Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Dilangkahi


__ADS_3

Lisa tersenyum ke arah Velia lalu berkata,,,,


"Iya, kak! Lagi pula aku tidak akan pernah merasa kesepian kalau kalian semua ada bersama denganku!" Ucap Lisa yang terharu melihat semua orang perduli padanya.


Sehun sudah cemberut dari tadi, dan Chen menyadarinya.


"Woy, anak piyak lo kenapa?" Tanya Chen yang melihat Sehun cemberut seperti bayi. Sehun lalu memalingkan wajahnya.


"Haish, rupanya ada yang tidak rela kalau pacarnya dipeluk sama orang lain, bahkan dengan kakaknya sendiri!" Ucap Suho terkekeh melihat tingkah Sehun.


"Sayang, biarkan Sehun dan juga Lisa bicara empat mata!" Ucap Chan menyuruh Velia mengakhiri pembicaraannya dengan Lisa.


"Tapi,,," terpotong.


"Yeah, akhirnya ada juga yang belain gue! Chan, gue pada lo!!!" ucap Sehun tak jelas.


"Apaan sih lo!" Ucap semua pria dengan bersamaan yang melihat tingkah nggak jelas dari Sehun.


"Tapi bicara saja di luar, jangan di dalam kamar!" Ucap Chan yang melarang Sehun dan juga Lisa untuk mengobrol di dalam kamar.


"Haish, kenapa sih?" Tanya Sehun kesal.


"Kalo lo nggak mau ya udah, gue sama Velia nggak akan merestui hubungan kalian nanti!" Ancam Chan pada Sehun.


"Memangnya kenapa sih?" Tanya Sehun yang masih belum mengerti.


"Dasar anak piyak! Lo kan tau kalau dia itu calon kakak ipar lo!" Ucap Byun menyindir Sehun.


"Kan masih calon!" Bantah Sehun.


"Haish, bodo amat lah!" Ucap Byun karena sudah mulai kesal dengan Sehun.


"Sudah-sudah, kenapa malah jadi pada ribut sih? Lis, kalau kamu mau bicara berdua sama Sehun, di luar aja ya jangan di sini!" Pinta Velia pada adiknya itu.


"Iya kak!" Jawab Lisa yang sudah mengerti akan maksud dari kakaknya itu.


Sehun itu memang seperti anak kecil bagi mereka yang memang sudah sangat dekat dengan Sehun. Namun bagi yang baru mengenal dirinya, Sehun akan menjadi dingin. Akan tetapi jika Sehun sudah berhadapan dengan musuhnya, dia akan menjadi brutal seperti seorang monster.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian, mereka semua memutuskan untuk kembali ke mansion milik Velia.


Suasana haru dan kesedihan perlahan mulai menghilang dan berubah menjadi tawa bahagia di antara mereka semua.


Lisa yang sempat terpuruk atas kepergian mama Rindu, kini dirinya sudah membaik dan hanya menjadikan semuanya sebagai kenangan indah bersama dengan Mamanya.


Saat itu di pagi hari yang cerah, mereka para wanita semua sedang memasak di dapur.

__ADS_1


"YUHU, SARAPAN SUDAH SIAP!!" Teriak Velia dari meja makan.


"Astaga kuping gue😫😫!!" Ucap Jenie.


"Matilah gue😫!!" Ucap Dila.


"Haish ,Velia!😬😬" Ucap Yuna.


"Kak, Vel! Jangan teriak-teriak dong kasihan nih telinga kita!" Ucap Lisa sembari mengusap-usap telinganya yang sakit.


"Hehe maaf ya, habisnya kalau nggak gini, mereka pasti nggak bangun-bangun! Kalau bangunin tuh 8 cowok capek tahu harus ke kamarnya satu-satu!" Ucap Velia meminta maaf pada teman-temannya, yang membantunya memasak di dapur.


"Iya juga ya!" Jawab Jenie sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi kayaknya nggak mempan deh, Vel! Buktinya mereka nggak ada yang ke sini!!" Ucap Dila sembari melihat sekitar yang sepi tak ada satu cowok pun yang keluar dari kamar.


"Oke, kalau gitu aku bakalan coba cara ke dua! Oh iya, kalian tutup telinga kalian masing-masing!" Ucap Velia yang menyuruh teman-temannya untuk menutupi telinga mereka, karena takutnya seperti tadi.


Mereka pun menutup telinga mereka, dan Velia pun kembali berteriak.


