun.


Kim Tae langsung memegang kaki Sehun lalu meminta maaf.


"Tuan, gue mohon maafin gue!" Pinta Kim Tae.


"Apa lo tahu siapa wanita yang lo bawa tadi? Dia adalah kakak ipar gue!!! Dan lo bahkan sudah berani menamparnya!!" Kata Sehun dengan santai.


"Sungguh gue nggak tahu kalau dia adalah kakak ipar lo tuan!" Ucap Kim Tae yang terlihat ketakutan.


Flashback,,,


Kim Tae adalah seorang mafia yang dulu pernah bersekutu dengan Sehun. Bahkan saat dulu dirinya di kepung dan di serang oleh beberapa mafia musuh, Kim Tae di bantu oleh Sehun. Namun setelah itu Kim Tae memilih untuk pindah ke luar negeri, karena ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan di sana. Sejak saat itu Kim Tae juga jarang memberi kabar Sehun. Akan tetapi Kim Tae masih tetap terus mengingat kebaikan Sehun.


"Udah terlambat untuk lo minta maaf ke gue!" Ucap Sehun penuh penekanan.


"Gue mohon maafin gue, ini semua karena dia! Dia yang udah nyuruh gue dan gue bahkan nggak tahu kalau dia kakak lo tuan!" Ucap Kim Tae memohon di kaki Sehun.


"Apa lo mau gue memberi ampun lo?" Ucap Sehun.


"Iya tuan!" Jawab Kim Tae.


"Apa lo tahu siapa dia?" Ucap Sehun sembari menunjuk ke arah Chan.


Kim Tae menoleh ke arah tangan Sehun yang menunjuk pada Chan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumah Sakit,


Kondisi luka Jenie dan Lisa kini sudah langsung di tangani oleh dokter, dan syukurlah mereka sudah baik-baik saja. Dila, Yuna, Kai dan juga Dafa yang menemani mereka pun, keluar dari ruang rawat dan membiarkan Jenie dan Lisa beristirahat di dalam.


"Kenapa perasaan aku jadi nggak enak gini ya? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Suho?!" Ucap Dila yang merasa kalau perasaannya memang tidak enak. Dila merasa khawatir akan suaminya, karena menurut instingnya memang berkata kalau Suho sedang mengalami masalah.


"Dila, kamu nggak boleh mikir kayak gitu! Semoga tidak terjadi apa-apa sama mereka semua yang ada di sana!" Kata Yuna mencoba menenangkan Dila yang terlihat sangat khawatir.


Tiba-tiba saja Byun datang dengan menggendong Velia dan diikuti oleh beberapa mafioso yang membopong Suho.

__ADS_1


Deg,,,,


__ADS_2