
"Kasihan sekali tuh orang, apa gue kasih tumpangan aja kali ya?" Ucap Chan lalu menghentikan mobilnya, kemudian dirinya segera turun dari mobil untuk menghampiri wanita itu.
Wanita itu terlihat ada di kanan jalan dan hendak menyebrang, Chan yang mengira kalau dia itu wanita malang yang sedang butuh tumpangan. Turun dari mobilnya dan hendak menghampiri wanita itu di sebrang jalan.
Namun saat Chan hendak menyebrang, wanita itu justru terlebih dulu berjalan ke kiri jalan, menuju Chan berada saat ini.
Saat wanita itu baru setengah jalan dan sampai pada tengah jalan, tiba-tiba saja ada truk melintas dengan kecepatan penuh, dan langsung menabrak wanita itu hingga tewas. Chan yang melihatnya seketika mengeluarkan keringat dingin.
Chanyeol yang belum sadar kalau wanita itu adalah sosok arwah gentayangan, mengira kalau dia terlindas truk tadi, dan langsung mencarinya. Namun tidak ada sama sekali jejak wanita itu. Sampai akhirnya Chan mencium bau anyir di tempat itu, lalu tiba-tiba saja,,
"Astaga!!" Chan langsung terkejut di buatnya karena sosok itu muncul dengan tiba-tiba tepat di depan Chan. Membuat dirinya ketakutan, padahal dia sudah bisa melihat hantu dari dulu.
"Tolong!" Hantu itu terdengar meminta tolong pada Chan. Namun karena Chan yang ketakutan melihat pakaian dan wajahnya yang tak berupa lagi, Chan enggan untuk berkomunikasi dengannya.
"Iya, baiklah! Gue akan bantu lo nanti! Tapi gue akan panggil teman-teman gue buat ke sini dan nolongin lo! Satu lagi, jangan ikuti gue!!" Ucap Chan yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan dengan segera mengemudikan mobilnya.
Setelahnya Chan baru menyadari kalau itu bukanlah seorang wanita yang membutuhkan tumpangan. Melainkan arwah gentayangan yang tewas di tempat itu, karena tertabrak oleh truk yang melaju dengan kecepatan penuh.
Sesampainya di mansion, Chan langsung berlari masuk ke dalam mansion dan meninggalkan buah mangga muda pesanan Velia di dalam mobil.
"Loh, Chan? Kamu kenapa? Kok lari-larian sih? Dan kenapa kamu keringat dingin begini?" Velia terlihat bingung dengan suaminya yang terlihat khawatir dan keringat dingin.
Chan pun langsung menceritakan kejadian tadi pada semua anggota keluarga yang ada di sana.
"Apa lo tadi nggak pakai liontin?" Tanya Kyungsoo mengingatkan.
Chan lalu mencoba mengingat ingat tentang liontin pemberian Kyungsoo waktu itu. Namun milik Chan sudah di buat bentu cincin dan berbeda dengan milik Velia yang di jadikan liontin untuk kalung yang dia pakai.
"Cincin? Iya, cincin itu lupa gue pakai! Dan masih ada di kamar mandi! Tadi gue sempat melepasnya!" Kata Chan yang ingat kalau tadi saat dirinya mandi, Chan melepas cincin itu dan menaruhnya di dekat wastafel kamar mandi.
"Tapi kamu baik-baik aja kan?" Tanya Velia memastikan kalau suaminya itu baik-baik saja.
"Iya, Vel! Aku baik-baik saja!" Kata Chan.
__ADS_1
"Memangnya hantu bisa menyentuh kita?" Tanya Irene yang tak tahu akan hal itu.
Kyungsoo menoleh pada Irene yang menanyakan hal tadi, "Bisa! Bahkan hanyu itu bisa menjadi ancaman untuk kita! Jika mereka memiliki dendam dan menginginkan nyawa kita!" Ucap Kyungsoo menjelaskan.
"Tapi kalau kita nggak ngelakuin apa-apa ke mereka, mereka nggak mungkin dong nyakitin kita?!" Tanya Irene lagi pada Kyungsoo.
"Hantu itu sebenarnya ada 2 jenis, hantu baik dan juga jahat! Hantu biasanya akan berkeliaran menjadi arwah gentayangan saat urusan mereka di dunia belum selesai! Atau bisa jadi mayatnya tidak di kuburkan dengan layak! Kalian tahu hantu baik? Baiknya mereka sama halnya dengan manusia yang paling jahat! Bayangkan saja sendiri!" Jelas Kyungsoo dan semuanya memilih menyimak, karena mereka ingin tahu, "Dan yang bisa menjadi ancaman adalah hantu yang jahat! Mereka bisa saja membunuh seseorang untuk membalaskan dendam mereka!" Kyungsoo menambahkan ucapannya lagi.
