Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Cara menghilang


__ADS_3

"Vel, kamu jangan khawatir ! Aku akan membantu kamu, jangan menangis ya! Masak hantu nangis sih?" Ujar Chan sembari memeluk Velia.


"Memangnya hantu nggak ada yang nangis ya?" Tanya Velia dengan polosnya.


"Ya ada sih, tapi nanti kamu nggak cantik kalau nangis!" Kata Chan.


"Cantik atau tidak, siapa yang peduli dengan arwah gentayangan seperti aku, Chan?" Tanya Velia.


Chan pun berhasil menghibur Velia sampai dia tersenyum kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Vila puncak, Suho dan juga Dila sedang sarapan bersama, perasaan mereka sama-sama merasa bahagia. Dan saling bercerita satu sama lain.


"Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan? Kebetulan di dekat sini ada danau!" Ujar Suho.


"Sungguh? Kenapa kau tidak memberi tahu aku?" Tanya Dila antusias.


"Aku sebenarnya sudah lama ingin mengajakmu ke sana, tapi karena kau selalu dingin padaku, jadi aku putuskan untuk tidak mengajak kamu,,aku selalu ke sana setelah sarapan!" Ujar Suho.


"Haish, pantas saja kamu habis sarapan selalu menghilang dari Vila, lagian kok kamu ke sana sendirian sih,,kenapa nggak ngajak aku?!" Tanya Dila.


"Gimana mau ngajak kamu, orang kamu aja diajak sarapan nggak mau apalagi aku ajak buat ke sana!" Kata Suho.


"Iya-iya aku salah, tapi di maafin kan?"


"Iya pasti dong, apa sih yang nggak buat kamu?!"


Mereka saling bertukar pikiran bersama dan setelah sarapan mereka memutuskan untuk pergi ke danau yang ada di dekat Vila.


Sesampainya mereka di danau itu, Dila sangat terpukau dengan keindahan danau itu. Sampai Dila tidak ingin pulang dan hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Suho di sana.


Mereka menghabiskan waktu bersama dan sangat menikmati saat berdua di puncak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Chan pulang ke rumahnya sendiri, dan kini Velia sendiri di rumahnya.


"Kenapa bisa aku nggak ingat dengan kejadian itu? Aku bahkan tidak ingat siapa yang sudah membunuhku! Pipi, Mami kalian ada di mana? Kenapa kalian tega meninggalkan Velia sendiri?" Kata Velia sembari menitihkan air matanya.


Terdengar suara piano dimainkan oleh seseorang, namun Velia menyadari kalau dia berada di rumah sendiri.


"Siapa itu? Aku nggak boleh takut, ini sudah menjadi takdirku!aku harus menghadapi siapapun yang berani menggangguku!" Ujar Velia meyakinkan dirinya.


Velia pun memberanikan dirinya untuk menuju ke arah tempat piano miliknya diletakkan. Dan Velia melihat sesosok wanita yang sedang memainkan piano itu. Namun tidak terlihat wajahnya.

__ADS_1


"Siapa kamu? Kenapa kamu menggangguku?" Tanya Velia.


Velia tahu kalau itu bukanlah manusia, melainkan makhluk tak kasat mata yang sama seperti dirinya. Saat Velia hendak memberanikan diri untuk mendekati sosok itu. Tiba-tiba saja sosok wanita itu menghilang begitu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya Chan datang ke rumah Velia dengan langsung masuk begitu saja. Namun saat sudah masuk ke dalam rumah Velia. Tiba-tiba Chan dikejutkan oleh Velia yang muncul begitu saja dengan menepuk pundak Chan.


"Astaga, Velia! Kamu ngagetin aja sih!" Ujar Chan sembari mengelus dadanya.


"Hehe maaf tadi malam aku diajarin sama Riri caranya menghilang" kata Velia.


"Wah-wah bakal sering ngagetin dong, tapi nggak apa-apa deh!"


"Oh iya ngapain kamu pagi-pagi ke sini?" Tanya Velia mengalihkan pembicaraan.


Chan pun berkata pada Velia kalau dia mau mengajak Velia jalan-jalan. Namun tiba-tiba saja Riri muncul sehingga membuat Chan dan juga Velia terkejut.


