Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Fadil


__ADS_3

Namun tidak menunggu waktu lama, ternyata sebelum jam 23.00 para mafioso suruhan Chen sudah datang membawa apa yang Chen minta. Orang yang Chen pikir adalah kekasih Irene, dan menyuruh mafiosonya untuk membawanya ke hadapannya. Kekasih Irene di bawa oleh mafioso dengan wajah yang di tutup oleh kain sehingga dirinya tidak tahu di mana dia berada.


"Siapa dia?" Kai bertanya tentang siapa orang yang di bawa oleh mafioso itu pada mereka.


"Dia adalah kekasih baru Irene!" Kata Byun yang membuat Chen langsung menatap tajam ke arahnya.


"Kenapa? Apa gue salah bicara?" Tanya Byun seolah tak peduli dan bersikap polos.


"Bos, dia mau di taruh di mana?" Tanya mafioso yang membawa kekasih Irene.


"Bawa dia ke ruang eksekusi!" Perintah Chen pada mafioso yang menyandra kekasih Irene. Sebut saja dia Fadil, kekasih baru Irene.


"Baik bos!" Jawab mafioso itu, lalu membawa Fadil ke ruang eksekusi.


"Lo yakin mau bawa dia ke ruang eksekusi? Kalau menurut gue dia nggak salah, Chen!" Dafa berpendapat kalau pria bernama Fadil itu tidak bersalah.


Mendengar itu Chen langsung menatap tajam ke arah Dafa, karena merasa Dafa membela Fadil dibandingkan dengan dirinya "Apa maksud lo?!" Ucap Chen dengan nada dingin.


"Cinta itu nggak bisa di paksakan, Chen! Kalau memang Irene sudah memiliki kekasih baru, lo harus bisa menerima kenyataannya kalau Irene udah nggak mencintai lo, Chen!" Ucap Dafa menjelaskan pada Chen supaya dia tidak mengeksekusi Fadil, karena merasa Fadil tidak bersalah.


"Dafa, Benar! Kalau lo nyiksa dia, itu sama aja lo nyakitin hati Irene!" Ujar Suho yang juga sependapat dengan Dafa.


Chen menghela nafas, dan berkata, " Gue nggak perduli!!!" Kata Chen yang langgsung berlalu menuju ke ruang eksekusi untuk menyusul mafioso yang membawa Fadil tadi.


"Mafioso!!" Panggil Kyungsoo pada mafioso yang ada di sana.


"Ada apa tuan?" Tanya mafioso itu yang mendekat jmke arah Kyungsoo berada.


"Bawa Irene ke sini! Segera! Kalau dia menolak, katakan saja kalau gue yang menyuruh lo untuk menjemputnya!!!" Kyungsoo sengaja menyuruh mafioso itu untuk membawa Irene ke sana. Entah apa tujuannya, yang jelas mafioso itu hanya bisa menuruti apa yang di perintahkan oleh Kyungsoo.


"Baik tuan!" Jawab mafioso itu, yang setelahnya langsung pergi menuju kediaman Irene.


Kyungsoo adalah salah satu orang yang paling dekat dengan Irene saat masih menjalani hubungan dengan Chen. Kyungsoo sudah dianggap seperti kakak sendiri oleh Irene. Namun semenjak Irene pergi tanpa pamit, Kyungsoo bahkan juga seakan kehilangan sosok adik yang selalu bercerita pada dirinya. Kyungsoo bahkan juga tidak tahu ke mana perginya Irene selama ini, karena mereka memang sudah hilang kontak. Jika mafioso menjemputnya dengan mengatakan kalau Kyungsoo yang menyuruhnya, Irene pasti akan mau datang menemuinya.


"Kyungsoo, kenapa lo suruh mafioso buat manggil Irene kemari?"Sehun dengan tatapan bingung dan heran dengan apa yang akan dilakukan Kyungsoo.

__ADS_1


"Haish, lupa kalau Irene itu sudah dianggap adik sendiri sama Kyungsoo dan begitu juga sebaliknya!" ucap Kai mengingatkan.


"Gue akan tanya langsung sama Irene mengenai hal ini! cuma enggak mau kalau laki-laki tadi gara-gara masalah ini!" ucap Kyungsoo yang memang peduli dan merasa kalau ada yang aneh dengan ini semua.


"Kenapa lo peduli?" Tanya Byun dengan nada santainya.


"Karena gue ngerasa kalau dia bukanlah kekasih Irene!!" Ucap Kyungsoo sambil menatap ke arah Byun dengan tatapan penuh keyakinan kalau tadi sebenarnya bukanlah kekasih Irene.


Setelah itu mereka memutuskan untuk mengikuti Chen yang sudah berada di ruang eksekusi. Akantetapi Sehun menyarankan supaya mereka melihat dari ruangan yang berbeda. Ruangan yang letaknya tepat berada di dekat ruang eksekusi hanya berbatas sekat kaca bukanlah tembok, Terbuat dari kaca yang bisa dilihat dari ruangan, yang nantinya akan mereka tempati untuk melihat Chen dan yang ada di ruang eksekusi tidak bisa melihat mereka.


