Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kalung buatan Kyungsoo


__ADS_3

"Iya, tahu tuh!" Ucap Kai.


"Haish, bodo amat lah, terserah kalian saja!" Ucap Chen yang setelahnya langsung melanjutkan membaca majalahnya.


"Sayang, apa kau sudah memili gaun untuk acara pernikahan kita nanti?" Tanya Kai pada Jenie.


"Tentu saja sudah!" Ucap Jenie dengan tersenyum manis ke arah Kai.


"Kau pasti akan terlihat luar biasa nanti di acara pernikahan!" Ucap Kai sembari tersenyum ke arah Jenie.


"Iya lah, Adik gue!" Ucap Chen yang menyela pembicaraan mereka, dengan masih menatap majalahnya.


"Dih, dia menyahut aja!" Gumam Kai yang terdengar di telinga Chen.


"Apa lo bilang?" Ucap Chen.


"Apa sih kak, udah deh!" Ucap Jenie yang menghalangi kakaknya yang akan memarahi Kai.


"Ck, Kai sini lo!" Panggil Chen yang menyuruh Kai untuk mendekat ke arahnya.


Kau lalu berjalan mendekat ke arah Chen berada dan duduk di dekatnya. Sedangkan Jenie masih melanjutkan aktivitasnya untuk menyirami tanaman.


"Ada apa?" Tanya Kai penasaran.


"Gue mau setelah lo nikahin adik gue, lo harus bisa bahagiain dia!" Ucap Chen memberi tahu Kai.


"Tanpa di suruh pun, aku pasti akan menjaganya, dia adalah orang yang sangat aku cintai!" Ucap Kai dengan keseriusan di dalam hatinya, mengatakan hal itu.


"Gue melepaskan adik gue buat lo, tapi kalau sampai lo lukai hati adik gue! Gue bakal bawa dia pergi dari kehidupan lo ! Dan gue jamin lo nggak bakal pernah ketemu sama dia lagi!" Ucap Chen mengancam dengan penuh penekanan pada setiap kata yang diucapkannya.


"Aku tidak akan pernah atau tidak akan mungkin melukai hatinya, karena benar-benar mencintai adikmu!" Ucap Kai yang juga tak kalah serius pada ucapannya sendiri.


Jenie yang sedang menyirami tanaman, tak sengaja mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kai tadi, dan Jenie merasa sangat senang bisa mendengar itu dari mulut Kai, calon suaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Yuna dan Dafa


Mereka berdua sedang duduk santai di tepi kolam renang, sembari memasukkan kaki mereka ke dalam air.


"Sayang!" Panggil Yuna yang sedang bersandar pada pundak Dafa saat itu.


"Ada apa sayang?" Tanya Dafa penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Yuna padanya.

__ADS_1


"Aku sangat gugup!" Ucap Yuna yang merasa gugup akan pernikahan yang akan dia lakukan nanti.


"Kamu nggak usah gugup sayang, kan ada aku! Lagi pula, bukankah gugup itu hal yang wajar?" Kata Dafa.


"Tapi , rasanya ini seperti mimpi bagiku! Bahkan pernikahan kita sudah di depan mata! Aku sangat senang, karena selama ini penantian kita akan terwujud di dalam ikatan pernikahan!" Ucap Yuna yang masih tidak menyangka kalau dirinya akan melakukan pernikahan dengan Dafa.


"Aku juga merasa sangat senang, karena sebentar lagi, aku akan memiliki kamu sepenuhnya, sayang!" Ucap Dafa yang langsung membuat Yuna tersenyum manis ke arahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Back to Velia dan Chan


"Chan ayo kita berangkat!" Ajak Velia yang sudah tidak sabar ingin pergi ke makam kedua orang tuanya dan juga saudara kembarnya.


"Sekarang?" Tanya Chan singkat.


"Nggak! Besok!!!" Ucap Velia yang langsung kesal mendengar kata yang keluar dari mulut Chan.


"Ya sudah!" Kata Chan yang pura-pura cuek pada Velia.


"Ish, Chan ayo!!!" Ucap Velia yang sudah mulai kesal pada Chan dan menarik lengan Chan.


"Iya iya sayang, sabar!" Ucap Chan yang ketarik tarik oleh Velia.


"Ish Chan, sakit telinga aku!!" Ucap Velia yang merasa sakit pada telinganya dan mengusap lembut telinganya.


