Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Masalalu Chen


__ADS_3

Byun pun menceritakan semuanya kepada Velia dan juga Chan tentang apa yang terjadi tadi.


Bukan hanya menceritakan tentang kejadian tadi saja, Byun juga akhirnya memutuskan untuk menceritakan masa lalu Chen.


Flashback on,,,,


Saat itu Irene dan juga Chen menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih, mereka cukup bahagia dengan hubungan yang mereka jalani. Sampai akhirnya tiba-tiba Irene menghilang begitu saja dari kehidupan Chen. Chen sendiri bingung dan tidak tahu apa penyebab Irene bisa pergi meninggalkan dirinya, bahkan tanpa berpamitan dan juga memutuskan hubungan. Chen sudah mencari Irene kemana-mana tapi tetap tidak menemukan keberadaan Irene di manapun. Chen sudah merasa frustasi karena tidak tahu lagi harus mencari keberadaan Irene di mana.


Semenjak saat itu Chen selalu berharap kalau Irene akan datang untuk menemui dirinya dan menjelaskan semua yang terjadi padanya. Bahkan memilih untuk menutup hati bagi wanita lain, karena hanya ingin menunggu kekasihnya kembali.


Flashback off,,,,


"Astaga, kasihan sekali Chen!" Velia merasa iba mendengar apa yang diceritakan Byun tentang masalalu Chen. Dirinya yang sedang hamil membuat rasa kepeduliannya semakin meningkat.


"Byun, tolong kasih tahu semuanya untuk berkumpul di mansion Lisa nanti!" Velia meminta tolong pada Byun untuk memberi tahu semuanya.


"Tapi untuk apa sayang?" Tanya Chan.


"Iya, untuk apa?" Byun juga bertanya karena tidak mengerti.


"Udah nggak usah banyak tanya, pokoknya suruh mereka untuk berkumpul di mansion Lisa nanti!" Pinta Velia yang tidak bisa di ganggu gugat lagi. Dan Byun hanya bisa menuruti apa yang Velia mau, karena dirinya sedang hamil.


Malam harinya Velia tengah Menyiapkan makan malam dan dibantu oleh Kyungsoo. Dari tadi pagi sampai malam itu Chen sama sekali tidak keluar dari kamar dan mengunci dirinya di dalam kamar seharian.


Sampai akhirnya saat Velia dan juga Kyungsoo menyiapkan makanan di meja makan, dirinya melihat Chen yang keluar dari dalam kamarnya.


Ceklekkk,,


Suara pintu kamar Chen terbuka, dan terlihatlah Chen dengan memakai celana jeans dan juga jaket kulit berwarna hitam keluar dari kamar. Velia menoleh ke arah Chen keluar dari kamar lalu memutuskan untuk bertanya karena dirinya merasa penasaran.


"Loh Chen, kamu mau ke mana? Nggak makan dulu?" Tanya Velia pada Chen yang terlihat sedang tidak ingin di ganggu.

__ADS_1


"Tidak, Vel! Aku akan pergi ke markas!" Jawab Chen sambil membenarkan jaket kulit yang dia pakai.


"Memangnya di markas ada urusan apaan?" Tanya Kyungsoo yang tak tahu kalau di markas ada urusan.


"Lo tanya aja sama Byun!" Jawab Chen setelahnya berjalan pergi meninggalkan mansion dan menuju markas, dengan mengendarai mobil miliknya sendiri.


Kyungsoo yang masih penasaran akan apa yang terjadi pada Chen, memutuskan hendak bertanya pada Byun. Namun saat Kyungsoo hendak menemui Byun, kebetulan sekali pun sudah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan untuk makan malam.


"Emangnya lu belum dikasih tahu sama Chan soal Chen?" tanya Byun yang seakan sudah mengerti apa yang akan dikatakan oleh Kyungsoo.


Kyungsoo seakan langsung memberi kode Byun untuk menceritakan semuanya pada dirinya.


"Haish, nanti aja jelasinnya sekalian pas kita ngumpul di mansion Sehun nanti!" Ucap Byun yang sebenarnya malas untuk memberitahu doble gantinya.


Setelah makan malam mereka memutuskan untuk pergi ke mansion Lisa seperti apa yang sudah dikatakan oleh Velia.


