
"Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi nggak enak gini? Seperti akan terjadi sesuatu pada Riri!" Ujar Chan di dalam hatinya.
"Loh kak kenapa masih diam di situ? Cepetan berangkat!" Kata Riri menyuruh kakaknya untuk segera berangkat.
"Kayaknya kakak nggak jadi berangkat aja deh, dek! Kakak pengen di rumah aja nemenin kamu! Kakak memiliki firasat buruk tentang kamu!" Kata Chan.
"Haish, kakak nggak perlu khawatir, kan di rumah juga ada mama yang jagain aku, kakak berangkat aja sana!" Ujar Riri.
Chan akhirnya berangkat dan meninggalkan Riri di kamarnya.
Dulu Chan memang bekerja di perusahaan papanya. Namun setelah dia lulus kuliah dan juga Chan ingin tinggal sendiri, akhirnya Chan memutuskan untuk membangun perusahaan miliknya sendiri.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Apa ini kamar Riri?" Tanya Velia.
"Iya, Vel!" Jawab Chan yang setelahnya menjelaskan pada Velia kalau itu adalah percakapan terakhirnya bersama dengan Riri sewaktu masih hidup. Chan juga sangat mengingat percakapan yang terjadi diantara dia dan juga Riri. Chan juga mengatakan pada Velia kalau Riri di bunuh pada malam itu juga.
"Siapa yang bunuh Riri?" Tanya Velia penasaran.
"Aku sendiri juga tidak tahu, Vel!" Jawab Chan dengan raut wajah sedih " Tapi aku yakin kalau aku akan segera mengetahuinya" kata Chan lagi.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Malam harinya di rumah Chan saat itu.
Chan pulang pada larut malam karena harus lembur karena besok ada meeting penting.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 . Saat itu Riri sedang beristirahat di kamarnya. Namun tiba-tiba saja listrik di rumah itu padam, dan diyakini ada yang sengaja memadamkan listrik rumah itu.
Riri yang mengetahui kalau listrik rumahnya padam pun terbangun.
"Kenapa tiba-tiba listriknya padam? Nggak biasanya kayak gini?!" Kata Riri.
"Mama, Papa?!" Panggil Riri.
Pintu kamar Riri yang awalnya tertutup rapat pun perlahan terbuka, entah siapa yang masuk ke dalam kamarnya. Saat itu memang gelap dan tidak ada penerangan sama sekali.
"Kakak? Apa itu kau?" Tanya Riri yang mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Kak tolong nyalakan lampunya, aku takut!" Ujar Riri yang memang takut akan kegelapan.
"Kenapa kau tidak menjawabku kak? Jangan main-main ini nggak lucu kak! Aku tidak bisa menemukan senter ku!" Ujar Riri yang mulai gemetaran karena ketakutan.
Riri tidak dapat melihat wajah orang yang masuk ke dalam kamarnya itu, karena kondisinya sangat gelap dan dia tidak dapat melihat siapapun.
Deg,,,,,,,
"Siapa kau?" Tanya Riri yang berusaha meyakinkan dirinya kalau itu adalah kakaknya.
Sosok itu semakin dekat ke arah Riri dan langsung mencekik leher Riri, hingga Riri kehabisan nafas lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Sosok itu juga membawa sebilah pisau di sakunya dan terlihat mengeluarkannya. Pisau itu di gunakan untuk menusuk Riri berkali-kali tanpa ampun, padahal Riri sudah dipastikan tiada karena tercekik. Namun sosok itu seakan tak memiliki hati bahkan sampai menusuk Riri berkali-kali tanpa ampun.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Aaaaaaa" teriak Velia yang langsung menutup wajahnya karena tak sanggup melihat gambaran masalalu itu.
Chan sendiri langsung terjatuh lemas tak berdaya saat melihat adiknya di tusuk beberapa kali saat itu.
"Chan?" Ujar Velia sembari memeluk Chan yang perlahan menitihkan air mata karena melihat gambaran masalalu itu.
