
"Oh Kalau gitu sorry gue udah gangguin kalian!! gue pergi dulu!" ujar Byun yang anda beranjak pergi.
"Byun tolong gue!" ucap Sindy yang akhirnya mulai buka suara.
Byun yang tadi hendak keluar dari kamar itu, mengurungkan niatnya, "Apa lo yakin dia calon istri lo?" tanya Byun lagi kembali memastikan.
"Memangnya kenapa tidak?" kata Lucas.
"Baiklah, semoga kalian bahagia!" ujar Byun tersenyum lalu berjalan pergi.
"BYUN!!" Teriak Sindy yang berharap Byun kembali datang dan menolongnya.
"kenapa lo teriak sekeras itu? Siapa dia?" tanya Lucas menatap tajam kearah Sindy.
"Gue mohon lepasin gue!" Ucap Sindy kembali memohon.
"Tidak akan gue biarin lo pergi lagi dari gue!" Ucap Lucas tersenyum miring ke arah Sindy.
"Tolong!" Sindy pasrah dengan apa yang nantinya akan terjadi pada dirinya.
Bukkk bukkk
Bukkk bukkk bukk
Beberapa pukulan langsung mendarat pada pipi Lucas membuatnya terkejut dengan siapa yang melakukannya.
"Lo!! Dasar B*jing*n!!!" Umpat Lucas sambil memegang ujung bibirnya yang berdarah.
"Lo pikir gue bodoh? Sindy nggak mungkin punya calon suami kayak lo!!" Ucap Byun sambil membenarkan kerah baju yang dia pakai.
"Byun?" Ucap Sindy yang bernafas lega melihat Byun kembali datang.
"Pergi lo dari sini!!!" Usir Lucas.
"Gue nggak akan pergi tanpa pacar gue!!" Kata Byun sambil menoleh ke arah Sindy.
Deg,,,,
"Maksud lo? Oh jadi Sindy pacar lo? Tapi gue nggak yakin akan hal itu!" Ucap Lucas yang perlahan berdiri dari posisinya yang tersungkur karena di pukuli oleh Byun tadi.
"Terserah lo mau bilang apa! Ayo sayang kita pulang!" Ucap Byun sambil menarik tangan Sindy lembut dan mengajaknya keluar. namun tiba-tiba tangan kiri Sindy di tahan oleh Lucas.
"Lo nggak boleh dan nggak bisa bawa Sindy pergi!!!" Ucap Lucas.
"Lepasin tangan kotor lo itu dari tangan Sindy!" Ucap Byun datar dan memperingatkan.
"Gue nggak percaya kalau Sindy itu pacar lo!! Sindy itu cuma mencintai gue!!" Kata Lucas dengan percaya dirinya.
"Haish, kau terlalu bodoh rupanya! Sindy tidak mungkin mencintai orang brengsek kayak lo!!" Kata Byun.
"Byun!" Ujar Sindy lirih ketika melihat Byun datang kembali untuk menolongnya.
"Pergi lo dari sini!" Usir Lucas pada Byun.
"Gue nggak akan pergi tanpa pacar gue!"
__ADS_1
Deg,,,,
Sindy langsung tersentak kaget mendengar ucapan dari Byun.
"Oh jadi sekarang, Sindy itu pacar lo? Tapi kenapa gue nggak yakin itu?" Ucap Lucas dengan menaikkan satu alisnya ke atas.
"Terserah lo mau bilang apa, Ayo sayang kita pergi!" Ajak Byun sambil menarik tangan Sindy untuk mengajaknya keluar.
Namun tangan Sindy yang satunya di pegang oleh Lucas, dan menghambat jalan mereka.
"Lo nggak boleh pergi ke mana-mana!" Kata Lucas yang menghentikan langkah mereka berdua.
Byun pun tersenyum miring "Lepasin tangan kotor lo dari pacar gue!" Ucap Byun.
"Gue nggak percaya kalau lo itu pacar Sindy, dia bahkan masih cinta sama gue!" Kata Lucas dengan percaya dirinya.
"Ck, kau ini dasar pria bodoh! Udah gue bilang kalau Sindy nggak mungkin mencintai pria br*ngsek kayak lo!" Umpat Byun.
Bukkk bukk bukkk
Byun langsung memukuli wajah Lucas hingga hidungnya berdarah.
"Akh!" Rintih Lucas sembari memegangi hidungnya.
"Cih, dasar lemah!" Ucap Byun mengejek.
Lalu kemudian Byun langsung menggendong Sindy dan membawanya masuk ke dalam mobil miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Byun, makasih banyak!" Ucap Sindy sembari menunduk.
"Untuk?" Jawab Byun datar.
"Makasih karena tadi udah mau nolongin gue!" Ucap Sindy sambil menoleh ke arah Byun yang tengah fokus menyetir.
"Hmt, apa lo terluka?" Tanya Byun tanpa menoleh ke arah Sindy.
