Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Datangnya Suho


__ADS_3

"Chan? sebegitu pedulinya kamu sama aku?,, sampai-sampai kau menyuruh adik kamu sendiri untuk menjaga aku?!" ujar Velia senang di dalam hatinya ,"Eh? perasaan apa ini? kenapa aku begitu senang ketika tau kalau Chan menyuruh adiknya untuk menjaga aku?!" batin Velia.


Setelah Riri menyuruh Velia untuk tidur, Velia berkata......


"Terima kasih karena sudah mau menjagaku, kau begitu cantik dan juga sangat manis?!" Ujar Velia yang memuji Riri. Mendengar itu Riri tersipu malu, dan wajahnya memerah "Oh iya, sampaikan salamku pada Chan?!" Ujar Velia yang hendak tidur di ranjangnya dan hanya di jawab Riri dengan anggukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya di rumah Chan......


Chan sedang bersiap untuk pergi bersama dengan Dila.


"Hari ini aku harus tampil lebih menawan dibandingkan biasanya?!" Ujar Chan pada dirinya di depan cermin miliknya.


Saat Chan sedang sibuk bersiap, Riri pun muncul di dekat Chan. Riri yang tidak tau Chan akan pergi ke mana, akhirnya bertanya pada Chan yang tengah sibuk bersiap.


"Kakak mau kemana? Tumben rapi banget?!" Tanya Riri penasaran.


"Aduh dek, kakak kan kemarin sudah bilang, kalau kakak mau keluar sama Dila!" Ijar Chan memberi tahu Riri. "Oh, jadi yang kemarin itu namanya Dila?!" Tanya Riri.


"Iya, dia teman kakak waktu SMA dulu? Dia adalah wanita yang paling cantik di SMA dulu?!" Ujar Chan untuk memberi tahu adiknya itu.


"Oh jadi gebetan kakak dari SMA?!" Tanya Riri dengan wajah polosnya.


"Bukan gebetan dek, tapi lebih tepatnya, kakak cuma mengagumi dia aja?!" Ujar Chan menjelaskan pada Riri.


Setelah itu, Chan pun berpamitan dengan Riri dan segera menuju rumah Dila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Dila, kini Dila sedang berada di depan cermin meja riasnya.


"Hari ini aku akan jalan sama Chan?! ,Kayaknya dia kalau dilihat-lihat tampan juga, kayaknya bisa aku manfaatin?!" Ujar Dila pada cermin miliknya.


Tak butuh waktu lama, Chan sudah sampai di rumah Dila dan menjemputnya untuk pergi jalan.


"Dil , kamu terlihat sangat cantik hari ini?!" Ujar Chan di dalam mobilnya.


"Haish ,nggak usah gombal deh?!" Jawab Dila wajah sedikit risih.

__ADS_1


Riri menatap Chan yang sedang mengendarai mobilnya lekat-lekat. Hal itu membuat Chan salah tingkah sendiri ,karena ini baru pertama kali baginya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa aku terlalu berlebihan?!" Tanya Chan pada Dila yang masih menatapnya.


"Haish, tidak-tidak Chan bukan begitu, hanya saja kau terlihat sangat tampan hari ini?!"ujar Dila yang mampu membuat hati Chan berbunga-bunga mendengarnya.


Mereka berdua jalan-jalan mengelilingi kota dan mengenalkan Dila pada tempat-tempat yang belum dia kunjungi. Saat tiba waktunya makan siang , mereka berhenti di sebuah restauran dan makan siang di sana.


"Chan , kau sudah membuat hatiku terpanah oleh pesonamu, kau harus menjadi milikku!!" Ujar Dila di dalam hatinya.


Setelah menunggu makanan datang ,akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang dan siap di santap oleh Chan dan juga Dila.


Di sela-sela mereka makan, Dila mengatakan suatu hal yang tidak pernah di sangka oleh Chan.


"Chan ,aku tidak mau lama-lama seperti ini, aku ingin tau apakah kau menyukaiku atau tidak?!" Ujar Dila yang membuat Chan terkejut lalu tersedak.


Dila yang melihat Chan tersedak saat itu, dia langsung mengambil minuman Chan dan memberikannya kepada Chan.


"Dil, maksud kamu tadi apa?!" Tanya Chan yang tidak paham akan maksud Dila.


"Chan, aku ini tipe orang yang tidak suka basa-basi, jadi kalau kau memang menyukaiku , sebaiknya kita jalani hubungan saja, dan jika tidak lebih baik kita menjauh?!" Ujar Dila yang membuat mulut Chan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Chan ? Kenapa kau diam saja? Kamu tidak mau menjalin hubungan denganku?!" Tanya Dila pada Chan.


"Ah ,tidak Dil! Bukan begitu maksudku, aku memang sudah menyukai kamu sejak kita SMA ?!" Ujar Chan tanpa sengaja yang langsung berbicara seperti itu.


