Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Bocah


__ADS_3

Hati Dila bak tersambar petir melihat suaminya di gendong oleh beberapa mafioso, dengan kondisi tak sadarkan diri.


"Suho? Velia? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa yang terjadi pada kalian?" Ucap Dila dengan mata berkaca-kaca, melihat suaminya tak sadarkan diri.


"Dila, tenanglah!" Ucap Yuna yang mencoba menenangkan Dila yang sudah mulai menangis.


"Gue akan jelaskan nanti! Cepat segera panggil dokter untuk menangani mereka berdua!" Pinta Byun yang masih menggendong Velia dan langsung meletakkannya pada ranjang rumah sakit.


"DOKTER!!! DOKTER!!!" Teriak Dila untuk memanggil dokter.


Dokter pun langsung datang, dengan segera Dila meminta Dokter untuk menangani Suho dan Velia.


Setelah itu dokter langsung menyuruh beberapa perawat untuk membawa Suho ke ruang operasi, sedangkan Velia sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Katakan, kenapa bisa hal seperti ini terjadi?" Tanya Kai pada Byun karena rasa penasarannya.


"Kenapa harus suami aku?" Ucap Dila sambil menangis.


"Dila, tenanglah! Kamu harus sabar!! Dokter sekarang sudah menangani suami kamu, kamu tidak perlu khawatir!!" Kata Yuna yang masih berusaha menenangkan Dila yang masih terus menangis di depan ruang operasi.


"Byun, cepat katakan kenapa suamiku bisa seperti ini?" Ujar Dila yang meminta Byun segera menjelaskan semuanya pada mereka yang ada di rumah sakit.


"Baiklah, gue bakal jelasin semuanya!" Kata Byun yang setelahnya langsung menjelaskan urutan ceritanya pada mereka yang ada di sana.


Setelah Byun menjelaskan semuanya pada mereka, Dila langsung berhenti menangis dan langsung mengepalkan kedua tangannya mengetahui apa penyebab suaminya terluka.


"Byun ,tolong antar kan aku ke sana!" Pinta Dila pada Byun tiba-tiba.


"Tidak, lo nggak boleh ke sana! Dia sangat berbahaya buat lo!" Ucap Byun yang melarang Dila untuk pergi ke sana.


"Aku tidak perduli!! Aku hanya ingin membalaskan perbuatan wanita itu, atas apa yang udah dia lakukan pada suamiku!!!" Ucap Dila yang sudah menyimpan dendam akan wanita yang di katakan oleh Byun tadi.


"Dil, pasti mereka yang ada di sana juga sudah membalas perbuatan wanita itu! Kamu tenang saja!" Kata Yuna yang masih mencoba menenangkan hati Dila.


"Yuna, kau tetaplah di sini! Jaga Velia dan yang lainnya juga! Aku akan ke sana dan membunuh ****** itu!!!" Kata Dila dengan menekankan pada setiap kata yang dia ucapkan.

__ADS_1


Glekkk,,,,


Byun sampai menelan ludahnya mendengar ucapan Dila.


"Kau mau mengantarku ke sana, atau aku yang ke sana sendiri?" Kata Dila dengan melirik tajam Byun.


"Dil, sudahlah! Kau percayakan ini pada mereka semua yang ada di sana! Kalau kau nanti pergi, siapa yang akan menemani Suho?" Ucap Kai mencoba menghalangi Dila untuk pergi.


"Apa kalian tidak mau menemani Suho meski hanya sebentar?" Ucap Dila kesal pada mereka.


Mereka langsung terdiam mendengar Dila.


"Maksud kita nggak gitu Dil!" Ucap Dafa.


"Kalau begitu aku akan pergi ke sana sendiri!" Ucap Dila kemudian langsung bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


"Byun, cepat lo temenin Dila!" Kata Kai menyuruh Byun untuk mengikuti langkah Dila yang pergi.


"Haish, dasar wanita, susah sekali di kasih tahu!" Kata Byun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dan setelahnya langsung menyusul Dila yang pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apa lo tahu kalau dia itu adalah suaminya!! Kenapa bisa bisanya lo punya pikiran kotor seperti itu?!" kata Sehun dengan penuh penekanan pada setiap kalimat yang diucapkan.


