
Namun tiba-tiba saja , beberapa mafioso milih musuh berhasil masuk ke dalam mansion. Dengan segera, Dafa dan Suho langsung menghadapi para mafioso yang berhasil masuk ke dalam mansion.
Dor,,,
"Akh!" Ucap Jenie yang terkena tembakan pada bagian bahunya.
"Jenie!!" Ucap Dila dan Suho bersamaan.
Dor,,,
"Akhh!!!" Rintih Lisa yang juga tertembak pada bagian lengannya.
"Lisa!!!" Ucap Velia terkejut melihat adiknya tertembak.
"Sayang, bawa Jenie dan Lisa masuk ke dalam kamar! Dan jangan lupa kunci pintunya!" Suruh Suho pada Dila.
"Baiklah!" Ucap Dila sembari menganggukkan kepalanya.
"Jangan buka pintunya sebelum aku datang ke sana!" Ucap Suho mengingatkan Dila.
Setelah itu Velia, Dila dan Yuna membawa Jenie dan Lisa yang terluka, ke dalam Lisa lalu mengunci pintunya.
Mereka langsung mengobati luka Jenie dan Lisa dengan obat seadanya.
"Kita harus membersihkan lukanya dulu!" Ucap Dila menyarankan sambil membersihkan lupa pada lengan Lisa.
"Akh, sakit kak hiks!" Rintih Lisa kesakitan saat diobati oleh Dila.
"Lisa, kamu bertahan ya! Dila, aku akan mengambil kotak P3K yang ada, kalian tunggulah di sini!" Kata Velia yang hendak beranjak mengambil kotak P3K yang ada di depan kamar.
"Tidak, Vel! Jangan! Kamu tidak boleh keluar!" Ucap Dila melarang Velia untuk keluar dari kamar Lisa.
"Iya, Vel kamu nggak boleh keluar!" Ucap Yuna menimpali.
"Tapi tidak ada cara lain lagi, obat di kamar Lisa terbatas! Aku juga tidak mungkin diam saja melihat Lisa dan Jenie kesakitan seperti ini!" Ucap Velia yang kekeh akan mengambil kotak P3K.
Velia langsung mengganti gaun pengantinnya dengan baju milik Lisa yang ada di lemari. Karena kondisi saat itu mereka masih mengenakan gaun pengantin.
"Vel, kamu jangan nekat!" Ucap Dila lagi dengan mengingatkan Velia yang sedang mengganti pakaiannya.
"Iya kak, jangan keluar! Itu akan sangat berbahaya kak!" Ucap Lisa yang ikut melarang Velia untuk keluar dari kamarnya, karena kondisi di luar memang samgat berbahaya.
"Vel, jangan lakukan itu! Aku dan Lisa pasti baik-baik saja!" Ucap Lisa mencoba membuat Velia tidak begitu khawatir dengan dirinya dan juga Lisa.
Namun darah terus keluar dari bahu Jenie dan juga lengan Lisa.
"Aku akan kembali dalam waktu 5 menit, tolong kunci pintunya!" Ucap Lisa yang langsung keluar begitu saja dari kamar Lisa.
__ADS_1
"Kakak!!" Ucap Lisa yang melihat Velia keluar dari kamarnya.
"Velia!!!" Ucap semua bersamaan kecuali Lisa.
"Akh ,kakak ini sungguh sakit sekali!" Ucap Lisa pada Dila yang berada di sampingnya, dengan masih berusaha mengobati luka Lisa dengan obat-obatan seadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Velia berjalan menuju tempat kotak P3K di simpan. Namun tiba-tiba saja dari belakang Velia, ada yang membungkam mulut Velia. Sehingga Velia langsung pingsan karena pengaruh obat bius yang ada di sapu tangan, yang di gunakan untuk membungkam mulutnya tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Suho dan Dafa sudah berhasil menghabisi mafioso musuh, yang tadinya berhasil masuk ke dalam mansion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok tok tok
Dila terkejut dengan suara ketukan yang berasal dari pintu kamar Lisa.
"Dila, coba kamu buka siapa yang datang!" Ucap Yuna menyuruh Dila untuk memastikan siapa yang datang dengan mengetuk pintu kamar Lisa.
"Ini aku, cepat buka pintunya!" Ucap Suho dari luar pintu kamar Lisa.
"Itu suara Suho! Suho apa itu kau?" Tanya Dila memastikan kalau yang mengetuk pintu itu benar-benar Suho.
