
Chan langsung terdiam membisu saat mengingat Velia yang biasanya selalu bersama dengan Chan dan selalu menemani Chan kemana pun Chan pergi. Tapi kini semua itu sudah menjadi kenangan terindah untuk Chan. Chan tidak akan pernah melupakan kenangan-kenangan manis saat dirinya masih bersama dengan Velia.
"Haish, Chan kerjaan lo melamun mulu sih!!" Ujar Suho yang langsung membuyarkan lamunan Chan.
"Haish, ganggu aja lo!! Gue tuh bosen banget hidup yang kayak gini aja! Mendingan gue mati nyusul orang-orang yang gue cintai!!" Ujar Chan yang menatap ke depan tanpa menatap Suho.
"Jangan ngomong kayak gitu! Nanti yang ada pas kamu mati malah nyesel lagi?!" Ujar Suho menggoda Chan.
"Kenapa gue harus nyesel? Justru yang ada gue bakal bahagia dan hidup damai bersama dengan mereka, orang-orang yang gue sayangi dan gue cintai?!" Ujar Chan yang membayangkan dirinya bisa berkumpul lagi dengan Riri dan juga Velia.
"Haish, terserah kamu aja!!!!" Ujar Suho kesal dan geram pada Chan.
Karena Suho sering sekali bertemu dan berkunjung ke rumah Chan, akhirnya mereka berdua kini menjadi lebih akrab bahkan Chan sudah menganggap Suho sebagai kakaknya sendiri, begitu juga dengan Suho yang menganggap Chan sebagai adiknya sendiri.
Suho mengajak Chan ke sebuah mansion besar. Mansion itu sangat mewah bak istana.
"Suho, lo gila ya? Ngapain lo ngajak gue ke tempat kayak gini? Ini mansion siapa?" Tanya Chan yang tak henti-hentinya.
"Haish, berisik lo! Mau ikut nggak?" Tanya Suho yang langsung di tolak mentah-mentah oleh Chan.
"Nggak mau! Gue nggak mau masuk! Lo aja sana! Gue tunggu di sini aja?!" Ujar Chan yang menolak mentah-mentah ajakan Suho.
"Lo yakin nggak mau ikut gue buat masuk? Oh, ayolah Chan bentar doang!! Nanti kalau sampai lo nggak suka atau nggak bahagia, lo boleh deh pergi ,dan gue nggak bakal maksa lo lagi?! Gimana?" Tanya Suho yang berusaha mengajak Chan untuk masuk ke dalam mansion itu.
"Oke, gue mau masuk kalau syaratnya kayak gitu!" Kata Chan yang kemudian turun dari mobil milik Suho.
Suho pun masuk ke dalam mansion itu dengan diikuti oleh Chan di belakangnya. Suho langsung duduk di sebuah sofa yang ada di ruang tamu mansion itu, Chan juga ikut duduk bersama dengan Suho di sana.
Dengan mata yang tak henti-hentinya menatap setiap sudut ruangan yang ada di mansion itu, Chan akhirnya bertanya,,,,
"Ini sebenarnya mansion siapa sih?" Tanya Chan pada Suho yang terlihat sangat santai.
Belum sempat pertanyaan Chan di jawab oleh Suho, Suho langsung memanggil Dila.
"Dila!!" Panggil Suho pada Dila.
__ADS_1
"Eh, kalian udah datang!" Ujar Dila melihat Suho dan juga Chan yang sudah duduk di ruang tamu. Lalu Dila kemudian berjalan ke arah mereka berdua.
"Dila?" Tanya Chan heran melihat Dila yang juga ada di mansion besar itu.
"Hay, Chan?!" Sapa Dila hangat pada Chan.
"Oh iya aku akan mengambil beberapa cemilan dulu untuk kalian!" Ujar Dila yang setelahnya berjalan ke arah dapur untuk mengambil beberapa cemilan.
Beberapa saat kemudian Dila datang dengan beberapa cemilan di nampan yang dia bawa.
"Ini cemilannya!" Ujar Dila sembari meletakkan beberapa cemilan di meja.
"Oh iya, aku akan ke kamar mandi sebentar!" Ujar Suho menyela.
"Haish, aku lupa! Chan apa kau bisa membantuku?" Ujar Dila yang meminta tolong pada Suho.
"Lah, kenapa malah nyuruh aku? Kan Suho ada?!" Ujar Chan namun Suho sudah lebih dulu pergi ke kamar mandi.