"Siapa itu?" Ujar Chan menunjuk sosok yang terlihat di gambaran masalalu. "Kenapa dia dengan kejam membunuh adikku?" Ujar Chan mengepalkan kedua tangannya akibat rasa marah yang kian membara di hatinya.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Setelah menusuk Riri, sosok bertopeng dan juga menggunakan jubah hitam itu keluar dari rumah dengan membawa pisau yang berlumuran darah Riri itu.
Dia memasukkan pisau itu ke dalam sebuah kantong plastik dan menguburnya di belakang rumah.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Jadi selama ini barang buktinya ada di rumah itu? Dan aku tidak menyadarinya? Siapa sebenarnya sosok itu? Kenapa dia bisa tahu detail rumah ini?" Tanya Chan.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Setelah selesai mengubur barang bukti, sosok bertopeng itu membuka topeng yang dia kenakan.
__ADS_1
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Kemudian betapa terkejutnya Chan dan juga Velia saat mengetahui siapa pembunuh itu. Ya, dia adalah mama tiri Chan sendiri. Chan diam terpaku tak menyangka kalau mama tirinya sekejam itu pada Riri.
"Chan, itukan mama tiri kamu?!" Ujar Velia yang juga tak menyangka dengan apa yang dia lihat saat itu.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Akhirnya satu orang berhasil aku singkirkan! Tinggal satu orang lagi" Kata Intan yang tak lain adalah mam tiri dari Chan dan juga Riri. Dua menghela nafasnya dan tertawa kecil lalu berkata lagi,,,,"Ternyata ini sangat mudah, tidak seperti yang aku bayangkan?!"
Mama tiri dari Chan dan juga Riri adalah seorang psikopat , dia menyembunyikan jati dirinya. Intan haus akan kekayaan maka dari itu dia rela menjadi seorang psikopat demi mendapatkan kekayaan yang melimpah.
Sebelum Intan menikah dengan Papa dari Chan dan juga Riri, dia bekerja sebagai pembunuh bayaran, dan dia juga tidak peduli pada siapapun yang dia bunuh. Intan hanya mementingkan uang yang dia dapatkan setelah membunuh targetnya.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Dasar wanita licik!!! Dua bahkan tega membunuh adikku! Akan ku buat dia membayar semua ini!! Aku akan buat dia menderita seumur hidupnya!!" Ujar Chan dengan amarah yang kini kian meluap karena mengetahui kenyataannya.
Velia mencoba menenangkan Chan dan mengingatkannya kalau mereka kini sedang berada di alam lain. Chan yang awalnya tak bisa mengontrol emosinya , akhirnya berhasil luluh karena dipeluk oleh Velia.
Kemudian Velia berusaha untuk membuat mereka keluar dari raga Chan dan juga dari gambaran masalalu itu. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya mereka dapat kembali dari dunia lain.
Setelah mereka berhasil keluar Chan hanya bisa melamun dan menangis mengingat apa yang baru saja dia lihat. Chan tidak pernah menyangka kalau mama tirinya akan sekejam itu pada adiknya. Bahkan sampai tega membunuhnya.
Velia berhasil menenangkan Chan dan membujuknya untuk mencari keberadaan Riri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Riri, saat keluar dari ingatan Chan atau raga Chan, dia langsung mengintai rumah Dila, karena dia pikir Dila lah yang sudah membunuh dirinya.
Dila dan juga Suho saat itu tengah berada di puncak, namun Suho meminta agar mereka segera kembali ke kota untuk segera membicarakan tentang kelanjutan pertunangan mereka.
Di saat itu juga Suho dan juga Dila pulang dari puncak, namun saat hendak sampai di rumah Dila. Mereka di hadang oleh satu sosok yang tak lain adalah Riri.
Saat itu Suho langsung menginjak rem mobilnya dengan mendadak sehingga membuat Dila terkejut.
Namun Dila bertambah terkejut ketika melihat satu sosok di depan mobilnya. Dila mengetahui kalau itu bukanlah manusia, karena Riri memang sudah pernah muncul dengan wujud aslinya di depan Dila. Namun Dila tidak tahu kalau itu sebenarnya adalah Riri.
__ADS_1