
"Tujuan apa itu?" Tanya Dila.
"Menghabisi orang yang sudah membuat masalah!! Dan kalian juga tahu sendiri kalau Sehun adalah kekasih Lisa! Sehun pasti tidak mungkin diam sama melihat kekasihnya terpuruk seperti itu!!" Ucap Jenie.
"Apa?" Ucap Lisa yang tiba-tiba datang dari belakang mereka bersama dengan Velia.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Velia bingung mendengar ucapan di antara mereka tadi.
"Sehun? Kenapa dengan Sehun? Ku dengar tadi kalian juga berbicara tentang mafia juga! Ada apa sebenarnya? Ke mana perginya para pria?!" Ucap Lisa tak henti-hentinya bertanya.
"Kenapa kalian hanya diam?" Tanya Lisa karena melihat semuanya hanya diam tak menjawab satu pun pertanyaan dari Lisa.
"Jen, katakan saja! Jangan ada yang di tutup-tutupi diantara kita!!" Pinta Velia pada Jenie.
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada kalian!" Ucap Jenie yang akhirnya memutuskan untuk memberitahukan identitas semuanya.
Jenie pun langsung menceritakan semua kebenaran dan juga identitas Sehun juga teman-temannya yang menjadi seorang mafia.
"Jadi?" Tanya Lisa sambil memahami semua yang dikatakan oleh Jenie tadi.
"Iya, Lis! Aku harap kamu bisa menerima Sehun apa adanya! Bahkan Sehun sebelumnya tidak pernah menjalani hubungan dengan wanita mana pun!! Itu karena hatinya yang sangat sulit untuk ditaklukkan, Lis! Sekarang dia hanya mencintai dirimu! Mungkin dia melakukan ini karena dia tidak ingin melihat kamu yang terus-terusan bersedih! Sehun sendiri juga merasakan sakit yang kamu rasakan saat ditinggal oleh Mama Rindu!!" Ucap Jenie menjelaskan betapa Sehun mencintai Lisa.
"Tapi tetap saja aku tidak ingin kalau dia sampai membunuh seseorang, Jen!" Ucap Lisa khawatir.
"Kakak, aku mohon kita harus segera menyusulnya! Aku tidak ingin Sehun menyakiti siapapun atas meninggalnya Mama!" Ucap Lisa yang merengek pada Velia agar membawanya menuju Sehun.
"Kakak juga memiliki pikiran yang sama seperti kamu, lebih baik kita susul mereka, Jen!! Tolong antar kan kita ke mereka sekarang!!" Pinta Velia pada Jenie, karena hanya Jenie yang tahu tempat itu.
"Baiklah, tapi jangan sampai buat Sehun marah ya, Vel!" Ucap Jenie memperingatkan untuk tidak membuat Sehun marah, karena bisa berbahaya nantinya.
Tak hanya mereka bertiga saja, Dila dan Yuna juga memutuskan untuk ikut dengan mereka.
Mereka pun akhirnya menuju ke gedung tua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, tepatnya di gedung tua yang di minta Sehun. Orang yang di suruh oleh Sehun tadi yang tak lain adalah seorang mafioso Sehun.
Mafioso itu sudah berada di sana sebelum Sehun datang, dan dia telah berhasil membawa Kris ke gedung tua itu.
Sehun pun memasuki gedung tua itu yang sudah dikelilingi oleh banyaknya mafioso. Sehun masuk dengan aura pembunuhnya.
__ADS_1
"Di mana dia?!" Ucap Sehun dingin pada salah satu mafioso miliknya.
"Di ada di dalam, bos!" Jawab mafioso itu.
"Jika nanti ada yang datang, tolong ijinkan mereka untuk masuk! Tapi jangan biarkan mereka untuk ikut campur tangan dalam urusan ini!" Perintah Sehun.
"Baik, Bos!" Jawab mafioso itu dengan tegas.
Sehun lalu masuk ke dalam gedung tua itu dan langsung menemui Kris yang sudah berada di tangan mafioso miliknya.
Pov Kris
"Lepasin gue!!! Siapa yang nyuruh lo!! Katakan!!!" Ucap Kris yang memberontak pada mafioso.
"Gue!!" Ucap Sehun dingin dan tiba-tiba datang, dan langsung membuat seluruh mata menatap ke arahnya.