Setelah percakapan itu, mereka berdua menjalani hubungan sepasang kekasih dan Dila hanya memanfaatkan Chan saja. Entah memanfaatkan apa, tapi yang jelas ,Dila tidak memiliki rasa apapun pada Chan.


"Ternyata kau masih sama seperti saat SMA dulu Chan, kau masih saja polos?!" Ujar Dila bangga di dalam hatinya karena berhasil mendapatkan Chan.


Mereka menghabiskan makan siang mereka , namun ternyata ada seorang pria yang datang dan langsung menggebrak meja Chan dan juga Dila. Hal itu sontak membuat Chan dan Dila juga pengunjung yang lain menoleh ke arah pria tersebut. Tatapan marah dari mata pria itu membuat Chan bingung akan kesalahan apa yang sudah di buatnya.


"Hey, apa-apaan kamu ini?" Ujar Dila sembari berdiri dari duduknya "Datang dan menghancurkan suasana? Apa mau kamu?" Ujar Dila kesal pada pria itu.


"Dila ,dia siapa?" Tanya Chan pada Dila karena tidak tahu apa-apa.


"Dia ini......." Ucapan Dila terpotong oleh pria itu.


"Aku Suho, pacar sekaligus calon tunangan Dila!" Ujar Suho tegas pada Chan.

__ADS_1


Ucapan Suho sontak membuat Chan bingung sekaligus sakit hati karena merasa di bohongi oleh Dila. Chan hanya bisa bertanya akan hubungan apa yang sebenarnya ada diantara Dila dan Suho.


"Nggak Chan, dia cuma masalalu aku, kamu jangan dengerin dia?!" Ujar Dila.


"Ikut aku sekarang?!" Kesal Suho pada Dila hingga langsung menarik kasar tangan Dila.


Dila merasa kesakitan pada tangannya yang ditarik kasar oleh Suho. Dila meminta tolong pada Chan ,namun Chan hanya bisa terdiam karena dia ingat dengan siapa yang sedang dia hadapi sekarang ini. Pria itu adalah Suho, kekasih Dila saat masih SMA dulu. Sebenarnya Chan sendiri tidak tahu apakah hubungan mereka masih berlanjut atau tidak setelah lulus. Yang Chan tau kini Dila tidak memiliki seorang kekasih.


"Chan , kenapa kamu diam saja? Tolong aku Chan?!" Ujar Dila yang dibawa oleh Suho pergi, Dila memberontak namun kekuatannya tak mampu mengalahkan pria yang kini mencengkeram kuat pergelangan tangannya.


"Kamu harus ikut aku sekarang!!!" Ujar Suho yang terus memaksa Dila untuk ikut dengannya.


Suho hendak membawa Dila pergi, sampai saat dia di depan pintu. Chan menyusul mereka.


"Berhenti?!" Ujar Chan.


Ucapan Chan sontak membuat Suho menghentikan langkahnya. Kemudian Chan berjalan mendekati Dila yang dipaksa oleh Suho.


"Kau berani menantang ku? Apa hak mu?!" Ujar Suho dengan nada sedikit meledek Chan.


Chan sempat menundukkan kepalanya karena mendengar ucapan Suho. Namun demi Dila , Chan memberanikan diri untuk melawan Suho.


"Lepaskan Dila!" Ujar Chan dengan nada santainya.


Suho menaikkan satu alisnya dan berkata.....


"Kau berani menyuruhku? Sudah hebat ya ternyata!" Ujar Suho yang masih menyepelekan Chan.


"Aku tidak suka dengan caramu memperlakukan wanita seperti itu!" Ujar Chan yang masih terlihat santai.


"Lalu kau mau apa? Menghajarku?" Ucap Suho sembari tertawa mengejek Chan "Dengar!!! Mau dia menolak atau mau dia apa ,itu bukan urusan kamu!!" Ujar Suho lagi.


"Jelas ini menjadi urusanku! Karena aku yang membawanya ke sini dan aku juga yang harus memastikan dia selamat sampai rumahnya" tegas Chan pada ucapannya. "Kecuali kalau dia mau pergi denganmu dengan senang hati, maka aku akan membiarkanmu membawanya!!" Ujar Chan lagi.


"Kenapa Chan berani sama Suho? Dia terlihat seperti seorang pahlawan sekarang, padahal setahu aku dia orangnya sangat polos,, dan pendiam?!" Ujar Dila di dalam hatinya yang kagum pada Chan.


"Cih!!! Untuk apa aku ijin sama kamu? Dia itu tunangan aku, jadi suka-suka aku mau bawa dia kemana aja!!" Ucap Suho sembari menarik tangan Dika semakin keras dan membawa Dila pergi.


"Hentikan tindakanmu itu!! Kau ini laki-laki atau bukan?!" Ujar Chan yang membuat Suho kesal lalu memukul Chan beberapa kali pada wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2