Mansion Sehun dan Lisa


mereka semua duduk di ruang tamu, karena mereka sebenarnya sangat penasaran apa yang akan dibicarakan oleh Velia sampai harus mengumpulkan mereka di Mansion milik Sehun.


"Iya nih, cuma Chen yang nggak ada di sini!" Ucap Dafa menimpali sambil matanya menyusuri mansion itu mencari keberadaan Chen.


"Tenanglah kalian semua! Gue bakal ceritain ke kalian semua tentang Chen!" Kata Byun menenangkan mereka yang masih terus mencari Chen.


Setelah menceritakannya pada semua orang yang ada di mansion Sehun.


"Jadi Irene sudah kembali? tapi dia bersama dengan seorang pria?" ucap Kai yang sempat tidak percaya kalau sudah kembali lagi, dan bahkan dia kembali bersama dengan seorang pria lain.


"Ayo kita ke markas!" Ucap Sehun dengan tatapan datarnya, Sehun adalah tipe pria yang melihat temannya tersakiti dirinya pasti akan berusaha menjadi pelindung untuknya.


"Tunggu! aku rasa lrene masih mencintai Chen!" ucap Velia menebak dengan instingnya.

__ADS_1


"Vel, Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanya Suho yang seakan dirinya tidak satu pemikiran dengan Velia.


"Coba kalian pikir! kalau memang benar pria yang bersama Irene itu adalah kekasih barunya, Kenapa air ini justru memilih diam dan tidak mengatakan langsung kalau pria itu adalah kekasih barunya?" jelas Velia dengan insting yang dia dapat.


"Namanya juga udah ketangkap basah, Vel! Jadi untuk apa dijelasin lagi?!" kata Yuna yang tidak sependapat dengan Velia.


"Bisakah kita menyelidikinya?" pinta Velia pada Chan.


"Tidak, Vel kau sedang hamil tidak boleh melakukan hal yang berat!" Chan melarang Velia untuk menyelidiki tentang kekasih Irene yang baru.


"Tapi ini keinginan bayiku!" ucapkan dia yang malah menjadikan calon anaknya sebagai senjata agar mereka semua mau menuruti keinginannya yang sedang hamil.


Mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menuruti apa yang Velia inginkan, namun dengan syarat. Hanya para lelaki yang boleh menyelidiki, untuk mereka yang perempuan harus tetap berada di dalam Mansion.


"Kalau segitu sebaiknya kita segera pergi ke markas untuk menyusul Chen!" ucap Sehun mengajak mereka untuk segera pergi ke markas menemui Chen.


"Iya, aku takutnya dia ngelakuin hal yang diluar batas!" Ucap Kai dengan penuh rasa khawatir ,karena Chen adalah kakak iparnya.


Setelah itu mereka memutuskan untuk pergi menemui Chen di markas, karena tak mau kalau sampai Chen melakukan hal di luar batas nalar.


Pov Chen


Chen menyuruh mafioso yang ada di markas untuk segera mencari keberadaan kekasih Irene yang baru itu. Setelah itu mendengar perintah dari Chen, mafioso itu langsung segera berangkat untuk mencari kekasih Irene. Saat mafioso itu sudah pergi, kebetulan para teman-teman kan sudah tiba di markas.


Chen yang sedang duduk sendirian di dalam salah satu ruangan markas, merasa sangat marah dan juga sakit hati ketika mengetahui kekasih hatinya yang dia tunggu selama ini ini justru malah memiliki pria lain.


"Irene, tidak aku sangka kalau kau akan mengkhianati ku seperti ini!" Batin Chen yang sudah merasa kecewa terhadap Irene.


Para teman-teman Chen yang baru sampai di sana, langsung mencari keberadaan Chen.


"Chen, kenapa lo ke sini nggak bilang sama kita?" Ucap Suho menanyakan pada Chen.

__ADS_1


"Bukankah Byun udah kasih tahu kalian?" Kata Chen dengan wajah datarnya.


Chen pun langsung mengirim sebuah pesan pada mafioso, untuk segera membawa apa yang dia inginkan. Chen meminta agar mafioso itu membawa kekasih Irene sebelum jam 23.00 atau kalau tidak kepala mereka yang akan menjadi taruhannya.


__ADS_2