Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Jangan mendekat


__ADS_3

"Bagaimana ? apa sekarang kau ingat denganku?!" tanya Chan yang melihat Dila berpikir.


"Oh ,sekarang aku tau, kamu si pendiam itu kan?!" ujar Dila.


"Ya sebenarnya sih bukan pendiam, tapi....!" ujar Chan yang terpotong akibat ucapan Dila.


"Tapi kamu si penyendiri itu kan?!" ucap Dila yang membuat hati Chan sedikit sakit.


"Hahaha, maaf ya ,aku cuma bercanda aja kok, jangan di masukin ke hati ya?!" ujar Dila yang mampu memperbaiki keadaan.


Setelah itu ,mereka berdua melanjutkan joging bersama. Sampai akhirnya mereka sudah merasa lelah dan istirahat di sebuah kursi yang ada di bawah pohon yang rindang.


"Kamu tunggu di sini ya, biar aku belikan kamu minum?!" ujar Dila yang hendak berdiri dari duduknya.


"Eh Dil, tunggu! biar aku aja, kamu tunggu di sini?!" ucap Chan sembari memegang tangan Dila.


Dila melihat tangannya yang dipegang oleh Chan dan berkata.....


"Udah Chan, kamu di sini aja ya, biar aku yang beli?!" ucap Dila yang melepaskan tangannya dari genggaman Chan dan lalu pergi membeli minuman.


"Dila memang selalu cantik, dari dulu sampai sekarang ,dia tidak pernah berubah?!" ujar Chan sembari melihat Dila yang berjalan hendak membeli minuman "Mungkin aku bisa mendekatinya, siapa tau dia mau sama aku?!" ujar Chan lagi di dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Dila kembali dan membawa 2 botol air minum.


"Ini untukmu Chan!" ujar Dila dan menyodorkan satu minuman pada Chan.


"Terima kasih Dil!" jawab Chan sembari menerima minuman yang diberikan oleh Dila.


Mereka pun saling bertukar pikiran dan berbincang banyak. Dila mengatakan bahwa dia baru saja pindah rumah, dan kini tinggal di jalan Kenanga sama dengan rumah Chan , entah kenapa bisa kebetulan seperti itu. Dila juga meminta Chan untuk menemaninya berkeliling sambil memberitahu beberapa tempat yang Dila belum tau. Karena setelah lulus dari SMA dulu, Dila ikut dengan kedua orang tuanya yang pindah ke Australia.


Setelah itu Dila dan Chan juga memberikan nomor ponselnya masing-masing untuk bisa saling berkomunikasi satu sama lain.


Kemudian Dila mengajak Chan untuk pulang bersama, namun Chan menolaknya karena Chan masih ingin berada di sana.


Dila pun akhirnya pulang meninggalkan Chan sendiri di sana.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa dekat sama kamu Dil, setelah sekian lama aku ingin mengenalmu lebih dekat sama seperti yang lain?!" ujar Chan pelan "Mungkin saat itu aku terlalu takut untuk mendekatimu, tapi kali ini aku akan berusaha supaya bisa lebih dekat dengan kamu Dil." Ucap Chan yang setelahnya beranjak dari duduknya dan kembali pulang ke rumahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya , di rumah Velia......


Velia lapar dan memutuskan untuk membuat nasi goreng di dapur. Namun saat hendak membuat nasi goreng dan juga susu hangat ,tiba-tiba saja pintu rumah Velia ada yang mengetuk dan itu membuat Velia penasaran, dengan siapa yang datang malam-malam begitu.


Karena rasa takut yang masih ada di dalam diri Velia. Tapi di sisi lain ,Velia juga penasaran dengan siapa yang datang malam-malam begitu. Sempat terlintas di benar Velia kalau mungkin yang mengetuk pintu itu adalah hantu. Namun Velia membuang jauh-jauh pikirannya tentang itu.


Velia akhirnya memutuskan untuk melihat siapa yang datang. Saat Velia sudah sampai di depan pintu, dia bergumam....


