
Semua berawal saat Chan percaya kalau adiknya itu meninggal karena di bunuh oleh seseorang , dan Chan ingin mengungkap siapa pembunuh adiknya itu dengan meminta tolong kepada orang tuanya untuk membantu. Namun orang tuanya tidak ingin memperpanjang masalah dan selalu berlarut larut dalam kesedihan atas kepergian Riri. Orang tuanya memutuskan untuk menutup kasus itu dan menganggapnya sudah selesai dengan tujuan agar mereka tidak mengingat masalalu yang kelam tentang anaknya.
Dan itulah penyebab Chan pergi dari rumah dan memutuskan untuk tinggal sendiri ,dan mencari tahu sendiri siapa penyebab kematian adiknya itu.
"Aku memutuskan untuk tinggal dengan adikku?!" ujar Chan di akhir ceritanya .
Velia tampak bingung karena dari cerita Chan tadi ,yang Velia tahu adik Chan sudah tiada tapi kenapa bisa dia bilang kalau dia tinggal bersama adiknya....?
"Hah?? maksud kamu gimana?!" tanya Velia bingung, "Tadi kamu bilang kalau adik kamu udah meninggal? tapi kenapa sekarang kamu bilang tinggal sama adik kamu?!" tanya Velia lagi.
"Ini juga suatu rahasia besar yang aku miliki Vel, aku bisa melihat mereka yang tak kasat mata, termasuk arwah adikku yang sudah tiada?!" ujar Chan.
"Hah? maksud kamu? kamu bisa melihat hantu?!" tanya Velia , Chan yang sedari tadi melihat ke arah pantai ,kini dia menoleh ke arah Velia dan berkata "Iya Vel, maka dari itu aku memutuskan mencari tahu siapa pembunuh adikku dengan penglihatan yang istimewa ini ,dan juga dengan bantuan adikku sendiri?!" ujar Chan yang kembali menatap lautan.
Velia juga ikut menatap lautan dengan tatapan kosong lalu berkata "Menakutkan?!".
"Apa katamu?!" tanya Chan " Entah apa yang terjadi padaku kalau aku berada di posisimu, mungkin aku sudah mati?!" ujar Velia ,Chan yang mendengar jawaban Velia sontak menaikkan satu alisnya.
"Kenapa begitu?!" tanya Chan "Haish , apa kau lupa aku takut pada mereka?!" Jawab Velia "Kami mau melihat adikku?!" Chan menawarkan apakah Velia mau melihat Riri "Mau sih mau Chan, tapi serem apa nggak?aku takut!" ujar Velia yang sedikit takut.
"Padahal kau sendiri bisa melihatnya Vel?!" ujar Chan yang keceplosan. "(*Deg) Maksud kamu? aku bisa melihat mereka juga dan sama sepertimu?!" tanya Velia penasaran.
"Aduh Chan, kami gimana sih, pakai acara keceplosan segala lagi di depan Velia, kalau dia tau bagaimana?!" batin Chan.
__ADS_1
"Maksud aku , kamu bisa melihat adikku saja dengan bantuan dariku nanti!" jawab Chan yang sedikit gugup. Velia pun bernafas lega dan berkata "Syukurlah, aku kira , aku sama seperti kamu yang bisa melihat hantu-hantu itu?!"
"Tapi kayaknya kamu benar deh Chan, aku bisa melihat mereka sama seperti kamu" ujar Velia yang membuat Chan membelalakkan matanya.
"Coba deh kamu pikir, akhir-akhir ini aku bisa melihat mereka bukan? aku sendiri bingung kenapa aku bisa jadi seperti ini?!" ujar Velia lagi yang membuat Chan bisa bernafas dengan lega.
"Aku pikir kamu sudah tahu kalau sebenarnya kamu sudah meninggal, Vel?!" ujar Chan dalam hati.
"Chan, makasih ya kamu udah ada buat aku, padahal kita belum kenal lama?!" ucap Velia sambil menoleh ke arah Chan.