Bukk,,,


Sehun memukul kepala Kim Tae, sedangkan di sisi Kim Tae sendiri dirinya hanya bisa pasrah ketika dipukul oleh Sehun ,karena dia tahu jika dia melawan itu hanya akan sia-sia saja.


"Lo habis ini gue aja Tuan Sehun!" kata Kim Tae sudah pasrah karena dipukuli oleh Sehun.


"Apa Lo pikir bisa semudah itu untuk mati? apa lu nggak mau hidup?" tanya Sehun pada Kim Tae karena sebenarnya Sehun sendiri masih memiliki rasa belas kasihan pada Kim Tae.


"Hidup dan mati ku hanya akan ada di tangan lo tuan! gue cuma bisa pasrah apapun sama keputusan lo !! Terserah lo mau ngapain gue!" jawab Kim Tae dengan hati yang sudah pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Akh!!" ucap Intan saat melihat Kim Tae malah justru bertekuk lutut di depan Sehun.


"Apa lo mau gue tembak lo lagi?" ucap Chan menawarkan pada Intan yang mulutnya tidak bisa diam.


"Dasar anak tidak tahu diri!" umpat Intan pada Chan.


"Tunggu! Sejak kapan gue jadi anak lo?? Lo bahkan udah tega bunuh diri dengan kejamnya!! Padahal Riri tidak pernah bersalah dan dia tidak pernah menyakiti lo!!" ucap Chan karena mengingat adiknya yang telah tiada karena dihabisi oleh Intan dengan kejamnya.


"Hahaha!! Lebih baik diamati daripada dia hidup dan terus nyusahin gue!!" kata Intan tanpa rasa bersalah karena sudah membunuh Riri ,adik dari Chan.


"Wanita ini memang sudah gila!" ucap Chen sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena heran dengan kelakuan yang diperbuat oleh Intan.


"Iya dia memang sudah gila!" ucap Kyungsoo yang membenarkan ucapan dari Chen tadi.


"Apa lo bilang?" kata Intan yang mendengar percakapan antara Kyungsoo dan juga Chen.


"Cih, Apa lo masih mau melawan? Bahkan berdiri saja lo udah nggak bisa!" ucap Chen mengingatkan Intan ,kalau dirinya sudah ditembak pada bagian kaki sehingga dia tidak bisa berjalan.


"Mafioso !!" Panggil Sehun pada salah satu mafioso miliknya.


"Ada apa Bos ?" tanya mafioso yang mendekat kearahnya.


"Cepat ikat dia!!!" perintah Sehun pada mafioso nya itu.


Mafioso itu menjawab iya dan mengangguk mengerti akan apa yang diperintahkan oleh Tuannya. Dengan segera mafioso yang disuruh oleh Sehun langsung mengikat Kim Tae.


"Tidak tuan kumohon jangan!" ucap Kim Tae mencoba bernegosiasi dengan Sehun untuk tidak melukai dirinya, padahal Kim Tae sudah tahu kalau dirinya tidak mungkin bisa hidup setelah perbuatannya di ketahui oleh Sehun.


"Lo diem aja di sini dan nunggu giliran!! Atau lo mau jadi yang pertama??" tanya Sehun yang sudah membuat Kim Tae mengerti kalau dirinya pasti akan dihabisi oleh Sehun juga ,sesudah Sehun menghabisi Intan.


"Hei !! Apa yang akan kau lakukan bocah?!" kata Intan yang melihat Sehun berjalan ke arahnya.


"Kau memanggilku apa tadi?" tanya Sehun dengan ada santainya.


"Bocah!!" umpat Intan.

__ADS_1


"Iya gue akui kalau lo memang lebih tua dari gue! Tapi sayangnya gue enggak suka lo panggil gue kayak gitu!!" kata Sehun dengan senyum Seringai di wajahnya menatap kearah Intan berada.


"Apa kau mau membunuhku? Hhh,,, silakan saja aku tidak takut!!" kata Intan yang memang tidak takut akan kematian.


__ADS_2