
"Hentikan tindakanmu itu!! Kau ini laki-laki atau bukan?!" Ujar Chan yang membuat Suho kesal lalu memukul Chan beberapa kali pada wajahnya.
Namun Chan tidak membalas pukulan Suho, sampai mulutnya mengeluarkan darah akibat beberapa pukulan oleh Suho. Dila yang khawatir akan keadaan Chan, langsung menghampiri Chan.
"Chan, apa kau baik-baik saja?!" Tanya Dila sembari memegang wajah Chan.
Hal itu membuat Suho merasa sangat marah hingga menarik tangan Dila dengan paksa.
Dila di bawa oleh Suho , namun ternyata Chan masih menghalangi mereka untuk pergi.
"HENTIKAN LANGKAHMU!!!" Teriak Chan pada Suho sembari bangkit dari posisinya yang semula terduduk, akibat menerima beberapa pukulan dari Suho.
Suho dan juga Dila kembali mengentikan langkahnya.
"Kau memang laki-laki brengsek!!" Ujar Chan dengan mulut yang berdarah akihat dipukul oleh Suho.
"Apa katamu!!!!" Ujar Suho kesal.
Suho kembali memukul Chan, namun kali ini Chan berhasil menghindar. Terjadi pertarungan antara Chan dan juga Suho di tempat itu. Chan berhasil mengalahkan Suho dengan beberapa pukulan. Suho mengalami beberapa luka memar di bagian wajahnya.
Ketika Suho tersungkur, Chan segera menarik tangan Dila dan mengajaknya untuk segera pergi dari tempat itu.
"Apa dia akan baik-baik saja?!" Ujar Dila yang melihat ke arah Suho tersungkur.
"Aku yakin dia akan baik-baik saja?!" Ujar Chan yang setelahnya membawa pergi Dila dari tempat itu.
"Tunggu pembalasanku!!!!" Ujar Suho yang masih terduduk mengusap darah dari pinggir mulutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jauh di sisi lain, Velia sedang merasa bingung dengan apa yang di alami olehnya.
"Kok aneh ya? Kenapa aku bisa melihat adiknya Chan? Sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku?!" Ujar Velia yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Tapi kalau di lihat-lihat, adiknya Chan cantik juga, sama kayak kakaknya yang tampan?!" Ujar Velia yang setelahnya mengusap kasar wajahnya.
"Haish apaan sih Vel!!!" Ujar Velia.
__ADS_1
Saat Velia sedang sibuk memikirkan dirinya menganai kejadian itu, tiba-tiba Riri datang ke dalam kamarnya.
"Riri?!!!" Ujar Velia yang sedikit terkejut melihat kedatangan Riri yang secara tiba-tiba.
"Kakak habis mikirin aku ya?!" Ujar Riri percaya diri.
Velia memencepkan bibirnya dan berkata "Kalau datang tuh permisi kek, jangan ngagetin kayak gini Ri!" Ujar Velia yang setelahnya di jawab oleh Riri, "Hehe maaf ya kak kalau Riri ngagetin kakak."
"Eh iya Ri, kok kamu bisa masuk ke sini aih tanpa membuka pintu?!" Tanya Velia yang tidak tahu.
"Oh itu ya kak, apa kakak lupa kalau aku hantu?!" Ujar Riri yang setelahnya membuat Velia berpikir sejenak, "Oh iya aku lupa, jadi kalau udah meninggal bisa nembus tembok gitu?!" Tanya Velia lagi.
"Sebenarnya nggak juga sih kak, itu tergantung, bangunan yang tidak bisa ditembus adalah yang dulunya sudah ada sejak hantu itu masih hidup! , Jadi mungkin saat aku masih hidup ,rumah kakak ini belum di bangun ,alhasil aku bisa menembusnya?!" Ujar Riri menjelaskan.
"Oh gitu ya " ujar Velia mengerti.
"Oh iya kak, kakak nggak takut ya sama aku? Secara aku kan hantu?!" Tanya Riri pada Velia.
"Aku takut sama kamu? Gimana mau takut coba kalau hantunya secantik kamu?!" Ujar Velia dengan jujur.
