Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Niat buruk Dila


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, dia sekarang Velia tidak lagi sering di ganggu dengan makhluk tak kasat mata, itu semua berkat Riri yang selalu ada untuk Velia.


Suatu hari,,,,,,,,,,,,,,,


"Hari ini aku akan masak untuk Chan , sebagai tanda terima kasihku karena dia sudah menolongku untuk menanam bunga mawar di taman?!" ujar Velia yang bersemangat karena akan memberikan kejutan di rumah Chan nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, rumah Chan,,,,


Chan terlihat sedang duduk di sofa yang biasa dia duduki untuk bersantai, terlihat dia sedang memegang sebuah ponsel miliknya.


"Kenapa 2 hari ini ,Dila sama sekali tidak ada kabar?, aku datengin ke rumahnya juga dia nggak ada!?,, apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama Dila?!" ujar Chan dengan banyak pertanyaan yang masih belum bisa terjawab.


tiba-tiba,,,,


Tok tok tok,,,,,,


Suara pintu rumah Chan yan di ketuk oleh seseorang dari luar rumah Chan. Chan pun segera membuka pintu rumahnya untuk mencari tahu siapa yang mengetuk pintu rumahnya berkali-kali tanpa henti. Saat Chan membukakan pintu, dia sedikit di buat terkejut dnegan adanya Dila di sana yang langsung memeluk Chan tanpa aba-aba.


"Dila?!" ujar Chan yang terkejut karena tiba-tiba di peluk oleh Dila.


"Chan aku takut, aku dipaksa menikah dengan Suho" ujar Dila yang terlihat ketakutan dalam pelukan Chan.


"Apa?, Kamu tenang saja ya aku ada bersamamu, tidak akan ada yang bisa menyentuhmu?!" ujar Chan menenangkan Dila sembari membalas pelukan Dila.


Tanpa Chan dan juga Dila sadari ternyata ada yang memandang mereka dari kejauhan ,lebih tepatnya di depan gerbang pintu rumah Chan. Terlihat Velia yang tengah berdiri dengan memandang Chan dan juga Dila yang sedang berpelukan hangat di depan pintu. Saat Velia masi ada di depan pintu gerbang itu, Chan ternyata merasakan adanya kehadiran Velia karena ada aroma mawar yang sangat menyengat di hidungnya.


"Aroma ini , ini aroma mawar dan ini identik dengan adanya Velia" ujar Chan di dalam hatinya dan dengan posisi masih memeluk Dila.


Di saat itu juga ,mata Chan tertuju pada sosok wanita cantik yang berdiri tepat di depan pintu gerbang dengan membawa makanan di tangannya.


"Velia!" ujar Chan yang setelahnya melepas pelukan dan berlari ke arah Velia. namu Velia sudah lebih dulu berlari menjauh dari rumah Chan.


Dila meras terkejut dengan Chan yang tiba-tiba melepas pelukannya dan berlari entah ke arah mana.


"Chan ada apa?" ujar Dila bingung.


"Ti,,Tidak ada apa-apa, kita masuk saja?!!" ujar Chan yang mengajak Dila untuk masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Akan tetapi mata Chan masih tertuju pada tempat di mana dia melihat Velia berdiri tadi. Dan betapa terkejutnya Chan saat melihat ada satu sosok yang tengah berdiri tepat di tempat Velia berdiri tadi. Hantu itu menatap Chan dengan wajah seramnya.



Di sisi lain, Velia masih terus berlari menuju rumahnya. Dia sengaja berjalan kaki untuk menuju rumah Chan ,supaya saat pulang nanti Chan yang mengantarnya. Namun melihat kejadian tadi, rasanya hati Velia hancur berkeping-keping dan langsung berlari menuju taman yang ada dibelakang rumahnya.


Velia menangis di sebuah gazebo yang ada di taman bunga mawar yang ada di belakang rumahnya itu.


"Kenapa dadaku rasanya sesak seperti ini? aku tidak pantas marah kepada Chan! Dah aku juga bukan siapa-siapa Chan, lalu kenapa aku menangisinya seperti ini?!" Ujar Velia yang masih terus berderai air mata.


"Chan pantas bahagia walau tidak bersama denganku?!" ujar Velia lagi. dan tanpa Velia sadari ada sosok yang memperhatikan dia dari jauh, sosok itu terlihat tidak berani mendekat ke arah Velia ,entah apa sebabnya.