"Tidak! Aku baik-baik saja!" Jawab Sindy sambil tersenyum kecil.
"Apa benar kalau pria tadi calon suami lo?" Tanya Byun lagi namun dengan ekspresi wajah yang berbeda, akan tetapi masih belum menatap ke arah Sindy.
Sindy langsung menunduk "Bukan!" Jawab Sindy lirih.
"Lalu?"
Sindy pun menceritakan semuanya pada Byun tentang kejadian masalalu nya bersama dengan Lucas.
Flashback on
Dulu, memang Sindy adalah calon istri dari Lucas. Pernikahan mereka bahkan sudah dekat, namun Sindy membatalkannya karena melihat Lucas yang melakukan hal tidak pantas.
Sindy melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Lucas bercumbu dengan wanita lain, di sebuah apartemen. Dengan tujuan Lucas menikahi Sindy, hanyalah karena hartanya saja.
"Sayang aku mencintai kamu!" Ucap Lucas pada Intan, orang yang tak lain mam tiri Chan. Yang juga menikah hanya karena harta milik papa Chan.
__ADS_1
"Hey, jangan bilang kalau kau mencintaiku, kalau kau malah memilih menikah dengan wanita itu!" Ucap Sindy yang tengah duduk di atas Lucas.
"Kau sendiri kan tahu, tujuanku menikahinya hanya karena harta! Bukanlah cinta!" Jelas Lucas pada Intan.
"Sungguh?" Ucap Intan.
"Hanya padamu sayang!" Kata Lucas.
Intan tersenyum menatap Lucas yang sedang berada di bawahnya.
"Sekarang puaskan h*sratku sayang!" Pinta Lucas pada Intan.
"Dengan senang hati sayang!" Jawab Intan lalu mulai beraksi di atas ranjang itu bersama dengan Lucas.
Sindy yang mendengar apa yang mereka berdua katakan tadi pun , bak di terjang sebuah badai besar. Hatinya hancur berkeping-keping mendengar calon suaminya yang selama ini ternyata tidak benar-benar mencintainya.
Gubrakkkk,,,
Sindy langsung membuka pintu apartemen itu yang kebetulan masih terbuka sedikit. Dia menendang pintu itu dengan kakinya.
"Jadi selama ini kamu dekati aku cuma karena harta saja?" Ucap Sindy dengan mata yang berkaca-kaca.
Sontak membuat Intan dan Lucas langsung terkejut dan bangun dari posisi mereka masing-masing. Namun ternyata ekspresi Intan hanya biasa saja, berbeda dengan Lucas yang tampak khawatir.
"Sindy, dengarkan aku dulu! Ini nggak seperti yang kamu lihat!" Ucap Lucas mengelak.
"Udah cukup! Aku nggak mau dengar penjelasan dari kamu lagi!" Ucap Sindy dengan menekankan seluruh katanya.
"Dan lo! Lo Intan kan? Bukankah lo itu udah punya suami, hah? Lalu kenapa lo masih rebut calon suami orang? Apa lo nggak punya hati, hah? Dasar perempuan j*l*ng!!!" Umpat Sindy dengan segala kemarahannya lalu mendorong Intan.
"Aw sakit!" Ucap Intan yang hanya pura-pura kesakitan.
"Intan,!" Lucas justru menolong Intan yang terjatuh akibat di dorong oleh Sindy tadi.
"Oh jadi kamu lebih milih dia dari pada aku? Ok baiklah! Detik ini juga, aku SINDY membatalkan pernikahan kita!!!" Ucap Sindy dengan penuh emosi dan langsung melepas cincin pertunangannya, lalu melemparkannya pada Lucas. Sindy langsung pergi begitu saja dari sana dengan perasaan yang sudah hancur karena Lucas mengkhianatinya.
"Sindy tunggu!" Ucap Lucas yang hendak mengejar, namun di halangi oleh Intan.
"Sayang, apa kamu mau ninggalin aku yang sedang terluka ini?" Ucap Intan yang masih pura-pura terluka akibat jatuh di dorong oleh Sindy.
"Itu tidak mungkin sayang!" Lucas menggendong Intan dan menaruhnya di ranjang lagi.
"Lebih baik kita cari mangsa baru saja tidak perlu mengejarnya lagi!" Ucap Intan pada Lucas.
"Apapun keputusan kamu, aku akan menurutinya sayang!" Kata Lucas lalu mereka kembali melepaskan h*srat mereka di atas ranjang.
Pov Sindy
Sindy terus menangis dan menatap ke belakang, untuk memastikan apakah Lucas mengejarnya atau tidak.
"Bahkan dia tidak mengejar ku sama sekali!!" Kesal Intan sembari menghapus air matanya.
Sejak saat itu Sindy memilih untuk pergi ke mansion sepupunya yang ada di luar negeri.
Flashback off
__ADS_1