Riri memohon pada Chan agar dia berpuasa untuk saat itu. Chan sempat menolak namun karena bujukan dari Riri dan juga bantuan dari Velia akhirnya Chan menurutinya.


Setelah itu Velia mengajak Chan untuk menuju halaman belakang, lebih tepatnya untuk membantu Velia menanam hunga mawar lagi.


Sesampainya di halaman, mereka di kejutkan dengan banyaknya bunga tulip yang ada di sana.


"Wow, ini sangat menakjubkan, apa kakak menanamnya untukku?" Tanya Riri kagum karena melihat bunga kesukaannya yang banyak di sana.


Velia yang heran dengan itu lalu berkata,,,


"Kenapa bisa ada banyak tanaman tulip seperti ini?" Tanya Velia yang masih tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


Setelah Velia dan Riri saling bertanya, mereka berdua langsung menoleh ke arah Chan berada secara bersamaan.


"Apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Oh ayolah, aku bahkan baru saja datang kemari, dan kalian menuduhku melakukan ini?" Tanya Chan.


"Siapa yang sudah tega melakukan ini pada tanamanku? Kenapa dia tega sekali menghancurkannya?" Tanya Velia.


"Aku juga tidak tahu kak" jawab Riri.


Velia terlihat sangat sedih lalu Chan memeluk dan menenangkannya.


"Sudah, Vel! Kita bisa merubahnya! kamu jangan khawatir ya!" Ujar Chan menenangkan Velia.


"Sisakan sedikit untukku kak!" Pinta Riri.


"Oh iya, gimana kalau kamu pindahin aja ke rumah kita?" Tanya Chan dan di jawab anggukan oleh Riri.

__ADS_1


Chan pun mencabut satu bunga tulip yang ada di sana. Tanpa Chan sadari, ada satu sosok yang memperhatikannya dari jauh dengan raut wajah marah.



Setelah itu, Riri menyuruh Chan untuk menenangkan Velia dan memutuskan untuk memindahkan bunga itu sendiri ke rumah.


"Chan, kirimkan aku ke tempat di mana seharusnya aku berada?!" Ujar Velia.


Deg,,,,,,


"Hey, kenapa kau berkata seperti itu?" Tanya Chan.


"Aku muak ,Chan! Aku muak dengan kondisiku seperti ini, bahkan aku tidak bisa bertemu dengan orang tuaku!" Kata Velia.


"Kau harus menemukan orang yang sudah menabrak kamu dulu, Vel! Aku akan meminta bantuan Riri nanti, sekarang tersenyumlah dan jangan terus berlarut-larut seperti ini" ujar Chan.


Gisella pun mencoba untuk tersenyum.


Malam harinya mereka berada di halaman rumah Velia tepatnya taman bunga mawar milik Velia yang kini sudah berubah lagi menjadi taman mawar.


Riri sudah ada janji dengan Chan untuk menjelajah waktu menggunakan raganya. Velia yang saat itu juga sedang ada bersama dengan mereka berdua pun akhirnya diajak oleh Riri juga.


"Akan aku tunjukkan masalalu kak Chan padamu!" Bisik Riri di telinga Velia.


"Hey, aku mendengarnya😒" kata Chan.


Velia, Riri dan juga Chan pun memulai untuk menjelajah waktu, yang ada diingatan Chan.


...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...


Awal permulaan yang ada diingatan itu adalah saat berada di sesi pemotretan Riri.


Saat itu Riri sedang melakukan beberapa pose dan berganti pakaian.


Dila yang melihat saat Riri sedang berpose dengan menggunakan banyak gaun elegan pun menatapnya dengan marah, namun Riri tidak menyadari itu.


Sampai seorang manager membawakan 2 botol air minum untuk Dila dan juga Riri.


"Kayaknya aku tahu harus ngapain!" Ucap Dila dengan niat buruknya.


Dila saat itu sengaja memberikan obat pencuci perut ke dalam botol minuman Riri.


...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...


Riri yang mengetahui kenyataan itu terperanjat kaget saat tau kalau yang menaruh obat ke dalam minumannya adalah Dila.

__ADS_1


__ADS_2