Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Secepatnya menikah


__ADS_3

"Gila ya, ini beneran bagus banget! Kalian beruntung bisa bawa pasangan kalian ke sini! Lah sedangkan kita bertiga?" Ucap Chen yang mulai merasa kesepian karena masih belum menemukan pujaan hatinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Chen, Byun berjalan perlahan mendekat ke arah Chen dan tak di sangka Byun langsung memeluk Chen dari belakang.


"Sudahlah, jomblo nggak bakalan mati kok!" Ucap Byun.


"Woy, gue jijik ngelihat lo kayak gitu!! Lepasin nggak!!!" Ucap Kyungsoo yang jijik melihat apa yang dilakukan Byun pada Chen.


"Woy, cepat lepasin tangan kotor lo ini dari gue!! Atau gue patahkan nih tangan!!" Ancam Chen pada Byun karena merasa kesal.


"Haish, iya-iya ampun deh🙁" ucap Byun lalu kemudian melepaskan tangannya yang tadi dia gunakan untuk memeluk Chen.


Semua orang tersenyum bahagia melihat tingkah mereka bertiga.


"Kalian semua bersenang-senanglah dan nikmati suasana yang ada di Danau ini!" Ujar Suho yang mempersilahkan mereka untuk menghabiskan waktu di Danau itu.


Mereka juga hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Suho, karena mata mereka masih terus sibuk memandangi keindahan yang ada di Danau itu.


"Chan, kita ke sana yuk!" Ucap Velia sembari menunjuk ke suatu tempat.


Chan langsung mengikuti langkah Velia tanpa tahu Velia akan membawanya ke mana.


Mereka semua cukup bersenang-senang di hari itu dan juga di Danau yang indah itu. Sampai mereka tidak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 yang artinya mereka harus beristirahat dan makan siang bersama.


Mereka semua akhirnya makan siang di Vila milik Suho. Karena merasa ingin berada di Vila, mereka memutuskan untuk menyuruh pelayan mengantarkan makanan di halaman Vila.


Saat senang makan siang di halaman Vila, Chan mendapatkan sebuah telepon dan memutuskan untuk mengangkatnya.


"Halo? Ada apa? Baiklah, aku akan segera ke sana?!" Ucap Chan setelah menerima telepon yang entah dari siapa itu.


"Chan, ada apa?" Tanya Velia yang khawatir karena Chan tidak mengatakan dirinya menerima telepon dari siapa.


"Papa aku, Vel!" Jawab Chan.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Chan, semuanya mendekat ke arah Chan yang saat itu tengah berbicara dengan Velia.


"Ada apa, Chan? Kenapa lo kelihatannya khawatir banget?!" Tanya Suho yang melihat Chan khawatir.


"Papa gue mengalami kecelakaan! Dan gue harus segera menuju ke rumah sakit!" Ucap Chan.


"Apa? Papa kamu kecelakaan? Kalau begitu aku akan ikut denganmu untuk pergi ke rumah sakit!" Ujar Velia yang kini juga merasakan kekhawatiran yang sama dengan yang dirasakan oleh Chan.


"Kami semua juga akan ikut bersama dengan kalian ke rumah sakit!" Ucap Suho mewakili semuanya yang berada di sana.


"Itu tidak perlu, ini adalah liburan pertama kita! Aku akan ke sana bersama dengan Velia saja! Kalian tetaplah di sini untuk menghabiskan waktu kalian dan bersenang-senang!" Ucap Chan yang menyuruh teman-temannya untuk tetap berada di Vila.


"Ayo kita berangkat, Vel!" Ajak Chan pada Velia yang ada di sampingnya.


"Kak, bolehkah aku ikut?!" Tanya Lisa.


"Lisa , kamu di sini saja ya! Jika semuanya sudah membaik, kakak akan segera ke sini bersama dengan, Chan!! Sehun, aku titipkan Lisa padamu!!" Pinta Velia pada Sehun untuk menjaga Lisa.


Sehun langsung merangkul Lisa dan berkata,,,


"Kalian berhati-hatilah!" Ucap Suho pada Chan dan juga Velia yang akan segera berangkat menuju ke rumah sakit, di mana tempat Papa Chan di rawat.