"Maaf ya sayang!" Ucap Chan meminta maaf pada Velia sembari ikut memegang telinga Velia yang katanya sakit.


"Lain kali tuh bilang kek kalau mau teriak, kan aku bisa tutup telinga aku dulu!" Ucap Velia yang ngambek karena hal itu.


"Iya sayang iya maaf ya!" Ucap Chan yang terus meminta maaf pada Velia.


Semuanya pun langsung datang menuju ke arah Chan dan juga Velia, yang saat itu berada di ruang tamu.


"Ada apa sih Chan! Tumben lo sampai teriak-teriak gitu! Bahkan gendang telinga gue sampai mau pecah!" Ucap Chen yang heran dengan tingkah Chan.


"Cepat katakan, ada apa Chan? Apa ada masalah sampai lo teriak kayak gitu tadi?" Tanya Suho yang penasaran akan apa yang akan dibicarakan oleh Chan.


"Gue sama Velia mau pergi!" Kata Chan.


"Hah? Kalian mau pergi ke mana?" Tanya Suho yang sedikit bingung karena Chan pamit ingin pergi.


"Mau ke makam sama ke rumah bokap gue!" Ucap Chan memberi tahu.

__ADS_1


"Apa? Jadi lo belum kasih tahu bokap lo sendiri?" Ucap Sehun tak percaya, kalau Chan justru belum memberi tahu papanya sendiri tentang pernikahannya.


"Itulah yang membuat aku kesal pada, Chan!" Ucap Velia yang langsung cemberut.


"Dasar lo!" Kata Suho.


"Ya kan gue nggak ada waktu, gue juga nggak mau kalau ngasih tau bokap gue lewat via telepon! Gue sih pengennya ngomong secara langsung" Ucap Chan yang mengelak dari kemarahan teman-temannya dan juga calon istrinya, Velia.


"Tunggu, tadi lo bilang ke makam?" Tanya Kyungsoo.


"Iya, ke makam, gue sama Velia mau ke makam!" Ucap Chan lagi yang mengulangi perkataannya.


"Tunggu sebentar!" Ucap Kyungsoo yang langsung berlari ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.


Setelah beberapa menit, Kyungsoo kembali dan memberikan sebuah benda pada Chan dan Velia.


"Nih, pakai ini!" Ucap Kyungsoo sembari menyodorkan sebuah kalung, dan menyuruh Chan dan Velia memakai kalung yang dia berikan itu.


"Woy, gue juga mau!" Ucap Byun yang iri dan juga ingin memakai kalung itu.


"Punya kalian semua ada di dalam!" Kata Kyungsoo.


"Kalung? Untuk apa kalung ini?" Tanya Chan penasaran dengan apa kegunaan dari kalung yang diberikan oleh Kyungsoo itu.


"Kalung ini bisa membuat sosok jahat yang ingin mendekati kalian menjauh dengan sendirinya!" Ucap Kyungsoo menjelaskan kegunaan kalung itu.


"Sosok apaan?" Tanya Byun yang masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Kyungsoo tadi.


"Ya, hantu lah! Dodol banget sih lo!" Ucap Chen yang langsung mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kyungsoo.


"Tumben lo pinter!" Ucap Kyungsoo yang tak percaya kalau Chen langsung paham dengan apa yang dia maksudkan.


"Jelas dong, gue kan emang udah pinter dari sananya!" Kata Chen dengan penuh percaya diri.


"Terserah!" Ucap Kyungsoo yang memutar mata malasnya, karena mendengarkan ucapan Chen yang terlalu percaya diri itu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memakainya!" Kata Chan sembari memakai kalung itu ke lehernya, dan setelahnya memberikan punya Velia ,sekaligus memakaikannya.


"Wah liontin nya cantik banget?!" Ucap Yuna kagum pada liontin yang dipakai oleh Chan dan juga Velia.


"Iya, gue jadi iri!" Ucap Jenie yang juga iri pada kalung milik mereka berdua.


"Gue kan udah bilang, kalau kalung punya kalian ada di dalam!" Kata Kyungsoo yang juga berniat akan memberikan kalung kepada seluruh penghuni mansion Velia.

__ADS_1


"Lo dapat dari mana kalung ini? Terus lo tahu dari mana kalau kalung ini bisa membuat hantu tidak bisa menyakiti kita?" Tanya Chan yang ingin mengetahui tentang kalung itu.


__ADS_2