"Cuma ngambil minuman doang kok! Aku mau ke kamar bentar buat ngambil ponsel aku!" Ujar Dila dengan wajah memelas nya, sehingga Chan tidak bisa menolak permintaannya.
"Ini kamu tinggal lurus aja terus belok kiri!" Ujar Dila memberi tahu Chan.
"Baiklah aku akan.mengambilnya!" Kata Chan dengan sedikit lesu.
Setelah itu Chan berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman yang seperti dikatakan oleh Dila tadi.
"Lah, mana minumannya?" Ujar Chan sembari mencari minuman yang Dila katakan.
"Apa di kulkas?" Tanya Chan pada dirinya sendiri lalu berjalan mendekat ke arah kulkas. Chan pun membuka kulkas dan mencari minuman di dalamnya. Namun Chan juga tidak menemukan minuman di dalam kulkas itu. Karena merasa bingung akhirnya Chan memutuskan untuk bertanya lada Dila saja.
Akan tetapi sat Chan menutup pintu kulkas itu, dirinya terkejut setengah mati karena mendapati satu sosok yang berdiri tepat di dekat pintu kulkas yang terbuka itu tadi.
Deg,,,,,
"Vel,,,Velia?" Ujar Chan gugup.
__ADS_1
"Chan?! Apa kabar?!" Ucap sosok yang lain adalah Velia.
"Haish, ini pasti hanya halusinasi aku saja!" Ujar Chan sambil menampar pipinya sendiri.
"Tidak, Chan! Ini memang aku! Ini aku Velia!! Maafkan aku karena aku sudah meninggalkan kamu?!" Ujar Velia yang berusaha meyakinkan Chan kalau itu memang benar dirinya.
"Ta,,tapi kenapa kau pergi?!" Tanya Chan yang masih sedikit gugup karena tak menyangka bisa bertemu dengan Velia lagi.
"Aku tidak ingin melihat kamu menyakiti dirimu sendiri seperti itu Chan! Aku juga tidak ingin melihatmu terluka hanya karena cinta kita yang tidak akan bisa bersatu!!" Ujar Velia dengan segala penyesalannya karena sudah meninggalkan Chan.
"Vel, aku sangat merindukan dirimu! Semua itu aku lakukan karena aku memang benar-benar mencintai kam, Vel?!" Ujar Chan yang memang sudah sangat merindukan Velia. Kemudian Chan langsung memeluk Velia hangat begitu juga dengan Velia yang membalas pelukan dari Chan.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi, Vel!!" Pinta Chan yang masih memeluk hangat Velia.
"Iya, Chan! Aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu lagi!" Ujar Velia di dalam dekapan Chan.
"Vel, kenapa kau meninggalkan aku begitu saja? Aku sungguh ingin mati karena tahu kalau kau meninggalkan aku!!" Ujar Chan yang perlahan melepas pelukan.
"Maafkan aku, Chan! Aku tidak ingin kalau sampai cinta kita kau mengorbankan dirimu! Aku tidak ingin melihatmu melakukan hal bodoh seperti saat itu!!! Kenapa kau melakukannya, Chan?!" Tanya Velia.
"Itu karena aku hanya ingin sehidup semati bersama denganmu, Vel!!" Kata Chan.
"Chan!" Ujar Velia yang perlahan memegang pipi Chan.
"Lihat aku! Tatap mataku!" Ujar Velia yang menyuruh Chan untuk menatap matanya. Chan langsung menatap mata Velia lekat-lekat.
"Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan melakukan hal seperti itu lagi?!" Pinta Velia yang masih menyuruh Chan untuk menatap matanya.
"A,,,,aku!" Ujar Chan dengan gugup karena dia sendiri tidak tahu apakah bisa hidup tanpa adanya Velia di sampingnya.
"Katakan, Chan! Atau aku akan pergi lagi dari dirimu!!" Ujar Velia mengancam Chan.
"I,,iya, Vel! Aku berjanji!" Ujar Chan dengan sedikit keraguan di hatinya karena takut tidak bisa menepati janjinya pada Velia nanti.
"Aku mencintaimu, Chan?!" Ujar Velia yang langsung memeluk Chan hangat begitu juga Chan yang membalas pelukan dari Velia.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Vel!" Ujar Chan dengan masih memeluk Velia dan dirinya mulai menitihkan air matanya.