
"Adiknya Kris dodol😒😒" ucap Byun pada Jenie.
"Ya santai dong, namanya aja juga tanya😒!!" Ucap Jenie kesal pada Byun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar Lisa,,
Lisa terbangun dari pingsannya lalu berpikir.
"Apa aku sudah membunuh orang dengan tanganku ini? Apa aku tadi benar-benar melakukannya? Atau tadi hanya mimpi saja?" Ucap Lisa yang bingung dengan kejadian tadi, apakah mimpi atau kenyataan.
Sedangkan di luar Sehun hendak masuk ke kamar Lisa.
"Hey, kamu mau ke mana?" Tanya Velia yang melihat Sehun berjalan menuju kamar Lisa.
"Untuk apa bertanya? Tentu saja aku ingin melihat kondisi calon istriku!" Ucap Sehun percaya diri.
"Hah?" Velia bingung.
Dan semua yang ada di sana terdiam seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Sehun tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Sehun dan Lisa,
Sehun yang langsung masuk ke dalam kamar Lisa, dirinya langsung menyapa Lisa.
"Hay sayang?! Kamu sudah bangun?" Sapa Sehun pada Lisa yang ternyata sudah bangun dari pingsannya tadi.
"Sehun?" Ucap Lisa sembari menoleh ke arah Sehun yang perlahan berjalan menuju dirinya.
Sehun langsung duduk di dekat Lisa lalu tersenyum manis ke arah Lisa dan berkata,,,,
"Sayang, kamu tadi sangat hebat!" Ucap Sehun sembari menyelipkan rambut Lisa ke belakang telinganya.
Deg,,,,
"Mak,,,maksud kamu?" Ucap Lisa yang bingung dengan ucapan Sehun, karena sempat berpikir kalau tadi bukanlah mimpi.
__ADS_1
"Apa kamu lupa dengan kejadian tadi?" Tanya Sehun pada Lisa.
"Jadi yang tadi itu bukanlah mimpi? Melainkan memang benar-benar nyata?" Ucap Lisa tak percaya kalau tadi itu kenyataan.
"Ak,,,aku?!!!" Ucap Lisa terbata lalu melihat kedua tangannya, setelah itu kemudian dia menangis.
"Apa yang sudah aku lakukan? Aku membunuh orang? Aku seorang pembunuh!!! Hiks,,,hikss" ujar Lisa panik sembari menangis tak percaya kalau dirinya sudah membunuh seseorang.
Melihat Lisa yang menangis, Sehun langsung memeluk hangat Lisa dan mencoba menenangkan Lisa.
"Sayang, kamu tenang saja! Kamu tidak bersalah, Lisa! Tadi kamu membunuhnya karena kamu tidak tega dan merasa kasihan sama dia, saat melihat dia yang sudah merintih kesakitan tadi!! Tapi yang perlu kamu tahu,,,,,!!" Sehun lalu melanjutkan menceritakan rangkaian kejadian setelah Lisa pingsan tadi. Sehun juga menceritakan tentang Luhan, adik Kris. Yang mati di bunuh oleh kakaknya sendiri yaitu Kris.
"Jadi Kris memiliki kepribadian ganda?" Tanya Lisa.
"Iya, Lis!" Jawab Sehun singkat.
"Jadi yang kemarin itu juga bukan kemauan dia sendiri untuk membunuh Mama?" Tanya Lisa yang ingin memahami semuanya.
Sehun tersenyum lalu mengangguki ucapan Lisa tadi.
"Aku seorang pembunuh hiks,,,hikss" ucap Lisa yang kembali menangis lagi.
"Kamu sendiri juga sudah mengetahui kebenaran kalau aku ini siapa?! Aku seorang mafia!! Akan tetapi aku tidak sembarangan membunuh orang yang memang bukan musuhku! Aku hanya akan membunuh ketika orang-orang di sekitarku merasa terancam atau di sakiti!" Jelas Sehun.
"Aku sendiri sangat hancur melihatmu seperti kemarin! Hatiku bak tertusuk seribu duri, Lis!! Itu sebabnya aku memutuskan untuk bersumpah akan membunuhnya!" Jelas Sehun lagi.