"Semoga bukan hantu!!!!" ujar Velia pelan.


Setelah membuka pintu rumahnya, Velia tidak melihat siapapun yang ada di sana. Velia sudah mencoba mencari namun hasilnya nihil, tetap tidak ada siapa-siapa di sana.


Tanpa Velia sadari ,ada sosok yang berdiri tepat di dekat sebuah pohon dan senang memandang Velia dari jauh.



Setelah kembali ke dapur, Velia melanjutkan membuat nasi goreng dan juga susu hangat untuk dirinya makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Chan......


Dia sedang mencari keberadaan adiknya yang sudah tidak muncul seharian di depan Chan.


"Nih adik satu kemana sih? nggak biasanya pergi nggak balik-balik?!" ujar Chan yang geram karena adiknya entah ada di mana.


"Kakak !" ucap Riri tiba-tiba dari belakang Chan hingga membuat Chan terkejut dengan kedatangannya.


"Astaga dek, kamu dari mana aja sih? kakak cariin juga?!" ujar Chan kesal.


"Lah ,lagian kakak kurang kerjaan banget, hantu kok di cari?!" ujar Riri meledek kakaknya.

__ADS_1


"Dek ,kakak serius?!" ujar Chan tegas.


"Haish , aku tuh tadi habis dari rumah kak Velia, kakak lupa ya? kan kakak sendiri yang nyuruh buat jagain kak Velia?!" ujar Riri mengingatkan kakaknya yang lupa "Tadi tuh kak Velia mau di ganggu sama hantu yang ada di sana kak, tapi untung aja aku dateng ?!" ujar Riri dengan bangga.


Chan pun menghela nafas lega setelah mendengar kalau Riri menolong Velia dari hantu yang sudah mengganggunya.


"Syukurlah ,kalau Velia baik-baik saja?!" ujar Chan.


"Kakak khawatir ya sama kak Velia?!" Goda Riri pada kakaknya.


"Haish apaan sih dek?!" ucap Chan.


"Tapi nih ya kak, tadi kak Velia juga kayak udah merasa berani deh sama hantu ,ya kayak lebih berani aja?!" ucap Riri memberi tahu kakaknya.


"Apa jangan-jangan Velia udah tahu kalau dirinya udah meninggal?!" ucap Chan yang masih menduga-duga.


"Memangnya sampai sekarang ,kak Velia belum tau kalau dia udah meninggal?!" Tanya Riri yang penasaran akan Velia


"Dia belum tau dek, kakak juga takut kalau sampai dia tau kebenaran bahwa dia udah meninggal, nantinya dia akan pergi dan melanjutkan ke alamnya, kakak belum siap kehilangan dia?!" Ujar Chan dengan rasa penuh kekhawatiran.


Setelah mendengarkan ucapan Chan. Riri pun mengangkat satu alisnya karena heran ,dan setelahnya dia tertawa....


"Pfffffffff, kakak ini ada-ada aja sih?mana mung......" belum sempat melanjutkan bicaranya, Chan dan juga Riri di buat terkejut dengan barang yang terjatuh di dapur.


Cetiaarrrr............


Hak itu membuat Riri dan juga Chan terkejut dan saling bertatapan satu sama lain. Saat Riri hendak mengecek ke dapur, Chan melarangnya dan menyuruh Riri untuk berdiam diri di sana sampai Chan menyuruhnya untuk datang.


Chan akhirnya mengecek apa yang terjatuh tadi. Saat dia sampai di dapur, terlihat gelas kaca yang sudah pecah berserakan, dengan sosok hantu yang terlihat sedang marah, bahkan menatap Chan tajam.



Hantu itu perlahan berjalan mendekat ke arah Chan berdiri.


"Aku peringatkan kau! jangan mendekat!!!" ujar Chan pada hantu itu. Namun hantu itu tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Chan ,dan terus berjalan mendekat ke arah Chan berada.

__ADS_1


__ADS_2