Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Menyelesaikan apa yang seharusnya di selesaikan


__ADS_3

Dila dan Suho saling bercerita membahas Chan dan juga adiknya Riri. Dila tidak menyangka kalai Riri sudah meninggal, begitu juga dengan Suho yang juga tidak menyangka tentang ucapan Chan tadi. Suho pikir Riri melakukan sesi pemotretan di luar negeri, makanya dia jarang terlihat di daerah sana. Karena Dila dan Suho terakhir bertemu dengan Riri saat mereka mengantarkan Riri ke rumah sakit.


"Riri bahkan di tusuk beberapa kali! Bukankah itu sangat mengerikan?" Ujar Dila sembari menangis lalu memeluk hangat Suho.


Dila sangat menyesal pernah memiliki sebuah dendam pada Riri yang nyatanya tidak bersalah dalam hal apapun. Suho hanya bisa mengenang Riri sana, karena Suho sendiri tidak tahu banyak mengenai Riri.


"Sudah sayang, kita doakan saja semoga Riri tenang di alam sana" kata Suho menenangkan Dila.


Dila pun akhirnya tertidur di pelukan Suho, begitu juga dengan Suho yang ikut tertidur di dekat Dila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya,,,,,


Chan terbangun dari tidurnya dan mengingat kejadian yang semalam terjadi.


"Apa tadi malam aku hanya bermimpi saja?" Ujar Chan yang masih setengah bingung antara mimpi atau tidak.


Chan mencoba memanggil Riri beberapa kali, namun Riri tidak lagi muncul. Velia yang mendengar panggilan itu langsung muncul di dekat Chan.


"Chan, kau sudah bangun?" Tanya Velia yang baru saja datang.


"Vel, di mana Riri?" Tanya Chan yang masih mengira kalau kejadian semalam itu adalah mimpi.


"Chan, apa kau lupa kejadian semalam?" Tanya Velia yang langsung membuat Chan membelalakkan matanya.


"Jadi itu bukanlah mimpi? Tapi kenyataan?" Tanya Chan hampa.


"Chan, kamu harus ikhlas!" Ujar Velia sembari mendekat ke arah Chan lalu mengusap lembut pundak Chan.


Hati Chan merasa sangat hampa dan masih tidak percaya kalau dia tidak akan bisa lagi bertemu dengan adik kesayangannya itu.


"Chan, apa kau mau makan sesuatu?" Tanya Velia.


"Tidak, Vel!" Ujar Chan kemudian dia segera beranjak dan mengenakan jaket hitam miliknya.


"Chan, kamu mau kemana?" Tanya Velia yang tidak tahu Chan akan pergi ke mana.


"Aku akan menyelesaikan apa yang seharusnya di selesaikan!" Kata Chan lalu berjalan meninggalkan Velia.


"Aku akan ikut denganmu!" Ujar Velia sembari mengikuti langkah Chan.

__ADS_1


"Chan, ku harap kau bisa mengikhlaskan kepergian Riri! Ri, aku tahu kau mendengar ku, kamu tenang saja! Aku akan menjaga Chan sampai waktuku tiba nanti" ucap Velia di dalam hatinya.


Chan mengemudikan mobilnya dan langsung menuju ke rumah papanya.


Sesampainya di sana,,,,,


Velia yang bertanya akan rumah besar siapa yang mereka datangi itu , dijawab oleh Chan dengan sedikit lesu karena teringat dengan Riri.


"Apa kamu akan masuk ke dalam?" Tanya Velia pada Chan yang masih menatap ke arah rumah besar itu.


"Tentu saja, Vel! Aku bahkan sudah menelfon polisi dan menyuruh mereka untuk datang 1 jam lagi ke sini!" Ucap Chan.


"Kenapa harus menunggu 1 jam?" Tanya Velia heran.


"Karena aku sendiri lah yang harus mengambil barang bukti itu dan memastikannya apakah masih ada atau tidak!" Ujar Chan.


Setelah mengatakan itu, Chan segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah papanya.


"Chan, kamu pulang nak?" Ucap Papa Chan yang tengah berada di sofa ruang tamu bersama dengan mama tiri Chan.


"Sayang, apa kamu akan tinggal lagi di sini bersama dengan kami?" Tanya Intan yang tak lain adalah mama tiri Chan.


Chan hanya menatap dingin pada Intan dan menjawab pertanyaan papanya.


"Aku rindu padamu, pa! Tapi aku ke sini untuk menjalankan tujuanku!" Ujar Chan.