"Tapi sekarang terserah kamu! Semua keputusan hanya ada di tangan kamu, Lis! Jika kamu tidak mau menerima aku dan memaklumi semuanya yang sudah aku perbuat, aku akan berusaha menerima apapun keputusan kamu, Lis! Aku sadar kalau aku bukanlah orang baik!" Ucap Sehun sembari menundukkan kepalanya, setelah memberi tahu Lisa tentang semua kebenarannya.
Sehun saat itu hendak pergi karena Lisa tak kunjung menjawab ucapan Sehun. Sehun mengira bahwa Lisa diam karena dia menolak Sehun, karena mengetahui kalau Sehun adalah seorang mafia.
Sehun yang hendak beranjak dari duduknya pun di tahan oleh Lisa.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku sangat mencintai kamu! Aku tidak peduli apapun yang sudah kamu lakukan! Dan aku juga tidak perduli mau kamu seorang mafia sekali pun. Yang aku tahu aku hanya mencintai kamu saja, Sehun! Aku mohon jangan pergi hiks,,,hikss!" Ucap Lisa yang terisak dalam tangisnya.
Sehun yang mendengar jawaban Lisa pun langsung menoleh ke arah Lisa dan tersenyum bahagia. Sehun langsung memeluk Lisa hangat, begitu juga dengan Lisa yang membalas pelukan Sehun dengan hangat.
"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu!" Ucap Sehun di tangah pelukannya.
"Aku mohon, aku hanya memiliki kak Velia saja! Aku mohon jangan tinggalkan aku hiks,,,hikss!!" Ucap Lisa yang kembali menangis haru lagi.
__ADS_1
"Aku akan selalu ada untuk kamu sayang!" Ucap Sehun sembari mengusap air mata Lisa menggunakan jarinya.
"Kita semua juga akan selalu ada buat kamu, Lis!" Ucap semua orang yang ternyata sedari tadi mereka menyaksikan percakapan Sehun dan juga Lisa.
Lisa dan Sehun langsung menoleh ke sumber suara, yang tepatnya berada di ambang pintu kamar Lisa.
"Aku akan menjadi teman yang baik buat kamu, Lis! Sampai kapan pun!!" Ucap Yuna sembari tersenyum ke arah Lisa.
"Aku juga, Lis !" Ujar Dila dan Jenie secara bersamaan.
"Kau lihat kan? Semua akan selalu ada buat kamu, dan kita akan menjaga diri kita satu sama lain! Jadi kamu nggak usah khawatir lagi ya! Udah jangan nangis oke!" Ucap Sehun sembari mengusap air mata Lisa yang masih saja jatuh dari pelupuk matanya.
"Lisa!" Panggil Velia pada adiknya itu.
"Kakak?!" Ucap Lisa saat melihat kakaknya memanggil namanya.
Velia hendak memeluk adiknya itu, namun dihalangi oleh Sehun.
"Hey, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Sehun pada Velia, saat melihat Velia hendak memeluk Lisa.
"Apa lagi? Aku hanya ingin memeluk adikku saja!" Ucap Velia.
"Tidak boleh!" Jawab Sehun yang melarang Velia untuk memeluk Lisa, adiknya sendiri.
"Oh ayolah! Aku ini kakaknya sendiri!!" Rengek Velia.
"Tetap tidak boleh!" Ucap Sehun yang masih saja melarang Velia untuk memeluk Lisa.
"Tidak mau!" Jawab Sehun singkat dengan tingkahnya yang imut seperti bayi.
"Chan😫😫😫😫!!!!" Ucap Velia yang merengek pada Chan, karena Sehun tidak memperbolehkannya untuk memeluk Lisa, meski hanya sebentar saja.
"Sehun, biarkan Velia memeluk adiknya! Lagi pula lo udah meluk dia dari tadi bukan?" Ucap Chan yang meminta agar memperbolehkan Velia untuk memeluk Lisa.
"Ck, baiklah!" Ucap Sehun yang akhirnya memperbolehkan Velia untuk memeluk Lisa, adiknya.
Velia pun langsung memeluk hangat Lisa, begitu juga dengan Lisa yang membalas pelukan hangat dari Velia.
"Kita harus menjalani kehidupan ini tanpa adanya Mama! Kita mulai membuka lembaran baru oke!" Ucap Velia yang sudah cukup puas memeluk adiknya itu.
__ADS_1
Lisa tersenyum ke arah Velia lalu berkata,,,,