Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Dia tertembak


__ADS_3

"Oh sh*tttt !" Umpat Chan kesal karena mengingat kalau para mafioso di perintah untuk pergi ke bandara. Dan hanya ada beberapa saja yang masih berada di sana untuk berjaga. Siapa sangka waktu itu membuat musuh lebih leluasa untuk menyerang markas mereka yang sedang sepi dari penjagaan mafioso. Bahkan mafioso musuh jumlahnya lebih banyak, sehingga mereka mafioso yang tersisa kewalahan mengalahkan musuh.


"Ini gawat, kita harus segera berlindung!" Sehun langsung menyusun rencananya, "Kyungsoo, bawa semua wanita masuk ke dalam mansion milik Chan! Bawa ke ruang rahasia supaya tidak ketahuan!" Kata Sehun memerintah Kyungsoo untuk membawa semua wanita berlindung.


Karena tidak ada pilihan lain, dengan menunggu mafioso miliknya datang. Kyungsoo langsung melaksanakan perintah Sehun tadi, dan akan kembali setelah membawa semua wanita berlindung. Sedangkan Chan saat itu segera memberi tahu yang lain untuk segera membantunya melawan musuh yang sudah mulai mencoba masuk ke dalam mansion.


"Kyungsoo, lo ngapain lari kayak gitu?" Tanya Kai heran melihat Kyungsoo yang berlari mendekat ke arah mereka semua yang sedang berkumpul di halaman untuk menikmati hidangan pesta.


"Kita di serang musuh! Lebih baik sekarang para wanita masuk ke mansion Velia! Dan yang pria bantu penyerangan!" Ucap Kyungsoo dan di angguki semua para pria. Sedangkan para wanita tampak bingung dan khawatir.


"Di mana suamiku?" Tanya Lisa yang menanyakan keberadaan Sehun.


"Lo tenang aja! Yang penting kita semua masuk sekarang!!"


Mereka lalu berhamburan masuk ke dalam mansion Chan dan Velia.


Dorr ,,,, Dorrr,,,, Dorr


Dorrr,,, Dorrr,,,, Dorr


Suara tembakan sudah mulai terdengar, kini semua wanita sudah masuk ke dalam mansion, namun tidak dengan Velia yang masih mengkhawatirkan suaminya. Karena Chan tidak menemuinya dulu sebelum akan melawan para musuh.


Semua para wanita hanya menurut dan langsung masuk ke ruang rahasia yang memang sengaja di bangun untuk kecemasan. Namun lain halnya dengan Velia yang sulit sekali di atur, itu karena emosinya sedang labil, bawaan bayi dalam perutnya. Membuat Velia justru keluar dari mansion dan hendak mencari Chan.


"Chan! Aku harus mencari Chan!" Velia yang hendak keluar dari ambang pintu, terus berontak pada Kyungsoo yang menghalanginya.


"Vel, masuklah, ini bahaya!" Ucap Kyungsoo yang sudah panik karena Velia terus saja berontak.


"Chan, sayang!" Panggil Velia pada Chan yang terlihat sedang bertarung dengan para musuh, namun Chan tak mendengar panggilan Velia. Chan fokus melawan para mafioso musuh yang jumlahnya begitu banyak.


"Velia, gue mohon jangan kayak gini!!!" Kyungsoo memohon agar Velia mau menurut. Namun lagi-lagi Velia menolak dan terus memaksa ingin ke arah Chan.


"Tidak! Aku tidak mau! Chan, sayang!!" Panggil Velia yang sudah berlinang air mata melihat Chan bertarung, padahal Chan tak terluka sedikit pun.

__ADS_1


Dorr,,,,,Dorrr,,,Dorrr


Dorre,,,,Dorrr


Sebuah peluru di lepaskan dari pistol dan diarahkan pada Kyungsoo dan Velia yang kini berada di teras. Ya, Mafioso yang berhasil memanjat pembatas itu mencoba menembaki Kyungsoo dan Velia.


Namun Kyungsoo masih mencoba menghindari itu.


"Ayo, Vel kita masuk!" Ucap Kyungsoo yang malah mulai kewalahan menghadapi Velia. Velia menggigit tangan Kyungsoo, hingga Kyungsoo langsung reflek melepaskan Velia. Velia yang sudah terlepas dari genggaman Kyungsoo pun langsung berlari ke arah Chan berada.


"CHAN!!!" Teriak Velia yang di dengar oleh Chan yang sedang sibuk bertarung dengan musuh.


"Velia!" Ucap Chan menoleh mendengar namanya di panggil dan melihat Velia yang berlari ke arahnya. Sontak membuat Chan dengan segera berlari dengan cepat menuju ke arah Velia.


