Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Baru ketemu


__ADS_3

"Kita boleh ke sana kan?!" Tanya Jenie antusias.


"Haish, mau ngapain sih dek?" Ucap Chem yang heran pada adiknya itu.


"Ya, emang apa salahnya sih kak! Aku kan kangen sama sahabat aku ini!! Ya kan Vel?" Ucap Jenie yang merengek pada kakaknya.


Velia tersenyum manis menjawab ucapan Jenie itu dan berkata,,,,


"Iya, kalian semua juga boleh ikut ke sana kok!" Ucap Velia memberi tahu semuanya untuk pergi berkunjung ke mansion nya.


"Kalian gimana?" Tanya Chen pada teman-temannya itu. Dan mereka semua pun akhirnya menyetujui tawaran Chen untuk mengunjungi mansion Velia.


Setelah itu mereka pun menuju ke mansion Velia.


Dan ternyata Chan dan juga Suho menyiapkan sebuah kejutan romantis untuk menembak Velia di mansion miliknya.


Sesampainya di mansion,,,,,


"Chan, aku pulang!" ujar Velia yang berjalan masuk ke dalam mansion bersama dengan yang lainnya, termasuk juga dengan Chen dan teman-temannya juga.


Chan yang saat itu baru muncul ketika mendengar panggilan dari Velia, dirinya langsung menemui Velia dan yang lainnya setelah mereka pulang dari mall.


"Hay, Vel?!" ujar Chan sembari melihat ke arah seluruh orang yang juga mask ke dalam mansion itu.


"loh, kalian?!" ucap Chan yang seakan tak percaya dengan kedatangan mereka semua, yang tak lain adalah teman Chan sendiri.


"Wuihhhh, Chan!! Lo apa kabar?!" tanya Byun yang langsung menghampiri Chan.


"Lama kita nggak ketemu!" ujar Chen.


"Loh kalian saling kenal?!" tanya Velia yang memang tidak tahu kalau ternyata mereka juga mengenal Chan sebelum Velia memperkenalkannya.


"Kita semua teman Chan sebelum kita pindah dulu!!" ujar Sehun yang mencoba memberi taukan tentang masalalu.


"Owh, jadi begitu rupanya!" ujar Velia dengan mengangguk paham.


Setelah itu Velia mengajak Jenie, Dila dan juga Lisa untuk ke dapur mengambil beberapa cemilan dan juga membuat minuman untuk mereka yang bertamu di mansion Velia.


Disisi para laki-laki itu, mereka sedang berbincang di ruang tamu sembari menanyakan kabar satu sama lain.

__ADS_1


"Oh iya, Suho mana?!" tanya Chen yanag menanyakan keberadaan Suho.


Belum sempat Chan menjawab pertanyaan dari Chen, Suho datang ke arah mereka yang sedang berkumpul.


"Chan, semuanya sudah si,,,,,!" ucapan Suho terpotong karena melihat seluruh temannya yang datang di mansion milik Velia itu.


"Eh, Chen?" ujar Suho yang setelahnya langsung memeluk Suho sebagai wujud kerinduan mereka seorang pria dewasa.


"Lo apa kabar?!" tanya Suho yang menanyakan kabar pada Chan.


"Gue baik, lo sendiri gimana?!" tanya Chen balik pada Suho.


"Ya, lo tahu kan kalau gue mau nikah?!" ujar Suho yang memberi tahukan bahwa dirinya akan segera menikah.


"Haish, kita aja baru ketemu! masak lo mau nikah sih?!" ucap Chan yang menyayangkan kalau sampai Suho menikah muda.


"Ya, gue sih terserah sama calon istri gue, kapan dia siapnya?!" ujar Suho.


"Oh iya, Chan bagaimana kabar lo?" tanya Kai pada Chan.


"Baik?!" jawab Chan dengan singkat dan sedikit formal karena belum terbiasa.


"Wih tumben si kulkas mau ngomong, kesambet apaan tuh?!" ujar Byun yang membuat Kyungsoo menatap tajam ke arah dirinya.


Kyungsoo memang terkenal sebagai pria dingin di antara teman-temannya yang lain, jadi wajar jika dirinya sering di sebut sebagai pria kulkas, itu semua karena sikapnya yang dingin itu. Akan tetapi pada kenyataannya dia memiliki hati yang baik dan lembut.


