Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Buktikan!


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah Velia. Chan meminta Velia untuk menemaninya menonton film. Namun Velia menolak dan memilih untuk pergi ke halaman belakang rumah tepatnya karena dia merindukan tanaman mawar nya.


Chan pikir Velia tidak benar-benar pergi ke halaman belakang.


Velia langsung duduk di dekat Chan dan bersandar di bahu Chan.


"Sudah ku duga kau akan menemaniku ku, Vel!" Kata Chan sembari tersenyum ke arah Velia yang tengah bersandar di bahunya.


Namun tiba-tiba saja Chan merasa ada yang aneh pada diri Velia. Chan mencium aroma bunga tulip pada Velia, dan yakin kalau yang ada di dekatnya itu bukanlah Velia yang asli.


"Ini pasti bukan Velia! Tapi biarkan saja, aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya hantu ini inginkan dan kenapa dia sering sekali menyamar menjadi Velia!" Kata Chan di dalam batinnya.


Di sisi Velia, dia berada di halaman belakang dan melamun kan kedua orang tuanya yang entah berada di mana.


"Pipi, mami! Kalian di mana? Apa kalian tidak bisa berkunjung ke rumah Velia? Velia rindu pada kalian!" Ucap Velia yang duduk di gazebo sembari menatap langit.


"Apa kalian sudah benar-benar melupakan Velia?" Ucap Velia lagi yang mulai menitihkan air matanya.


Di sisi Chan yang sedang bersama hantu itu, mencoba memulai pembicaraan.


"Apa aku boleh bertanya padamu?" Kata Chan memulai pembicaraan.


"Silahkan Chan! Apa saja untukmu!" Kata sosok yang menyamar menjadi Velia.


"Sebenarnya kau siapa?"


Deg,,,,,


"Chan, apa maksudmu? Ini aku Velia!!" Katanya berusaha meyakinkan Chan.


"Aku tau kau sebenarnya bukanlah Velia! Kau hantu yang menyamar menjadi Velia itu kan?" Tanya Chan pada sosok itu.


"Chan, ini aku Velia!!" Kata sosok itu lagi yang berusaha mengelak.


Chan berdiri dari duduknya lalu berkata,,,,


"Untuk apa kau menyamar menjadi Velia? Jika kau memang menyukaiku, kenapa kau tidak menunjukkan wujud aslimu saja padaku?" Kata Chan yang mulai meninggikan suaranya.


Sosok itu merasa marah lalu berubah ke dalam wujud yang menyeramkan.



"Katakan!!! Kau mau mengakuinya atau tidak?!" Perintah Chan pada hantu itu yang terlihat sangat marah. Namun belum sempat menjawab, Velia muncul.


"Chan?!" Ucap Velia yang membuat Chan dan juga sosok itu menoleh ke arahnya.


"Sekarang katakan apa mau mu? Dan jangan ganggu Velia lagi!!!!" Ucap Chan memperingatkan hantu itu untuk tidak lagi mengganggu Velia.


"Aku mau dia menjauhi dirimu!" Jawab sosok itu dengan wajahnya yang menyeramkan dan menunjuk ke arah Velia.


__ADS_1


"Kenapa kau selalu menyuruhku untuk menjauhi, Chan? Apa hak kamu?!" Tanya Velia pada hantu itu.


"Kau yang sudah membuat semua ini terjadi, dan Chan hanya akan menjadi milikku!" Kata hantu itu.


Chan hanya diam melihat kedua hantu itu berdebat, Velia yang sudah tak kuat lagi untuk menahannya akhirnya memberanikan diri untuk mengetahui siapa hantu itu sebenarnya dan apa maunya.


Hantu itu tersenyum seringai ke arah Velia lalu berkata,,,,


"Apa kau tidak mengenaliku?" Ucapnya.


"Kau ini hanya hantu! Lalu kenapa kau bisa bersikeras dan bilang kalau aku aku ini milikmu?" Ucap Chan.


Deg,,,,,


Hati Velia seperti hancur seketika, mendengar ucapan Chan. Velia juga menyadari kalau dirinya adalah hantu dan tak akan bisa bersama dengan Chan.


"Haish, bodohnya aku!! Kenapa kau bisa berkata seperti itu di hadapan, Velia?" Gerutu Chan di dalam hatinya.


Velia pun langsung berlari menuju halaman belakang dan meninggalkan Chan bersama dengan hantu itu.