Sedangkan Kyungsoo memilih untuk tetap berada di luar untuk menunggu Irene datang.


"Kenapa Chen hanya diam memandangi dia yang wajahnya masih di tutup oleh kain?" Tanya Suho heran karena melihat Chen hanya memandangi pria itu.


"Karena dia sedang menunggu mangsanya untuk bangun!" jawab Sehun sambil melihat kearah Chen berada.


"Memangnya tuh pria mau dimakan apa ,kok lo sampai bilangnya mangsa sih?!" Jawab Suho lagi terheran.


"Kita pantau dari sini saja! kalau nanti Chen hilang kendali, baru kita kesana untuk menenangkannya!" jawab Sehun sambil menyilangkan tangannya dan menatap Chen dari sekat kaca.


Pov Chen


"Gue nggak nyangka kalau lo bisa gantiin posisi gue di hati Irene!! Ck memangnya apa hebatnya lo?" Ucap Chen sambil memandang penuh kebencian pada pria itu, yang wajahnya masih di tutup menggunakan kain hitam.


Setelah itu, Fadil tersadar dengan tangan yang di ikat pada kursi yang dia tempati.


"Gue di mana? Kenapa muka gue di tutup pakai kain hitam kayak gini? Seseorang tolong gue!!!" Teriak Fadil meminta tolong, karena dia memang tidak tahu kalau dirinya di culik oleh para mafioso suruhan Chen tadi.


"Ck, kau berisik sekali!"


Deg,,,,


Suara Chen sontak membuat Fadil langsung terdiam.


"Suara ini? Bukankah suara ini sama seperti pria yang tadi siang di temui oleh Irene? Apa dia kekasihnya?" Batin Fadil yang masih terdiam.

__ADS_1


"Kenapa diam?" Tanya Chen lagi yang belum membuka penutup kain pada kepala Fadil.


"Siapa kau?" Tanya Fadil seolah ingin memastikan siapa sebenarnya yang menyekap dia.


Chen pun langsung membuka penutup kepala yang dikenakan oleh Fadil. Dan itu sontak langsung membuat ada hanya sedikit terkejut, karena Fadil sebelumnya sudah sebelumnya.


"Apa lo ingat gue?" tanya Chen menatap sinis pada Fadil.


"Lo yang tadi siang mengganggu Irene bukan?" kata Fadil sambil menatap mata Chen yang menatap dirinya dengan sinis.


"gue nggak pernah ganggu Irene, lagi pula gue ini kekasihnya! jadi apa salahnya kalau gue cuma mau bicara sama Irene? siapa lo berani gangguin hubungan gue sama Irene?" ketus Chen.


"Gue,,,,!" Ucap Fadil terpotong.


"Kekasih baru Irene? selama ini lo bawa pergi Iren kemana? hah? sampai dia lupa kalau ada kekasihnya yang selalu nungguin dia! Apa mungkin dia itu ninggalin gue cuma demi laki-laki kaya lo?" ucap Chen yang tadi langsung memotong pembicaraan Fadil.


"Jangan pernah berpikir macam-macam pada Irene!!" Kata Fadil dengan wajah marah menatap Chen.


Mendengar ucapan Fadil, Chen geram lalu mengepalkan tangannya dan memukul wajah Fadil.


Bukkk,,,,Bukkkk


Bukkk,,,,Bukkk,,,Bukkk


Fadil tersungkur dengan kursi yang masih terikat dengan dirinya. Lalu setelahnya Chen menyuruh mafioso untuk melepaskan ikatan Fadil pada kursi itu.


"Lo mungkin belum tahu siapa gue sebenenarnya, tapi gue jamin lo pasti bakal menyesal kalau tahu siapa gue sebenarnya!" Ucap Fadil yang kini sudah terlepas dari ikatannya, dan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Jangan hanya banyak bicara! Cepat lawan gue!!" Chen berbicara dengan nada dinginnya.


Sampai akhirnya tak ada cara lain selain Fadil harus bertarung dengan Chen dan mengalahkannya. Mereka berdua terlibat dalam pertarungan sengit itu sampai akhirnya Fadil sudah tidak berdaya lagi.


Fadil tersungkur dengan wajah yang sudah babak belur.


"Kenapa berhenti? Ayo bangun dan lawan gue!! Apa lo kesakitan? Cih, rasa sakit yang lo rasain ini nggak sebanding sama rasa sakit hati yang gue rasain!!!" Ucap Chen yang sudah mulai tak terkendali, amarahnya sudah mulai memuncak dan hendak memukul Fadil lagi.

__ADS_1


Akan tetapi saat Chen hendak memukul Fadil lagi, tiba-tiba....


__ADS_2