Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kesedihan seorang anak


__ADS_3

Setelah percakapan itu, Roh Mama Rindu menghilang dan kemudian Chan, Kyungsoo dan juga Suho langsung masuk ke dalam mansion untuk menemui Velia dan Lisa yang masih pingsan tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam kamar,,,,,


Velia masih belum sadarkan diri dari pingsannya tadi, sedangkan Lisa sudah menangis di pelukan Sehun.


"Velia masih belum sadar?" Tanya Chan sembari memasuki kamar yang digunakan untuk Lisa dan Velia tadi.


Byun, Dafa dan juga Sehun menoleh ke sumber suara.


"Kalian ke sini? Memangnya urusannya sudah selesai? Dan katakan siapa yang berbicara sama kalian tadi?!" Tanya Byun yang memang sudah sangat penasaran dengan hal itu.


"Aku akan menceritakannya nanti, tapi menunggu Velia sadar dari pingsannya dulu! Dan sekalian kita nunggu Chen sama Kai pulang dulu!!" ucap Chan.


"Pulang? Memangnya mereka ke mana?" Tanya Byun yang memang tidak tahu apa-apa kondisi di luar kamar tadi.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Dafa yang juga tak kalah penasaran.


"Nanti kalian juga akan tahu!" Jawab Chan yang mampu membuat mereka berhenti bertanya.


Beberapa saat kemudian Kai dan juga Chen kembali dari kantor polisi, namun saat itu Velia masih belum sadar juga.


"Bagaimana?" Tanya Chan pada Chen.


"Jenazahnya sudah di urus di rumah sakit, dan di sana sudah ada adik gue, Yuna sama Dila! Besok kita langsung memakamkan saja!" Ucap Chen memberi tahu Chan.


Semua yang tadi ada di kamar itu masih terlihat bingung , karena mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Velia kemudian bangun dari pingsannya.


"Velia, kamu sudah sadar?" Tanya Chan yang melihat Velia sadar.


"Chan? Mama mana? Tadi aku seperti melihatnya?! Dia baik-baik saja bukan? Katakan padaku Chan!" Ujar Velia yang terus penasaran dengan jawaban dari mulut Chan, kekasihnya.


"Vel, kamu harus sabar ya! Biarkan Kyungsoo saja yang menjelaskan semuanya sama kamu dan semua yang belum tahu kebenarannya!" Ucap Chan sembari mengusap lembut pundak Velia.

__ADS_1


"Kok gue?" Ucap Kyungsoo.


"Kyungsoo, tolonglah!" Pinta Chan.


"Baiklah, semoga kalian yang nantinya mengetahui kabar ini, bisa ikhlas menerima kenyataannya!" Ucap Kyungsoo yang hendak mengawalinya.


"Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Velia yang sudah sangat penasaran. Sedangkan Lisa hanya berdiam diri dan melamun di dalam dekapan Sehun.


"Jadi yang sebenarnya terjadi, Mama Rindu sudah meninggal!" Ucap Kyungsoo.


Deg,,,,,


"Apa?!" Ucap Lisa dan Velia secara bersamaan setelah mendengar pernyataan dari Kyungsoo.


"Tidak!! Ini tidak mungkin! Mama tidak mungkin meninggalkan aku!! Mama nggak mungkin meninggal!!" Ucap Lis histeris namun tetap di dekap lembut oleh Sehun supaya Lisa kuat dalam menghadapi ini.


"Kakak, katakan pada mereka kalau mama tidak mungkin meninggal!!" Ucap Lisa pada Velia yang hanya diam membeku tanpa suara.


"Sayang, kamu tenanglah dulu! Biar Kyungsoo menjelaskan semuanya!" Ucap Sehun sembari menenangkan Lisa yang histeris mengetahui mamanya meninggal.


"Sehun, katakan padaku kalau ini hanya mimpi saja!! Katakan pada mereka kalau mama tidak mungkin meninggalkan aku!!!" Ucap Lisa yang menangis histeris di pelukan Sehun.


"Vel, kamu harus kuat ya, kamu harus bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada!" Ucap Chan sembari memeluk Velia yang masih saja terdiam.


"Apa aku sudahi saja penjelasan ini?" Tanya Kyungsoo.


"Jangan!! Katakan semuanya pada aku dan Lisa!" Ucap Velia sembari menatap kosong.