"Apa kau yakin?" Tanya Dila lagi memastikan.
"Suho bersama dengan ku, sekarang buka pintunya!" Ucap Dafa yang mencoba meyakinkan Dila dan menyuruhnya untuk segera membuka pintu kamar Lisa.
Ceklekk,,
Dila langsung membuka pintunya, dan mendapati Suho dan Dafa yang ada di balik pintu kamar Lisa.
"Suho!" Ucap Dila yang langsung memeluk Suho. Dan Suho pun langsung membalas pelukan Dila.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Suho pada Dila.
"Iya aku baik-baik saja!" Jawab Dila.
Sedangkan Dafa langsung masuk ke dalam kamar begitu saja untuk memastikan mereka semua baik-baik saja.
"Dila, bicaranya lanjutkan nanti saja! Kita harus segera mengobati luka Jenie dsn Lisa dulu!" Ucap Yuna mengingatkan Dila kalau Jenie dan Lisa masih membutuhkan pertolongan pertama pada luka tembakan yang mengenai mereka.
"Iya, Yuna benar!" Ucap Dafa yang duduk di dekat Yuna dan Lisa.
"Tunggu! Di mana Velia?" Tanya Suho pada semua yang ada di kamar itu, karena Suho tidak melihat adanya Velia di sana.
__ADS_1
"Astaga, Velia? Velia ada di mana?" Ucap Dila yang mengingat kalau Velia tadi pergi mengambil kotak P3K.
"Di mana dia?" Tanya Suho pada semua yang ada di sana.
"Dia tadi pergi keluar mengambil kotak P3K , tapi sampai sekarang dia belum kembali!" Ucap Dila yang perlahan kebingungan karena Velia beluk juga kembali.
"Astaga, Chan akan marah kalau sampai tahu Velia hilang!" Ucap Suho khawatir.
"Ka-kakak!" Ucap Lisa terbata sambil menahan rasa sakit.
"Akh! Sakit sekali!!" Ucap Jenie yang juga merasa kesakitan.
"Dafa, lo cepatlah berusaha untuk membawa mereka berdua ke rumah sakit! Gue akan cari Velia di sini!" Ucap Suho yang menyuruh Dafa segera membawa Lisa dan Jenie ke rumah sakit.
"Baiklah!" Jawab Dafa menyetujui saran dari Suho.
Dafa pun secara diam-diam mengendap-endap menuju mobil, untuk membawa Jenie dan Lisa ke rumah sakit.
Sedangkan di depan garasi mobil, rupanya Kai sedang bertarung dengan beberapa mafioso musuh.
"Dafa, lo ngapain?" Tanya Kai yang melihat Dafa mengendap-endap menuju mobil, supaya tidak ketahuan mafioso musuh.
"Sa-sayang!" Ucap Jenie terbata dengan menahan rasa sakit di bahunya.
"Sayang!" Ucap Kai terkejut melihat istrinya terluka.
"Dafa, cepat bawa mereka ke rumah sakit! Gue akan menghalangi mafioso ini!" Ucap Kai menyuruh Dafa untuk segera membawa mereka ke rumah sakit.
Dafa pun akhirnya menuju rumah sakit dengan membawa Jenie dan Lisa.
"Beraninya kau melukai istri gue!! Rasakan ini!!" Ucap Kai dengan penuh amarah menatap mafioso musuh.
Krekkkkk
Kai mematahkan leher mafioso itu hanya dengan tangan kosong. Kai juga menusuk mafioso musuh hingga mati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Sehun,
Sehun berjalan dengan santainya mencari gerak-gerik pemimpin mafioso musuh itu. Sehun bisa berjalan dengan santainya karena Mafioso miliknya yang senantiasa melindungi dirinya.
Namun tiba-tiba saja, ada sebuah anak panah yang melesat hendak mengani Sehun, akan tetapi dengan segera Sehun menangkap anak panah itu hanya dengan tangan kosong saja.
Di ujung anak panah itu terdapat sebuah kertas yang berisi tulisan.
Isi surat
__ADS_1
Apa lo mencari gue? Gue udah berhasil melukai istri lo! Dan jika lo mau ketemu sama gue, temui gue di alamat ***** , oh iya! Jangan lupa untuk mengajak teman-teman lo! Gue akan kasih kejutan buat lo dan satu teman salah satu teman lo nanti!"