Selang beberapa menit Riri datang ke tempat Velia dan mendapati Velia yang sedang menangis di gazebo taman.


"Kak Velia, kenapa kamu menangis?" tanya Riri.


Velia langsung mengusap air matanya dan berkata....


"Ti,,,tidak apa-apa Ri aku hanya teringat dengan kedua orang tuaku saja?!" ujar Velia berbohong.


"Kakak tidak usah memendamnya sendiri, ceritakan saja padaku!" ujar Riri yang berusaha menenangkan Velia.


"Kakak tidak usah berbohong padaku, aku tahu kalau kakak menyukai kak Chan bukan?!" ujar Riri yang membuat Velia tersentak kaget.


"Sudahlah kakak tidak usah menyembunyikannya dariku, katakan saja pada kak Chan kalau kakak menyukainya?!!" ujar Riri yang membuat Velia berpikir.


"Ri, tolong tinggalkan aku sendiri!" ujar Velia yang meminta Riri untuk meninggalkannya sendiri.


"Baiklah kalau kakak ingin sendiri dulu, tapi kakak tahu kan harus ke mana untuk bercerita, aku akan siap sedia mendengar kakak, dan membantu kakak sebisa aku?!!" ujar Riri yang setelahnya di jawab oleh Velia.


"Iya Ri makasih untuk perhatian kamu?!" ujar Velia yang setelah itu Riri pergi dari hadapan Velia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain rumah Chan, Dila memutuskan untuk menginap lagi di rumah Chan. Saat mereka berdua duduk di sofa,,,,


"Apakah tadi itu Velia? Tapi untuk apa Velia datang ke sini?!" Ujar Chan di dalam batinnya.

__ADS_1


Dila yang melihat Chan melamun tak tinggal diam untuk menanyakan ada apa sebenarnya dengan Chan.


"Chan, kenapa dari tadi kamu terus saja melamun? Apa kau tidak suka kalau aku ada di sini?" Ujar Dila yang membuyarkan lamunan Chan.


"Kalau kamu nggak suka aku ada di sini, aku akan pergi?!" Ujar Dila sembari beranjak dari tempat duduknya, namun berhasil di halangi oleh Chan.


"Tidak ,Dil tunggu, aku akan bicara dengan Suho nanti, tapi kamu jangan kemana-mana ya?!" Ujar Chan yang memerintahkan Dila untuk tidak kemana-mana.


"Tapi untuk apa kau menemuinya?!" Ujar Dila.


"Kau sekarang adalah milikku, dan hanya aku yang akan menikah dengan kamu, Dil?!" Ujar Chan .


"Bagus Chan, teruslah berusaha untuk kehancuran kamu sendiri?!" Ujar Dila di dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya , masih di rumah Chan.


"Chan ,aku akan tidur sekarang, selamat malam?!" Ujar Dila sembari mencium pipi Chan. Chan hanya diam dan menjawab Dila dengan senyuman dan anggukan kepalanya.


Setelah itu Dila masuk ke dalam kamar Chan, sedangkan Chan masih duduk di sofa dengan memegang pipinya yang tadi sempat di cium oleh Dila.


"Kenapa rasanya sangat aneh? Tidak ada perasaan bahagia sama sekali saat Dila mencium pipiku ! Yang ada justru hanya rasa canggung yang menghampiriku?apa yang sebenarnya terjadi? Apa aku tidak mencintai Dila?!" Ujar Chan di dalam hatinya.


Setelah Chan berseteru dengan batinnya, Riri tiba-tiba datang menghampiri Chan.


"Kak?!" Ujar Riri yang membuat Chan membuyarkan lamunannya.


"Riri?!" Ujar Chan.


"Kenapa kakak memaksakan diri kakak sendiri? Kenapa kau tidak memperjuangkan cintamu kak?!" Ujar Riri yang membuat Chan bingung.


"Maksud kamu apa dek?!" Ujar Chan bingung.


"Aku tahu kakak mencintai kak Velia, tapi kenapa kakak justru bersama dengan kak Dila?!" Tanya Riri.


"Entahlah dek, kakak sendiri juga bingung?! "Ujar Chan.


"Apa yang kakak bingungkan?" Tanya Riri.

__ADS_1


"Dek ,kamu tahu kan kalau Velia itu,,,,,,!" Belum sempat menyelesaikan ucapannya Chan pun terdiam karena ucapan Riri.


"Hantu?!" Ujar Riri yang membuat Chan terdiam.


__ADS_2