"Tapi, bukankah hantu memiliki batasan untuk tidak melukai manusia?" Tanya Suho tiba-tiba.
"Tau dari mana lo?" Tanya Sehun sambil menaikkan satu alisnya.
"Ya gue baca dari buku!" Jawabnya.
Pandangan Kyungsoo kini beralih pada Suho untuk menjawab pertanyaan yang dia lontarkan padanya.
"Hantu itu tidak akan menyakiti kita kecuali kalau kita yang sudah membuat mereka mati! Dan akan secara otomatis mereka akan membalas dendam pada siapa yang sudah membunuh mereka! Seperti Intan!! Bahkan semua hantu yang ingin membalaskan dendam mereka, tidak semuanya berjalan dengan baik! Karena pasti akan ada malaikat maut yang akan datang untuk menjemputnya ketika arwah jahat sudah mulai tidak terkendali!" Jelas Kyungsoo dan terlihat semua yang mendengarnya mengangguk mengerti, akan apa yang di jelaskan oleh Kyungsoo tadi.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Kyungsoo tadi. Velia mengusulkan agar Chan mendoakan arwah yang dia temui tadi, supaya bisa tenang dan kembali ke alam yang seharusnya dia tinggali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita,,
Malam harinya, Terlihat Sindy sedang menuju dapur karena merasa haus, dirinya hendak mengambil minum yang berada di kulkas.
Namun niatnya terhenti saat ada suara yang memanggilnya.
"Sindy!" Panggil Byun yang berjalan menuju dapur, sontak membuat Sindy langsung menoleh ke arahnya.
"Byun, ada apa?" Tanya Sindy.
"Lo ngapain?" Bukannya menjawab, Byun malah balik bertanya pada Sindy.
"Gue haus jadinya gue mau ngambil minum di kulkas!" Ucap Sindy memberi tahu.
__ADS_1
"Udah , nih buat lo! Gue tadi habis beli di luar!" Byun menyodorkan sebuah minuman yang dia beli saat di luar tadi.
Byun lalu duduk di kursi meja makan sambil meminum minuman yang tadi dia beli. Sindy yang menerimanya lalu mengucap terima kasih pada Byun.
"Makasih Byun!"
"Udah buruan minum, keburu nggak enak nanti!" Suruh Byun, dan Sindy pun langsung meminumnya.
"Kok rasanya pahit sih Byun?" Tanya Sindy yang merasa kalau minumannya pahit.
"Ya pahit lah orang itu kopi!" Jawab Byun dengan santainya, sembari menikmati minuman kopi dingin yang dia beli.
"Apa? Kopi? Lo ngasih gue kopi? Kalau gue nanti susah tidur gimana?" Tanya Sindy dengan protes.
"Udah lo tenang aja, kalau nggak bisa tidur! Ya lo nemenin gue begadang lah!" Kembali Byun menjawab dengan entengnya.
"Haish lo ini ngeselin banget sih?!" Ucap Sindy berdecak kesal.
"Udah nggak usaha marah-marah kayak gitu, nanti keriput baru tahu rasa lo!" Ucap Byun yang malah mengejek Sindy.
"Ck, biarin!" Ucap Sindy yang masih berdecak kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di saat yang bersamaan, udara malam tak dapat masuk ke dalam kamar Chan dan juga Velia. Karena mereka sudah menutup semua jendela dan juga pintu supaya hanya angin dari AC saja yang mereka rasakan di malam itu.
"Chan, apakah hantu itu menakutkan? Kenapa kamu malah memilih turun dari mobil dan menghampirinya? Apa karena dia seorang wanita?" Tanya Velia penasaran.
"Haish, kau ini!" Chan mencubit pelan hidung Velia karena merasa gemas dengan istrinya itu.
"Aku cuma kasihan aja lihat dia jalan sendirian dan aku juga cuma berniat memberinya tumpangan! Nggak lebih! Tapi ternyata dia hanyalah arwah yang gentayangan!" Jelas Chan.
"Oh begitu, jadi kalau itu manusia dan bukan hantu, kamu senang gitu?" Ucap Velia yang mulai terpancing api cemburu.
"Ish, ternyata istriku ini sedang cemburu rupanya ya! Dengarkan aku!! Aku hanya mencintai kamu dan calon anak kita saja! Mana mungkin aku bisa berpaling dari kalian berdua sayang?" Ucap Chan yang mencoba meluluhkan hati Velia yang memang moodnya sering kali berubah karena dia sedang hamil.
__ADS_1
Mendengar itu, Velia pun tersenyum ke arah suaminya "Aku juga mencintai kamu, Chan!!" Ucap Velia lalu menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Chan.