"Siapa lo! Kenapa lo nyuruh orang buat nahan gue di sini!!" Ujar Kris yang mencoba memberontak karena tangannya terikat.
"Lo nggak perlu tahu siapa gue!!" Jawab Sehun dingin.
"Apa lo mau bunuh gue dengan tangan gue yang masih terikat ini? Cih, dasar pecundang!!!!" Ucap Kris yang mengejek kemampuan Sehun.
"Jadi lo mau bertarung?" Tanya Sehun menawarkan.
"Udah gue bilang kalau lo nggak perlu tahu siapa gue!! Dan lo! Cepat lepaskan ikatan pembunuh ini!!!" Suruh Sehun pada salah satu mafioso yang ada di sana.
Kini tangan Kris tak lagi terikat dan dia berdiri tepat di depan Sehun.
"Sekarang majulah!!" Ujar Sehun dengan tatapan dingin dan tenangnya.
"Gue bahkan nggak kenal sama lo! Gue juga nggak tau lo siapa! Dan bisa-bisanya lo bilang kalau gue pembunuh? Apa lo gila?!" Ucap Kris yang mengatai Sehun sebagai orang gila.
Buukk,,,,bukkk,,,,,bukk
Beberapa pukulan langsung mendarat pada kelapa Kris hingga membuatnya langsung tersungkur.
"Akh!" Rintih Kris yang tersungkur di sudut ruang itu.
"Apa gue perlu mematahkan tangan ini?" Tanya Sehun pada Kris dengan tatapan mematikannya.
"Lo siapa? Lepasin gue!" Pinta Kris yang sudah sedikit kehilangan keseimbangannya karena terlalu keras di pukul oleh Sehun.
__ADS_1
Sehun lalu memegang kerah baju yang dikenakan oleh Kris dan mengangkatnya. Kemudian Sehun kembali memukul kepala Kris beberapa kali.
Buk,,,buk,,,,bukk
"Pukulan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit akan kekasih yang kehilangan seorang mamanya!" Ucap Sehun dengan nafas membaranya setelah memukul Kris beberapa kali.
"Uhuk, uhuk! Sebenarnya lo siapa?" Ucap Kris yang juga batuk disertai darah karena akibat pukulan dari Sehun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di saat mereka berdua sedang bertarung para sahabat Sehun juga Chan tiba di lokasi.
"Di mana Sehun?" Tanya Chen pada salah satu mafioso yang berjaga di luar gedung tua itu.
"Bos ada di dalam, tapi bos menyuruhku untuk memberi tahu kalian, kalau kalian tidak boleh mengganggunya!" Ucap Mafioso itu.
"Kenapa begitu?" Tanya Chen heran.
"Haish, apa lo nggak tahu gimana Sehun kalau lagi marah? Mending kita langsung masuk aja tanpa mengganggunya!" Ucap Byun.
Chan celingukan melihat ke berbagai arah yang ada di gedung tua itu, dia bahkan melihat banyaknya hantu yang ada di sekitar gedung tua itu.
"Tempat ini hantunya banyak sekali?!" Ujar Chan di dalam batinnya.
Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak Chan , dan yang tak lain adalah Kyungsoo. Sontak Chan langsung menoleh heran ke arah Kyungsoo.
"Lo harus bisa menahan rasa takut akan para hantu yang ada di sini, karena mereka mati terbunuh di sini!" Ucap Kyungsoo memberi tahu Chan supaya dia tidak takut. Chan hanya mengangguk paham akan maksud dari Kyungsoo itu.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam gedung tua itu, namun mereka berada di tempat yang gelap yang sudah disediakan di sana. Jadi Kris pun tidak tahu kalau di sana ada banyak teman Sehun yang datang. Mereka sendiri bisa melihat pertarungan namun mereka yang bertarung tidak bisa melihat adanya mereka di sana.
Plakkkk,,,,,,
Sebuah tamparan keras mendarat pada pipi Kris hingga bibirnya berdarah.
"Akh!" Rintih Kris sembari memegang bibirnya yang berdarah.
Sehun langsung mematahkan tangan Kris hanya dengan tangan kosong.
"Akh! Lo memang pria gila!!!" Ucap Kris yang tak lagi bisa merasakan tangannya.
"Gue memang gila!! Tangan ini!! Tangan yang lo pakai buat menusuk Mama Rindu tanpa ampun!!!" Ucap Sehun dengan amarahnya.
__ADS_1
Deg,,,,