Semua yang berada di sana merasa sangat kehilangan, meskipun mereka tidak mengenal seperti apa sosok Mama Rindu. Namun mereka bisa merasakan betapa sayangnya Mama Rindu kepada Lisa dan juga anak angkatnya, Velia.


Kyungsoo lalu melanjutkan ceritanya sampai habis.


"Mama!" Ucap Velia dan Lisa bersamaan sembari menitihkan air mata.


"Tidak!! Aku ingin ikut dengan mama! Aku ingin ikut!!!!" Ucap Lisa yang menangis histeris karena merasa kehilangan orang yang sangat dia sayangi.


"Sayang, tenanglah! Aku akan mengurus semuanya! Aku janji!" Ujar Sehun yang masih memeluk erat Lisa dengan tujuan supaya Lisa bisa tenang.

__ADS_1


"Aku akan membunuhnya, karena dia sudah berani membunuh calon mertua aku dengan sadis!! Dan dia juga sudah berani membuat kekasihku menangis histeris seperti ini!! Aku bersumpah akan membalas semuanya!!" Ucap Sehun di dalam hatinya dengan masih memeluk erat Lisa.


Malam itu mereka memutuskan untuk menginap di mansion mama Rindu.


Sampai tiba, keesokan harinya,,,,,


Mereka semua bersiap untuk pergi ke pemakaman umum, untuk memakamkan jenazah dari Mama Rindu.


"Hiks,,,,hiks,,, kenapa mama ninggalin kita secepat ini kak? Aku bahkan belum sempat membahagiakan mama! Tapi mama sudah lebih dulu pergi meninggalkan aku!" Ucap Lisa di sela tangisnya.


"Kakak sendiri juga masih tidak menyangka, kalau ada orang yang bisa melakukan hal sekejam itu pada mama!" Ucap Velia yang berusaha tegar di depan Lisa padahal kenyataannya hatinya rapuh, melihat orang yang sudah menyelamatkan hidupnya kini sudah tiada lagi.


"Kalian berdua yang sabar ya, Lis, Vel!" Ujar para wanita yang mencoba menguatkan Velia dan juga Lisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah kepergian mama rindu, mereka memutuskan untuk menginap di mansion mama Rindu sementara waktu.


Sudah 2 hari ini, Lisa tidak mau makan atau pun minum. Dirinya masih terpuruk atas kepergian mama Rindu yang begitu cepat.


Di suatu pagi, mereka sedang sarapan bersama. Namun di saat yang lain sedang makan, Velia justru hanya melamun dan tidak menyentuh makanan sama sekali. Melihat Velia yang begitu terpuruk membuat hati para teman-temannya sakit bak teriris pisau. Mereka juga tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mengembalikan keceriaan Velia.


"Sayang, makanlah dulu!" Ucap Chan sembari memegang tangan Velia.


"Lisa ada di mana?" Tanya Velia dengan tatapan kosongnya.


"Lisa ada di kamar, Vel! Dia menolak untuk makan, tapi kamu tenang aja! Nanti aku akan mengantarkan makanan ke kamarnya" ucap Jenie.


"Itu tidak perlu, Jen! Biarkan aku saja yang mengantarkan makanan ke kamarnya!" Ucap Velia.


"Vel, aku tahu kamu masih terpuruk atas kepergian mama Rindu, tapi kamu jangan seperti ini terus, Vel!! Kalau kamu terus menerus seperti ini, lalu siapa yang akan menguatkan Lisa nanti?!" Ucap Chan yang mencoba membuat Velia tidak terus melamun lagi.


"Chan benar, Vel! Kamu harus menjadi sosok yang kuat untuk Lisa!" Ucap Suho juga.


Velia perlahan mengangguk lalu tersenyum paksa, hatinya yang rapuh kini harus dia kuatkan untuk membuat Lisa tidak terus menerus merasa terpuruk setelah kehilangan Mama Rindu.


Velia yang tadinya hanya melamun memutuskan untuk memakan makanannya, walau pun hanya sedikit, tetapi setidaknya dia mau makan berkat ucapan Chan dan Suho tadi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kemudian, setelah selesai sarapan Velia langsung pergi ke kamar Lisa dengan membawa nampan berisi makanan untuk Lisa.


__ADS_2