"Haish kakak bisa aja, sebenarnya orang berhati baik bisa melihat wujud ku sebelum aku meninggal kak ,sama seperti kakak ini yang bisa melihat wujud ku saat masih hidup. Akan tetapi jika ada orang berhati jahat atau bahkan sesama hantu pun mereka yang jahat akan melihat wujud asliku yang mengerikan." Ujar Riri menjelaskan pada Velia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Chan mengantar Dila pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Dila, Dila meminta maaf pada Chan dan juga mengobati luka Chan.
"Chan, maafin aku ya ,aku nggak tau kalau gara-gara aku kamu jadi kayak gini?!" Ujar Dila sembari mengobati luka di wajah Chan.
"Nggak apa-apa Dil, lagi pula memang sudah seharusnya aku ngelindungi kamu?!" Ujar Chan yang menahan sakit di wajahnya.
Dila pun akhirnya menceritakan tentang apa hubungan dia dengan Suho.
Dila dan Suho adalah sepasang kekasih saat mereka berada di bangku SMA , hubungan mereka berjalan dengan baik. Bahkan kedua orang tua mereka juga sudah mengenal satu sama lain. Mereka memutuskan untuk menyuruh anak-anak mereka agar segera bertunangan.
Akan tetapi setelah keputusan untuk pertunangan di buat, Dila merasa tidak nyaman dengan perlakuan Suho padanya. Suho menjadi sangat kasar pada Dila.
"Kenapa kamu nggasih tahu orang tua kamu?!" Tanya Chan.
__ADS_1
"Aku sudah pernah mencoba memberi tahu kedua orang tuaku, tapi mereka justru tidak percaya padaku!" Ujar Dila dengan tatapan kesedihan di wajahnya.
Chan pun menenangkan Dila dan menyuruh Dila untuk sabar mengadapi semua itu.
Setelah itu Chan bertanya kepada Dila, apa yang akan Dila lakukan setelahnya, dengan berat hati Dila menjawab.
"Aku berniat melarikan diri dari Suho, Chan!" Ujar Dila "Karena aku sudah mencintai pria lain, dan dia bahkan lebih lembut dan perhatian di bandingkan dengan Suho?!" Ujar Dila lagi dengan tatapan kedepan.
Chan pun penasaran akan siapa yang di cintai oleh Dila, Chan berpikir sejenak dan bertanya pada Dila tentang siapa orang yang dicintai itu.
"Siapa orang yang kamu cintai ,Dil?" Tanya Chan pada Dila.
Dila pun menatap Chan dan setelahnya memegang pipi Chan, bahkan hingga membuat Chan merasakan getaran di hatinya.
"Kau Chan?!" Ucap Dila dengan menatap kedua mata Chan.
Chan menelan ludah karena masih tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya tadi.
"A..aku?" Tanya Chan gugup pada Dila.
"Iya Chan, kau sangat baik ,lemah lembut dan juga penyayang, ingin rasanya aku bersamamu selalu!" Ujar Dila dengan matanya yang berbinar membuat Chan tak mampu lagi berkata-kata.
"Ta...tapi Dil!" Ujar Chan yang berusaha berbicara pada Dila.
"Tapi apa Chan? Apa kau tidak menyukaiku?" Tanya Dila lagi.
"Astaga, apa yang sebenarnya gadis ini katakan? Seharusnya aku yang mengajaknya berpacaran bukan malah sebaliknya!" ,Ujar Chan di dalam hatinya.
"Chan? Kenapa kau diam saja?" Tanya Dila penasaran.
"Dila, mungkin ini masih terlalu cepat, kita bahkan belum mengenal satu sama lain lebih dalam lagi?!" Ujar Chan menjelaskan pada Dila.
"Tapi kita bisa mengenal lebih jahh lagi saat kita menjalani hubungan bukan?!" Ujar Dila menawarkan pada Chan.
"Aku harus bagaimana ini?!" Ujar Chan di dalam hatinya.
Chan pun berpikir sejenak sebelum dia memutuskan untuk menerima tawaran Dila ,untuk menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Dila merasa sangat senang bisa menjalin hubungan dengan Chan dan akhirnya memeluk Chan hangat.
"Aneh, seharusnya aku merasa sangat senang, karena bisa langsung berpacaran dengan Dila. Dila orang yang pernah aku kagumi semasa SMA dulu, kenapa rasanya tidak istimewa sama sekali?!" Ujar Chan di dalam hatinya.