Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Menyiksa Varga


__ADS_3

Talia pun membiarkan Velia untuk menggendong bayi mungil itu.


"Nak, kenapa kamu meninggalkan mama? Mama bahkan belum sempat menggendong kamu nak!" Kata Velia sambil mengusap lembut pipi bayi mungil itu. Velia seperti sudah tahu kalau anaknya memang sudah tidak bisa tertolong lagi.


Di dunia nyata, Terlihat Velia yang masih belum sadarkan diri itu mengeluarkan air matanya. Chan yang menyadari itu segera mengusap air mata Velia yang terjatuh dari pelupuk matanya.


"Mama janji akan selalu mengingat kamu nak!" Ucap Velia.


"Nak, ini sudah saatnya kita pergi! Semoga kamu bisa menjalani hidup kamu dengan bahagia nak! Kami akan senantiasa melihat kamu nak!!" Ucap Pipi Velia pada anaknya.


Velia tampak menangis sejadi-jadinya ketika mereka akan membawa anaknya pergi, Velia mendekap erat tubuh bayi mungil itu.


Talia pun mengambil bayi mungil itu dari tangan saudara kembarnya. Velia hanya bisa pasrah dan langsung duduk bersimpuh meratapi kepergian sang anak yang di nantinya.


"Kembalikan anakku tuhan, aku tidak bisa hidup tanpanya!" Ucap Velia yang tak henti-hentinya menangis.


Perlahan mereka semua menghilang dari pandangan Velia. Velia tak bisa lagi menahan air matanya.


"Tuhan, aku ingin bersama anakku! Cabut nyawaku agar aku bisa terus bersama dengannya!" Mohon Velia pada Tuhan.


Namun samar-samar terdengar suara yang membuat Velia seketika berhenti menangis lalu menelan salivanya kasar.


"Sayang bangunlah, kita semua menunggu kamu sadar! Jangan tinggalkan kita!" Ucap Chan yang terdengar samar pada telinga Velia.


"Chan?!" Ucap Velia mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Saat itu juga perlahan Velia langsung membuka matanya dan tersadar.


"Sayang kau sudah sadar?!" Ucap Chan yang melihat Velia yang sudah sadar langsung memencet tombol merah untuk menyuruh dokter datang.


Velia masih terlihat sangat lemah, sambil menitihkan air matanya.


"Ku mohon jangan menangis! Kita pasti bisa melewati ini sama-sama!" Ucap Chan berusaha menenangkan Velia yang masih menangis.


"Anak kita Chan! Dia di bawa pergi oleh Talia, Mami dan Pipi! Mereka membawa calon anak kita Chan! Mama macam apa aku ini?!" Ucap Velia yang malah menyalahkan dirinya sendiri.


"Sayang, ini adalah cobaan bagi kita! Kita harus berusaha menghadapi ini bersama! Anak kita pasti akan bahagia bersama keluarga kamu!" Ucap Chan.


"Anakku!" Velia menangis mengingatnya kejadian tadi saat dirinya bertemu dengan kedua orang tua dan saudara kembarnya, di alam bawah sadarnya.


"Tenangkan dirimu sayang!" Ucap Chan sambil memeluk hangat istrinya sembari menenangkan istrinya yang tengah menangis.


Semua yang berada di luar ikut berhambur masuk ke dalam ruang rawat inap Velia, mengikuti dokter yang juga masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi Velia.

__ADS_1


Mereka semua juga tampak menenangkan Velia ,juga menghiburnya yang bersedih karena kehilangan calon anaknya.


Sampai keesokan harinya mereka di suruh Chan untuk menjaga Velia yang masih terlelap. Chan memutuskan datang ke markas, untuk mengeksekusi Varga yang kini berada di markas besar milik Sehun.


Chan sengaja hanya mengajak Kyungsoo untuk ikut pergi bersama dengannya ke markas. Hanya bertiga, tentu saja dengan Sehun juga.


Sedangkan yang lain tidak di ijinkan untuk ikut, karena takutnya Velia nanti akan curiga kalau mereka ke sana beramai-ramai. Chan sengaja ingin pergi tanpa di ketahui oleh Velia. Berbohong. Itu yang sedang di lakukan Chan.


Mereka pun langsung menuju ke markas besar milik Sehun, yang di sana sudah ada beratus-ratus mafioso yang berjaga di sana. Varga yang di jadikan tahanan di ruang bawah tanah, langsung di hampiri oleh Chan, Kyungsoo juga Sehun.


Posisi mereka kini ada di penjara bawah tanah, di tempat Varga berada. Tampak Chan maju paling depan di ikuti oleh Kyungsoo dan Sehun di belakangnya. Sehun saat itu melakukan video call dengan mereka yang ada di rumah sakit, dengan tujuan agar mereka juga mengetahuinya. Namun tentunya tanpa sepengetahuan Velia yang masih terlelelap.


"Apa kabar?!" Ujar Chan membuka suara saat melihat Varga yang tangannya terikat pada kursi.


"Cih!!" Ucap Varga berdecih sambil tersenyum miring.


"Akankah kita lakukan sekarang?!" Ucapan Chan yang menanyakan pada Varga dengan baik-baik.


"Apa yang mau lo lakuin?!" Tanya Varga dengan tatapan menelisik.


"Tentu saja gue akan membuat lo menderita, dengan apa yang udah lo perbuat kepada keluarga gue!! Nyawa harus di bayar dengan nyawa!!!" Tegas Chan yang mulai meninggikan suaranya.