Velia dan juga Chan hanya mengangguki ucapan Suho, dan kemudian mereka langsung mengendarai mobil menuju rumah sakit.


Sesampainya mereka di rumah sakit, mereka segera menemui dokter yang secara khusus merawat Papa Chan.


"Dok, bagaimana kondisi papa saya?" Tanya Chan pada Dokter itu.


"Kondisi tuan Alexandra saat ini sudah membaik, kecelakaan yang menimpanya hanya menyebabkan beberapa luka ringan saja, dan dia kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap!" Ucap Dokter memberi tahu secara rinci pada Chan dan juga Velia yang berada di sana.


"Jadi papa saya baik-baik saja kan, Dok?" Tanya Chan lagi untuk memastikan kalau papanya memang baik-baik saja dari insiden kecelakaan yang menimpanya itu.


"Iya, tuan! Anda bisa memeriksanya sendiri! Beliau ada di ruang sana!" Ucap Dokter sembari menunjukkan ruang rawat inap Papa Chan.

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih banyak, Dok!" Ucap Chan berterima kasih kepada dokter itu.


Setelah percakapan itu, Dokter itu pergi menuju ruangannya sendiri. Sedangkan Chan langsung menuju ke ruang rawat inap Papanya. Velia hanya diam dan mengikuti kemana pun langkah Chan berada.


Sesampainya di ruangan yang mereka cari, mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan itu secara bersamaan.


"Papa!" Ucap Chan yang melihat papanya terbaring di atas ranjang.


"Chan?!" Jawab Alexandra yang tak lain adalah Papa kandung Chan sendiri.


"Apa papa baik-baik saja?" Tanya Chan sembari berjalan menuju papanya.


"Papa baik-baik saja, Chan! Jangan khawatirkan papa!" Ucap Alexandra.


"Syukurlah, tapi bagaimana bisa papa mengalami hal buruk seperti ini? Papa selalu berhati-hati dalam mengendarai mobil bukan?!" Tanya Chan yang heran dan juga penasaran akan apa yang terjadi pada Papanya itu.


"Rem mobil papa tidak berfungsi, Chan! Tapi untung saja Papa tidak mengemudikannya dengan kecepatan penuh!" Jawab Alexandra menjelaskan pada anaknya itu.


"Tapi kenapa rem papa tiba-tiba tidak berfungsi? Ini aneh! Apa jangan-jangan? Ada yang sengaja menyabotase mobil papa?!" Ucap Chan yang masih menduga-duga kalau mobil papanya di sabotase oleh seseorang.


"Papa sendiri tidak tahu pastinya, nak! Tapi sekarang papa sudah baik-baik saja! Jadi kamu nggak usah khawatir!! Dan sekarang lebih baik kamu kasih tahu papa, siapa gadis cantik yang kamu bawa ini?!" Ucap Alexandra yang kemudian bertanya tentang gadis cantik yang datang bersama dengan Chan ke rumah sakit itu, gadis yang tidak lain adalah Velia.


"Gadis yang aku bawa bersama denganku ini adalah calon menantu papa!" Ucap Chan yang memberi tahu papanya.


"Halo om! Perkenalkan nama saya Velia!" Ucap Velia dengan sopan pada Papa Chan.


"Kenapa kamu baru kasih tahu papa sekarang, Chan?" Tanya Alexandra.


"Aku sendiri juga baru bertemu dengannya, Pa!" Ucap Chan.


"Oh begitu rupanya! Nak, apa kamu benar-benar mencintai Chan?!" Tanya Alexandra yang memastikan kalau Velia benar-benar mencintai Chan, anaknya. Velia hanya mengangguk karena merasa malu untuk menjawabnya secara langsung.


"Kalau begitu, kalian harus secepatnya menikah!" Pinta Papa Chan itu yang ingin segera melihat anaknya menikah.

__ADS_1


Mendengar permintaan dari papanya itu, Chan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Alexandra bingung sendiri karena melihat tingkah laku dari Chan.


__ADS_2