"Apa lo!" ucap Byun dengan sedikit mengancam Kyungsoo dari jauh dan setelahnya Kyungsoo memalingkan wajahnya menatap ke arah lain lalu menghela nafas karena tingkah Byun yang sangat menyebalkan baginya.


Byun sendiri di kenal sebagai pria yang periang dan juga ceria, dia sering sekali membuat tertawa dan juga sering sebagai happy virus di antara teman-temannya yang lain.


"Tadi lo dari mana?" tanya Sehun pada Suho.


"Ohh, gue tadi sama Chan lagi nyiapin tempat yang romantis buat dia nembak, Velia?!" ujar Suho yang sengaja bicara perlahan agar tidak di dengar oleh Velia.


"Wah-wah kayaknya ada yang mau jadian nih!" ujar Byun yang menggoda Chan.


Selang beberapa menit kemudian, Velia dan para gadis yang lain datang dengan membawa beberapa cemilan dan juga minuman untuk semuanya yang berada di sana.


"Ini cemilannya?!" ujar Velia yang mempersilahkan semuanya untuk memakan cemilan yang dia bawa dari dapur tadi.

__ADS_1


Velia meletakkan cemilan itu di atas meja, begitu juga dengan para gadis yang lain dengan membawa beberapa minuman dan cemilan yang lain lagi untuk mereka.


Seelah Velia meletakkan cemilan itu dan menyuruh para teman-temannya untuk memakannya. Chan mengajak Velia untuk pergi ke taman yang berada di belakang mansion nya.


"Vel, bisa ikut aku sebentar?!" ujar Chan yang hendak mengajak Velia untuk pergi ke taman yang ada di belakang mansion nya itu.


"Ekhem?!" Chen berdehem saat Chan hendak mengajak Velia untuk ikut bersama dengan dirinya.


"Ikut ke mana, Chan?!" tanya Velia yang memang tidak tahu mau di ajak ke mana oleh CHan.


"Sudahlah, lo nggak usah tanya ke Chan, mendingan lo turutin dia aja?!" ujar Sehun yang mencoba untuk meyakinkan Velia agar mau ikut dengan ajakan dari Chan.


"Baiklah" jawab Velia singkat namun membuat Chan senang karena ajakannya di setujui oleh Velia saat itu juga.


Chan pun berjalan duluan dan di ikuti oleh langkah Velia yang berada tepat di belakang Chan saat itu.


Sedangkan di sisi lain, semua teman-teman Chan yang tengah berada di mansion milik Velia itu, bersiap untuk mengintip keromantisan yang akan terjadi di taman belakang milik Velia itu.


Di taman belakang mansion milik Velia itu ada sebuah kursi yang sudah dipersiapkan dengan romantis oleh Chan dan juga Suho. Velia yang sempat terkejut dengan adanya kejutan itu mencoba untuk tidak terlalu percaya diri dengan apa yang dia lihat saat itu.


"Kemari lah dan duduklah bersama denganku?!" pinta Chan pada Velia dan mempersilahkan Velia untuk duduk.


"Makasih, Chan!" jawab Velia sembari duduk.


Kini Chan dan juga Velia duduk saling berhadapan satu sama lain.


"Chan, kamu yang udah buat semua ini?" tanya Velia yang memulai pembicaraan diantara mereka.


"Kamu sendiri tahu kan kalau aku bukanlah tipe orang yang romantis? jadi aku sengaja meminta bantuan abang Suho untuk mempersiapkan ini semua?!" ucap Chan yang secara terang-terangan mengatakan yang sejujurnya kalau semua di bantu oleh Suho.


Velia mengangkat satu alisnya lalu berkata,,,,


"Sejak kapan Suho jadi kakak kamu?" tanya Velia heran karena CHan memanggil Suho dengan sebutan abang.


"Ya, aku rasa memang pantas aku memanggilnya begitu, karena bagaimana pun usianya memang lebih tua dari diriku?!" ujar Chan menjelaskan pada Velia.


"Oh, jadi begitu ya?!" jawab Velia sembari mengangguk-anggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti akan maksud dari Chan tadi.


"Vel,!" ujar Chan sembari memegang jari-jari tangan Velia.

__ADS_1


__ADS_2