Dorrr,,,,,


Namun terlambat, Velia sudah lebih dulu tertembak pada bagian perutnya hingga membuat Kyungsoo dan Chan membelalakkan matanya melihat Velia yang langsung terkapar lemas.


Deg,,,


"VELIA!!!!" Teriak Chan dan Kyungsoo secara bersamaan.


Chan dan Kyungsoo pun langsung mendekat ke arah Velia terkapar lemas tak berdaya.


"Velia!" Ucap Chan panik.


"Sa-sayang ba-ba-baby kita?!" Ucap Velia terbata.


"Dia pasti akan baik-baik saja sayang!" Ucap Chan yang langsung mengangkat tubuh Velia.


"Cepat bawa Velia pergi ke rumah sakit! Sebelum ada tembakan lagi! Gue akan bukakan jalan untuk lo!" Ujar Kyungsoo dan Chan pun langsung menuju mobilnya.


Saat Chan menggendong Velia dan membawa ke mobil, Velia merintih dan tiba-tiba saja langsung tak sadarkan diri. Hal itu membuat amarah Chan seketika memuncak melihat kondisi istrinya yang sudah tak sadarkan diri karena darah segar terus keluar dari perutnya, akibat tembakan itu.

__ADS_1


Saat itu juga tanpa pikir panjang, Chan langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Dorr,,, Dorrr


Prangg,,,, Dorrr,,, Cetiarrr,,,


Terdengar suara pecahan kaca bahkan tembakan mengarah pada mobil Chan yang mulai melaju. Tanpa pikir panjang lagi, Chan menabraki seluruh mafioso tanpa peduli akan apa yang dia lakukan saat itu. Melewati seluruh mafioso musuh yang mencoba menghalangi jalannya. Saat ini dia hanya fokus pada Velia sang istri yang tak sadarkan diri. Kyungsoo yang hendak membantu membelah jalanan untuk mobil Chan pun, terdiam sejenak melihat Chan yang langsung melajukan mobilnya dengan menabraki seluruh mafioso tanpa ampun. Bahkan bagian kaca mobil Chan ada yang pecah karena tembakan itu. Namun Chan tidak peduli dan terus mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Setelah itu Kyungsoo yang sudah melihat mobil Chan pergi sampai tak terlihat, memutuskan masuk ke dalam mansion.


"Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini?!" Kyungsoo berjalan cepat menuju mansion, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Byun yang ternyata di suruh untuk mengantar ke ruang rahasia bersama Chen pun ada di sana, karena pintu menuju ruang rahasia itu sangat berat, sehingga butuh 2 orang pria yang membukanya. Karena tadi Kyungsoo sempat mencoba menghalangi Velia, Jadi Byun dan Chen langsung masuk untuk membukakan pintu ruang rahasia itu.


"Loh, Kyungsoo! Kenapa lo sendiri? Mana Velia?!" Tanya Byun yang menanyakan keberadaan Velia , karena setahu dia tadi Kyungsoo sempat bersama dengan Velia.


Kyungsoo terlihat tertunduk lesu saat hendak berkata, "Dia tertembak!".


Deg,,,,


Mereka membelalakkan mata bersamaan karena terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Kyungsoo. Mereka sebenarnya sempat tak percaya, namun karena dirinya menunduk lesu, itu membuat mereka yakin kalau apa yang Kyungsoo katakan itu tidak bohong.


"Apa yang terjadi padanya? Di mana dia sekarang Kyungsoo? Kenapa kau tidak membawanya bersamamu?" Ucap Lisa yang sudah khawatir dengan kakak angkatnya itu.


"Dia tertembak pada bagian perutnya!" Nada bicara Kyungsoo terlihat lesu seakan tak sanggup mengatakannya.


Mereka semua syok dan semua panik karena bingung harus melakukan apa.


"Itu tidak boleh terjadi! Di perut kak Velia ada janin! Dia ti- " Lisa tak sanggup melanjutkan ucapannya dan langsung duduk bersimpuh merasakan sesak di dadanya mengetahui kebenaran itu.


Dila dan yang lainnya langsung mencoba menenangkan Lisa, padahal sebenarnya mereka juga khawatir akan kondisi Velia saat ini. Namun tidak dengan Jenie yang masih menatap tajam pintu dengan nafas yang memburu akibat emosinya. Dia sudah mengepalkan tangannya.


"Kita harus lakukan sesuatu! Kita harus membantu melawan musuh-musuh itu!" Jenie tak dapat berpikir jernih, pikirannya kacau di tambah mengetahui Velia yang tertembak, membuat dirinya tak mampu membendung emosinya. Chen yang saat itu ada di dekatnya berusaha menenangkan adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2