"WOY!! LO PADA TURUN KAGAK!! KALAU NGGAK GUE BAKAL HABISIN NIH MAKANAN SAMA CEWEK-CEWEK YANG LAIN!!!" teriak Velia.


Gubrak,,,,,


"Jangan!!!" Ucap mereka bersamaan dan langsung lari keluar kamar ,dan juga turun dari tangga.


"Wih cara lo mantap juga, Vel!!" Ucap Jenie yang kagum pada cara Velia.


Mereka para cowok langsung menuju meja makan tanpa mandi terlebih dahulu.


Mereka para cowok hendak mengambil sarapan di meja makan.


"Eitsss tunggu dulu!" Ucap Velia.


"Ada apa?" Ucap mereka bersamaan.


"Kalian mandilah terlebih dahulu, baru setelah itu kalian makan!" Ucap Velia dengan lembut.


"Tidak mau!!!" Jawab mereka kompak.


"Oh jadi tidak mau? Kalau begitu kalian nggak boleh makan😤😤😤!!" Ucap Velia mengancam mereka.


"Haish, serem amat sih!" Gumam Byun yang melibat Velia marah.


"Calon istri lo nih kenapa sih Chan?" Tanya Chen pada Chan yang duduk di sampingnya.


"Nggak tau tuh, mungkin dia lagi pms!" Ucap Chan asal.

__ADS_1


"Satu!!! Dua!!!!!,,," Velia mulai menghitung.


"Eh iya iya kita mandi sekarang!" Ucap semua para pria dan langsung segera menuju kamar mereka masing-masing untuk mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, setelah mereka semua mandi. Mereka langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama. Mereka semua pun akhirnya menikmati sarapan bersama.


Setelah selesai makan,,


"Vel, dan kalian semua yang ada di sini! Ada yang ingin aku bicarakan sama kalian semuanya!" Ucap Chan yang membuat seluruh mata menatap ke arahnya.


"Ada apa Chan?" Tanya Velia yang mewakili seluruhnya yang ada di sana untuk menanyakan tentang apa yang akan Chan bicarakan.


"Aku ingin melangsungkan acara pernikahan bersama dengan Velia!" Ucap Chan dengan kesungguhan pada hatinya.


"Hah?😳😳😳" Ucap Velia tak percaya karena Chan sebelumnya belum mengatakan apa-apa pada dirinya.


"Memangnya kapan?" Tanya Byun yang mewakili mereka.


"Mungkin satu minggu lagi!" Ucap Chan memberi tahu semuanya.


"Apa? Cepat sekali? Aku akan di tinggalkan kakak secepat ini?" Tanya Lisa khawatir karena dirinya baru saja merasakan bahagia setelah terpuruk, karena ditinggalkan oleh mamanya.


"Sayang, kamu jangan khawatir! Kan ada aku! Aku sendiri juga akan menikahi kamu!" Ucap Sehun di depan Lisa dan juga di hadapan semuanya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita menikah bersama? Di hari yang sama!" Ucap Suho menyarankan akan acara pernikahan mereka dilakukan secara bersamaan.


"Aku setuju!" Ucap Dila yang langsung setuju dengan saran dari Suho, calon suaminya.


"Ta,,,tapi aku,,," ucap Lisa terpotong.


"Apa kau tidak mau menikah denganku?" Tanya Sehun pada Lisa yang memotong pembicaraan Lisa tadi.


"Bukan itu, tapi bukankah ini terlalu cepat?" Tanya Lisa yang memang baginya itu masih terlalu cepat untuk dilakukan.


"Lisa, aku rasa Suho ada benarnya juga, lebih baik kita semua melakukan acara pernikahan secara bersamaan!" Ucap Velia yang ternyata juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Suho tadi.


"Hmmt, baiklah!" Jawab Lisa sembari tersenyum.


"Aku juga akan menikahi Yuna!" Ucap Dafa yang akan menikahi Yuna.


"Aku juga akan menikahi adikmu, Chen! Karena aku sangat mencintainya!" Ucap Kai sembari tersenyum menatap Jenie, dan di balas senyuman manis oleh Jenie.


"Iya itu sih tergantung sama adik gue, dianya mau apa nggak nikah sama lo!" Ucap Chen yang meragukan kalau Jenie tidak akan mau menikah dengan Kai.


"Haish, kakak gimana sih! Ya jelas Jenie mau lah!" Ucap Jenie yang ternyata mau menerima Kai sebagai calon suaminya.

__ADS_1


"Haish, Dilangkahi deh gue!" Gumam Chen.


__ADS_2