Chan pun juga ikut menoleh ke arah Velia, "Sama-sama Vel, aku bakal selalu ada kalau kamu butuh?!" jawab Chan sembari mengusap lembut rambut Velia.
Setalah itu Chan mengantar Velia pulang ke rumahnya dan Chan sendiri kembali ke rumahnya sendiri.
Disisi lain ,Chan sudah sampai di rumahnya dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Saat hendak menutup matanya, Chan merasakan kehadiran Riri.
"Riri kamu di sini?!" tanya Chan sambil menutup matanya "Yah ,kok kakak tau sih kalau aku di sini?!" jawab Riri yang sedikit kecewa karena gagal untuk mengagetkan kakaknya.
"Tadi kakak ke pantai ,kok nggak ngajakin Riri sih?!" ujar Riri "Haish dek ,kamu kamu kan bisa pergi ke mana aja yang kamu suka, jadi buat apa kakak ngajak kamu?!" jawab Chan "Iya juga ya?!" ujar Riri dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Chan bercerita pada Riri tentang keanehan yang terjadi pada Chan saat bersama Velia.
__ADS_1
"Dek, kakak ngerasa ada yang aneh deh sama Velia!" ujar Chan "Aneh kenapa kak?!" jawab Riri penasaran "Ya kayak ada yang janggal aja dek!" ujar Chan lagi.
"Di rumah kak Velia itu ada hantunya kak, yang aku tau di sana ada sepasang suami istri dan satu anak mereka, aku juga nggak tau mereka meninggal karena apa, tapi yang aku tau mereka udah lama mendiami rumah kak Velia." ujar Riri.
"Jadi hantu laki-laki sama perempuan yang kakak lihat itu.....?!" ucapan Chan terpotong oleh Riri.
"Iya kak, mereka yang tinggal di sana!" ujar Riri yang memotong pembicaraan Chan.
Chan juga menceritakan apa yang dia alami saat berada di rumah Velia dan juga di pantai. Bagaimana dia bisa bertemu dengan Velia di lain tempat.
"Mungkin itu hantu yang menyamar menjadi kak Velia kak, atau kalau nggak ya itu memang kak Velia sendiri!" ujar Riri yang juga ragu dengan ucapannya.
"Tapi kalau memang itu Velia, dia nggak mungkin bisa langsung pindah gitu aja dong dek? tadi aja pas di pantai tiba-tiba dia datang terus meluk kakak dari belakang!" ujar Chan memberi tahu Riri .
"Aaaaa sosweet 🥺🥺" ujar Riri
"Dek ,kakak serius😒😒!" jawab Chan dengan lirikan mata malasnya, "Lagian nggak mungkin juga dek kalau itu Velia! sedangkan dia aja nggak tau kalau dia udah meninggal?!". ujar Chan lagi.
"Ya Riri nggak tau kak, kan Riri juga cuma nebak aja!" ujar Riri sambil mengedikkan bahunya, "Ya menurut Riri sih ini pasti kerjaan hantu-hantu di sana yang sengaja menyamar menjadi kak Velia! atau kalau nggak , jangan-jangan ada hantu yang suka sama kakak?!" ujar Riri.
"Kamu apaan sih dek? orang manusia aja belum tentu suka sama kakak!" ujar Chan yang tidak percaya diri.
"Kakak itu tampan, dan sebenarnya banyak yang suka saka kakak, tapi kakak nggak mau buka hati untuk mereka?!" saran Riri pada Chan yang sangat sulit untuk membuka hatinya untuk orang lain.
__ADS_1
Tanpa sengaja , akibat dari percakapannya dengan Riri, Chan mengatakan yang sebenarnya bahwa dia tidak pernah merasakan jatuh cinta. Bahkan cinta pertama pun dia tidak punya. Riri sempat terkejut saat mengetahui kalau kakaknya bahkan tidak pernah memiliki cinta pertama. Sampai akhirnya Riri keceplosan dan tidak sengaja berkata kalau dia saja, yang masih berusia 16 tahun, sudah pernah memiliki cinta pertama meskipun tidak pernah memiliki.