"Tujuan apa itu nak?" Tanya Intan mama tirinya.


"Menangkap basah dirimu!!" Ucap Chan dingin.


Deg,,,,,,


"CHAN! SOPAN LAH SEDIKIT DENGAN MAMA KAMU!!" Ucap papa chan yang meninggikan suaranya pada Chan.


"Mama? Dia bukanlah mama kandungku! Lagi pula untuk apa aku harus sopan dengan seorang pembunuh?" Ucap Chan dengan senyum seringai di wajahnya.


"Chan!! Jaga bicaramu!! Kau baru datang dan tiba-tiba menuduh orang yang tak bersalah sebagai seorang pembunuh?" Ucap papa Chan.


"Apa anak ini sudah tahu kalau aku yang sudah membunuh adiknya? Akh!! Tapi itu tidak mungkin!! Dari mana dia tahu, bahkan barang bukti sudah ku simpan dengan baik!! Dan tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya!!" Batin Intan.


"Aku akan menunjukkannya padamu, Pa! Kalau perempuan yang kau nikahi ini sebenarnya adalah seorang pembunuh! Dia mantan psikopat yang kejam!!" Ujar Chan sembari menunjuk Intan.

__ADS_1


"CHAN CUKUP!!! JAGA BATASAN KAMU!!" Ucap Papa Chan dengan meninggikan suaranya lagi.


"Chan, apa yang kamu katakan nak?" Tanya Intan dengan perasaan tak bersalahnya. Intan hendak menyentuh pundak Chan, namun Chan langsung menepisnya.


"Sayang apa kau baik-baik saja?" Tanya Leo pada istrinya itu.


"Aku tidak apa-apa, aku tidak tahu kenapa Chan bisa berkata seperti itu? Aku memang bukan mama kandungnya tapi aku sungguh menyayangi keluarga ini!" Ujar Intan dengan segala kepalsuan di wajahnya.


"Kau dengar itu?" Kata papa Chan dengan penuh emosi pada Chan.


Chan tersenyum miring lalu berkata,,,,,


"Kau ini pintar sekali berakting? Kenapa papaku bisa mencintai seorang pembunuh sepertimu?" Kata Chan mencoba menahan emosinya dan mencoba memancing Intan.


"Sebenarnya apa mau kamu, Chan?" Tanya papanya.


"Kenapa kau terus saja membelanya, Pa?" Tanya Chan pada papanya.


"Karena dia istriku!!" Ucap papa Chan tegas.


"Lantas aku ini kau anggap apa, Pa? Aku ini anak kandungmu sendiri dan juga Riri!!" Ujar Chan yang mulai terpancing emosi "Tapi kau selalu saja mengutamakan wanita ini! Kalau saja papa tau, dia hanyalah mengincar harta papa saja!" Ujar Chan setelahnya.


"Cukup!! Jangan keterlaluan, Chan!!!" Ujar Intan yang pura-pura menangis.


"Sayang, kamu ke kamar saja, aku akan bicara pada Chan!" Kata papa Chan menyuruh Intan untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Tidak mas, aku ingin tau atas dasar apa Chan bisa berkata kalau aku ini seorang pembunuh!" Ujar Intan yang masih terus berakting menangis.


"Akhirnya kau mau juga!" Jawab Chan dengan senyum miring di wajahnya, "Papa, akan aku tunjukkan padamu tentang betapa mengerikannya wanita ini!!" Kata Chan lagi sembari menunjuk Intan.


Leo Alexandra yang tak lain adalah papa Chan pun marah pada anaknya dan tak dapat lagi membendung emosinya. Baginya ucapan Chan sudah sangat keterlaluan.


"Pergi dari sini!!" Kata Papa Chan.


"Kau mengusir anakmu sendiri demi wanita ini, Pa?" Tanya Chan dengan nada lesu.


Intan sendiri merasa sangat senang ketika dia mendapatkan pembelaan dari suaminya itu.


"Teruslah berbicara, Papamu tidak akan pernah percaya padamu!" Batin Intan yang tersenyum di dalam hatinya.


"Iya!! Itu karena kau sudah keterlaluan! Dia sekarang adalah mama kamu! Perlakukan dia dengan baik!!" Pinta papa Chan.

__ADS_1


"Sekarang aku akan tanya, apakah dia memperlakukan Riri dengan baik?" Tanya Chan yang membuat Intan memudarkan senyuman di hatinya.


Deg,,,,,,,


__ADS_2