Srakkk,,,,


"Kau mau melakukannya?!" Chan menawari Kyungsoo yang ada di belakangnya. Tampak Kyungsoo tersenyum penuh makna melihat Chan menyuruhnya untuk bergantian menyiksa Varga.


"Dengan senang hati!" Jawab Kyungsoo lalu berjalam ke arah Chan, lalu mengambil alih cambuk yang sebelumnya berada di tangan kiri Chan.


Kyungsoo lalu mencambuk Varga hingga dirinya tampak tak berdaya, seluruh badannya memerah karena cambukan dari Kyungsoo. Kyungsoo yang memang sudah menganggap Velia sebagai kakaknya sendiri itu pun, merasakan kehilangan atas apa yang menimpa adiknya itu.


Tampak Varga tak kuat lagi menahan badannya hingga dia ambruk bersamaan dengan kursi yang dia duduki.


Brukk,,,,


Namun itu tidak membuat kemarahan di hati Kyungsoo padam. Bahkan Kyungsoo kembali teringat saat dia lengah menjaga Velia hingga dirinya tertembak, dan harus kehilangan calon bayinya. Chan yang juga sangat marah saat itu, memilih untuk membiarkan Kyungsoo melakukannya terlebih dulu.


Sedangkan mereka yang ada di rumah sakit, juga sedang melihat kejadian yang terjadi di markas lewat video call. Mereka mengamatinya dengan seksama.


Varga pingsan karena tubuhnya melemah, lalu Kyungsoo memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya.


"Cih, dasar lemah!!" Umpat Chan sambil menudah ke sembarang arah, "Kital lanjutkan setelah dia sadar saja!" Ucap Chan menyuruh Kyungsoo untuk menghentikan apa yang sedang dia lakukan.


"Sehun, bagaimana?!" Chan mendekati Sehun yang sedang memegang ponsel yang di arahkan ke padanya tadi saat menyiksa Varga.

__ADS_1


Di Video Call


"Chan, kenapa lo nggak bunuh dia aja sekalian?!" Tanya Suho di balik telepon.


"Nanti, gue akan tunggu dia bangun dulu!" Jawab Chan memberi tahu.


"Chan, gue ke sana ya! Gue pengen banget lihat langsung!" Rengek Kai yang ingin juga melihatnya secara langsung, bahkan juga ingin berada dj posisi Kyungsoo yang tengah mencambuk Varga.


Chan tampak menghela nafasnya, lalu kemudian dia yang awalnya tidak memperbolehkan Kai ikut dengannya pun langsung bicara, "Kemarilah!!" Suruh Chan.


Kai tampak membelalakkan matanya karena senang bukan kepalang, dia langsung bersiap untuk menuju ke sana.


Sedangkan di sisi Chan yang ada di markas, dirinya terpikir untuk melakukan hal yang bahkan belum pernah dia lakukan. Dia tidak ingin menunggu Varga tersadar dari pingsannya. Dirinya menyuruh mafioso untuk datang mendekat.


"Mafioso! Bawakan gue air mendidih!!" Pinta Chan yang langsung diangguki mafioso itu. Dan seketika mafioso yang dia suruh tadi langsung undur diri dan segera mengambila apa yang Chan minta.


Bersamaan dengan mafioso yang masuk ke dalam tahanan dengan air mendidih di tangannya, Kai juga datang ke sana. Namun mafioso itu tampak berbeda dengan memakai marker hitam di wajahnya.


"Hey mau ke mana kau!" Tanya Chan saat dirinya di lewati mafioso itu begitu saja, dengan membawa air mendidih itu ke arah Varga. Lalu tanpa aba-aba mafioso itu langsung menyiram air mendidih itu pada tubuh Varga, hingga Varga langsung merasa seperti cacing kenasasan dan kulitnya mengelupas, karena siraman air mendidih itu.


"Kau!!!!! Apa yang kau lakukan!!! Cuma gue yang boleh melukai dia!!!" Kesal Chan dengan apa yang di lakukan oleh mafioso itu.


Namun Chan hanya membentaknya saja tanpa bergeming, begitu juga dengan mafioso itu yang sama sekali tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Chan tadi.


Mafioso itu tampak mengambil pedang di yang ada di lantai. Chan yang melihat itu langsung menyuruh Kyungsoo untuk menghalangi apa yang akan di lakukan mafioso miliknya itu. Namun belum sampai Kyungsoo menghalanginya,


Srakkkkkk,,,,


Sringggg,,,,


Srakkkkk,,,,


Terlihat mafioso itu memotong tangan dan kaki Varga, namun Varga masih bisa membuka matanya. Semua yang melihat itu tampak terkejut dan bingung dengan apa yang di lakukan oleh mafioso itu. Mafioso itu tampak berjongkok dengan menatap kedua mata Varga dengan tajam.


Deg,,,,


"K-kau!!" Lirih Varga yang sudah pasrah karena tak bisa berbuat apapun lagi.


"Aneh, kenapa mafioso gue ada yang kayak gini? Siapa dia sebenarnya?!" Batin Sehun yang terheran dengan apa yang di lakukan oleh mafioso miliknya.


Chan yang geram pun langsung berjalan menuju ke arah mafioso itu, namun langkahnya terhenti saat mafioso itu bangkit lalu membuka masker yang dia kenakan.


Deg,,,

__ADS_1


__ADS_2