"Vel, maksud aku bukan gitu!" Ucap Chan yang melihat Velia berlari meninggalkannya.


Saat Chan hendak mengejar Velia, hantu itu berkata,,,,,,


"Tidak perlu kau kejar! Biarkan saja gadis itu menderita! Mari kita bersenang-senang!" Kata hantu itu menawarkan pada Chan.


"Tidak akan!!" Ketus Chan lalu berlari mengejar Velia.


"Cih!!" Umpat hantu itu lalu setelahnya menghilang begitu saja.


"Kau bodoh, Vel! Dan apa yang dikatakan oleh Chan itu benar! Dia tidak akan bersama dengan hantu! Ingatlah kalau kau ini hantu, Vel!!!! kau ini hanya hantu!!!" Gerutu Velia di dalam hatinya sembari mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.


Chan pun datang menyusul Velia yang ada di halaman belakang.


"Vel, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan kamu!" Ucap Chan meminta maaf pada Velia.


Saat Chan sudah sampai di depan Velia, dengan cepat Velia menghapus air matanya dan menjawab ucapan Chan.


"Nggak apa-apa, Chan! Lagi pula kita kan cuma teman, jadi untuk apa kau khawatir?" Kata Velia.


Chan langsung memeluk Velia dan berkata,,,


"Maafkan aku!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda,,,,,,


"Sayang!" Ucap Kim Chen Zee yang tak lain adalah Pipi Velia.


"Ada apa?" Jawab mami Velia dengan cuek.

__ADS_1


"Apa kau marah padaku?" Tanya Kim.


"Tidak!!!"


"Lalu kenapa kamu begitu dingin padaku?" Tanya Pipi Velia.


"Aku merindukan anak kita! Apa kau tidak tahu itu?!" Ucap Mami Velia yang membelakangi Kim.


"Akankah kita berkunjung?" Tanya Kim Chen.


"Cih!! Kau bahkan tidak pernah lagi berkunjung ke sana setelah kejadian itu!!" Ucap Mami Velia yang masih dingin pada suaminya itu.


"Ku mohon berhentilah bersikap dingin padaku!" Pinta Pipi Velia "Aku akan datang ke sana dan menemuinya!" Ujar Kim Chen yang membuat Vebiola yang tak lain adalah Mami Velia menoleh ke arah Kim.


"Apa kau peduli?" Tanyanya.


"Dia juga anakku! Aku menyayanginya! Kita harus menemuinya dan membicarakan hal ini baik-baik dengannya!" Kata Pipi Velia.


"Ku rasa itu akan sulit!" Ucap Vebiola yang kembali menatap langit yang kini sudah menjadi gelap dengan disinari cahaya bintang saja.


"Kita harus berusaha sayang!" Kata Kim Chen.


"Kasihan Velia, sudah beberapa kali aku ingin menemuinya tapi itu sangat sulit untuk dilakukan!" Ucap Vebiola sedih.



Back to Velia,,,,,


Hantu itu kembali datang lagi pada Velia dengan wajah yang menyeramkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mau ngapain lagi kamu ke sini?" Tanya Velia pada hantu itu.


"Kau tidak berhak mengusirku dari sini! Bahkan Chan pun juga tidak akan memilihmu!!" Ucap sosok hantu itu pada Velia.


"Aku akan selalu bersama, Velia! Bahkan aku rela mati demi bersama selamanya dengan, Velia!" Kata Chan menyela pembicaraan antara dua hantu tersebut.


Degg,,,,,,


Ucapan Chan kembali membuat hati Velia bergetar hebat.


"Chan,,,, ka,,kamu?" Ucap Velia gugup.


"Aku serius dengan ucapan ku, Vel!!" Kata Chan yang berusaha meyakinkan Velia. Velia terharu mendengar kata yang keluar dari mulut Chan itu.


"Kalau begitu buktikan!!" Suruh hantu itu yang ingin bukti kalau Chan memang benar rela mati demi Velia.


"Baiklah!!" Kata Chan dengan keseriusan di wajahnya.


"Chan, kamu jangan macam-macam!" Ucap Velia yang mulai khawatir.

__ADS_1


Chan mengambil gunting pemotong rumput yang terletak di dekat gazebo, alat itu yang biasa Velia gunakan untuk merapikan tanaman.


"Chan, kamu jangan turuti apa kata dia!" Ucap Velia yang sudah sangat khawatir karena melihat Chan memegang sebuah gunting rumput.


__ADS_2